Peringati HAORNAS ke-41, Kapanewon Depok laksanakan Upacara Bendera dan Senam Bersama

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-41, Kapanewon Depok melaksanakan upacara bendera dilanjutkan senam bersama di halaman Kapanewon Depok, Jumat (13/9/2024).

Kegiatan ini diikuti Forkompim Kapanewon Depok dan melibatkan 3 kalurahan di wilayah Kapanewon Depok, yaitu Kalurahan Condongcatur, Kalurahan Caturtunggal dan Kalurahan Maguwoharjo. Kegiatan itu pun diikuti oleh guru-guru sekolah di lingkup Kapanewon Depok.

Bupati Sleman dalam amanat upacara yang dibacakan Panewu Depok, Wawan Widiantoro selaku inspektur upacara menyampaikan Hari Olahraga Nasional adalah suatu inisiatif untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif melalui partisipasi dalam berbagai aktivitas fisik. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya olahraga dalam menjaga kesehatan fisik dan mental, serta memotivasi masyarakat agar bergerak lebih banyak. Di samping itu, Hari Olahraga Nasional juga bertujuan membangun komunitas yang mendukung gaya hidup aktif, dan memperingatkan tentang risiko kekurangan aktivitas fisik.

“Dengan partisipasi yang lebih aktif dalam aktivitas fisik, masyarakat diharapkan akan mendapatkan manfaat kesehatan jangka panjang, seperti peningkatan kebugaran fisik, penurunan risiko penyakit kronis, dan peningkatan kesejahteraan mental,” tuturnya.

Lebih lanjut, Hari Olahraga Nasional dapat menjadi sarana promosi berbagai nilai, seperti persatuan, disiplin, dan semangat sportifitas. Melalui inisiatif ini, diharapkan kesadaran pentingnya berolahraga ataupun aktivitas fisik akan semakin meningkat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Dengan memulai gaya hidup sehat sejak usia dini, generasi mendatang dapat memiliki fondasi kesehatan yang kuat.

Selain manfaat kesehatan, HAORNAS menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan sosial melalui partisipasi dalam kegiatan olahraga bersama teman atau keluarga. Hal ini dapat membangun komunitas yang kuat dan mempromosikan semangat kebersamaan.

“Secara keseluruhan, Hari Olahraga Nasional memiliki dampak positif yang luas pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, serta mempromosikan nilai-nilai positif yang terkait dengan kegiatan olahraga,” pungkas Wawan.

Pada kesempatan itu, Wawan pun memberikan apresiasi kepada Pamong Kalurahan yang ikut berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Korpri, yang diselenggarakan pada awal Agustus 2024, dalam rangka HUT Korpri ke-52 tahun 2024.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Senam Sleman Bangkit, bersama seluruh peserta upacara. (Wasana/Kim Depok)




Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP Kapanewon Gamping Tetapkan 74.015 Pemilih

Sleman – Berdasarkan rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) tingkat kapanewon, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping menetapkan jumlah pemilih Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2024 di wilayah Kapanewon Gamping sebanyak pemilih dengan rincian laki-laki sejumlah pemilih dan Perempuan sejumlah pemilih yang tersebar di 141 tempat Pemungutan Suara (TPS).

Rapat pleno terbuka yang berlangsung di Ruang Rapat Wirasuta Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping, Rabu (11/9/2024) tersebut dipimpin oleh Ketua PPK Gamping, Abdul Kariem. Acara itu ikut dihadiri oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana bersama Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP. Sandro Dwi Rahardian yang menyaksikan jalannya proses rekapitulasi yang dinamis demi melindungi hak konstitusional warga negara untuk berpartisipasi dalam pemilihan.

Pada kesempatan ini, Panewu Gamping menuturkan proses pleno terbuka ditujukan untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilihan. Ketika masyarakat melihat data pemilih disusun dengan teliti dan melibatkan banyak pihak, maka kepercayaan terhadap integritas pemilihan akan meningkat.

Adanya kepercayaan masyarakat  terhadap integritas pemilihan dapat membantu mengurangi potensi konflik dan sengketa pasca pemilihan. Sebab masyarakat yakin bahwa pemilu berjalan sesuai aturan, sehingga kecurigaan akan kecurangan atau manipulasi dapat ditekan. Hal itu pada akhirnya akan meminimalkan protes, tuntutan hukum, ataupun aksi kekerasan yang biasanya muncul akibat ketidakpuasan terhadap hasil pemilihan yang dianggap tidak adil.

“Dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat, maka partisipasi masyarakat dalam proses pemilihan cenderung lebih tinggi,” imbuh Tamzis.

Sementara itu, salah satu anggota PPK Gamping Divisi Data dan Informasi, Fairus Syarifah mengemukakan selain keterbukaan, rapat pleno juga memberikan kesempatan bagi Panwaslu Kecamatan Gamping dan masyarakat, untuk memberikan masukan terkait daftar pemilih. Partisipasi masyarakat dapat membantu mengidentifikasi kesalahan data, seperti pemilih ganda atau pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat.

Melalui gelaran rapat secara terbuka, penyelenggara pemilu berupaya mengantisipasi potensi sengketa terkait daftar pemilih yang dapat timbul pada tahap berikutnya. Karenanya, segala keberatan atau perbedaan pendapat dapat secara langsung diselesaikan dalam forum agar meminimalkan kemungkinan sengketa di waktu mendatang.

Proses rapat pleno terbuka memberikan ruang bagi publik, terutama perwakilan dari peserta pemilihan maupun pengawas pemilu untuk mengawasi langsung rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan secara transparan.

“Transparansi ini penting untuk mencegah kecurigaan dan tuduhan adanya manipulasi data pemilih dalam pemilihan,” tegas Fairus. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Panitia Pengawas Pemilu Kapanewon Prambanan Adakan Pertemuan untuk Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Awasi Pemilukada 2024

Sleman – Sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasam pemilukada tahun 2024 di Kapanewon Prambanan, Panitia Pengawas Pemilu Kapanewon Prambanan mengadakan pertemuan di Kapanewon Prambanan, Kamis (12/9/2024). 

Perwakilan dari berbagai unsur terkait hadir dalam kegiatan itu, di antaranya FKUB Kapanewon Prambanan, PCPM, ANSOR, Muslimat, Aisiah, NA, Fatayat, KOKAM, BANSER, Orang Muda Katolik dari Gereja Macanan dan Gereja Maria Marganingsih Gayamharjo sebanyak 50 orang.

Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kapanewon Prambanan, Tamrin Santoso menyampaikan seluruh peserta yang hadir saat itu bisa ikut serta dalam mengawal proses pemilukada Kabupaten Sleman yang akan dilaksanakan pada 27 November nanti.

“Kita semua terlebih yang hadir pada hari ini dapat ikut serta dalam mengawal proses Pemilukada Kabupaten Sleman yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024. Mulai dari tahapan kampanye sampai dengan pelaksanaan, agar dapat berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Terlebih pada saat kampanye, sebab tidak diperkenankan menggunakan fasilitas sekolah, kantor, tempat ibadah,” tuturnya.

Selanjutnya, sebanyak calon  pemilih yang sudah terdaftar akan ditetapkan secara serentak se-Kabupaten Sleman pada tanggal 20 September 2024. Sementara bagi warga yag belum tercantum dalam daftar pemilih sementara, diharapkan agar  segera mendaftarkan diri melalui jalur yang ada, jangan sampai kehilangan hak pilihnya.

Tamrin menambahkan mulai tanggal 12 sampai dengan 28 September 2024, Panwas Pemilu Kapanewon Prambanan membuka kesempatan dan akan merekrut sebanyak 92 calon Pengawas TPS yang akan ditempatkan di TPS di seluruh Kapanewon Prambanan. adapun syaratnya ialah berusia minimal 21 tahun dengan ijazah SMA. Informasi ini diharapkan dapat disebarluaskan, agar masyarakat yang berminat menjadi Pengawas Pemilu bisa segera mendaftarkan diri.

Sementara, perwakilan Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat  Panwaslu Kapanewon Prambanan, Zhian Friska, menyampaikan ada beberapa program pencegahan Bawaslu, antara lain patroli untuk kawal hak pilih, himbauan kepada seluruh hak pilih, sosialisasi kepada forum warga, termasuk bagian dari pendidikan politik bagi warga masyarakat, koordinasi dengan stakeholder, serta melakukan literasi media sosial. (Harmaji KIM / Prambanan)




Bupati Sleman: Festival Garis Imajiner untuk Menegaskan Ciri Keistimewaan Yogyakarta

Sleman – Dalam rangka memperingati 12 Tahun Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman menyelenggarakan Festival Garis Imajiner pada Kamis (12/9). Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo bersama dengan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa membuka secara langsung dengan pemukulan kenong sebagai tanda dibukanya Festival Garis Imajiner 2024.

Acara tersebut dimeriahkan oleh ribuan warga perwakilan dari 17 Kapanewon se-Kabupaten Sleman dengan mengikuti kirab serta menampilkan tarian dan aksi teatrikal. Festival dimulai dari kirab bregada dari 17 Kapanewon dimulai dari Kantor Kalurahan Sariharjo Ngaglik dan berakhir di Lapangan Ngetiran.

Kustini menyampaikan festival ini adalah upaya untuk mengedukasi kembali masyarakat tentang sejarah berdirinya Keraton Ngayogyakarta yang tidak bisa lepas dari garis imajiner filosofis yang menghubungkan antara Gunung Merapi – Tugu Pal Putih – Keraton Yogyakarta – Panggung Krapyak – Pantai Selatan.

Kustini mengatakan, garis imajiner atau sumbu filosofis tersebut memiliki makna keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, serta manusia dengan alam.

“Festival ini menjadi salah satu sarana menegaskan ciri-ciri keistimewaan Yogyakarta. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Kabupaten Sleman terlibat secara aktif dalam melestarikan kearifan budaya lokal yang adiluhung berupa garis imajiner yang secara kasat mata tidak nampak, tetapi keberadaannya diyakini ada,” kata Kustini

Lebih lanjut, Kustini menyampaikan bahwa masyarakat DIY patut bersyukur karena UNESCO telah menetapkan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai warisan dunia pada tanggal 16 September 2023. Dengan demikian aset budaya tak benda yang dimiliki masyarakat Yogyakarta ini telah diakui di dunia internasional.

“Festival Garis Imajiner ini menjadi salah satu sarana untuk menggali, mengenalkan, memasyarakatkan, melestarikan, serta mengukuhkan eksistensi budaya dan kesenian tradisional Kabupaten Sleman,” pungkas Kustini

Festival Garis Imajiner tahun 2024 menampilkan aksi tarian dan teatrikal tentang Upacara Adat yang ada di 17 Kapanewon se Kabupaten Sleman. Bupati Sleman dan Wakil Bupati Sleman turut menyaksikan penampilan dari seluruh peserta. Festival Garis Imajiner Kabupaten Sleman 2024 dilaksanakan selama 2 hari yakni tanggal 12-13 September 2024 dengan menampilkan berbagai kesenian yakni Badui Tunas Mudho Gantalan, Wayang Mbeling Sleman, Komunitas Kethoprak Sleman, Jathilan Satrio Kudho Jingkrak, Jathilan KBTM Gondangpusung, dan Band Alternatif Genk Kobra. (Humas Sleman)




Jadi Media Pengembangan UMKM, Bupati Sleman Resmikan Program Satu Sama Bunda

Sleman – Dorong UMKM semakin berkembang, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) bekerjasama dengan GMedia meluncurkan Program Satu UMKM, Satu Mahasiswa Bibit Unggul Daerah atau “Satu Sama Bunda”. Kegiatan ini juga berkolaborasi bersama sejumlah universitas di Kabupaten Sleman. Bupati Kustini Sri Purnomo hadir pada kegiatan kick off sekaligus membuka program yang pada kesempatan itu bekerjasama dengan Universitas Teknologi Yogyakarta, Kamis (12/9), di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Kepala Dinkop UKM Sleman, Tina Hastani menyampaikan, program Satu Sama Bunda merupakan salah satu upaya Pemerintah kabupaten Sleman untuk meningkatkan kualitas UMKM, terutama dalam menghadapi kemajuan teknologi terkait digitalisasi pemasaran. Kehadiran mahasiswa akan berperan sebagai pendamping pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Diharapkan, kolaborasi ini tak hanya memberikan keuntungan bagi pelaku UMKM namun juga bagi mahasiswa pendamping.

“Diharapkan teman-teman mahasiswa nanti tidak hanya tau teorinya saja, namun juga memahami ketika berwirausaha akan menghadapi permasalahan apa saja, karena mereka akan intens berkomunikasi dengan pelaku usaha. Kami harapkan juga nantinya akan tumbuh wirausaha handal baru di Sleman,” jelas Tina.

Tina menjelaskan, program Satu Sama Bunda akan berjalan selama 2 bulan. Usai berlangsung, akan dilakukan evaluasi terkait pendampingan yang dilakukan mahasiswa dengan para wirausaha. Tina berharap, kerjasama ini akan semakin memperluas pasar dan jejaring para pelaku usaha melalui digitalisasi pemasaran.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menilai kegiatan ini semakin memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergi dalam mengembangkan UMKM, memberdayakan masyarakat, meningkatkan pengembangan potensi lokal dan pertumbuhan ekonomi daerah. Sehingga, kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM ini dikatakan Bupati sebagai hubungan yang positif untuk saling memberikan keuntungan.

“Adik-adik mahasiswa yang memiliki ilmu dan pengetahuan, dapat mengaplikasikannya secara nyata dalam mendampingi UMKM di Sleman. Sementara para pelaku UMKM dapat menimba ilmu dari adik-adik mahasiswa dan berbagi pengalaman dalam mengelola UMKM,” tutur Kustini.

Pada pertemuan itu, Kustini mendorong para pelaku UMKM untuk terus kreatif dalam berinovasi menciptakan berbagai produk sesuai dengan kebutuhan dan selera pasar. Kepada mahasiswa, Kustini mengharapkan adanya gagasan serta inovasi segar untuk menjadikan UMKM yang didampingi lebih maju dan berkembang.

“Terjalinnya kerjasama melalui kegiatan Satu Sama Bunda ini tentunya menjadi peluang yang sangat baik bagi UMKM untuk meningkatkan kualitasnya. Sehingga saya harap jalinan kerjasama ini jangan disia-siakan,” pesan Kustini.