Balai Pendidikan Menengah Sleman Serahkan Medali dan Penghargaan Juara O2SN

Sleman – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kabupaten Sleman berjalan dengan baik dan lancar.  Hasil pertandingan sudah diberitakan ke khalayak serta dikirim ke sekolah /madrasah. bahkan O2SN Tingkat provinsi sudah berlangsung. 

“Kami sampaikan terima kasih atas partisipasi sekolah dan madrasah, selamat para peraih juara O2SN 2024.  Bagi yang belum, bila masih memenuhi syarat tahun depan bisa berlaga,” papar Dwi Agus Muchdiharto Kepala Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman saat memberikan sambutan pada Penyerahan Penghargaan Kejuaraan O2SN Tingkat Kabupaten Sleman Selasa (17/9/2024) di Open Teater Youth Center Jl. Kebonagung Bolawen Tlogoadi Mlati Sleman Yogyakarta.

Penghargaan diberikan kepada 36 (tiga puluh enam) peraih juara dari 5 (lima) cabang lomba atletik, karate, bulu tangkis, renang, pencak silat untuk putra dan putri. Para peraih juara mendapatkan medali, sertifikat dan uang pembinaan.

 “Untuk uang pembinaan langsung ditransfer rekening para peraih juara, sesudah dipotong pajak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Muchdiharto, seraya berharap para peraih juara tetap semangat berlatih untuk meraih prestasi lagi.

Para peraih juara tampak bangga dan Bahagia atas raihan prestasi serta penghargaan yang mereka terima.  Mereka juga didampingi pelatih dan kepala sekolah/madrasah yang turut menyaksikan penyerahan penghargaan. 

Salah satu Anindya Puspita Ayu Saputro, siswa MAN 4 Sleman peraih Juara 1 Renang Putri merasa bangga atas prestasi yang diraihnya, ”Alhamdulillah, senang bangga dan haru.  Tetap semangat untuk berlatih dan berprestasi,” tegasnya.

Sementara Lu’lu’ul Ilmi pelatih Pencak Silat juga merasa senang dan bangga karena siswi bimbingannya meraih juara 1 pencak Silat Putri, yakni Shafa Naura Rizkiya Firdaus.  “Ketekunan dan semangat dalam berlatih membuahkan hasil.  Meski juara, Shafa tetap berlatih, semoga menginspirasi peserta pencak silat lainnya,” tegas alumnus FPOK UNY tersebut yang kemudian berfoto bersama peraih juara.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Pemkab Sleman Serahkan Bantuan Sosial untuk Perempuan dan Generasi Muda Sleman

Pemerintah Kabupaten Sleman menyerahkan Bantuan Sosial APBD Kabupaten Sleman yang dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo di Pendopo Parasamya, Sekretariat Daerah Sleman, Rabu (18/9/2024).

Kepala Dinas Sosial Sleman, Mustadi menuturkan, bantuan yang diberikan berupa Bantuan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dan Bantuan Pejuang Ekonomi Muda Sleman (PEDAS).

Bantuan PRSE terbagi menjadi 2 yaitu Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Bantuan Pengembangan Usaha Simpan Pinjam.

Untuk UEP dibagikan kepada 4 kalurahan yaitu Kalurahan Umbulharjo yang berada di Kapanewon Cangkringan, Sumberrejo di Prambanan, Margorejo di Tempel, dan Sidomulyo di Godean.

Masing-masing kalurahan diberikan kepada 20 orang PRSE dengan besar bantuan @ Rp ,-, sehingga 1 kalurahan menerima Rp ,-. Dengan demikian total keseluruhan 80 orang dengan nominal Rp ,-.

“Tujuan bantuan ini untuk memberikan bantuan pemberdayaan bagi para perempuan pencari nafkah utama keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, ditengah stereotype masyarakat terhadap perempuan bertatus janda yang cenderung negatif, agar mampu menjaga harkat dan martabatnya sebagai perempuan,” tambahnya.

Untuk bantuan Pengembangan Usaha Simpan Pinjam bagi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi Diberikan kepada 15 Kelompok PRSE existing (yang sudah terbentuk pada tahun tahun sebelumnya) dengan nominal @ Rp ,- sehingga total bantuan sebesar Rp ,-

Penerima bantuan simpan pinjam PRSE ada 15 kelompok yaitu Kelompok Madu Puspa Indah (Madurejo, Prambanan), Sejahtera Mandiri (Sendangrejo, Minggir), Pondok Makmur (Pondokrejo, Minggir), Cahaya Agung Lestari (Margoagung, Seyegan), Boko Ayu Mandiri (Bokoharjo, Prambanan), Dahlia (Caturharjo, Sleman), Melati (Sidoagung, Godean), Sukuharjo Mandiri (Sukoharjo, Ngaglik), Selo Berkah (Selomartani, Kalasan), Mino Makmur (Minomartani, Ngaglik), Duku (Sumberadi, Mlati), Berkah Mulyo (Margomulyo, Seyegan), Srikandi (Margokaton, Seyegan), Banowati (Triharjo, Sleman), dan Luwih Mandiri (Margoluwih, Seyegan).

“Tujuan Program ini adalah memberikan dukungan dana simpan pinjam di tingkat kelompok yang menjadi dana darurat ataupun dana pengembangan jika sewaktu waktu anggota kelompok PRSE membutuhkan, sehingga tidak jatuh dalan jeratan rentenir maupun pinjaman online,” tambah Mustadi.

Lebih lanjut, Mustadi menambahkan bahwa untuk bantuan PEDAS adalah antuan yang diberikan kepada anak muda sleman dari keluarga miskin / rentan miskin dengan usia 18-30 tahun yang memiliki usaha. Diberikan kepada 50 orang dengan besar bantuan @ Rp ,- sehingga total bantuan Rp ,-.

“Rencananya, jika dalam 3 tahun usahanya eksisting dan berkembang, maka akan diberikan bantuan lanjutan/bantuan pengembangan,” ujar ini ditujukan untuk memupus mata rantai kemiskinan, dimana masyarakat miskin cenderung mengalami kekurangan sumber daya untuk membuka/mengembangkan usaha. Selain itu tidak semua anak muda dari keluarga miskin/rentan miskin mau dan atau mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lanjut sehingga berwirausaha adalah salah satu pilihan terbaik.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam memotivasi warganya untuk berdaya secara ekonomi.

“Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Dinas Sosial Kabupaten Sleman melakukan kebijakan mengalokasikan program-program pemberdayaan masyarakat miskin yang secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan karakteristik masyarakat miskin itu sendiri,” ungkap Kustini.

“Penyerahan bantuan ini saya harapkan akan menjadi motivasi bagi penerimanya dalam mengembangkan usaha ekonomi produktif,” pungkasnya.




Apresias Kiprahnya Dalam Pemberdayaan Masyarakat, Pemkab Sleman Serahkan Bantuan Bangunan untuk Muhammadiyah Sleman

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menyerahkan Bangunan Milik Daerah berupa bangunan gedung kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PMD) Sleman. Penyerahan berupa kunci pintu bangunan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo kepada Ketua PDM Sleman, Harjaka di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Bupati Sleman, Rabu (18/9/2024).

Plt. Kepala BKAD Sleman, Tina Hastani menuturkan bahwa penyerahan ini merupakan salah satu upaya Pemkab Sleman untuk mewujudkan visi Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdayasaing, menghargai perbedaan, dan memiliki jiwa gotong royong.

“Serta untuk menunaikan misi untuk meningkatkan kualitas SDM Sleman melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau,” ungkap Tina.

“Bangunan yang diserahkan berlokasi di Padukuhan Paten, Kalurahan Tridadi, Sleman dengan luas ±100 m2 dengan luas tanah 282 m2,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berterimakasih atas sumbangsih PDM Sleman yang telah ikut aktif berperan dalam menyukseskan pembangunan SDM di Kabupaten Sleman, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi massa terbesar di tanah air selama ini telah banyak membantu program pemerintah di bidang pendidikan dan kesehatan, termasuk di Kabupaten Sleman dengan mendirikan beberapa rumah sakit dan sekolah, mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK sampai dengan perguruan tinggi Muhammadiyah.

“Diharapkan, dengan adanya penyerahan bangunan ini, Muhammadiyah semakin terbantu dan semakin memotivasi seluruh anggota keluarga Besar Muhammadiyah di Kabupaten Sleman untuk turut serta mempercepat terwujudnya visi misi Bupati Sleman, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan,” tambahnya.

Ketua PDM Sleman, Harjaka menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan oleh Pemkab Sleman ini. Dirinya berharap, bangunan yang nantinya akan dipergunakan sebagai Kantor PDM Sleman ini dapat membantu Muhammadiyah dalam menyampaikan misi dakwahnya, serta dapat membantu Pemkab Sleman memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.




Apresiasi Kesetiaan dan Integritas pegawai, Bupati Sleman Berikan Penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 154 PNS

Sebanyak 154 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Sleman menerima penghargaan pada Selasa (17/9). Penghargaan tersebut diserahkan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, didampingi Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, bertempat di pendopo Parasamya Kabupaten Sleman.

Penghargaan Satyalencana Karya Satya ini diberikan kepada PNS yang telah setia mengabdi dan menjunjung tinggi nilai integritas dalam pengabdiannya di Kabupaten Sleman. Penghargaan ini dibagi menjadi tiga kategori, yakni penghargaan bagi PNS yang telah mengabdi selama 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun.

Bupati Kustini mengucapkan selamat sekaligus mengapresiasi seluruh penerima penghargaan Satyalencana Karya Satya ini. Bupati Sleman menyebut bahwa penghargaan ini mengandung tanggung jawab moral bagi para penerimanya untuk terus meningkatkan prestasi kerja, kedisiplinan dan keteladanan serta pengabdian yang ikhlas bagi kemajuan Kabupaten Sleman.

“Pemberian penghargaan tidak berarti sebuah puncak didalam pengabdian. Namun harus diletakkan sebagai sebuah pemacu untuk terus maju dengan sebuah tekad agar selalu lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman, Budi Pramono, menyebutkan penghargaan Satyalancana Karya Satya ini diberikan kepada 154 orang PNS, terdiri dari 99 PNS penerima tanda kehormatan 30 tahun, 52 PNS penerima tanda kehormatan 20 tahun, dan 3 PNS penerima tanda kehormatan 10 tahun.

Dijelaskan bahwa penghargaan Satyalancana Karya Satya ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan pemerintah kepada PNS yang telah melaksanakan penugasan dengan baik, dengan loyalitas, dedikasi, dan tidak pernah mendapatkan cela dalam melakukan pekerjaannya.

Pada acara tersebut, Kepala BKPP Kabupaten Sleman juga menyerahkan penghargaan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) kepada Bupati Sleman. Penghargaan ini diserahkan oleh KASN kepada BKPP Kabupaten Sleman pada 10 September 2024 lalu di kantor KASN, Jakarta. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemkab Sleman dalam menerapkan Sistem Merit dalam Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Tahun 2023.




Kembangkan Budaya Ekonomi Lokal, Margoagung Seyegan Giatkan Diversifikasi dan Digital Marketing Kerajinan Bambu

Sleman – Kalurahan Margoagung Kapanewon Seyegan Kabupaten Sleman memiliki beragam budaya yang melimpah, dan telah menyandang status sebagai desa rintisan budaya. Salah satu budaya yang masih menetap dan lestari adalah kerajinan bambu.

Marzuni, salah satu warga Margoagung mengatakan bahwa, potensi lokal yang memiliki nilai seni dan ekonomi ini telah dijaga dan terus dilestarikan oleh para pengrajin bambu usia menengah ke atas, dari generasi ke generasi.

“Kerajinan bambu ini bukan sekadar mata pencaharian, tetapi juga warisan budaya yang harus kami jaga. Setiap produk yang kami buat mengandung nilai seni yang tinggi dan memiliki potensi ekonomi yang besar,” ujarnya, Selasa (17/9/2024).

Marzuni juga menekankan pentingnya regenerasi di kalangan pengrajin bambu, karena beberapa tahun terakhir, ada kekhawatiran di antara warga bahwa kerajinan ini akan hilang, seiring berjalannya waktu karena kurangnya minat dari generasi muda.

Karenanya, untuk menjaga agar kerajinan bambu tetap lestari adalah dengan bekerjasama dengan berbagai pihak, antara lain dengan tim PPK Ormawa Haska JMF FMIPA UNY melalui program program diversifikasi dan digital marketing kerajinan bambu.

Dikatakan Marzuni, bahwa alam pelaksanaanya program kerjasama dengan perguruan tinggi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengrajin di bidang teknik menganyam, meningkatkan kapasitas Ibu-Ibu PKK, dan melestarikannya kepada para generasi muda yang nantinya akan mewarisi budaya ini, khususnya di Kalurahan Margoagung Kapanewon Seyegan Kabupaten Sleman.

Dosen Pendidikan IPA FMIPA UNY Dita Puji Rahayu mengatakan bahwa kegiatan ini dikelompokkan menjadi beberapa workshop, diantaranya workshop teknik anyam, workshop desain produk, dan workshop pemilihan bahan baku serta pengawetan produk.

“Berbagai workshop tersebut merupakan rangkaian pelatihan yang dirancang untuk melatih dan melengkapi skill dalam menganyam,” ungkap Dita.

Alumnus Pendidikan IPA Universitas Negeri Semarang ini menambahkan bahwa dalam workshop ini, kesempatan belajar diberikan kepada kelompok Ibu-Ibu PKK.

“Dengan metode learning by doing, kelompok-kelompok kecil peserta menjalani agenda bulanan tentang teori kerajinan bambu, bahan baku, dan desain, yang kemudian dipraktikkan secara langsung. Dan, usai membuat anyaman dan keranjang kecil, hasil produk yang dikerjakan dapat dibawa pulang sebagai buah tangan,” imbuhnya.

Dalam rentang waktu Juli hingga Agustus, ungkap Dita, workshop terlaksana sebanyak enam kali. Dan, selanjutnya, workshop dilanjutkan dengan program digital marketing. Dengan harapan, peserta juga dapat menjual produk menjangkau target pasar yang lebih luas.

“Berbagai aspek penting pemasaran digital kita pelajari di sini, seperti pembuatan konten visual, pengelolaan media sosial, hingga strategi pemasaran online melalui platform e-commerce,” ujar Dita, menjelaskan.

Menurutnya, pengrajin akan diajarkan bagaimana memotret produk mereka secara menarik, menulis deskripsi produk yang informatif, serta memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook @bambukreasi_margoagung, Tiktok @bambukreasi_margoagung, dan Website “Bambu Kreasi Margoagung” sebagai sarana promosi produk kerajinan bambu untuk mempromosikan produk mereka.

Melalui kegiatan ini, Dita ingin menunjukkan bahwa penggabungan antara tradisi dan inovasi adalah kunci untuk mempertahankan warisan budaya lokal sambil tetap relevan di era modern.

“Dengan memberikan pelatihan diversifikasi produk dan digital marketing, program ini tidak hanya membantu para pengrajin bambu di Margoagung untuk meningkatkan keterampilan dan pendapatan mereka, tetapi juga turut berkontribusi dalam melestarikan dan mengenalkan kerajinan tradisional ke pasar yang lebih luas,” paparnya. (Athiful/KIM Depok)