Sosialisasi dan Pendampingan Pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa  se-Kalurahan di Kapanewon Ngaglik

Sleman – Kapanewon Ngaglik melangsungkan sosialsiasi dan pendampingan pengadaan barang dan ajsa di tingkat kalurahan Kapanewon Ngaglik. Pelatihan ini berlangsung di pada Kamis 19/9/2024).

Kegiatan ini biasanya diadakan untuk meningkatkan pemahaman perangkat kalurahan dalam hal tata kelola pengadaan yang sesuai dengan aturan perundang-undangan. Adapun tujuannya ialah agar pengadaan barang dan jasa di kalurahan dapat berjalan transparan, efektif, dan efisien, serta meminimalkan potensi kesalahan administrasi.

Dalam sambutan dan arahannya Panewu Ngaglik, Agung Endarto menuturkan perlunya pencermatan soal pengadaan yang dilaksanakan oleh kalurahan. Mengingat, kalurahan merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam mekanismenya.

“Kepada semua peserta, Panewu berharap jika ada permasalahan bisa didiskusikan dengan narasumber sesuai dengan standarisasi barang dan jasa,” tutur Agung.

Pendampingan yang diberikan melibatkan ahli atau narasumber dari Inspektorat Kabupaten Sleman Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pengadaan Barang/Jasa,  Siti Marlina dan Maryati.  Materi yang disosialisasikan meliputi regulasi terbaru, tahapan pengadaan, hingga pemanfaatan sistem informasi untuk mendukung transparansi proses pengadaan.

Pada kesempatan itu, narasumber menjelaskan tentang tugas pemerintah kalurahan dalam rangka pengadaan barang dan jasa, untuk mendukung kegiatan pemerintahan dan juga apa saja permasalahan dan kesulitan yang dihadapi oleh Kalurahan serta pengawasan terhadap rencana yang di laksanakan. (Eka Sastra Kurniawan – KIM SARDONOHARJO NGAGLIK)




Karangtaruna Kalurahan Banyurejo Gelar Pelatihan Pranatacara

Sleman – Karang Taruna Kalurahan Banyurejo Kapanewon Tempel mengadakan kegiatan Pelatihan Pranatacara atau Pembawa Acara dalam Bahasa Jawa selama 2(dua) hari, yaitu tanggal 18-19 September 2024, di Ruang Rapat Kalurahan Banyurejo. Kegiatan itu dihadiri oleh pengurus dan 30 anggota Karang Taruna Kalurahan Banyurejo.

Acara dibuka oleh Kamituwo Banyurejo, Muh Yusuf Wibawanta, dan menghadirkan dua orang narasumber sekaligus praktisi budaya dari DPC PPY Kapanewon Tempel, Saryanto dan Sih Budi Daryanto. 

Dalam sambutannya, Kamituwo Banyurejo mengharapkan dengan pelatihan Pranatacara yang direncanakan selama 2(dua) hari ini budaya jawa di wilayah Kalurahan Banyurejo khususnya di kalangan anak-anak muda yang tergabung dalam Karang Taruna akan terus terjaga dan lestari hingga ke anak cucu kita kelak.

“Karena pranatacara adalah bagian dari pelestarian budaya Jawa yang adiluhung sebagai sumber kearifan dalam kehidupan bermasyarakat dan mencerminkan identitas lokal masyarakat Jawa. Karena di era milenial ini banyak anak muda yang sudah tak peduli lagi dengan pelestarian bahasa dan sastra Jawa di daerahnya,” ngkapnya Yusuf, Rabu (18/9/2024) malam.

“Jarang sekali yang mampu berbicara dengan unggah-ungguh atau berbahasa Jawa halus dengan “Krama Inggil”. Jadi monggo kegiatan seperti ini besok tahun depan bisa diadakan lagi tapi waktunya lebih intens agar para peserta dapat materi lebih banyak sekaligus latihan praktek MC bahasa Jawa langsung,” tambahnya.

Materi pertama disampaikan oleh Ketua DPC PPY Kapanewon Tempel, Sih Budi Daryanto. Pada kesempatan itu Sih menyampaikan tentang pranatacara, dalam Bahasa Indonesia disebut pewara.

Pranatacara merupakan suatu pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus, karena yang bersangkutan harus memahami benar susunan suatu acara menggunakan bahasa Jawa krama Inggil.

“Pranatacara sering dihubungkan dengan upacara adat Jawa, seperti pengantin (temanten), kematian (kesripahan), pertemuan (pepanggihan), perjamuan (pasamuan), pengajian (pengaosan), pentas, dan sebagainya. Sehingga profesi pranatacara juga sudah mendapat pengakuan dan penghargaan yang baik dari masyarakat dan terus berkembang menjadi profesi menguntungkan,” kata Sih.

“Peran pranatacara dalam acara-acara resmi maupun hiburan, tetap menjadi tolak ukur sukses tidaknya suatu acara. Sehingga dapat dibayangkan bagaimana bila suatu acara tidak ada pranatacaranya, maka acara itu akan terasa tidak urut dan tidak enak dilihat,” sambungnya.

Sih menambahkan, untuk menjadi pranatacara tidak hanya mempunyai bekal keberanian saja. Tetapi juga harus mempunyai bekal kemampuan.

“Keberanian akan timbul apabila seseorang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, dan rasa percaya diri ini timbul bila seseorang mempunyai keyakinan atas kemampuan yang dimiliki. Seorang pranatacara harus dapat melafalkan dengan benar kata-kata bahasa Jawa krama inggil. Mereka juga diwajibkan mampu mengendalikan suaranya agar tetap menarik dan tidak menjemukan,” jelas Sih.

“Selain suara, nafas juga harus di kendalikan secara teratur. Beberapa syarat yang biasanya menjadi dasar bagi pranatacara agar mampu melaksanakan tugasnya antara lain adalah, memiliki kemampuan olah swara (teknik vocal),” tambahnya.

Pemateri selanjutnya, Saryanto menyampaikan bahwa pranatacara juga harus mengutamakan, serta memperhatikan penampilan.

“Peribahasa dalam bahasa Jawa menyebut, ajining diri gumantung kedaling lathi, ajining raga gumantung ing busana. Peribahasa itu sesuai profesi pranatacara. Seorang pranatacara akan tampil sangat bagus jika didukung bagusnya suara, postur badan dan pakaiannya. Olah raga berhubungan dengan sikap, solah bawa, kesusilaan, dan subasita. Olah raga, atau cara berpenampilan yang baik bagi pranatacara selalu diawali keadaan tubuh yang sehat, suara yang tidak serak, volume suara yang enak didengar, tidak melengking dan tidak rendah,” tutur Saryanto.

Saryanto pun menyampaikan bagaimana tips dan trik agar menguasai materi pranatacara dan pamedharsabda (pidato dalam bahasa Jawa) dengan baik, sehingga dapat dijadikan sebagai profesi yang menjanjikan dan menyenangkan oleh para peserta yang hadir ke depannya. Selanjutnya untuk hari besok akan dilanjutkan pembahasan materi mengenai busana Jawa beserta cara memakainya,serta diakhiri dengan mempraktekkan langsung dari materi yang disampaikan tentang bagaimana menjadi pranatacara dan pamedharsabda. (Sih Budi Daryanto/Kim Tempel)




Kalurahan Condongcatur Kenalkan Perpustakaan pada Anak Sejak Dini

Sleman – Perpustakaan Pustaka Loka Kalurahan Condongcatur bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Usia Dini SPS PAUD se-Condongcatur melaksaknakan program Kunjungan perpustakaan yang telah dimulai sejak bulan Agustus 2024 dan mendapat kunjungan dari SPS Sekar Melati Ngropoh pada, Rabu (18/9/2024).

Salah satu penjaga atau pengelola Perpustakaan Pustakaloka Condongcatur, Halen Juventia, menjelaskan bahwa dalam setiap minggunya selalu ada kunjungan perpustakaan dari SPS PAUD di wilayah Kalurahan Condongcatur.

“Kami menerima permohonan kunjungan dari anak anak PAUD secara bergilir pada tahun ini sudah dimulai sejak bulan Agustus, dan nanti dijadwalkan masih ada 5 PAUD yang mengisi di bulan Oktober sampai Desember,” tutur Halen.

Kaur Tata Laksana Condongcatur, Andree Setiawan, selaku pengampu bidang Kegiatan Perpustakaan Kalurahan menyampaikan perpustakaan berperan penting dalam meningkatkan penguasaan literasi masyarakat.

“Peran orang tua atau dalam ini peran guru dalam mewujudkan minat literasi sangat penting. Lantaran di Indonesia minat membaca dianggap masih rendah yang dapat berpengaruh besar pada kualitas wawasan generasi muda,” jelasnya. 

“Oleh karena itu, anak-anak sebaiknya dibiasakan untuk mengunjungi perpustakaan sedari dini maka kami bekerjasama dengan Paguyuban PAUD Condongcatur untuk mengadakan waktu khusus kunjungan kep perpustakaan Kalurahan Condongcatur,” sambung Andree.

Ia menambahkan, alasan pentingnya mengenalkan dan mengajak anak sejak usia dini keperpustakaan di antaranya untuk meningkatkan kemampuan otak anak. Sebab, dengan membaca dapat membantu perkembangan otak. 

Terutama dalam lima tahun pertama kehidupan anak karena ketika anak-anak dibacakan sesuatu, sel-sel otak mereka akan menjadi semakin aktif. Di sisi lain, membaca juga dapat meningkatkan keterampilan komunikasi, yakni bahasa dan literasi dasar.

“Di samping itu membaca buku juga dapat meningkatkan kemampuan anak untuk berimajinasi terutama karakter, tempat, gambaran benda, dan aspek lainnya dari cerita atau buku yang ia baca. Tak hanya itu, di perpustakaan disediakan alat peraga edukatif untuk anak agar meningkatkan motorik halus anak.  Hal ini tentunya dapat berdampak positif pada perkembangan sosial dan kreativitas dalam diri anak ketika beranjak dewasa,” ucap Andree.

Sementara Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mendukung penuh program kunjungan perpustakaan kalurahan oleh anak-anak usia dini dari PAUD yang ada di wiliayah Condongcatur.

“Ketika  anak  gemar  membaca  saat  dini  dengan  bacaan  yang  bermutu, maka  dapat berdampak  pada  perilaku  dan  sikapnya. Selain  itu  juga  mendorong anak menentukan  cita-cita  hidupnya  serta mempersiapkan  masa  depan  yang  cerah,” tutur Reno.

“Orang tua berkewajiban untuk mengetahui bahan bacaan yang dibaca anaknya, karena buku yang mengandung nilai hidup negatif dapat mempengaruhi perilaku anak. Orang tua  dan  anak  dapat  melakukan  beberapa kegiatan,  seperti bermain  bersama  anak, mengunjungi  perpustakaan, mengelola perpustakaan  keluarga  dan  membagikan buku. Kegiatan tersebut berdampak positif dalam  menumbuhkan  minat  baca  anak,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dalam  pengenalan  perpustakaan orang  tua  atau guru dapat mengajak anak  ke perpustakaan  meskipun anak belum  bisa  membaca. Ketika  orang tua libur kerja,  ajaklah anak  keperpustakaan.

“Menjadikan  perpustakaan sebagai  tempat bermain agar  anak tidak akan  merasa bosan terlalu lama berada di perpustakaan,” kata Reno.

Dengan  hal ini, semoga  para  orang tua membiasakan  anak  untuk membaca buku sedari dini. Hal ini akan berdampak positif terhadap anak saat  dewasa. Anak tidak akan merasa  terbebani dalam  membaca karena  sudah  diajarkan  membaca sejak dini. (Wasana / Kim Depok)




PUPM Kapanewon Sleman Fasilitasi Pelatihan  Pengelolaan Sampah di Padukuhan Jaban Tridadi

Sleman – Kalurahan Margomulyo menyelenggarakan pengisian pamong kalurahan jabatan ulu-ulu yang akan berakhir masa jabatannya pada bulan Nopember 2024, di Gedung Serba Guna Kalurahan Margomulyo, Selasa (17/9/2024).

Tidak kurang dari 100 orang undangan yang terdiri dari pamong Kalurahan, Babinsa/Babinkamtibmas, Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) dan panitia, hadir dalam kegiatan tersebut.

Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyyanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa sosialisasi pengisian pamong jabatan ulu-ulu merupakan tahapan ke-4 dari serangkaian agenda yang sudah disusun oleh penitia. Adapun tujuan sosialisasi adalah menyebarluaskan informasi kepada tokoh masyarakat. Dengan susunan panitia yang sudah dibentuk di tahap awal merupakan kebijakan dari pemerintah Kalurahan sebagai fungsi kontrol dalam pengisian perangkat.

“Ini artinya terbentuknya panitia tetap mengacu pada Perda Kabupaten Sleman  No. 10 tahun 2019 tentang komposisi panitia,” tutur Eko.

Eko juga berpesan kepada Panitia untuk tidak berbuat KKN meskipun kewenangan dari panitia terbatas pada seleksi administrasi saja. Ia pun menambahkan, seleksi akademik akan dilaksanakan oleh pihak ke 3 yang ditunjuk oleh panitia. Pihak ke 3 yang dimaksud adalah perguruan tinggi dengan akreditasi minimal B.

“Hal ini diambil untuk lebih aman dan bebas dari nepotisme sehingga peserta terseleksi dengan penuh kerahasiaan. Untuk pihak ke 3 yang ditunjuk akan dilakukan menjelang tahap seleksi dilakukan,” jelasnya.

Ketua BPKal Margomulyo, Sarjono dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada bulan Nopember 2024  tugas jabatan ulu-ulu akan berakhir. Untuk itu perlu penyebaran informasi kepada masyarakat guna menjaring putra putri terbaik Margomulyo untuk mengikuti seleksi jabatan ulu-ulu.

Sarjono menambahkan bahwa jabatan ulu-ulu merupakan jabatan yang strategis dalam pelaksanaan pembangunan di Kalurahan. Namun perlu diketahui bahwa jabatan ulu-ulu juga penuh resiko karena berkaitan dengan uang yang tidak sedikit. Sarjono berharap proses seleksi berjalan dengan lancar dan menghasilkan SDM yang cakap dibidangnya.

Ketua Panitia Seleksi jabatan ulu-ulu yang sekaligus Jagabaya Margomulyo, Sutanto dalam sosialisasinya menyampaikan  bahwa dasar pembentukan panitia adalah Surat Keputusan Lurah Margomulyo No. 40 tahun 2024. Panitia telah membuat pamlet informasi  tentang persyaratan dan jadwal kegiatan seleksi. Pendaftaran sendiri dimulai dari tanggal 23 September hingga 3 Oktober 2024.

Sutanto juga menambahkan tentang materi seleksi yang meliputi pengetahuan umum, daerah dan wilayah serta bahasa Indonesia. Di samping itu ada ujian keterampilan yang berupa komputer, pidato dan memimpin rapat. Adapun tes yang lain adalah tes psikologi dan wawancara, yang tidak kalang penting adalah nilai lokalitas dan pengabdian yang mempunyai bobot dan mendukung test tertulis.

Di bagian akhir, Sutanto mengatakan untuk menghindari komplain masyarakat, segala informasi berkaitan dengan proses dan tahapan seleksi bisa diakses melalui website  . Adapun berkas persyaratan dapat diunduh di atau scan barcode yang tersedia. Acara kemudian ditutup tanya jawab dengan peserta sosialisasi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Kesbangpol Sleman Tingkatkan Peran Masyarakat Deteksi Potensi Gangguan Kamtibmas

Dalam upaya meningkatkan peran masyarakat melakukan deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi konflik sosial serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) maka Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman menyelenggarakan workshop Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Wirasuta Lantai II Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (18/9/2024).

Kegiatan yang dibuka oleh Panewu Anom Gamping, Hery Subagio dihadiri langsung Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sleman, Indra Darmawan dan AKP Sugiyanto selaku Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasatbinmas) Kepolisian Resort Kota Sleman sebagai narasumber yang membahas mengenai potensi konflik maupun gangguan keamanan di tengah masyarakat khususnya menghadapi pemilihan bupati dan wakil bupati sleman 2024.

Dalam paparan materinya, Indra Darmawan mengupas tentang potensi konflik yang diakibatkan karena intoleransi, terorisme, penyalahgunaan narkotika dan minuman keras, kenakalan remaja, hingga kerawanan pemilihan kepala daerah lantaran hanya ada dua pasangan calon bupati dan wakil bupati di Kabupaten Sleman.

Menurutnya, peran masyarakat yang aktif dan kolaboratif sangat dibutuhkan dalam menciptakan lingkungan yang damai, aman, dan toleran sehingga potensi intoleransi dan terorisme bisa diminimalkan.

Selain itu, warga masyarakat khususnya anggota FKDM di wilayah Kapanewon Gamping memiliki tanggung jawab untuk melaporkan aktivitas mencurigakan yang dapat menimbulkan gangguan keamanan ataupun kelompok yang terindikasi menyebarkan paham intoleransi dan kekerasan melalui kerjasama dengan pihak keamanan dari TNI atau Polri setempat demi mencegah aksi yang tidak kondusif.

“Solidaritas dalam komunitas, bantuan kepada kelompok yang rentan serta keterlibatan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat merupakan langkah konkret dalam menciptakan ketahanan ini,” tegas Indra.

Lebih lanjut, AKP Sugiyanto menambahkan beberapa hal yang dapat menimbulkan perselisihan atau konflik antar warga. Ia menyarankan adanya musyawarah terlebih dulu sebelum kasusnya dilaporkan ke pihak berwajib melalui program restorasi justice yang melibatkan pelaku, korban, serta masyarakat dalam mencari solusi untuk memperbaiki dampak dari tindak pidana.

Pendekatan ini melibatkan komunitas secara aktif dalam proses penyelesaian konflik. Masyarakat dilibatkan dalam mediasi dan dialog yang membantu agar merasa memiliki peran dalam menjaga ketertiban dan harmoni sosial sehingga memperkuat rasa kepedulian dan tanggung jawab kolektif dalam menjaga keamanan lingkungannya.

“Dengan restorasi justice, pelaku tindak pidana tidak selalu harus menjalani hukuman penjara, terutama untuk kasus-kasus ringan,” terangnya.

Proses ini memberikan pelajaran moral baik bagi pelaku, korban, maupun masyarakat tentang pentingnya tanggung jawab sosial, empati, dan rekonsiliasi dengan harapan masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga harmoni dan menyelesaikan konflik secara damai dan konstruktif. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)