Damkar Sleman Berikan Edukasi Cara Pencegah Kebakaran untuk Masyarakat

Sleman – Kebakaran adalah api tidak terkendali yang mengakibatkan atau menimbulkan kerugian. Pada musim kemarau dimana banyak pohon dan lahan kering dan banyaknya alat elektronik yang digunakan menyebabkan besar kemungkinan terjadi kebakaran baik akibat kesengajaan maupun ketidaksengajaan.
Demikian disampaikan Sumarjono, Penata Layanan Operasional Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sleman pada acara Penyuluhan Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Masyarakat Rabu (18/9/2024) di Kalurahan Donoharjo.
“Penyebab kebakaran bisa disebabkan oleh Faktor manusia karena unsur kesengajaan, kelalaian ataupun ketidaktahuan. Dapat pula oleh Faktor hewan maupun Faktor alam seperti akibat petir, gempa, sampah dan lainnya,” jelasnya.
Untuk menanggulanginya, lanjut Sumarjono, masyarakat dapat melakukan 3 hal yaitu pencegahan, pemadaman dan evakuasi.
“Pencegahan dilakukan dengan menyediakan APAR ( alat pemadam api ringan), dan memastikan instalasi listrik yang sesuai standard PLN,” jelas Sumarjono.
Sumarjono menuturkan, ada hal-hal yang harus diwaspadai masyarakat sebagai sumber dari kebakaran. Beberapa hal tersebut antara lain adalah sarana dapur seperti kompor minyak, elpiji, dan tungku pembakaran. Selain itu, ia juga mengimbau agar masyarakat waspada terhadap lampu penerangan konvensional seperti lampu minyak, lilin, petromak, korek api, dan juga bahan yang menggunakan api seperti rokok dan obat nyamuk bakar.
“Simpan dengan benar dan aman bahan-bahan mudah terbakar seperti kayu bakar, kertas, kain, kapas, BBM, thinner,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan hal lain pencegah kebarakaran seperti penumpukan kompos atau limbah sampah dalam jangka lama bisa memunculkan panas, baik dalam terbuka maupun tertutup.
“Jangan lupa, jika tinggalkan rumah pastikan semua aman seperti matikan listrik, kompor, lilin maupun obat nyamuk bakar dan hindari steker listrik yang bertumpuk dam jauhkan korek dari anak-anak,” imbau Sumarjono.
Sumarjono juga mengenalkan alat pemadam sederhanan yang dapat digunakan masyarakat ketika terdesak.
“Alat pemadam kebakaran ada dua jenis yaitu tradisional dengan pasir, air, tanah, karung, selimut, handuk atau goni basah, sementara alat modern ada yang manual seperti APAR maupun otomatis seperti hydrant,” jelas Sumarjono lagi.
Pada acara yang diselenggarakan dengan Dana PUPM tersebut juga diberikan materi praktek cara memadamkan kebakaran dan cara penggunaan APAR. (Endarwati/KIM Donoharjo)



