Dinas P3AP2 DIY Sosialisasi Program KB di Sardonoharjo

Sleman – Sosialisasi Program Keluarga Berencana di Kalurahan Sardonoharjo diadakan Dinas Pemberdayaan Perampuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY, di ruang rapat lantai 2, Kamis (26/09/2024). Sosialisasi ini dihadiri Pamong Kalurahan, lembaga kalurahan dan TPPKK serta para kader.

Kamituwo Sardonoharjo, Bayu Kristiyanto yang mewakili Lurah Sardonoharjo berharap semua kader dapat menyimak informasi dari narasumber. Bayu menyoroti norma sosial kini mulai luntur akibat media social. Hal itu adakalanya mengganggu pelaksanaan program pemerintah, termasuk program KB.

“Norma sosial kini mulai luntur akibat media sosial, yang kadang mengganggu pelaksanaan program pemerintah, termasuk program KB,” tutur Bayu.

Satu anggota DPRD DIY, Agus Sumaryanto selaku narasumber dalam sosialisasi tersebut mengatakan, kepadatan penduduk di wilayah Sardonoharjo bisa berdampak pada ketahanan pangan.

Untuk itu, Agus mengingatkan pentingnya memikirkan sektor perekonomian untuk eksejahteraan keluarga, memastikan anak-anak terhindar dari stunting, serta tercukupi sandang dan pangannya.

“Membangun keluarga yang terencana akan membawa kemakmuran, mengingat bahwa memiliki banyak anak berarti kebutuhan keluarga juga meningkat,” jelas Agus.

Sementara, perwakilan dari Kanwil Kemenag DIY, Zainudin selaku pemateri kedua ikut memberikan materi tentang upaya membentuk keluarga bahagia. Pembinaan keluarga yang bahagia adalah membangun fondasi yang kuat dalam aspek keagamaan, ekonomi, dan komunikasi antara anggota keluarga.

“Hal ini diharapkan dapat menciptakan keluarga yang harmonis, sejahtera, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Zainudin menjelaskan tujuan kebahagiaan dalam keluarga ialah menciptakan keharmonisan, kesejahteraan, dan stabilitas dalam berbagai aspek kehidupan. Keluarga bahagia berarti anggota keluarga merasa dicintai, dihargai, dan terpenuhi kebutuhan fisik, mental, serta spiritualnya.

“Dengan kebahagiaan ini, keluarga akan mampu mendukung perkembangan anggota keluarga secara maksimal dan membentuk generasi yang berkualitas,” ujarnya.

“Rumah tangga itu adalah janji kokoh yang harus di jaga selamanya,” tandas Zainudin. (Eka Sastra / KIM )




Dinas Kebudayaan Sleman Dirikan Cagar Budaya Cagak Anim di Kawasan Tridadi

Sleman – Dinas Kebudayaan Sleman melangsungkan kegiatan pemasangan atau pendirian kembali cagak anim di wilayah Drono, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Rabu (25/09/2024).

Cagak anim tersebut merupakan tiang listrik sejak jaman kemerdekaan. Semula, tiang tersebut berdiri di tepi Jalan Magelang km 12 atau daerah Padukuhan Wadas. Tetapi adanya proses pembangunan atau pelebaran Jalan Magelang, maka cagak anim tersebut dirobohkan dan sementara disimpan di Musium Gunung Merapi.

Kemudian, Kepala Dinas Kebudayaan Sleman menawarkan Lurah Tridadi, Sri Hartati untuk memasang kembali cagar budaya tersebut. Oleh karena itu, cagak anim tersebut kembali dididirikan di dekat cagar budaya jembatan rel kereta api Pangukan. Hal itu maksud, agar tempat tersebut menjadi salah satu pusat pembelajaran bagi warga Tridadi dan masyarakat luas tentang benda-benda bersejarah dimasa lalu. 

Pada kesempatan itu, Lurah Tridadi menuturkan penyelamatan cagak anim tersebut merupakan bagian dari pelestarian benda-benda bersejarah. Diharapkan cagar budaya itu bisa menjadi sarana belajar bagi generasi penerus bangsa.

“Penyelamatan dan perawatan cagar budaya berupa cagak anim tersebut adalah bagian dari pelestarian benda-benda bersejarah yang adiluhung yang ada di Tridadi, sebagai bukti otentik cerita sejarah masa lalu yang terjadi di wilayah Tridadi, dan menjadi sarana belajar anak-anak generasi penerus di masa datang. Selain itu juga berpotensi sebagai salah satu tujuan wisata memperkuat wisata Puri Mataram jika dikemas dengan baik, indah dan nyaman,” tutur Sri.

Kegiatan pemasangan cagak anim disaksikan oleh pengurus rintisan budaya Kalurahan Tridadi, di antaranya Wakil Ketua Rintisan Budaya Kalurahan Tridadi, Sumarso, Mujirejo, Supardi, dan Adung Hastian. (Sri Hartati / Kim Sleman)




Pemkal Margorejo Salurkan BLT-DD Periode Bulan September 2024

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo bersama Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Margorejo kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) periode September 2024, di Ruang Serbaguna Pemerintah Kalurahan Margorejo, Rabu (25/09/2024).

Lurah Margorejo dalam sambutannya yang diwakili oleh Kamituwa Margorejo, Anwar Insani, menyampaikan agar dana BLT yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari hari.

“BLT-DD adalah kegiatan pemberian bantuan langsung berupa dana tunai yang bersumber dari dana desa kepada keluarga penerima manfaat dan untuk mendukung percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem. BLT-DD ini diputuskan melalui musyawarah Kalurahan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan, dan BLT-DD ini dialokasikan maksimal 25 persen dari total pagu dana,” ungkapnya.

Anwar, menambahkan besaran BLT-DD yang disalurkan adalah 300 ribu rupiah per bulan, dan diberikan kepada 39 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan Dana Desa tahun 2024, Pemerintah Kalurahan berkewajiban melaksanakan program-program prioritas penggunaan dana desa. Salah satunya program pemulihan ekonomi, berupa perlindungan sosial dan penanganan kemiskinan ekstrem dalam bentuk BLT Desa dari anggaran dana desa.

“Selain itu,melalui surat edaran Bupati Sleman juga mengatur mengenai kriteria calon keluarga penerima manfaat BLT Desa sebagai berikut, di antaranya yang kehilangan mata pencaharian, mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun kronis dan/atau difabel, tidak menerima bantuan sosial program keluarga harapan (PKH), rumah tangga dengan anggota rumah tangga tunggal lanjut usia, serta perempuan kepala keluarga dari keluarga miskin,” tambah Anwar.

Hadir dalam kesempatan itu, Tenaga Pendamping Sosial Desa (TPSD) dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Iwan Wismantoro, dan Bhabinkamtibmas Kalurahan Margorejo, Bripka Agung Priyono.

Carik Pemerintah Kalurahan Margorejo, Ariyanto Wibowo pada prosesi serah terima bantuan secara simbolis mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi para penerima manfaat.

“Di tengah harga bahan pangan yang relatif terus mengalami kenaikan, pelaksanaan penyaluran BLT Dana Desa salur September tahun 2024 ini semoga bisa membantu meringankan penerima manfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkas Ariyanto. (Sih Budi Daryanto / Kim Tempel)




PPK-PPS Gamping Lakukan Sosialisasi, Bawa Maskot Pilkada Sleman di SMAN 1 Gamping

Sleman – Dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2024 terutama dari kalangan pemilih pemula, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping berkolaborasi dengan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kapanewon Gamping melakukan sosialisasi yang dilaksanakan di Ruang Kelas SMA Negeri 1 Gamping, Rabu (25/9/2024).

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua PPK Gamping, Abdul Kariem diikuti anggota PPK dan anggota PPS se-Kapanewon Gamping. Sosialisasi tersebut ditujukan untuk mengedukasi siswa SMA Negeri 1 Gamping yang telah memiliki KTP elektronik, mengenai pentingnya hak pilih dalam demokrasi, tahapan pemilihan secara rinci, sekaligus mengedukasi para siswa tutorial pengecekan data pemilih secara online.

Pada kesempatan itu, salah satu anggota PPS Nogotirto, Martalia Dian Dewati memperkenalkan maskot pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2024. Maskot tersebut berupa Burung Punglor bernama GEMATI yang merupakan akronim dari Gumregah Milih Bupati lan Wakil Bupati Sleman.

PPK dan PPS se-Kapanewon Gamping berharap melalui sosialisasi ini, siswa sebagai pemilih pemula bisa mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang proses pemilihan, termasuk hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara.

“Kami harapkan lewat kegiatan ini kalian semua sebagai pemilih pemula dapat berkontribusi dalam menciptakan pemilihan yang adil dan demokratis, serta memupuk kesadaran politik sejak dini demi membangun demokrasi yang lebih berkualitas,” tutur Kariem.

Selain itu, para siswa juga dapat menjadi duta informasi bagi teman dan keluarganya mengenai pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2024. Dengan begitu, pemilih pemula bisa lebih terlibat dan berperan dalam menentukan masa depan daerahnya.

Secara keseluruhan, penyelenggara pemilihan menginginkan agar sosialisasi di SMA Negeri 1 Gamping dapat membentuk pemilih yang berintegritas, cerdas, dan bertanggung jawab, sehingga pilkada di Kabupaten Sleman dapat berjalan lancar, demokratis, dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar dipilih oleh masyarakat.

Di penghujung acara, Anggota PPK Gamping, Syukron Amin mengingatkan bahwa saat ini telah memasuki masa kampanye bagi calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman. Oleh karena itu, perlu adanya kampanye damai untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan masyarakat. sekaligus mengurangi potensi konflik, dan ujaran kebencian yang sering terjadi selama masa kampanye.

“Dengan menjaga perdamaian, pilkada Sleman dapat menghasilkan pemimpin yang dipilih melalui proses yang bersih dan berintegritas, serta mencerminkan kehendak rakyat secara maksimal,” ujar Syukron. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Penuhi Syarat Jadi Anggota, PPS Kalurahan Sumbersari Gelar Cek Kesehatan

Sleman – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kalurahan Sumbersari melaksanakan pemeriksaan kesehatan berupa cek kolesterol dan gula darah, di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Rabu (25/9/2024).

Kegiatan tersebut sebagai upaya memenuhi persyaratan menjadi anggota KPPS. Pelaksanaan cek kesehatan kali ini merupakan kerja sama antara PPS Sumbersari dengan Pemerintahan Kalurahan Sumbersari dan Puskesmas Moyudan.

Ketua PPS Sumbersari, Sugiyanto menuturkan untuk memberikan pelayanan terbaiknya, PPS Sumbersari melakukan kerja sama dengan Puskesmas Moyudan dan Pemkal Sumbersari. Pasalnya, syarat calon anggota KPPS salah satunya ialah menyertakan surat keterangan sehat dan melampirkan hasil cek gula darah dan kolesterol.

“Agar kami bisa memberikan pelayanan terbaik bagi calon KPPS maka kami mendatangkan petugas kesehatan dan dokter ke Kalurahan Sumbersari,” katanya.

Sugiyanto menerangkan puskesmas tidak melayani cek gula darah dan kolesterol, dikarenakan sarana yang terbatas. Maka PPS Sumbersari melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Sumbersari untuk menyediakan stik sebagai alat cek gula darah dan kolesterol.

“Dengan kerja sama tersebut sehingga calon KPPS membayar lebih ringan dan tidak harus ke tempat lain. Kalau di tempat lain biaya minimal 25 ribu rupiah, di sini cukup membayar 20 ribu rupiah,” imbuhnya.

Sedangkan Lurah Sumbersari, Sukadi menuturkan sebagai bentuk sinergitasnya, Pemerintah Kalurhan Sumbersari membantu sesuai dengan anggaran yang ada.

“Hal itu diharapkan dapat mempermudah calon KPPS, dan demi suksesnya pilkada 2024,” ungkap Sukadi.(Giek / KIM Moyudan)