Kalurahan Sardonoharjo Ikuti Pelatihan E-Business UMKM di Era Digital Dinas Kominfo DIY

Sleman – Pelatihan E-Business oleh Dinas Komunikasi dan Informatika DIY di Kalurahan Sardonoharjo pada tahun 2024 melibatkan UMKM muda sebagai peserta. Kegiatan dilaksanakan di ruang rapat lantai 2 Kalurahan Sardoharjo, Jum’at (20/09/2024).

Tujuan dari pelatihan E-Business ialah untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital, seperti e-commerce, media sosial, dan platform online lainnya, guna memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan di era digital. Pelatihan ini juga bertujuan membantu UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho dalam sambutannya menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan di Sardonoharjo.

“Semoga membuat UMKM naik kelas,” tuturnya.

Sementara perwakilan Anggota DPRD DIY, Agus Sumaryanto dalam sambutannya menyatakan bahwa pelaku UMKM di Sardonoharjo didominasi oleh pemuda. Mereka merupakan pelaku UMKM yang tahan banting, dan bisa selalu berkembang. 

“Saat ini era digital bisa jualan sambil di rumah, berusaha dengan kekuatan sendiri untuk memajukan usaha secara profesional agar bisa terkenal,” ungkap Agus.

Selanjutnya, Sunani Zamroni selaku narasumber mengungkapkan bahwa UMKM adalah usaha yang berperan nyata dalam perekonomian di Indonesia. UMKM ini bisa membuka lapangan kerja, menyumbang PDB Indonesia dengan modal terbatas dan memanfaatkan sumber daya lokal, apa yang disekitar wilayah UMKM.

Sementara Nova Ardiyanto, selaku narasumber kedua mengatakan E-business (electronic business) adalah segala aktivitas bisnis yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, terutama internet.

“Dengan e-business, perusahaan dapat mengoptimalkan operasional, meningkatkan efisiensi, dan memperluas jangkauan pasar,” jelas Nova.

Pelatihan E-Business di Kalurahan Sardonoharjo ini bertujuan untuk mendorong UMKM naik kelas dengan memanfaatkan Dana Keistimewaan. Pelatihan tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing melalui digitalisasi dan penggunaan teknologi informasi. (EKA SASTRA / KIM SARDONOHARJO NGAGLIK)




SMP N 3 Tempel Gelar Peringatan Maulid Nabi

Sleman – Guna menguatkan keimanan dan membentuk pribadi yang berprofil Pelajar Pancasila, SMP Negeri 3 Tempel Kabupaten Sleman menggelar Peringatan Maulid Nabi.

Acara digelar pada hari Kamis (19/9/2024) di sekolah setempat, yang diikuti oleh seluruh guru, karyawan dan semua peserta didik kelas 7 sampai dengan kelas 9.

Kepala SMP Negeri 3 Tempel Dwi Utami dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan peringatan Maulid adalah untuk menguatkan keimanan kepada Tuhan. Selain itu peringatan Maulid Nabi juga merupakan implementasi dari penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Lebih lanjut ia juga menambahkan dengan memperingati Maulid Nabi bisa mencontoh dari pribadi Nabi Muhammad.

“Dengan menauladani pribadi Nabi Muhammad akan menjadikan pribadi yang berakhlak mulia, menekuni belajar dengan baik,” ujarnya.

 Sedangkan  tausiah disampaikan oleh Ustaz Muji Harno. Dalam tausiahnya, Muji Harno menyampaikan 6 hal untuk mencapai sukses.

“Keenam hal tersebut adalah pintar atau cerdas, mempunyai cita-cita, ada biaya, jangan putus asa, menurut bapak ibu guru dan memerlukan waktu yang lama,” ungkapnya.

Lebih lanjut Muji Harno menjelaskan bahwa untuk cerdas harus belajar, untuk mencapai cita-cita harus usaha. Sedangkan memiliki biaya merupakan sebuah motivasi untuk mendapatkan penghasilan.

“Mulai saat ini kalian sebagai pelajar harus selalu menurut perintah bapak dan ibu guru, karena perintah guru tidak mungkin akan menjerumuskan kita semua,” ungkap Muji. 

Ia juga menambahkan untuk bisa sukses harus konsisten dan tidak putus asa.

“Untuk mencapai sukses juga melalui proses yang panjang dan memerlukan waktu yang lama, tidak bisa instan,” pungkasnya. (Giek/KIM Moyudan)




Susun RKP Tahun 2025, Kalurahan Argomulyo Gelar Musrenbang

Sleman – Dalam Rangka Penyusunan RKP Tahun Anggaran 2025, Kalurahan Argomulyo Kapanewon Cangkringan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Tahun Anggaran 2025 bertempat di Aula Kalurahan Argomulyo yang dihadiri oleh Panewu Cangkringan, Anggota Dewan Yani Faturahman, Lurah Argomulyo beserta Perangkat, BPKal, Lembaga Kalurahan dan perwakilan dari Warga Masyarakat Argomulyo, Kamis (19/9/2024).

Dalam sambutannya, Lurah Argomulyo Danang Hendri Bintoro, berharap masyarakat Argomulyo partisipasi aktif dalam merencanakan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Anggota Dewan Kabupaten Sleman Yani Faturahman, mengapresiasi kepada Kalurahan Argomulyo yang sudah baik komunikasinya dengan Dewan sehinga dapat mengakses dana-dana seperti BKK ataupun Pokir.

“Dana APBD harus sampai di Kalurahan Argomulyo,” tegasnya.

Panewu Cangkringan Djaka Sumarsono juga mengapresiasi kepada Kalurahan Argomulyo yang telah melaksanakan musrengbang urutan ke- 2 di Kapanewon Cangkringan dan berharap untuk pembuatan RKPKal paling lambat 30 September 2024 dan di serahkan ke Kapanewon maksimal 04 Oktober 2024.

Selanjutnya dilaksanakan pembahasan materi oleh peserta musyawarah dan disepakati untuk skala prioritas Program Kerja Pemerintah Kalurahan Argomulyo untuk Tahun 2025 yang dapat terdanai melalui APBKal TA. 2025 meliputi 5 bidang sesuai kewenangan Kalurahan Argomulyo yaitu Prioritas Kegiatan Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Kalurahan, Prioritas Kegiatan Bidang Pelaksanaan Pembangunan Kalurahan, Prioritas Kegiatan Bidang Pembinaan Masyarakat Kalurahan, Prioritas Kegiatan Bidang Pemberdayaan Masyarakat, dan Prioritas Kegiatan Bidang Penanggulangan Bencana, mendesak dandarurat

Musrengbang Kalurahan Argomulyo diakhiri dengan  penandatanganan berita acara. (KIM “Wara Aji” Cangkringan/Mujiyanta)




Sebanyak 815 Balita di Kalurahan Margomulyo Dapatkan Vaksin JE

Sleman – Sebanyak 815 balita usia 9 bulan sampai dengan 5 tahun mengikuti vaksin Japanese Encephalitis (JE) di Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan pada hari Kamis (19/7/2024). Adapun kegiatan serupa untuk anak Sekolah dasar hingga SMP sudah terlebih dahulu dilaksanakan di sekolah masing-masing dengan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan.

Kalurahan Margomulyo sendiri merupakan Kalurahan ke 4 yang melaksanakan vaksin JE dan merupakan Kalurahan yang paling banyak peserta vaksinnya.

dr. Reny Anjar Asmarani, Kepala Puskesmas Seyegan dalam penjelasannya mengatakan Japanese encephalitis (JE) adalah penyakit yang terjadi karena virus JE yang ditularkan melalui perantara nyamuk.

“Masalah kesehatan ini menjadi penyebab radang otak,” ungkapnya.

Secara Nasional, DIY dengan 13 kasus penderita JE, menduduki peringkat ke 3 setelah Provinsi Bali dan Kalimantan Barat dan diharapkan tidak akan ada penambahan penderita lagi. Untuk itu penyakit yang belum ada obatnya tersebut, bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi JE.

“Vaksin yang tergolong mahal ini merupakan bantuan pemerintah pusat melalui APBN. Diharapkan masyarakat yaitu anak dengan rentang usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melakukan vaksinasi JE,” tukas Reny.

Secara detail, Reny nenjelaskan juga bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus dengan petantara nyamuk culek ini mempunyai gejala yang sama dengan penyakit radang selaput otak (meningitis). Gejala yang bisa timbul adalah demam tinggi, sakit kepala, kejang, kaku leher, kelumpuhan spastik sampai dengan kematian.

Selanjutnya imunisasi JE termasuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak umur 10 bulan.

“Artinya vaksin JE ini diharapkan sebagai vaksin pelengkap dari vaksin dasar (tambahan),” tegasnya.

Dari 992 anak usia 9 bulan sampai 5 tahun yang ada di Margomulyo tercover dalam kegiatan vaksinasi tersebut sebanyak 815 anak. Ada sasaran balita yang belum bisa terlayani karena hasil skreening dari Petugas mengindikasikan sedang mengalami batuk, pilek dan demam.

“Puskesmas nanti akan bekerja sama dengan kader melakukan sweeping kepada balita sasaran dan vaksinasi JE akan difasilitasi di Puskesmas,” tandas Reni.

Kegiatan Vaksinasi di Margomulyo sendiri dipantau oleh pihak pihak terkait seperti Kapanewon, Koramil dan  Polsek Seyegan. Kegiatan yang dimulai pukul hingga pukul tersebut berjalan aman, lancar dan terkendali. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




PPS Nogotirto Gandeng Puskesmas Gamping II Periksa Kesehatan Calon KPPS

Sleman – Untuk memastikan kesiapan dan daya tahan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam menghadapi berbagai kondisi lapangan, termasuk cuaca buruk atau situasi darurat yang mungkin terjadi selama proses pemilihan bupati dan wakil bupati sleman 2024, maka Panitia Pemungutan Suara (PPS) Nogotirto menggandeng Puskesmas Gamping II melakukan pemeriksaan Kesehatan calon petugas KPPS yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Kamis (19/9/2024).

Pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting dalam perencanaan yang lebih luas demi menjamin keberhasilan pelaksanaan pemilihan kepala daerah dan merupakan langkah proaktif untuk memastikan bahwa pelaksanaan pemilihan berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan standar kesehatan dan keselamatan yang berlaku.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh dr. Aris Misyari selaku Kepala Puskesmas Gamping II menyediakan empat meja pemeriksaan yang dilayani enam tenaga Kesehatan dari Puskesmas Gamping II, termasuk konsultasi kesehatan dengan dokter apabila terdapat hasil tes Kesehatan yang melebihi ambang batas aman.

Menurut dr. Aris Misyari, paket pemeriksaan kesehatan bagi calon petugas KPPS terdiri dari pemeriksaan laborat yaitu kadar gula darah dan kolesterol. Sedangkan pemeriksaan secara fisik meliputi takanan darah (tensi) serta penggalian riwayat kesehatannya.

“Pemeriksaan hari ini ada calon petugas KPPS yang tekanan darahnya tinggi karena ada riwayat penyakit dan ketidakteraturan minum obat hipertensi, serta ada satu orang yang diabetesnya belum terkontrol, sehingga saya belum bisa memberikan surat keterangan sehat kepada yang bersangkutan,” terang dr. Aris.

Lebih lanjut, pihaknya memberikan solusi bagi calon petugas KPPS yang memiliki tekanan darah maupun gula darah dan kolesterolnya tinggi untuk mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Gamping II agar mendapatkan terapi atau obat serta memberikan edukasi mengenai pola makan yang baik dan gaya hidup sehat sehingga seluruh parameter kesehatannya terkontrol dan kondisinya tetap sehat.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Nogotirto, Dian Amin Anggraeni yang didampingi Martalia Dian Dewati selaku anggota PPS Nogotirto Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih mengatakan langkah tersebut diambil sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya insiden kesehatan yang dapat mengganggu jalannya pemilihan khususnya bagi petugas KPPS.

Karena kondisi kesehatan yang tidak optimal pada petugas KPPS dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan atau kelalaian dalam proses pemungutan dan penghitungan suara yang dapat mempengaruhi kredibilitas hasil pemilihan.

Sehubungan dengan beban kerja yang tinggi maka kesehatan fisik petugas KPPS sangat diutamakan karena harus menjalankan tugas selama berjam-jam dengan sedikit waktu istirahat yang dapat menyebabkan kelelahan.

“Pemeriksaan ini memastikan bahwa petugas KPPS memiliki stamina yang cukup untuk bekerja dalam kondisi yang penuh tekanan tanpa mengalami penurunan kualitas kerjanya,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)