Pemkab Sleman Bersama Bea Cukai Yogyakarta Sosialisasikan DBHCHT di Kapanewon Kalasan

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Bea Cukai Yogyakarta melakukan sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada warga Kapanewon Kalasan pada Selasa, (17/9) di Royal Palm Resto. Sosialisasi ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyebut DBHCHT dimanfaatkan untuk mendanai kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan pemberantasan barang kena cukai ilegal. Dengan demikian slogan Gempur Rokok Ilegal penting untuk diimplementasikan karena jika dibiarkan beredar, dana bagi hasil akan berkurang begitupun pemanfaatannya.

“Saya harap masyarakat tidak membeli rokok ilegal maupun memperjualbelikannya. Apabila rokok ilegal masih beredar maka dana bagi hasil akan berkurang begitupun pemanfaatannya,” kata Danang

Lebih lanjut, Danang mengapresiasi penyelenggaraan sosialisasi ini dengan tujuan menyampaikan informasi ketentuan peraturan perundang-undangan bidang cukai kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di tingkat Kalurahan dan Kapanewon.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi melaporkan pada sosialisasi ini pihaknya menggandeng Bea Cukai Yogyakarta sebagai bentuk komitmen untuk memberantas peredaran rokok ilegal yang masih beredar di pasaran.

Ia mengungkapkan kegiatan sosialisasi ini bertujuan penyampaian informasi perundang-undangan bidang cukai tembakau, kemudian sebagai sarana pemantauan dan evaluasi serta mendukung bidang penegakan hukum dalam penegakan dan pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal.

“Pada tahun 2024 ini Satpol PP Kabupaten Sleman mendapatkan anggaran sebesar Rp. atau 10 persen dari total anggaran DBHCHT yang rencananya akan digunakan untuk mendanai kegiatan di bidang penegakan hukum salah satunya Sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan program pemberantasan Barang Kena Cukai ilegal,” jelas Shavitri




TPQ Rutbatul Huda Banyuraden Gelar Maulidur Rosul Kenang Perjuangan Rasulullah

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi yang dilakukan oleh umat Islam untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dengan mengenang kelahiran dan kehidupan beliau, maka umat Islam diingatkan tentang perjuangan dan pengorbanan Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam serta menjadikan beliau sebagai teladan utama dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang dilakukan Kyai Ahmad Shofi selaku Pengasuh Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) Rutbatul Huda yang menggelar kegiatan peringatan Maulidur Rosul yang berlangsung di TPQ Rutbatul Huda Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Senin (16/9/2024).

Kegiatan dihadiri oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman, Perwakilan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Kalurahan Banyuraden, tokoh masyarakat, tokoh agama, para santri, serta warga Dusun Cokrowijayan.

Rangkaian acara Maulidur Rosul diawali dengan pembacaan sholawat sebagai bentuk ekspresi cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui bersholawat, umat Islam menunjukkan rasa terima kasih atas perjuangan dan pengorbanan Rasulullah dalam menyampaikan risalah Islam.

Mauidhoh hasanah disampaikan oleh KH. Muhammad Misbahul Munir yang mengupas mengenai pentingnya membaca sholawat dalam kehidupan sehari-hari. Membaca sholawat menjadi salah satu amalan yang mendekatkan umat Islam kepada Rasulullah, sehingga diharapkan dapat menerima pertolongan di akhirat.

Menurutnya, lantunan pembacaan sholawat dapat berfungsi sebagai sarana pengampunan dosa. Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa orang yang memperbanyak sholawat, baik dosa kecil maupun dosa besar sehingga menjadi jalan pembersihan diri.

Selain itu, sholawat sering diyakini sebagai amalan yang dapat menjauhkan seseorang dari kesulitan hidup ataupun musibah. Karenanya, banyak umat Islam yang berdoa dan bersholawat untuk memohon perlindungan dan kemudahan dalam menghadapi berbagai masalah hidup.

“Dengan bersholawat secara rutin, Allah SWT akan melimpahkan karunia-Nya baik dalam bentuk materi maupun spiritual,” terang KH. Misbahul.

Di akhir tauziyahnya, Ia berharap warga Dusun Cokrowijayan dapat membaca sholawat di tengah kesibukannya untuk meningkatkan kualitas iman dan memperkuat kepercayaan terhadap ajaran Islam, serta menginspirasi seseorang untuk meneladani akhlak Rasulullah dan berbuat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Sebagai Media Memupuk Kerukunan dan Kekompakan Warga

Sleman- Ikatan Remaja Masjid Al-Hikmah (IRAMA) menutup rangkaian perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H dengan Pengajian Akbar pada hari Minggu, 15 September 2024 pukul di halaman Masjid Al-Hikmah

Pengajian peringatan Maulid Nabi ini dilaksanakan sebagai acara penutup perayaan peringatan Maulid Nabi, dimana sebelumnya sudah dilaksanakan shalawat al-barjanji selama 12 hari secara terus menerus di Masjid Al-Hikmah dan sebagai puncaknya IRAMA menggelar pengajian akbar yang diisi oleh Bapak Kyai Ghozali dari pondok pesantren Nurul Falah Bintaro, Gunung Pring, Magelang, Jawa Tengah.

Karyitno salah satu anggota IRAMA menuturkan bahwa perayaan acara peringatan maulid nabi ini spontan tanpa direncanakan jauh-jauh hari.

“Rangkaian kegiatan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini kebetulan spontan pada saat kami duduk ngopi bersama setelah shalawatan terpikirkan, dulu teman-teman IRAMA ingin mengadakan pengajian peringatan Maulid Nabi yang melibatkan seluruh warga Sedogan dan dengan kegiatan beragam,” terang Karyitno

“Seperti gayung bersambut saja, dari perbincangan bersama kawan-kawan tercetuslah rangkaian acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H dan sejak saat itu mulailah kami berkordinasi dengan banyak pihak seperti Takmir Masjid, Dukuh, dan teman-teman pemuda Sedogan,“ tambah Karyitno.

Acara ini diadakan dengan berkolaborasi bersama Organisasi Remaja Sedogan dan juga Takmir masjid Al-Hikmah. Urutan acara pengajian yakni pembukaan oleh pembawa acara yakni Peni Sulistyawarni dan Isna Nafi Amri yang merupakan Pemudi Sedogan, peni dan isna memandu acara dengan menggunakan bahasa jawa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilanjutakan birul walidain atau pembacaan tahlil untuk mendoakan para leluhur dan cikal bakal Sedogan, sambutan Dukuh Sedogan, sambutan Lurah Lumbungrejo, pengajian inti dan yang terakhir penutup

Pengajian dimeriahkan oleh hadroh Gandrung Shalawat yang personilnya merupakan kawan-kawan remaja masjid Al-Hikmah, MC dan para peladinya adalah muda-mudi Sedogan yang akrab disebut OREGA (Organisasi Remaja Sedogan), tidak lupa ada Ibu-ibu Muslimat Sedogan-Kopen yang juga turut membantu logistik makanan pada pengajian kali ini.

Dukuh Sedogan, Aisyah menuturkan rasa bahagianya karena kegiatan pengajian kali ini dibantu oleh banyak pihak dari remaja masjid, pemuda, bapak-bapak takmir masjid, Ibu-ibu Muslimat NU, para pelaku UKM yang ada di Sedogan dan masih banyak lagi. Selain itu Aisyah mengatakan pengajian ini juga sebagai media kerukunan dan kekompakan warga melihat jamaah yang hadir tumpah ruah dan hadir dari berbagai padukuhan disekitar Sedogan.

“Sentu saja kami sangat terbantu dan berterimakasih atas kolaborasi yang sangat baik ini, apalagi melibatkan dua dusun Sedogan-Kopen dan dari berbagai jamaah, tidak hanya jamaah Masjid Al-Hikmah Sedogan akan tetapi Masjid At-Tawa Kopen, dan Mushola Nurul Ummah Kopen juga hadir menepati undangan dari panitia. Hal ini jelas bisa menambah kerukunan dan kekompakan ukhuwah islamiyah di Padukuhan Sedogan dan sekitarnya,” terang Aisyah.

Dalam sambutanya Lurah Lumbugrejo Misbah Al-Hakim juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap para pemuda Sedogan atas kecintaannya terhadap seni budaya dan juga semangatnya dalam kegiatan religi seperti rangkaian kegiatan hari ini.

“Tentu kami bangga dan mengucapkan terimakasih, atas semangat dan inisiasi berbagai kegiatan positif yang dilakukan adik-adik remaja masjid kita dan pemuda Sedogan, hal ini tercermin dari kegiatan Lembayungfest beberapa minggu yang lalu bahwa Sedogan meraih banyak kejuaraan dibidang kesenian maupun keagamaan, dari Lomba Bregodo mendapatkan Juara 1, lomba Adzan membawa pulang 2 kejuaraan, dan juga grup hadroh memperoleh kategori favorit pilihan penonton dan masyarakat. Selamat dan terus dipertahankan,” kata misbah

“Perlu kita sampaikan bahwa kegiatan lembayungfest beberapa pekan yang lalu dalam 3hari pelaku Usaha Kecil Menengah mampu mendapat osmet 71jt tentu saja ini angka yang fantastis dan semoga ditahun mendatang bisa lebih lagi agar massyarakat ekonominya meningkat. Saya yakin disedogan dengan adanya rangkaian kegiatan seperti ini pastinya juga ada perutaran ekonomi apalagi kemarin ada pentas seni kobro siswo dimana penontonnya pasti banyak yang hadir menyaksikan,” imbuhnya.

Acara inti pengajian oleh Kyai Ghozali memberi pesan kepada semua hadirin.

“dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446H mari kita teladani apa yang Rasulullah ajarkan kepada kita sebagai umatnya, dan dengan merayakan peringatan ini mari kita benahi ibadah kita, kita tingkatkan ibadah kita dan penuhilah masjid-masjid yang ada di Sedogan dan sekitarnya ini agar masjid suasananya hidup dan kita mendapatkan keberkahan dari setiap ibadah yang kita lakukan. Barang siapa yang mau mensedekahkan hartanya pada bulan Mulud maka sama dengan kita bersedekah emas seluas Gunung Uhud,” jelas Kyai Ghozali

Selain itu Kyai Ghozali juga menyampaikan keutamaan Shalat, dan betapa Maha Pemurah Allah apapun kondisi Sholat kita (belum khusyu’, bacaan belum fasih, shaf belum rapi) kita tetap dianjurkan untuk shalat jamaah karena Allah pasti menerima dan melihat bagaimana usaha kita untuk tetap setia beribadah kepadaNYA dalam keadaan apapun. (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo)




Peringati Maulid Nabi, Muda-Mudi Sedogan Rayakan Dengan Pentas Seni Kobro Siswo

Sleman- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H di Padukuhan Sedogan diisi dengan PEMENTASAN KESENIAN KOBRO SISWO Eko Siswo Sedogan, Lumbungrejo, Tempel. Pementasan ini digelar di pelataran Masjid Al-Hikmah pada hari Sabtu 14 September 2024 pukul

Perayaan peringatan maulid Nabi ini diinisiasi oleh anak-anak muda Ikatan Remaja Masjid Al-Hikmah (IRAMA) berkolaborasi dengan Organisasi Remaja Sedogan (ORREGA) dengan dibantu oleh Takmir Masjid Al-Hikmah dan seluruh warga Sedogan

Ketua IRAMA Damar Cahyana menerangkan bahwa kegiatan peringatan maulid nabi tidak hanya pertunjukan seni kobro siswo saja akan tetapi menjadi rangkaian kegiatan shalawat barjanji selama 12 hari dimalam hari dan juga ditambah kegiatan penutup 3 hari.

“Rangkaian kegiatan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini kami rayakan dengan diawali dengan melantunkan shalawat barjanji selama 12 hari dimulai Rabu 04 September 2024 di masjid Al-Hikmah. Puncak kegiatan peringatan maulid nabi dengan kegiatan Jum’at Berkah yakni dengan membagikan makan gratis untuk para jamaah shalat Jum’at di masjid Al-Hikmah pada tanggal 13 September 2024, lalu kami lanjutkan dengan pertunjukan seni religi kobro siswo  di hari Sabtu, 14 September 2024,” terang Damar.

“Lalu nanti pada tanggal 15 September pukul kita adakan pengajian peringatan maulid nabi Muhammad SAW di pelataran halaman masjid Al-Hikmah, kegiatan ini tentunya inisiasi teman-teman Ikatan Remaja Masjid Al-Hikmah dan Organisasi Remaja Sedogan dibantu oleh takmir masjid Al-Hikmah dan seluruh warga Sedogan,“ tambah Damar.

Hidayatno, Ketua Takmir Masjid Al-Hikmah yang sekaligus vokalis dan pewaris Kobro Siswo Eko Siswo menyambut baik inisiasi kegiatan yang positif dan religius dari anak-anak muda Sedogan

“Tentu kami sangat senang dan bangga generasi muda Sedogan mau melaksanakan kegiatan religius dengan penuh semangat ditengah maraknya banyak kenakalan remaja yang akhir-akhir ini terjadi di sekitar wilayah kita, tentunya dengan melihat kesungguhan remaja masjid dan muda-mudi Sedogan kami tergerak untuk membantu pelaksanaan kegiatan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ini dari mulai materi, pikiran dan tenaga sebisa kami sebagai takmir masjid Al-Hikmah,” terang Hidayatno

Hidayanto bercerita, Eko Siswo Sedogan sendiri merupakan kesenian religi Kobro Siswo yang didirikan pada 19 September 1965 oleh para pendahulu dan cikal bakal Sedogan salah satunya Alm. Bapak Syarif, Alm. Bapak Marjan, Puji Raharjo, Alm Bapak Gito dan masih banyak lagi. Selain itu yang sekarang masih hidup ada Mbah Kardi Prayitno Tusiran, dan beberapa tokoh yang dulu ikut berjuang melestarikan kesenian kobro siswo.

“Kesenian kobro siswo merupkan kesenian religi islam yang memadukan gerak dan lagu, lantunan syair yang dinyanyikan dalam pertunjukan memuat petuah-petuah dan nasihat untuk umat islam, tidak jarang syair sholawat juga dilantinkan,” tambah Hidayatno

Ketua Kobro Siswo Eko Siswo Sulistya menuturkan hingga saat ini anggota kesenian Eko Siswo kurang lebih berjumlah 80 orang terdisi dari anak-anak, remaja putra dan putri, bapak-bapak, Ibu-ibu dan para penabuh gamelan dan vokalis beserta crew. Kesenian religi kobro siswo Eko Siswo ini juga melakukan latihan rutin dan juga latihan intens Ketika akan menghadapi pagelaran pentas, selain itu juga sudah terdaftar di Dinas Kebudayaan Sleman dengan ditandai sudah ber-NIK.

“Dengan adanya kegiatan ini semoga kita semua bisa meneladani Rasulullah Muhammad SAW dan mendapatkan syafaatnya kelak, selain itu rasa kecintaan terhadap seni religi kerakyatan kobro siswo semoga terus tumbuh dan bisa menambah kekompakan teman-teman pemuda Sedogan,” pungkas Sulistya. (Aiss-Kim Ceria Lumbungrejo)




Pasukan Tonti SMP Negeri 3 Ngaglik Tahun 2024 Dikukuhkan

Ngaglik – Sebanyak 94 orang putra-putri siswa SMP Negeri 3 Ngaglik dikukuhkan sebagai Pleton Inti (Tonti) pada hari Minggu(15/09/2024).

Julio Oskar selaku Pembina Tonti mengatakan bahwa kegiatan Training Camp ini bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan antar anggota Tonti SMP Negeri 3 Ngaglik, meningkatkan kekompakan antar anggota, mempelajari berbagai materi tentang baris berbaris, serta dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme dalam diri setiap anggota pleton inti.

Putri selalu ketua Panitia juga menjelaskan bahwa rasa kekeluargaan dan saling membantu antar sesama anggota semakin kuat.

“Kegiatan ini juga merupakan persiapan mengikuti lomba baris berbaris pada tanggal 21 September 2024 di Banguntapan Bantul,” ungkapnya.

Kegiatan dimulai pada hari Sabtu 15 September  2024, pukul WIB yang diawali dengan persiapan peserta training camp dan pengisian absen kehadiran siswa. Dilanjutkan dengan upacara pembukaan Training Camp oleh seluruh peserta.

Semua peserta dikumpulkan di lapangan upacara untuk melaksanakan kegiatan PBB (Peraturan Baris Berbaris) yang didampingi oleh kakak-kakak tingka dan para pembina tonti. Kegiatan dilanjutkan dengan acara pengukuhan. (Eka Sastra Kurniawan – KIM Sardonoharjo)