Kapanewon Tempel Gelar Forkopim Bahas Sejumlah Program Kerja

Sleman – Kapanewon Tempel kembali melaksanakan Kegiatan Forum Koordinasi Pimpinan (Forkopim) dengan mengambil tema “Sinergitas Membangun Kapanewon Bersama”, di Pendopo Kapanewon Tempel, Rabu (28/8/2024).
Forkopim kali ini dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Partai Gerindra, PKB dan PKS, Penewu Tempel yang diwakili oleh Penewu Anom beserta seluruh Kepala Jawatan Kapanewon Tempel, Lurah se-Kapanewon Tempel, Ulu-ulu se-Kapanewon Tempel, perwakilan seluruh lembaga dan instansi terkait se-Kapanewon Tempel, perwakilan dari Koramil, dan perwakilan Kapolsek Tempel.
Panewu Anom Dyah Purwanti, mewakili Panewu Kapanewon Tempel dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap para narasumber dan jajaran forkopim Kapanewon Tempel. Pada kesempatan itu, Dyah juga menjelaskan informasi kegiatan yang sudah dan akan dilakukan Kapanewon Tempel dalam waktu dekat ini.
“Terima kasih kepada para pihak yang telah terlibat secara langsung ataupun tidak pada acara Gelar Budaya Jogja dan gelar UMKM yang baru lalu. Selanjutnya diinformasikan dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional 9 September, akan diadakan gelar senam massal lansia dan dimohon kesiapannya untuk mengikuti pameran potensi daerah di Kabupaten Sleman pada 4 -13 Oktober bulan depan,” tutur Dyah.
“Selanjutnya, selalu kami minta kerjasamanya dalam program pendataan sosial ekonomi yang sekarang masih berjalan, serta perubahan APBKal tahun 2024 untuk segera diselesaikan,” tambahnya.
Selanjutnya, AKP Elita mewakili Kapolsek Tempel menyampaikan informasi tentang kejadian-kejadian yang menjadi kewenangan jajaran Kepolisian Sektor Tempel, seperti maraknya penggunaan miras, hingga pencurian alat pertanian atau traktor.
“Kami imbau kepada seluruh masyarakat di Kapanewon Tempel untuk waspada terhadap bahaya kejahatan lewat internet baik itu penipuan online, judi online ataupun pinjaman online. Terkait dengan kesiapan menjelang pilkada kami siap mengamankan dan mengantisipasi terjadinya kerawanan jelang pilkada,” ungkap Elita.
“Kejahatan jalanan juga saat ini mengalami kenaikan yang cukup besar tentunya menjadi keprihatinan kita bersama. Harapannya keluarga bisa lebih mengawasi anak-anaknya termasuk pada saat jam malam, dan kami sebagai aparat keamanan akan terus melakukan patroli,” tambahnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman HR. Sukaptana, beserta anggota DPRD Kabupaten Sleman Agus Riyanto, dan Wawan Prasetya secara bergantian memberikan arahan dan paparannya terhadap hal-hal yang disampaikan dalam forum ini.
Pada kesempatan itu, HR. Sukaptono membahas tentang kewaspadan adanya potensi munculnya kekerasan anak jalanan yang dipicu dari kebiasaan minum minuman keras diwilayah Kapanewon Tempel.
“Seharusnya yang harus diberantas adalah penjualnya karena sudah ada Perdanya, jadi diperlukan konsen dari semua pihak baik yang di pemerintah kabupaten, dewan legislatif, sampai jajaran masyarakat paling bawah untuk bergotong royong menyampaikan informasi kepada penjual dan pembeli dengan semangat gotong royong karena dari pengaruh minuman keras ini dapat memicu kejahatan lainnya seperti pencurian misalnya,” tutur Sukaptono.
Sementara anggota DPRD lainnya, Wawan Prasetya lebih menyoroti tentang penggunaan teknologi pertanian yang modern untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mengembangkan sistem pertanian yang modern.
“Dibeberapa daerah sudah menggunakan sistem dan teknologi yang lebih maju untuk meningkatkan produktivitas kaum petani. Apalagi saat ini sedang giat-giatnya perkembangan petani milenial, sehingga budidaya pertanian tidak hanya menjadi perhatian kaum tua. Tapi anak-anak milenial saat ini banyak yang tertarik mengembangkan pertanian modern,” ungkap Wawan
Sedangkan, Agus Riyanto dalam kesempatan ini lebih mengedepankan perlunya regulasi yang lebih mendalam tentang permasalahan sosial di masyarakat. Selain itu juga perlu ditingkatkan sinergitas dengan stakeholder yang ada dalam masalah keamanan.
Forum ini kemudian diakhiri dengan tanya jawab dan diskusi mengenai permasalahan yang dihadapi di beberapa Kalurahan di Kapanewon Tempel, di antaranya infrastruktur jalan yang banyak rusak, pembangunan gorong-gorong, usulan dibangunnya jembatan penghubung antar kalurahan, hingga usulan pendistribusian pupuk, serta pengembangan pupuk non kimia. (Sih Budi Daryanto / Kim Tempel).



