Mencintai Nabi Adalah Makna dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Sleman – Takmir masjid Al Mujab Jogomangsan  menggelar Pengajian  Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari Sabtu (29/9/2024) jam bertempat di masjid Al Mujab Jogomangsan, Jogotirto, Berbah, Sleman , DIY. Pengajian disampaikan Ustadz H. Ahmad Muhajir Hanifi.

Kegiatan yang mengundang Pengasuh Pondok Pesantren Roudhatus Salam, Ahmad Muhajir Hanafi sebagai Ustaz tersebut dihadiri adalah Kukuh Rejosari M Dalis Kurniawan, Ketua Takmir Masjid Al Mujab, pengurus takmir serta jamaah masjid Al Mujab Jogomangsan.

Ketua Takmir Masjid Al Mujab Jogomangsan,  Ahmad Zainudin menyampaikan bahwa kegiatan pengajian Maulid Nabi merupakan program pengurus baru. Selain itu ada program pengurus baru berupa program harian, program mingguan, bulanan, triwulan dan program tahunan. Adapun program harian adalah memakmurkan masjid dengan melaksanakan sholat jamaah harian serta melayani jamaah.

“Cara memakmurkan masjid ya setiap hari melakukan jamaah sholat dimasjid bila tidak ada halangan,” ucap Zainudin.

“Untuk program mingguan pengajian ba’da sholat Magrib setiap hari Senin. Dengan pemberi pengajian dari pengurus takmir dan pemuda. Semoga program yang di rencanakan takmir Masjid Al Mujab bisa berjalan dengan baik serta memberi kemanfaatan bagi jamaah,” yambah Zainudin.

Ahmad Muhajir Hanifi dalam tausiahnya menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan manusia pilihan yang merupakan sosok mulia yang oleh Allah telah dipersiapkan sebagai nabi dan rasul penutup.

“Salah satu keteladanan nabi adalah beliau tidak akan marah ketika pribadinya dilecehkan, dihina atau disiksa. Namun beliau  akan marah besar apabila umatyya diusik dihina atau disiksa,” kata Muhajir.

Ahmad menyampaikan bahwa saat melakukan hijrah ke Madinah dan kematian Nabi Muhammad SAW jatuh pada bulan Rabiulawal.

“Robi sendiri berarti musim bunga berarti Nabi Muhammad dilahirkan tanggal 12 Rabiulawal (awal musim bunga) tahun gajah. Kelahiran Nabi Muhammad dibarengi dengan peristiwa besar yang terjadi di Mekkah. Saat itu pasukan gajah dari Yaman yang sangat kuat menyerbu kota Mekkah. Tujuannya menghancurkan Kakbah,” jelasnya.

“Kakbah adalah bangunan peninggalan Nabi Ibrahim sebagai kiblat umat Islam merupakan Baitullah (rumah Allah) dan Allah sendiri yang akan menjaga. Maka diutuslah oleh Allah burung Ababil yg membawa batu dari neraka dilemparkan ke arah pasukan gajah sehingga pasukan gajah hancur . Selamatlah Kakbah dari serangan Abrahah,” tambahnya.

Salah satu makna memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW  adalah mencitai Nabi dengan selalu mengingat ajaran dan perilaku beliau sesuai kemampuan kita.

“Adapun cara mengingat Nabi  adalah dengan bersaksi tentang kenabiannya. Menyakini apa yang dilakukan beliau adalah kebenaran. Memperbanyak mengucapkan Sholawat serta memohonkan kedudukan tinggi untuk Nabi dan mendoakan,” tutupnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Dinas Pertanian Sleman Gelar Penyuluhan Ketahanan Pangan Kepada Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Kalurahan Lumbungrejo

Bertempat di Aula Lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo Kapanewon Tempel, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman menggelar penyuluhan tentang ketahanan pangan kepada pengurus dan anggota Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Kalurahan Lumbungrejo, Sabtu (28/9/2024).

Kegiatan dihadiri oleh Carik Lumbungreji Herman Subagyo, didampingi Ketua BPKal Sutardi dan Ketua LPMkal Lumbungrejo, Sunarto.

Carik Lumbungrejo, Herman Subayo menyampaikan bahwa masyarakat yang tergabung dalam lumbung pangan penting mengetahui kebijakan pengelolaan cadangan pangan Kabupaten Sleman.

“Dengan adanya penyuluhan tentang ketahanan pangan ini diharapkan dapat diambil poin-poin penting terkait cadangan pangan masyarakat diantaranya masyarakat mempunyai hak dan kesempatan seluas-luasnya dalam upaya mewujudkan cadangan pangan masyarakat. Sedang pemerintah daerah bisa memfasilitasi pengembangan cadangan pangan sesuai dengan kearifan lokal, serta bertanggung jawab dalam mewujudkan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, rumah tangga dan perseorangan,” ungkap Herman.

Sementara itu, Roza,STP, Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Muda Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman dalam materi nya menyampaikan tentang Lumbung Pangan Masyarakat.

“Lumbung pangan masyarakat memiliki tujuan yaitu  meningkatkan penyediaan pangan untuk menjamin pasokan pangan yang stabil antar waktu dan antar daerah,menjaga stabilitas harga pangan,menjaga goncangan harga eksternal, mengantisipasi dan mengatasi defisit pangan tidak terduga, meningkatkan akses pangan daerah rawan pangan transien dan rawan pangan kronis,” ungkap Khasni.

Ditambahkan juga olehnya, tentang manfaat dari adanya lumbung pangan masyarakat, yaitu sebagai fungsi sosial yang menyediakan cadangan pangan masyarakat, dan dari fungsi ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat disekitar Kalurahan sasaran.

“Lebih khusus dapat juga sebagai sarana untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, dapat juga untuk meningkatkan peran dan fungsi kelembagaan masyarakat Kalurahan dengan sistem ketahanan pangan masyarakat,” tambahnya.

Dibagian akhir paparannya, Khasni Roza menyampaikan bahwa Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan  Kabupaten Sleman Tahun 2024 merupakan sebuah analisa yang menggambarkan kondisi ketahanan dan kerentanan pangan dari berbagai dimensi yang dirinci hingga pada tingkat kecamatan.

Secara teknis dapat dijelaskan bahwa persoalan pangan wilayah sangat bergantung pada banyak aspek (multi dimensional) sehingga indikator yang dipergunakan untuk menggambarkan kondisi ini terdiri dari 13 (tiga belas) indikator dalam 4 (empat) dimensi utama yaitu Ketersediaan Pangan, Akses Pangan, Pemanfaatan Pangan dan Kerentanan Pangan transien.

“Sehingga kedepannya diharapkan dapat menuntaskan permasalahan dan kondisi ketahanan pangan sesuai rujukan dan gambaran yang diberikan pada tingkat wilayah kecamatan,” tutup Khasni. (sbd_kimtempel)




Bio Prospeksi Untuk Kelola Sumberdaya Alam Berkelanjutan Demi pelestarian Lingkungan

Salah satu cara memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan sekaligus menghindari eksploitasi yang berlebihan dan mendorong praktik-praktik yang memastikan kelestarian sumber daya alam bagi generasi mendatang, maka perlu melakukan kegiatan Bio Prospeksi agar dapat mendukung ekonomi yang berkelanjutan.

Hal tersebut dituturkan oleh Volunteer Komunitas Banyu Bening, AJ. Purwanto saat menerima kunjungan dari Tim Tafsir Mufasir At Tanwir Muhammadiyah sekaligus Dosen Filsafat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Kusen, M.A, Ph.D di Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang berlokasi di Dusun Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Jumat (27/9/2024).

Pria asal Surabaya yang akrab disapa Cak Jie tersebut menjelaskan mengenai kegiatan Bio Prospeksi yang ditujukan untuk menemukan sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara luas dan mempelajari potensi manfaatnya demi mengembangkan teknologi berupa produk dari hasil eksplorasinya.

Menurutnya, Bio Prospeksi berhubungan dengan kegiatan konservasi keanekaragaman hayati karena melibatkan eksplorasi ekosistem yang kaya, serta memberikan nilai ekonomi yang dapat mendukung perlindungan dan pelestarian lingkungan.

Cak Jie menyampaikan banyak hal berkaitan dengan kegiatan konservasi yang harus dilakukan bersamaan dengan mitigasinya agar pengurangan risiko bencana dapat dilakukan demi meminimalkan dampak dari bencana bahkan dihilangkan.

“Dengan melakukan bio prospeksi, kita dapat memberikan nilai ekonomi pada ekosistem yang kaya akan keanekaragaman hayati yang pada gilirannya memberikan insentif untuk melindungi lingkungan. Karena melalui pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan, kita dapat menjaga habitat alami dari kerusakan atau eksploitasi berlebihan,” terangnya.

Ia memberikan contoh yaitu pemanfaatan air hujan sebagai sumber kehidupan dalam bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dan  yang pasti membutuhkan air maupun saat dilanda kekeringan. Melalui pemanenan air hujan yang dikelola dengan baik dapat dijadikan sebagai tabungan yang sewaktu-waktu bisa dimanfaatkan saat diperlukan.

Lebih lanjut, Cak Jie mengungkapkan selain memanen air hujan aktivitas bio prospeksi yang lain adalah pemeliharaan lebah Trigona yang dikenal produksi madunya mengandung nilai gizi dan memiliki manfaat kesehatan yang tinggi karena kaya akan antioksidan, vitamin, dan enzim yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi peradangan, dan mendukung kesehatan secara keseluruhan lebih tinggi dibandingkan dengan madu biasa.

“Lebah Trigona dapat hidup di berbagai jenis habitat, termasuk hutan, kebun, dan lahan pertanian. Dengan membudidayakan lebah Trigona, masyarakat secara tidak langsung turut melindungi dan melestarikan spesies lebah lokal serta menjaga keseimbangan ekosistem alami,” tutupnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




PRM Sombangan Raya Peringati Maulid Nabi dengan Penjajian

Sleman – Sleman – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sombangan Raya bekerjasama dengan Takmir Masjid Al-Fatah Nglahar gelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara berlangsung pada hari Jum’at malam (27/9/2024) bertempat di Lapangan bola voli Nglahar, Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Pengajian dihadiri oleh seluruh Pengurus PRM Sombangan Raya, Anggota Muhammadiyah Ranting, dan Warga jamaah masjid Al Falah Sombangan, Jamaah masjid Al-Fatah Nglahar dan Jamaah Masjid Al-Muharrar Dukuh.

Anton Rahmad Widodo, Ketua PRM Sombangan Raya sekaligus mewakili ketua Takmir Masjid Al-Fatah Nglahar dalam sambutannya menyiapkan bahwa tema yang diambil dalam pengajian tersebut adalah mencintai dan meneladani Rasululullah.

Lebih lanjut Anton menerangkan bahwa dengan mencintai Rasulullah, maka harus merefleksi dan mengenang perjuangannya.

“Dengan peringatan Maulid Nabi ini semoga menyegarkan pikiran dan mengingatkan kepada kita semua tentang perjuangan Rasulullah yang patut kita tauladani,” tutur Anton.

Lebih lanjut ia juga menuturkan bahwa dalam peringatan tersebut selain mendengarkan tausiah dari ustadz, juga dipersembahkan penampilan potensi dari Masjid Al-Fatah. Potensi tersebut adalah penampilan Tapak Suci, Pildacil, penampilan hafalan surat-surat pendek dari Santri TPA Al-Fatah. Selain itu juga menampilkan kelompok kesenian shalawat Al Mustofa.

“Dengan penampilan shalawatan ini kami berharap bisa memberikan khasanah, kesenian bisa dijadikan sarana untuk berdakwah,” ungkapnya.

Sedangkan tausiah disampaikan oleh Ustaz H. Syaebani. Dalam tausiahnya ia membeberkan tentang beberapa sifat Rasulullah yang patut untuk di tauladani.

“Rasulullah mendapat julukan Al Amin bukan dari dirinya tapi karena karakternya, maka umat yang memberi julukan tersebut,” ungkap Syaebani.

Selain itu ia juga membeberkan budaya Jawa yang merupakan tuntunan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai contoh tumpeng, dalam tumpeng di bagian bawah terdiri dari beraneka ragam sayur dan lain-lain, hal itu sebagai gambaran kita terdiri dari beraneka ragam suku, bangsa dan bahasa tetapi pada ujungnya kita bersatu puncaknya untuk mencari ridho Allah,” ujarnya.

Selanjutnya Syaebani juga membeberkan manusia harus bermanfaat bagi sesama.”Ibarat pohon kelapa semua bermanfaat, buahnya dari yang bakal buah bisa untuk obat, kelapa muda untuk minum, yang tua bahan masak, pohon bahan bangunan, bahkan lidinya bisa dijadikan sapu,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Laskar Sedekah Sampah Masjid Al-Fatah Nglahar. Satgas bertugas mendata, menerima, menghimpun dan mengelola sampah dari jamaah yang digunakan untuk kepentingan jamaah. (Giek/KIM Moyudan)




Tim Juri GISA Apresiasi Inovasi “Sembada Maju” Padukuhan Jumeneng Margomulyo

Sleman – Bermodalkan nilai ,25 yang merupakan skor tertinggi dari nominasi lomba GISA tingkat Padukuhan wilayah B tahun 2024. Padukuhan Jumeneng percaya diri dengan memaparkan 4 inovasi dalam pelayanan Adminduk di wilayahnya.

Dihadapan Tim evaluasi GISA Kabupaten Sleman yang terdiri dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) dan Bagian Organisasi Setda Sleman, Asto Nur Wimantoro, Dukuh Jumeneng memaparkan gerakan adminduk yang telah dilaksanakan di Padukuhannya.

Penilaian evaluasi GISA yang dilaksanakan di rumah Dukuh Jumeneng, Kamis (26/9/2024) tersebut, dihadiri oleh Sekretaris Dinas Dukcapil, Panewu Seyegan, Lurah Margomulyo, dukuh Se Margomulyo, dan tokoh masyarakat. Setelah sambutan dari Panewu Seyegan dan Sekretaris Dinas Dukcapil, acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Dukuh Jumeneng.

Asto, dukuh yang belum genap 2 tahun memimpin Padukuhan Jumeneng tersebut membuka presentasinya dengan menggambarkan profil penduduk Jumeneng. Ditampilkan rekap tindak lanjut dari BNBA (By Name By Address) dari mulai perekaman KTP, Status pernikahan, kepemilikan KIA sampai dengan status perceraian. Data yang ditampilkan merupakan data ter up-date per 15 April 2024.

Asto kemudian melanjutkan kegiatan inovasi yang dilakukan yaitu “CURCOL ADEM MAJU” yaitu Curhat Online Administrasi Kependudukan Masyarakat Juneneng. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat menyelesaikan pembuatan dan atau perbaikan dalam bidang Adminduk secara online. Inovasi kedua adalah “LAYAR MINDUK MAJU” yaitu Layanan antar Administrasi Kependudukan Masyarakat Jumeneng. Program ini membantu masyarakat mengurus Adminduk tanpa datang ke kantor (Kalurahan, Kapanewon, Dukcapil) serta diantar ke rumah.

Inovasi ketiga adalah “NASI UDUK MANIS MAJU” yaitu Konsultasi Dokumen Kependudukan Malam Kamis Masyarakat Jumeneng. Program yang mengkhususkan hari Kamis malam untuk melayani masyarakat yang memiliki kesibukan di siang hari. Dan sebagai inovasi keempat yang merupakan inovasi yang paling diunggulkan adalah “SEMBADA MAJU” yaitu Program yang memiliki fungsi menyimpan, mengelola, memutakhirkan data serta mengendalikan data kependudukan secara digital.

Khusus untuk inovasi SEMBADA MAJU ini, Asto menerangkan bahwa program ini memiliki tahapan pengelolaan data yang terbagi menjadi 2 jenis data. Yang pertama data dinamis atau data bergerak yaitu dokumen yang selalu diperbaharui.

“Dan yang kedua adalah data statis yang disimpan dalam bentuk buku dengan periode pembukuan setiap 3 tahun sekali,” jelasnya.

Lebih jauh Asto menerangkan bahwa Program Sembada Maju ini juga memiliki fungsi penyimpanan dan pengelolaan data secara digital. Aplikasi ini dapat membaca data, menampilkan data, mengelola data. Aplikasi ini dikembangkan XAMPP sehingga tetap ringan meski beban datanya berat. Adapun fungsi yang lain dari Sembada naju ini adalah dapat melakukan fungsi pensortiran data meliputi Balita, Anak Remaja, Lansia. Dapat juga melakukan sortir data per RW atau per RT, termasuk sortir meninggal dunia, penduduk pindah/masuk, dan usia Balita yang belum memiliki KIA.

Setelah paparan, tim penilai meninjau sarana prasarana Adminduk yang di Padukuhan Jumeneng telah disediakan teras Adminduk untuk masyarakat berkonsultasi dan dilengkapi dengan pojok baca. Ruang kantor sederhana juga tersedia yang dilengkapi dengan Laptop dan printer yang mendukung pelayanan Adminduk. Dukungan jaringan internet juga tersedia yang memungkinkan dokumen dapat dikirim ke kalurahan. Adapun penyampaian konfirmasi difasilitasi dengan papan informasi yang berisi tentang kegiatan Padukuhan.

Di bagian akhir, sebelum tim penilai meninggalkan lokasi, Theresia Okti Herawati, Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemutahiran Data Dukcapil Sleman sebagai Ketua Tim Penilai GISA, memberikan evaluasi sekaligus apresiasinya terhadap gerakan Adminduk di Padukuhan Jumeneng. Terlebih dengan inovasi SEMBADA MAJU yang belum didapatkan di tempat lain.

“Intinya tim penilai sangat puas dengan apa telah disajikan dalam paparan Adminduk Padukuhan,” tutup Theresia. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)