Pengelola Sampah Sumberrahayu Studi Tiru ke Edu Eko Wisata Narendra

Sleman – Pengelolaan sampah memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan tambahan pengalaman dan pengetahuan dalam pengelolaannya. Guna menambah pengetahuan tentang hal tersebut maka Pengelola Sampah Kalurahan Sumberrahayu, Moyudan, Sleman melakukan studi tiru ke Edu Eko Wisata Narendra di Padukuhan Ngunan-unan, Srigading, Sanden, Bantul.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Rabu (18/9/2024) ini diikuti oleh Ulu-ulu dan Kamituwa Sumberrahayu, Ketua dan Sekretaris Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Moyudan. Selain itu juga diikuti Pengelola Sampah dari Padukuhan yang ada di Kalurahan Sumberrahayu.
“Maksud kedatangan kami ke sini adalah untuk menimba ilmu dalam pengelolaan sampah di sini, agar nanti bisa kami terapkan di tempat kami,” kata Pangestu.
Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dibiayai menggunakan dana PUPM melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman.
Pangestu juga menambahkan studi tiru diikuti oleh 8 Padukuhan yang sudah melakukan Pengelolaan sampah di Padukuhan dengan jumlah 30 orang.
Selanjutnya Indartono Dukuh Nganun-anun yang juga sebagai Pengelola Edu Eko Wisata Narendra memaparkan bahwa proses melalui proses yang panjang kegiatan sederhana yang dikelola dengan konsisten akan menghasilkan yang positif.
“Sampah merupakan energi, maka apabila dikelola dengan baik akan menghasilkan energi dan bisa menjadi tambahan ekonomi keluarga,” imbuhnya.
Lebih lanjut Ia mengungkapkan semua sampah bisa bermanfaat. Sampah organik bisa menjadi pupuk yang bermanfaat untuk tanaman. Sekan bisa dibuat arang sekam, uapnya menjadi cairan yang bermanfaat untuk mengusir hama tikus. Sisa makanan dan sayuran bisa menjadi makanan magot dan magot bisa dijual atau untuk makanan ternak atau ikan.
“Sedangkan sampah an organik bisa dijadikan kerajinan yang memiliki nilai jual, dan bisa dijual kembali kepada pengepul,” tutup Indarto.
Kegiatan studi tiru ini mendapat sambutan positif dari para peserta. “Edu Eko Wisata Narendra memang bisa dijadikan referensi bagi pengelola Sampah, untuk menimba ilmu cara pengelolaan sampah,” ungkap Haryanto salah satu peserta studi tiru. (Giek/KIM Moyudan)



