Pentingnya Literasi Digital untuk Pilah-Pilih Informasi

Sleman – Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami, menggunakan, dan menilai informasi digital secara efektif di dunia yang semakin terhubung secara digital, maka mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang tergabung dalam Komunitas Engage Mind berkolaborasi dengan Radio Karisma Jogja Banyuraden membahas program saring daring dalam mengkampanyekan pilah dan pilih informasi yang berlangsung di Studio Radio Karisma Jogja di Dusun Kradenan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kamis (29/8/2024).

Rombongan mahasiswa yang terdiri dari Muhammad Haldis, Jasmin Rizki Khaifa, Ihsanfishah,  Ike Meliasari, dan Aisyah Sabili diterima oleh Bung Raka selaku Bendahara Radio Karisma Jogja yang memandu diskusi mengenai perlunya literasi digital bagi masyarakat khususnya yang berusia 40 hingga 60 tahun yang notabene sebagai digital imigran sering mengalami kendala memilah dan memilih informasi yang benar.

Bendahara Radio Karisma Jogja, Bung Raka menyambut baik kegiatan yang dilakukan para mahasiswa. Sebab,  melalui literasi digital yang baik maka masyarakat akan mampu memanfaatkan teknologi untuk kebaikan bersama, seperti menciptakan inovasi, berbagi pengetahuan, dan membangun komunitas yang lebih solid.

Menurutnya, kemajuan teknologi memungkinkan siapa saja dapat menyebarkan informasi dengan cepat. Namun, membuka peluang bagi penyebaran berita palsu atau hoaks yang bisa merugikan individu maupun masyarakat. Karenanya, program kampanye pilah dan pilih informasi yang dilakukan komunitas mahasiswa Fisipol UGM mengajak masyarakat agar lebih kritis dan tidak mudah percaya pada setiap informasi yang diterima.

“Saat ini kejahatan siber semakin marak, masyarakat perlu diberi pengetahuan cara melindungi data pribadi dan menghindari penipuan online guna menjaga privasi maupun keamanan dalam berinteraksi di dunia digital,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Muhammad Haldis mewakili Komunitas Engage Mind bahwa kampanye literasi digital dapat memberdayakan masyarakat supaya mampu mengakses informasi secara mandiri dan kritis sehingga mengetahui kredibilitas sumber informasi yang berguna untuk menghindari kesalahan informasi yang dapat berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, pihaknya akan mengajarkan teknik-teknik mengenali berita palsu seperti memeriksa sumber informasi, melihat tanggal publikasi, serta mengidentifikasi informasi yang tidak valid guna melindungi masyarakat dari manipulasi informasi dan menghindari jebakan hoaks atau berita palsu yang sering tersebar di media sosial dan platform digital lainnya.

“Tidak semua informasi yang tersedia dapat dipercaya atau akurat. Oleh sebab itu, kemampuan dalam memilah informasi yang valid dan tidak valid menjadi kunci agar tidak terjebak dalam berita palsu atau hoaks,” tegas Haldis. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




KKN UNY Berikan Pelatihan Strategi Marketing kepada KWT Lestari Padukuhan Gempol

Sleman – KWT Lestari Padukuhan Gempol Kalurahan Condongcatur melangsungkan pertemuan rutin bulan Agustus di rumah Dukuh Gempol, Kamis (29/08/2024). Pertemuan ini dihadiri oleh PPL Kalurahan Condongcatur, Ari Indriani, KKN UNY, dan Dukuh Gempol.

Pada kesempatan itu, PPL Depok Ari Indriani menyampaikan permasalahan pada tanaman cabe, yaitu daunnya keriting ke bawah terkena lalat buah, kutu atau hama. Permasalahan itu bisa diatasi dengan petrogenol.

“Disampaikan juga bahwa di bulan Oktober ada Monev KWT Lestari, maka perlu disiapkan administrasi kegiatan serta lahan atau demplot tanaman,” ungkap Ari.

Sementara, salah satu mahasiswa KKN UNY, Devana menyampaikan  materi tentang strategi marketing secara digital dengan menggunakan media sosial, serta packaging produk KWT Lestari baik produk olahan ataupun hasil panen agar menarik dan nilai jual tinggi. Terutama hasil panen agar nilai jual menjadi tinggi maka menggunakan plastik berlogo KWT, sehingga terlihat bagus dan menarik.

Pada kesempatan ini, diberikan secara simbolis bantuan dari KKN UNY berupa alat ATK untuk packaging produk seperti cap, plastik, gantungan dan lain sebagainya kepada Ketua KWT Lestari Gempol Sri Asmoroning.

Lebih lanjut, Ketua KWT Lestari Gempol menyampaikan capaian apa saja yang sudah diperoleh KWT Lestari Gempol seperti produk olahan. Dengan begitu, ke depannya diharapkan KWT Lestari tambah maju dan berdaya.

“Seperti stik seledri, sambel dower, kripik tempe atau bayem, produksi sabun cuci baju, cuci piring, kubung jamur, bioflog lele, tanaman sayuran  lahan sawah, serta urban rarming-nya,” ungkap Sri. (Tri Suhartati / Kim Depok)




Percepat Penurunan Stunting, BKB HI Warna Warni Gempol Gelar Program Best Practice

Sleman – Implementasi Program Best Practice merupakan pilot project dari BKKBN Pusat untuk Propinsi DIY, di laksanakan di BKB HI Warna Warni Padukuhan Gempol Kalurahan Condongcatur, Rabu (28/08/2024).  

Dukuh Gempol, Ari Susanti menuturkan BKB HI merupakan keterpaduan Posyandu Balita, PAUD dan BKB (Bina Keluarga Balita). Pada pelaksanaannya, program best practice ini dalam rangka percepatan penurunan stunting . Di mana dalam berkegiatannya  best practice (Penerapan Hal Baik) di awali dengan balita, dan bumil yang datang ke posyandu.

“Sedikit kami sampaikan bahwasannya  program best practice dilaksanakan 6 kali dimana setiap 2 minggu sekali di laksanakan kegiatan BKB HI,” ungkap Ari.

Ketua Posyandu Tanjung ll, Tri Suhartati menjabarkan rangkaian kegiatan yang dilakukan di antaranya mencuci tangan, kemudian menuju meja I untuk melakukan pendaftaran. Dilanjutkan ke meja II untuk menimbang dan mengukur TB lila, lika.

Selanjutnya ke meja III untuk mencatat data pengukuran antropometri. Lalu menuju pelayanan kesehatan, untuk cek kesehatan gigi, dan meja V untuk penyuluhan.

“Untuk balita bermasalah diberikan edukasi serta pemberian rujukan ke Puskesmas untuk  balita bermasalah stunting, stunted, underweight, penyaluran alkon Co,”  ungkap Tri.

Setelah rangkaian kegiatan di atas selesai, maka balita diarahkan ke kelas BKB. Ketua BKB Warna Warni, Yaumil Fadribah menjelaskan di kelas BKB tersebut, balita akan dikelompokan menurut umurnya yaitu: 0-1 tahun, 1-2 tahun, 2-3 tahun, 3-4 tahun, 4-5 tahun. Di sana juga disediakan layanan untuk ibu hamil.

Orang tua dan balita mengikuti Kelas Parenting sesuai kategori umur dengan menggunakan buku bantu KKA( Kartu Kembang Anak). Kemudian dilanjutkan dengan acara makan bersama dengan PMT yang dimasak oleh Tim DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang pantau dengan kartu kendali untuk mengetahui habis atau tidak makanan yang diberikan.  

“Orangtua sambil menyuapi putra-putri balitanya dengan mendengarkan penyuluhan Gizi oleh Nutrisonis Puskesmas Depok ll ibu Berty,” jelas Yaumil. (Tri Suhartati / Kim Depok)




Bupati Sleman Ajak Warga Mengisi Kemerdekaan dengan Pembangunan

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo memberikan apresiasi yang tinggi kepada Panewu Berbah dan jajarannya atas suksesnya penyelenggaraan gelar budaya dan gelar UMKM dalam rangka  memperingati HUT ke-79 RI dan peringatan 12 tahun Undang – Undang Keistimewaan DIY.

Pada kesempatan itu, Bupati Sleman menjelaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari pihak manapun. Namun jerih payah bangsa Indonesia yang berperang merebut negara dan mengusir penjajah dari bumi Nusantara.

“Untuk membalas pengorbanan para pejuang yang berperang sampai tetes darah penghabisan, hendaklah kita seyogyanya mengisi kemerdekaan dengan membangun negara atau daerahnya sesuai potensi yang dimiliki dan kapasitas masing-masing,” ucap Kustini pada kegiatan Gelar Budaya dan Gelar UMKM 2024 yang berlangsung di Pendopo Kapanewon Berbah, Rabu malam (28/08/2024).

Kustini menambahkan, pembangunan Kabupaten Sleman dalam pelbagai bidang telah banyak dirasakan masyarakat, meliputi turunnya angka kemiskinan, stunting, serta pengendalian kenaikan harga bahan pokok dipasaran sehinga inflasi bisa terjaga.

“Semua itu merupakan salah satu cara mengisi kemerdekaan, membangun di semua bidang,” tuturnya.

Lebih lanjut, tumbuh kembang beragam budaya yang ada Sleman termsuk di Berbah, menjadi warisan adiluhung yang harus dilestarikan. Hal itu berdampak pada menguatnya perekonomian masyarakat.

Sementara untuk memutus rantai kemiskinan, Kustini menuturkan salah satu upaya yang ditempuh ialah program  mencetak sarjana dari keluarga miskin dengan program kuliah gratis.

“Harapannya dengan meningkatnya pendidikan akan meningkat pembangunan. Mari bersama-sama membangun Sleman  untuk Sleman sehat sejahtera,” ajak Kustini.

Selain Bupati Sleman, hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sleman, Tina Hastani, Kepala Bidang Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni Kundo  Kebudayaan Sleman, Ignatius  Ferianto, anggota DPRD Sleman, Galuh Saraswati Laksono, Mbah Wanto, Panewu Berbah, Forkompim Berbah, lurah, budayawan serta masyarakat Berbah.

Panewu Berbah, Tri Akmeriyadi menyampaikan kegiatan gelar budaya dan gelar UMKM merupakan rangkaian peringatan HUT ke-79 RI dan memperingati penetapan Keistimewaan DIY ke-12 yang diperingati tiap tanggal 31 Agustus sesuai ketetapan UU RI nomor 13 tahun 2012.

Pada kegiatan ini dipentaskan berbagai kesenian yang ada tumbuh dan berkembang lestari di Kapanewon Berbah, serta bazar berbagai produk UMKM Berbah.

Tri menambahkan, pembangunan di wilayah Berbah sudah dilakukan di berbagai sektor baik fisik dan non fisik.

“Untuk selanjutnya diharapkan pembangunan di Berbah semakin bertambah lebih baik lagi dengan Slogan Berbah Gumregah, Sleman Sembada,  Jogja Istimewa,” kata Tri. (Kusnadi / KIM Berbah)




Bupati Sleman Kukuhkan KSB Sigap

Sleman – Bupati Sleman kukuhkan kepengurusan KSB Sigap (Sumberrejo Siaga Bencana) periode 2024-2027, di lapangan Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Kamis (29/8/2024).

Proses pengukuhan tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Mustadi, Kepala Bidang Linjamsos, Ludiyanta, Kepala Tim Bansos PFM, Wahyudin,  Penelaah Teknis Kebijakan, Dhina Rohmawati, Penyuluh Sosial, Andy Kurnia Yuliawan, Pengadministrasi Umum, Maharani Indhira Astuti, Kepala Dinas Sosial DIY yang diwakili oleh Kepala Bidang Perlindungan Sosial, Sigit Alifianto, dan staf bidang Perlinsos, Dody Sulistiyanto, Lurah Sumberrejo, Anjar Purwanto beserta pamongnya, Penewu Tempel yang diwakili oleh Penewu Anom Dyah Purwanti,  Kapolsek Tempel, Danramil Tempel.

Hadir pula FK Tagana DIY, Agus Cahyana, FK Tim KSB DIY, Suharno, FK Tagana Sleman, Sarjiman, serta FK Tim KSB Sleman, Sri Maryanti.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Mustadi,,MM, menyampaikan sumber anggaran kegiatan ini dari APBD Perubahan Sleman Tahun 2024.

“Kami laporkan kepada Bupati bahwa peserta kegiatan ini sejumlah 50 orang terdiri atas unsur relawan, linmas, karang taruna dan kader. Kegiatan selama tiga hari ini berupa penyampaian materi secara klasikal tentang pemahaman KSB, dan pelatihan divisi yang terdiri atas Keposkoan, Shelter, TRC, PP, Logistik dan DU,” ungkap Mustadi.

“Selain itu juga ada kegiatan simulasi kebencanaan serta diakhiri dengan pengukuhan pengurus. Selain itu juga diucapkan terima kasih atas dukungannya kepada semua pihak baik pemerintah Kalurahan Sumberrejo, Penewu Tempel, Kapolsek, Danramil, Puskesmas, BPBD Sleman, Dinas Sosial DIY, FK Tagana DIY, FK Tim KSB DIY dan FK Tim Tagana Sleman,” sambungnya.

Sementara itu Ketua FK Tagana DIY, Agus Cahyana, selaku salah satu narasumber selain narasumber yang lain dari Dinas Sosial DIY, juga dari FK Tim KSB DIY, mengatakan diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sleman ini sudah disusun agenda kegiatan selama 3 hari.

“Hari ini merupakan hari terakhir dari rangkaian kegiatan pembentukan KSB di Kalurahan Sumberrejo Kapanewon Tempel Kabupaten Sleman. Sebelumnya pada hari pertama merupakan kegiatan sosialisasi/penyuluhan, dan kegiatan pada hari kedua berupa pelatihan bagi divisi. Sedang untuk hari ini diadakan simulasi alur penanganan kejadian bencana dengan jenis bencana puting beliung,” ungkap Agus.

Setelah pengukuhan pengurus KSB “SIGAP”, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan prosesi pengukuhan KSB itu merupakan salah satu langkah strategis mitigasi bencana wilayah tersebut.

“Pengukuhan KSB ini sebuah langkah yang strategis, mengingat Sumberrejo termasuk daerah rawan bencana, sehingga pemerintah selalu berupaya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk membangun kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi potensi pengurus yang hari ini dikukuhkan agar dapat mengedukasi ke masyarakat mengenai mitigasi bencana sehingga terjadinya korban jiwa dapat diminimalisir,” tuturnya.  

Kustini menambahkan KSB merupakan metode penanggulangan bencana berbasis masyarakat untuk mengubah pola tindak dan pola pikir sehingga sesuai dengan potensi lokal, dengan perencanaan, pengorganisasian, penyelenggaraan, dan pengendalian. Selanjutnya Bupati menyerahkan secara simbolis barang logistik untuk Lumbung Sosial KSB yang salah satunya berasal dari Dinas Sosial DIY senilai 130 juta rupiah. (Sih Budi Daryanto / Kim Tempel).