Bupati Sleman Resmikan Masjid Baitul Qowwam Khairul Sufian

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meresmikan Masjid Baitul Qowwam Khairul Sufian di Komplek Panti Asuhan Pondok Pesantren Baitul Qowwam yang beralamat di Padukuhan Plumbon Tengah Kalurahan Mororejo Kapanewon Tempel, Sabtu (21/9/2024).

Agus Triyanta selaku pimpinan Baitul Qowwam menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak antara lain keluarga Prastowo yang telah mewakafkan tanah, kepada Yayasan Rodhiya Mardhiya  dan Syeikh Abdurrahman, komunitas Muslim Singapura serta para donatur yang dibimbing Allah demi terwujudnya pembangunan masjid.

“Kepada semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu yang telah membantu terlaksananya pembangunan masjid di komplek panti asuhan kami ucapkan banyak terima kasih” ucap Agus.

Sebelumnya Edy Supriyanto, dari Yayasan Rodhiya Mardhiya menceritakan bahwa pembangunan Masjid Baitul Qowwam Khairul Sufian ini ditangani oleh Ustadz Sularno dan tim selama 2 bulan 7 hari terhitung dari awal peletakan batu pertama.

“Bisa dikatakan pembangunannya ibarat legenda Bandung Bondowoso, Alhamdulillah diberikan kelancaran sampai bisa diresmikan pada pagi ini,” tuturnya.

Selanjutnya dalam sambutannya selesai menandatangani prasasti masjid, Bupati Sleman menyampaikan apresiasi dan harapannya dengan diresmikannya pembangunan masjid.

“Semoga dengan selesainya pembangunan Masjid ini akan menjadi sarana ibadah bagi warga Panti Baitul Qowwam dan masyarakat Plumbon, Mororejo, Tempel dan sekitarnya untuk memakmurkan masjid atas dasar iman yang teguh akhlak yang mulia dan ibadah yang ikhlas dan semua itu ditujukan semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah SWT,” ungkap Kustini.

Acara dilanjutkan ramah tamah dilanjutkan dengan foto bersama para santri santriah Baitul Qowwam beserta jama’ah kajian yang hadir pagi itu. (sbd_kimtempel)




Kalurahan Margorejo Terima Studi Tiru dari Kota Prabumulih

Sleman – Bertempat di Ruang Serbaguna Kalurahan, Pemerintah Kalurahan Margorejo menerima kunjungan Studi Tiru dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemerintah Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan. Kunjungan diterima oleh Lurah Margorejo Abdul Aziz Muh Ridwan beserta seluruh Pamong Kalurahan Margorejo, serta BPKal Margorejo. Turut pula hadir Perwakilan dari dinas PMK kabupaten Sleman serta kepala jawatan Praja Kapanewon Tempel, pada Jum’at (20/9/2024).

Kepala Dinas PMD Prabumulih, A. Fauzan Akmal, menuturkan bahwa kunjungan Studi Tiru ke pemerintah Kalurahan Margorejo ini dalam rangka upaya peningkatan kapasitas kepala desa , perangkat desa dan BPD pemerintah Kota Prabumulih.

“Sehubungan dengan hal tersebut kami dari pemerintah kota Prabumulih Sumatera Selatan melalui Dinas PMD menyampaikan permohonan dengan hormat kepada pemerintah Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Daerah Istimewa Jogyakarta melalui pak lurah dapat menerima dan memperkenankan kami untuk melakukan studi Tiru ke Kalurahan Margorejo terkait Pengelolaan Keuangan Desa Digital (transaksi non tunai),” ungkap Fauzan.

Ditambahkan oleh Fauzan, Studi tiru ini bertujuan untuk menambah wawasan dan bertukar informasi terkait implementasi sistem pembayaran nontunai masing-masing daerah yang diharapkan pelaksanaan ke depannya bisa menjadi lebih baik.

Terkait Implementasi Sistem Transaksi Keuangan Nontunai Pemerintah di Kalurahan Margorejo Kabupaten Sleman disampaikan oleh Lurah Margorejo Abdul Aziz Muh Ridwan tentang penerapan sistem Transaksi Nontunai berdasarkan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014, serta Surat Edaran Mendagri dan 910/1867/SJ tentang Implementasi Transaksi Nontunai pada Pemerintah Daerah.

“Sistem Pembayaran Nontunai merupakan sistem pembayaran tanpa menggunakan uang tunai. Meskipun implementasinya setiap daerah dilakukan secara bertahab, sejalan dengan kesiapan SDM, sistem dan Infrastruktur jaringan online yang transaksi nontunai ini akan bisa meningkatkan kualitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah disamping untuk mencegah dan memberantas adanya potensi korupsi,” demikian ungkap Ridwan.

Ditambahkan oleh Danarto (kepala keuangan) Kalurahan Margorejo, Aris Hartono, tujuan dari Transaksi Non Tunai.

“Salah satu cara untuk meningkatkan transparansi dan pencegahan korupsi dalam pelayanan publik. Hal ini awalnya dicetuskan karena tingginya penerimaan uang tunai di loket yang menyebabkan tingginya peluang untuk korupsi. Selain itu juga untuk menekan kriminalitas, sehingga setiap orang dapat bertransaksi dengan aman, cepat, mudah, terkontrol, mengurangi waktu perhitungan uang sekaligus meminimalisir kesalahan dalam menghitung uang dan mengurangi waktu mengantri,” jelas Aris. (sbd_kimtempel)




Cegah Terjadinya Gesekan, Kesbangpol Sleman Gelar Kemah Pemuda Lintas Agama

Sleman – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Kemah Bersama Forum Pemuda Lintas Agama berlokasi di Edu Garden PIAT UGM Kalitirto, Berbah hari Jumat dan Sabtu 20-21 September 2024.

Kepala Bidang Politik Dalam Negri dan Ketahanan Nasional Kesbangpol kabupaten Sleman Achmad Raharjo, menyampaikan bahwa kegiatan kemah bersama forum pemuda lintas agama dengan mengambil tema peran pemuda dalam merawat kebhinekaan yang berlangsung dua hari, merupakan usulan PUPM melalui Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Berbah Syukri Tanjung.

“Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya mengurangi gesekan yang sering terjadi di daerah kabupaten Sleman. Gesekan yang kecil bila dibiarkan akan menjadi besar  membuat perpecahan dan kegaduhan di masyarakat,” kata Raharjo.

Raharjo menuturkan, Sleman yang memiliki banyak kampus besar mempunyai daya tarik yang kuat untuk datangnya pelajar mahasiswa daru luar daerah untuk menuntut ilmu.

Berkumpulnya berbagai suku agama dan ras menjadikan Sleman sebagai Indonesia mini. Hal ini merupakan anugerah sekaligus sebagai ancaman karena perbedaan karakter sosial  budaya akan mempermudah timbulnya pergesekan.

“Hampir tiap tahun sekali terjadi gesekan yang menimbulkan keresahan masyarakat di kabupaten Sleman,” tambahnya.

Untuk meminimalisir timbulnya gesekan maka diperlukan suatu upaya mewujudkan kebersamaan untuk hidup rukun berdampingan meski berbeda suku ras budaya dan agama dilakukan berbagai upaya oleh pemerintah kabupaten Sleman.

“Kemah Forum pemuda lintas agama ini merupakan kegiatan positif untuk menjaga persatuan diatas perbedaan yang ada,” jelas Raharjo.

Panewu Berbah Tri Akhmeriyadi, menyampaikan terimakasih kepada Kesbangpol Sleman akan terselenggaranya kegiatan Kemah bersama pemuda lintas Agama. Kegiatan yang merupakan hasil usulan melalu pagu usulan pemberdayaan masyarakat (PUPM).

Usulan kegiatan itu berjenjang dari padukuhan dengan musrendug, Kalurahan musrenkal, kapanewon dengan musrenbang dan Seterusnya.

“Meskipun tidak ada usulan dari masyarakat setiap jawatan punya  kewenangan untuk mengajukan  permohonan usulan kegiatan,” Kata Tri.

Disampaikan oleh panewu Berbah bahwa Bupati Sleman mempunyai Visi Terwujudnya Sleman Sebagai Rumah Bersama Yang Cerdas, Sejahtera, Berdaya saing, Menghargai Perbedaan dan  Memiliki Jiwa Gotong Royong. Visi tersebut sebagai wadah keragaman warga masyarakat Sleman.

“Rumah bersama memiliki filosofis penting dimana Sleman Menjadi rumah bersama baik bagi penduduk  asli ataupun pendatang dengan latar belakang yang beragam,” jelasnya.

Dalam Kemah forum pemuda lintas agama selama 2 hari  diikuti 40 peserta,  dari karang taruna, TRB, FLH Berbah, SMK Muhammadiyah Berbah, SMK Yapemda, pemuda NU dan Muhammidiyah, serta tokoh pemuda lintas agama. (Kusnadi/KIM Berbah)




Pokja 4 PKK Kabupaten Sleman Lakukan Monitoring dan Evaluasi Kepada Pokja 4 PKK Sumbersari

Sleman – Maya Aryani Sumiarto Ketua Pokja 4 PKK Kabupaten Sleman melakukan monitoring dan evaluasi pada Pokja 4 PKK Sumbersari. Pokja 4 PKK adalah kelompok yang membidangi program kesehatan, lingkungan hidup dan perencanaan program kesehatan.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Jum’at (21/9/2024) tersebut dihadiri langsung oleh Panewu Moyudan, Cantik Sumbersari beserta Pamong, dan anggota Pokja 4 PKK Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Cari Sumbersari Junaidi dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada tim monitoring dan evaluasi Pokja 4 PKK di Sumbersari. Selanjutnya Junaidi menambahkan peran PKK terutama Pokja 4 sangatlah penting karena membidangi masalah kesehatan keluarga. Walau kegiatan tersebut selalu dilakukan di rumah tangga masing- masing tetapi mungkin belum terprogram dengan baik.

“Untuk itu silahkan kepada tim untuk memonitor dan mengevaluasi, yang kami paparkan adalah apa adanya dan tidak mengada-ada,” tutur Junaidi.

Lebih lanjut Junaidi juga berharap bahwa monitoring dan evaluasi bukan untuk mencari kekurangan tetapi bersifat membangun.

“Yang baik dan benar perlu kami pertahankan, yang kurang mohon bimbingan dan pengarahannya agar nanti bisa lebih baik,” ujarnya.

Sedangkan Panewu Moyudan Harsowasono dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Pokja 4 PKK Sumbersari dalam melaksanakan programnya. Sebagai bentuk apresiasinya maka Pemerintah Kapanewon Moyudan mempercayakan kepada Pokja 4 PKK Sumbersari  mewakili Kapanewon Moyudan untuk diminitor dan dievaluasi oleh Pokja 4 PKK Kabupaten Sleman.

Ketua Tim monitor dan evaluasi Maya Aryani Sumiarto dalam sambutannya menyampaikan bahwa maksud kedatangannya bersama tim adalah silaturahmi dan kepingin melihat langsung administrasi dan kegiatan dari Pokja 4 PKK Sumbersari.

“Kalau nanti ada yang baik perlu dipertahankan, kalau ada yang kurang perlu kami berikan pembinaan, jadi bukan kejuaraan yang dicari, kalau kejuaraan yang dicari mungkin akan mengada-ada dan seperti sulapan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Aryani juga mengharapkan kepada Pokja 4 Sumbersari kalau ada kesulitan atau keluhan untuk disampaikan, sehingga nantinya bisa dipecahkan bersama.

Selanjutnya disampaikan pemaparan oleh Pokja 4 Sumbersari yang disampaikan oleh Agustina Murniningsih. Dalam pemaparannya Murniningsih menyampaikan bahwa pada semester 1 Pokja 4 PKK Sumbersari mengambil tema Sehat bersama Posyandu Remaja Sumbersari ( Posjari). Lebih lanjut Murni menuturkan bahwa masyarakat yang sehat merupakan modal dasar dalam Pembangunan manusia.

“Sehat lahir batin merupakan impian dan dambaan setiap orang. Untuk itu Pokja 4 PKK Sumbersari dan di dukung  Pemerintah Kalurahan berupaya untuk meningkatkan derajat kesehatan bagi warganya, agar terwujud keluarga yang sehat dan berkualitas,” ungkap Murni.

Lebih lanjut Murni juga memaparkan tujuan khusus dari Program Pokja 4 , program kerja yang sudah terlaksana dan inovasi yang sudah dikerjakan.

Selanjutnya tim melakukan pemeriksaan atau monitoring administrasi Pokja 4 PKK Sumbersari. Setelah selesai melakukan monitoring tim memberkesan kesan dan pesannya. Bahwa kegiatan yang dilakukan sudah baik administrasi juga sudah baik. (Giek/KIM Moyudan)




Imunisasi Serentak Japanese Encephalitis di Margoagung

Sleman – Kalurahan Margoagung Seyegan, menyelenggarakan program imunisasi serentak untuk mencegah virus Japanese Encephalitis (JE), Jum’at (20/9/2024). Program ini menargetkan 641 sasaran dari 12 padukuhan di wilayah tersebut dan difasilitasi oleh Puskesmas Seyegan serta pemerintah Kalurahan Margoagung. Layanan vaksinasi dilakukan di Kantor Kalurahan Margoagung.

Japanese Encephalitis merupakan penyakit virus yang menyerang otak dan dapat menyebabkan peradangan parah. Dalam kasus tertentu, penyakit ini bisa mengakibatkan kerusakan neurologis permanen atau bahkan kematian. Virus ini biasanya berkembang di lingkungan berair seperti sawah atau tempat dengan genangan air. Kasus JE telah dilaporkan di beberapa wilayah Yogyakarta, sehingga pencegahan menjadi semakin penting.

Antusiasme mengikuti vaksinasi ini terlihat dengan antrian yang padat sejak pagi. Para orang tua mendaftarkan anak-anak mereka untuk mendapatkan imunisasi JE, yang ditujukan bagi anak-anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun. Untuk siswa SD hingga SMP, imunisasi dilakukan di sekolah masing-masing.

“Kami telah memulai program imunisasi serentak ini sejak awal September 2024 untuk mengurangi risiko penyebaran virus. Pendataan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan siapa saja yang sudah divaksin dan langkah pencegahan lebih lanjut,” jelas dr. Rendra Eka MF, salah satu petugas medis yang terlibat dalam kegiatan tersebut. (Ilham – KIM Seyegan)