MAN 4 Sleman Juara 2 Expo Nasional ke-7 MA Plus Keterampilan

Sleman — MAN 4 Sleman berhasil meraih prestasi gemilang Juara 2 dalam kategori “Pengunjung Terbanyak” pada Expo Nasional ke–7 Madrasah Aliyah (MA) Plus Keterampilan di Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, pada Sabtu hingga Selasa (24-27/08/2024).

Expo Nasional MA Plus Keterampilan 2024 mengusung tema “The Power of Madrasah Aliyah Plus Keterampilan: Maju, Bermutu, dan Mendunia.”  Kegiatan ini diikuti 105 (seratus lima) madrasah, dengan keseluruhan peserta mencapai (seribu seratus lima) orang. 

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur KSKK Kementerian Agama R I, Sidik Sissiyanto. Pada kesempatan itu, Sidik  menyampaikan bahwa expo menggambarkan kekuatan dan potensi besar madrasah dalam membentuk generasi masa depan yang kompeten, siap bersaing di tingkat global, dan membawa perubahan positif bagi masyarakat di sekitarnya.

“Expo menghadirkan hasil karya dan kreasi siswa-siswi madrasah yang siap bersaing di dunia industri, baik tingkat nasional maupun global.  Terdapat 30 (tiga puluh) stands yang menampilkan berbagai karya dan inovasi siswa dari seluruh Indonesia, memperlihatkan keunggulan masing-masing madrasah dalam berbagai bidang keterampilan,” ungkap Sidik. 

Expo ini pun diramaikan dengan berbagai lomba, mulai dari Lomba Pameran Hasil Karya Siswa, Penyajian Kuliner Nusantara, Tata Busana, Desain Busana Pesta, Robotik, Video Profile MA Plus Keterampilan, hingga Desain Grafis dan Lomba Video Sinematik.

Guru Keterampilan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) dan Prakarya MAN 4 Sleman, Umi Hidayati mengungkapkan pentingnya keterampilan bagi para siswa.

“Alhamdulillah, madrasah kita dapat raih juara 2, Madrasah Plus Keterampilan dapat membekali siswa, karena siswa yang tidak memiliki keterampilan akan termarginalkan,” ujarnya.

Sementara, Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf menyampaikan apresiasi tinggi terhadap capaian ini.

“Alhamdulillah, prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim dan dukungan penuh dari para guru, siswa, serta masyarakat. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di MAN 4 Sleman,” kata Ahmad.

“MAN 4 Sleman memiliki komitmen mengembangkan program keterampilan, salah satu pendorong kemajuan pendidikan madrasah di Indonesia,” imbuhnya.  (Edy / KIM Sumber Biwara Moyudan)




Pemerintah Kalurahan Caturtunggal Gelar Pelatihan Pengoperasian dan Pengelolaan Mesin Pertanian

Sleman – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menyelenggarakan Pelatihan Pengoperasian dan Pengelolaan Alat Mesin Pertanian untuk Kelompok Tani, di Balai Padukuhan Kledokan, Rabu (28/08/2024).

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan Pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta anggota Kelompok Tani. Acara ini pun turut dihadiri oleh perwakilan dari Pemkal Ulu-Ulu, Andi Suwarno, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Caturtunggal, Dukuh, serta staf lainnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah KalurahanCaturtunggal juga memberikan bantuan berupa 20 sak benih padi dan 250 dapok untuk pengelolaan lahan seluas 1000 meter.

Ulu-ulu Pemeirntah Kalurahan Caturtunggal, Andi Suwarno dalam sambutannya menyampaikan harapan agar pelatihan dan bantuan alat pertanian ini dapat mempermudah petani di Kalurahan Caturtunggal, dalam menjalankan kegiatan pertanian, khususnya para anggota Gapoktan.

“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap produksi pertanian dapat meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk ikut serta melestarikan budaya bertani, sehingga tercapainya tujuan petani milenial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Narasumber pada kegiatan ini adalah Tukimun dan Barzanji, yang memberikan petunjuk serta praktik langsung terkait penggunaan alat-alat pertanian. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kalurahan Caturtunggal untuk meningkatkan kapasitas petani sekaligus menjaga kelangsungan tradisi bertani di wilayah Caturtunggal. (Oktaviana/Kim Depok)




SEKECO Gelar Pelatihan Membuat Rok Wiron Tanpa di Potong

Sleman – Sekolah Ketrampilan Condongcatur  atau SEKECO menggelar kegiatan pelatihan membuat rok wiron tanpa dipotong, di Ruang Wacanaloka Kalurahan Condongcatur, pada Kamis (29/08/2024).

Pelatihan ini diikuti oleh para anggota SEKECO yang merupakan ibu-ibu perwakilan dari 18 padukuhan di Kalurahan Condongcatur.  Sementara narasumber untuk pelatihan kali ini ialah salah satu anggota Pokja II TP-PKK Kalurahan Condongcatur,  Giyarti.

Pada kesempatan itu, Giyatri menjelaskan peralatan yang perlu disiapkan, yaitu  kain jarik, jarum pentul, dan meadline. Sementara, langkah awal yang harus dilakukan ialah meniru kain yang sudah disiapkan. Kemudian menerapkan teknik membuat rok wiron.

“Miru kain sendiri ada dua gaya yang diajarkan yakni Gaya Jogja dan Gaya Solo.  Untuk motif kain Gaya Solo dan Jogja mempunyai ciri khas masing-masing,” ungkap Giyatri.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Oleh karena itu, pelatihan akan dilanjutkan dipertemuan bulan depan.

Sebelumnya, Sekolah Ketrampilan Condongcatur  (SEKECO) berdiri pada tahun 2018 silam sebelum pandemi datang. Menurut Wiji Astuti selaku Ketua Pokja ll TP- PKK Kalurahan Condongcatur, SEKECO berada di bawah Pokja II.   .

Untuk kegiatannya sendiri, Ketua SEKECO Suhartini mengungkapkan SEKECO melaksanakan pelatihan keterampilan setiap bulannya dengan materi yang berbeda. Ada berbagai macam pelatihan ketrampilan yang sudah dilaksanakan, seperti membatik, membuat olahan ubi, membuat sabun cuci piring dan lain sebagainya. (Tri Suhartati / Kim Depok)




Jelang Purna Tugas, Kamituwa Banyuraden Bertemu Forum Rois

Sleman – Mendekati masa purna tugasnya pada tanggal 30 Agustus 2024 mendatang, Muhajir selaku Kamituwa Banyuraden menyelenggarakan pertemuan dengan Forum Rois Banyuraden, di Rumah Makan Simpatik Tugu yang berlokasi di Jalan Lapangan Nomor 5 Area Sawah Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Rabu (28/8/2024).

Pada kesempatan itu, Kamituwa Banyuraden menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada 26 Rois yang telah hadir memberikan dukungan, kepercayaan, dan kerjasama selama 42 tahun dalam masa tugasnya sebagai pamong di Kalurahan Banyuraden.

Muhajir menyoroti berbagai pencapaian yang telah diraih bersama para Rois selama ia menjabat sebagai Kamituwa. Hal ini mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta keberhasilan program-program yang telah diinisiasi. Pencapaian ini disebutkan untuk menunjukkan bahwa tugas yang telah dilakukan memberikan dampak positif bagi komunitas Rois di wilayah Banyuraden.

“Masa tugas sebagai Kamituwa telah memberikan saya banyak pelajaran berharga. Pengalaman ini telah memperkaya wawasan dan pemahaman saya mengenai pentingnya melayani masyarakat dengan hati yang tulus,” tutur Muhajir.

Sementara itu, Hendy Indra Utama selaku Carik Banyuraden yang didampingi Ketua Forum Rois Banyuraden, Kyai Ahmad Shofi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada  Kamituwa atas pengabdian dan dedikasinya selama 42 tahun. Selama mengabdi, Muhajir dinilai telah menunjukkan kepemimpinan yang baik dan membawa banyak perubahan positif bagi Kalurahan Banyuraden. Sehingga pencapaian yang telah diraih bersama masyarakat merupakan bukti nyata dari kerja keras dan komitmennya dalam memajukan kalurahan ini.

“Beliau tidak hanya menjadi seorang pemimpin saja, tetapi juga seorang mentor dan panutan bagi kami di jajaran perangkat desa,” ujarnya.

Muhajir yang memiliki sikap bijaksana dan kemampuan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kalurahan akan selalu menjadi inspirasi baginya untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat setempat.

Selain itu, Hendy mendoakan agar Kamituwa tetap sehat dan bahagia di masa purna tugasnya, selalu diberkahi dalam setiap langkahnya ke depan serta kontribusi yang telah beliau berikan akan selalu dikenang oleh masyarakat Banyuraden.

“Kami akan melanjutkan perjuangan beliau dan memastikan bahwa apa yang telah dirintis dapat terus berkembang demi kemajuan kalurahan yang kita cintai ini,” ucap Hendy.

Lebih lanjut, Hendy menuturkan Pemerintah Kalurahan Banyuraden telah menjalin kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial, seperti jaminan kecelakaan kerja,  jaminan kematian, dan jaminan hari tua, sehubungan dengan keterlibatan Rois dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang terkadang berisiko. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




DLH Kabupaten Sleman Lakukan Pembinaan Teknik Pengelolaan Air Limbah Domestik

Sleman – Guna memberikan solusi  permasalahan dalam pengelolaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal di Kabupaten Sleman, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menggelar pembinaan Teknik Pengelolaan Air Limbah Domestik, di Resto Senja Jingga Karang Anyar Jawa Tengah, Rabu (28/8/2024).

Sebelum keberangkatan Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Kabupaten Sleman, Junaedi dalam pengarahannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kelompok Pengelola dan Pemanfaat (KPP) IPAL Komunal atas dedikasinya dalam mengelola IPAL dengan baik. Selanjutnya ia mengungkapkan bahwa karena terbatasnya anggaran DLH Sleman belum mampu memberikan pembinaan kepada 150 KPP yang ada di Sleman.

“Bersyukurlah panjenengan yang bisa mengikuti pada kali ini, karena dari 150 KPP baru 70 KPP yang bisa ikut kali ini, ” ungkapnya.

Junaedi menambahkan bahwa sebagai bentuk penghargaan dari DLH kepada KPP, maka pembinaan dilakukan di luar Kabupaten Sleman sekaligus untuk resfreshing.

Setelah sampai di resto Senja Jingga Karang Anyar, seluruh peserta dengan duduk santai sambil mendengarkan pemaparan dari beberapa narasumber. Narasumber pertama adalah Plt. Ketua Tim Kerja Pengelola Air Limbah, Muhammad Zidin.

Pada kesempatan itu, Zidin menuturkankan selain untuk menemukan dan memecahkan masalah dalam pengelolaan IPAL, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana diskusi bersama dan resfreshing.

” Saya yakin bahwa dalam pengelolaaan IPAL pasti menemukan masalah maka mari kita diskusikan bersama agar bisa mendapatkan solusinya,” tuturnya.

Lebih Lanjut Zidin mengajak kepada KPP bahwa ke depan agar bisa berkolaborasi dengan DLH, Aksansi dan lembaga terkait lainnya dalam memperbaiki manajemen.

Selanjutnya pemateri kedua, perwakilan Aksansi Yogyakarta, Vona menyampaikan bahwa Aksansi selalu mendukung dan mengabdikan diri untuk IPAL yang mungkin banyak menemukan masalah. Dengan ditemukannya masalah tersebut, Aksansi akan membantu memberikan solusi.

Aksansi juga memberikan apresiasi kepada DLH Kabupaten Sleman dengan diselenggarakannya pertemuan di luar Sleman.

“Kami berharap kepada KPP untuk selalu menjaga dan merawat IPAL Komunal dan mengajak generasi muda untuk mengelolanya agar terjadi kesinambungan,” ungkap Vona.

Sedangkan Ketua Tim Kerja Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Lingkungan, Sasi Kirana  menyampaikan hasil monitoring bisa di-follow up. Jika IPAL baik, berarti kerja KPP juga baik. Parameternya adalah ekoli kualitas air sungai lebih baik.

Selanjutnya perwakilan dari DLH Kabupaten Sleman, Tohari mengutarakan bahwa kegiatan kali ini sifatnya silaturahmi, untuk mempertemukan Ketua KPP seluruh Kabupaten Sleman.

“Tetapi  mohon maaf kali ini belum bisa seluruh KPP dari 150 KPP baru 70 KPP yang bisa kami ajak,” pungkas Tohri.

Setelah mendengarkan pemaparan dari para narasumber, acara dilanjutkan diskusi antar anggota KPP dan narasumber. Dari diskusi tersebut mendapatkan solusi dan jawaban sehingga bisa dijadikan bahan untuk merawat IPAL Komunal yang lebih baik.

Selain itu, Pengurus IPAL pun sepakat untuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mengurus ijin penggunaan tanah bagi yang menggunakan tanah Kas Desa. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Gubernur DIY Nomor 24 Tahun 2024 Tentang Penggunaan Tanah Kas Desa. (Giek / KIM Moyudan)