Pentingnya Makan Ikan untuk Cegah Stunting

Sleman – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman menyelenggarakan sosialisasi Gizi Ikan kepada ibu-ibu PKK Kalurahan Pakembinangun, Jum’at (20/9/2024)

“Ikan adalah sumber protein hewani yang rendah lemak, namun kaya asam amino sehingga baik untuk kesehatan dan pertumbuhan. Ini sangat cocok untuk anak-anak,” ungkap Dese Etiawan Regune, Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Muda DPPP Sleman.

Raden Ayu Sri Hapsari Suprobo Dewi yang merupakan Ketua TP-PKK Kabupaten Sleman hadir dalam acara ini. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bagaimana pentingnya peran aktif orangtua dalam memberikan makanan olahan ikan kepada putra putrinya, karena menyadari betapa besar gizi dan manfaat yang terkandung dalam ikan.

Penjabat Lurah Pakembinangun, megucapkan terimakasih kepada Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman yang telah memberikan sosialisasi tentang gizi ikan kepada ibu-ibu PKK Kalurahan Pakembinangun.

“Dengan semboyan Saiyek saeko Kapti, saiyek saeko proyo, mari kita dukung program ini. Semoga kasus stunting di Pakembinangun bisa diminimalisir bahkan lenyap. Barokah untuk ibu-ibu pejuang PKK dan kader-kadernya yang selalu siap menjadi garda depan untuk menumpas stunting” papar Sunardi.

Narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Vista Ari Rahmawati, S. . memaparkan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan Untuk Mencegah Stunting Dengan Gemar Makan Ikan.

Sementara itu, Sri Purwaningsih, Kepala Bidang Perikanan Kabupaten Sleman menjelaskan bahwa ikan mempunyai kandungan penting dalam mencegah stunting. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)




Diskusi Inspiratif Desain Komunikasi Visual di Podcast Kemenag Sleman

Sleman – Setiap karya desain memiliki cerita dan proses kreatif yang kompleks. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, seoarang desainer semakin mudah mengeksplorasi ide dan menciptakan visual yang lebih dinamis dan interaktif. Namun, hal ini juga menuntut kemampuan untuk selalu berkreasi, berinovasi, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. 

Hal tersebut terungkap dalam podcast “Ruang Bicara Kita” atau RUBIK yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, Kamis (19/09/2024).  Mengangkat tema  “Dari Ide Ke Visual: Proses Kreatif dalam Desain Komunikasi” dan disiarkan langsung melalui channel Kemenag Sleman.

Episode ke-37 ini menghadirkan bintang tamu civitas akademika dari MAN 4 Sleman; Umi Hidayati Guru Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), dan Sugihartini, Guru Desain Komunikasi Visual (DKV), serta Gazela Araya Bintang (Siswi berprestasi DKV) yang berbagi wawasan dan pengalaman mereka dalam dunia desain komunikasi. MAN 4 Sleman sendiri merupakan madrasah plus keterampilan dengan program unggulan; Desain Komunikasi Visual (DKV), Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), serta Tata Busana. 

Dalam kesempatan tersebut Gazella Arraya Bintang bersama Najwa memohon do’a restu untuk menjalani final Festival Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) di Jakarta.  FIKSI adalah lomba bergengsi yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset  & Teknologi Republik Indonesia.

Podcast yang dipandu Aji dan Risma ini berlangsung menarik dan inspiratif. Dimulai dengan penampilan tari Zapin Muara siswi, dilanjutkan dengan profil madrasah, dialog, dan ditutup dengan tari Motro. Diskusi ini menginspirasi pemirsa mengenai pentingnya kreativitas dalam menerjemahkan ide menjadi visual yang efektif.

Umi Hidayati dan Sugihartini menjelaskan berbagai aspek dari proses kreatif, serta bagaimana desain komunikasi dapat mempengaruhi cara pesan disampaikan dan diterima oleh masyarakat.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf mengapresiasi keikutsertaan guru dan siswa MAN 4 Sleman dalam podcast ini. Ia menyatakan, “Diskusi seperti ini sangat penting untuk menggali potensi kreatif, baik bagi pendidik maupun peserta didik. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi siswa-siswi lain untuk terus berkarya dan mengembangkan kreativitas mereka dalam bidang desain komunikasi maupun bidang lainnya,” harapnya. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Dinsos Sleman Pererat Kedekatan Antar Anggota KSB dengan Melakukan Kunjugan

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman mengadakan Pengikatan Kapasitas Relawan Forum Kampung Siaga Bencana Kabupaten Sleman dengan mengunjungi Karang Bolong dan Segara News, Kebumen, Kamis (19/09/2024). Peserta yang hadir berjumlah 89 orang yang merupakan perwakilan dari 27 KSB.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan relawan dalam menghadapi bencana alam, terutama melalui pelatihan lapangan dan studi banding di daerah rawan bencana.

“Kunjungan dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, kerjasama, serta keterampilan penanganan bencana oleh para relawan di wilayah Sleman,” ungkap Sriyono, Ketua FKSB Sleman.

Sriyono mengatakan, kegiatan peningkatan kapasitas , tidak hanya bertujuan untuk memperkuat keterampilan dalam menghadapi bencana, tetapi juga untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan kebersamaan antar anggota KSB dari berbagai kalurahan di seluruh Kabupaten Sleman.

“Melalui kegiatan ini, para relawan dapat saling mengenal lebih dekat, memperkuat komunikasi, serta membangun kerjasama yang solid untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di masing-masing wilayah,” kata Sriyono.

Mustadi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman dalam arahannya mengatakan dalam kegiatan tersebut, semua anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) dari berbagai kalurahan di Kabupaten Sleman saling bertukar pikiran dan pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi di wilayah kerja masing-masing. Diskusi ini mencakup berbagai isu, mulai dari potensi bencana lokal, keterbatasan sumber daya, hingga strategi penanganan bencana yang sudah diterapkan.

“Dengan berbagi informasi dan solusi, anggota KSB dapat belajar satu sama lain dan menemukan cara-cara baru untuk memperkuat kesiapsiagaan dan respon terhadap bencana di daerah mereka,” ungkap Mustadi.

Mustadi mengatakan, kegiatan ini untuk memastikan bahwa anggota KSB se-Kabupaten Sleman dapat menjadi lebih kompak dan solid dalam menangani permasalahan bencana, baik itu bencana alam maupun bencana sosial.

“Dengan adanya hubungan yang lebih erat dan pemahaman bersama antaranggota, koordinasi dan kerjasama di lapangan diharapkan menjadi lebih efektif. Jika terjadi bencana di salah satu wilayah, seluruh KSB dari berbagai kalurahan dapat bersinergi untuk memberikan bantuan dan dukungan yang cepat serta tepat, sehingga penanganan bencana dapat berjalan lebih baik dan terpadu,” pungkasnya. (Eka Sastra, KIM Sardonoharjo)