Lapas Narkotika Gelar Pengajian Maulid, Jadikan Kehidupan Nabi Sumber Inspirasi

Sleman – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A yang beralamatkan di Jl. Kaliurang km. 17 Sleman, Yogyakarta, kembali menggelar pembinaan kerohanian agama Islam bagi pegawai dan warga binaan pemasyarakatan, Jum’at (13/9).

Kegiatan ini diselenggarakan di Masjid At-Taubah Lapas Narkotika, dan diikuti oleh pegawai serta warga binaan pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Yogyakarta.

Kegiatan yang dibuka oleh Direktur Ponpes At-Tawwabin Lapas Narkotika Catur Andriyana ini menghadirkan narasumber Komisi Pemuda dan Seni Budaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok Sleman Athiful Khoiri.

Dalam sambutannya, Catur menekankan bahwa pengajian rutin yang diselenggarakan ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual serta membangun akhlak di kalangan warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta petugas Lapas.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif, dan menjadi bagian dari proses pembinaan WBP selama mereka menjalani masa hukuman di sini,” ungkapnya.

Athiful Khoiri dalam ceramahnya mengajak jamaah yang hadir untuk selalu menjadikan kehidupan Rasulullah, sebagai sumber inspirasi dalam menebarkan kebaikan dan kedamaian bagi sesama.

“Melalui momentun ini, mari kita jadikan kehidupan Rasulullah sebagai inspirasi untuk menebar kebaikan dan kedamaian bagi sesama,” ujarnya.

Anggota Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Kabupaten Sleman ini juga mengingatkan, tentang pentingnya introspeksi dan muhasabah diri selama menjalani hukuman di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta.

“Jadikanlah masa ini sebagai momen introspeksi dan mendekatkan diri kepada Allah. Kami berharap, semoga melalui pengajian rutin yang digelar pihak Lapas ini bisa menjadi jalan untuk memperbaiki akhlak dan keimanan kita,” ujarnya.

Melalui tema maulid Nabi 1446 Hijriyah, pegiat psikologi itu turut menekankan pentingnya kebaikan untuk saling mendoakan agar semua insan, khususnya penghuni Lapas ini terus diberikan kekuatan untuk meneladani akhlak mulia nan luhur Nabi Muhammad saw.

“Kami tentu berharap, melalui kegiatan keagamaan seperti ini, dapat memacu motivasi, inspirasi, dan semangat spiritual bagi WBP khususnya, untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, lebih mulia, dan lebih bermartabat lagi di kemudian hari,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Peringati Maulid Nabi, TPA Al-Falah Sombangan Gelar Wisuda Santri

Moyudan – Para santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al-Falah Sombangan Sumbersari menjalani Wisuda setelah menamatkan Buku Iqro’ Jilid 1-6, bahkan ada yang sudah khatam 30 juz.  Hal itu menunjukkan semangat dan kesungguhan para santri belajar Qur’an serta dukungan dan motivasi dari orang tua atau wali santri. 

“Wisuda ini juga moment untuk mengapresiasi, memotivasi para santri untuk terus bersemangat mempelajari Al-Qur’an,” tutur Sudiyono ketua Panitia Wisuda Santri TPA Al-Falah Senin (16/9/2024) di halaman Masjid Al-Falah Sombangan Sumbersari Moyudan Sleman.  Kegiatan bertepatan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sudiyono yang juga ketua takmir melaporkan, ada 27 (dua puluh tujuh) santri diwisuda, terdiri 23 (dua puluh tiga) santri lulus Iqra’ ke Al-Qur’an, 3 (tiga) santri khatam 10 juz, serta 1 (satu) santri khatam 30 juz.   Kegiatan pembelajaran TPA, lanjutnya, berlangsung rutin setiap Selasa, Jumat dan Minggu, mulai pukul   hingga .  Kegiatan TPA bisa berlangsung berkat dukungan jama’ah,  moril maupun materiil untuk kegiatan pembelajaran maupun sarana prasarana. 

“Alhamdulillah beberapa santri meraih juara pada Festival Anak Sholeh (FAS) tingkat Kapanewon Moyudan, beberapa maju ke tingkat kabupaten,” tambahnya. 

Sudiyono menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh jama’ah Al-Falah Sombangan, utamanya orang tua yang telah mempercayakanan putra-putrinya di TPA Al-Falah.

Sukadi Lurah Sumbersari menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi adanya kegiatan TPA sebagai dasar pendidikan agama dan budi pekerti kepada para santri.  

“Diharapkan akan terbentuk generasi penerus berbudi pekerti luhur sholih-sholihah,” tegasnya. 

Kegiatan wisuda diakhiri dengan tausiah dan do’a oleh Ustaz Abdullah Effendi, yang menegaskan pentingnya pendidikan Qur’an bagi anak.  Tampak hadir pula para Wali santri, Ustadz dan Ustadzah TPA Al-Falah, serta seluruh jama’ah dan warga Sombangan  XIII.  (Edy – KIM Moyudan)




Pemkab Sleman Bersama Bea Cukai Yogyakarta Sosialisasikan DBHCHT di Kapanewon Kalasan

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Bea Cukai Yogyakarta melakukan sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada warga Kapanewon Kalasan pada Selasa, (17/9) di Royal Palm Resto. Sosialisasi ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyebut DBHCHT dimanfaatkan untuk mendanai kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan pemberantasan barang kena cukai ilegal. Dengan demikian slogan Gempur Rokok Ilegal penting untuk diimplementasikan karena jika dibiarkan beredar, dana bagi hasil akan berkurang begitupun pemanfaatannya.

“Saya harap masyarakat tidak membeli rokok ilegal maupun memperjualbelikannya. Apabila rokok ilegal masih beredar maka dana bagi hasil akan berkurang begitupun pemanfaatannya,” kata Danang

Lebih lanjut, Danang mengapresiasi penyelenggaraan sosialisasi ini dengan tujuan menyampaikan informasi ketentuan peraturan perundang-undangan bidang cukai kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di tingkat Kalurahan dan Kapanewon.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi melaporkan pada sosialisasi ini pihaknya menggandeng Bea Cukai Yogyakarta sebagai bentuk komitmen untuk memberantas peredaran rokok ilegal yang masih beredar di pasaran.

Ia mengungkapkan kegiatan sosialisasi ini bertujuan penyampaian informasi perundang-undangan bidang cukai tembakau, kemudian sebagai sarana pemantauan dan evaluasi serta mendukung bidang penegakan hukum dalam penegakan dan pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal.

“Pada tahun 2024 ini Satpol PP Kabupaten Sleman mendapatkan anggaran sebesar Rp. atau 10 persen dari total anggaran DBHCHT yang rencananya akan digunakan untuk mendanai kegiatan di bidang penegakan hukum salah satunya Sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan program pemberantasan Barang Kena Cukai ilegal,” jelas Shavitri




TPQ Rutbatul Huda Banyuraden Gelar Maulidur Rosul Kenang Perjuangan Rasulullah

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi yang dilakukan oleh umat Islam untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dengan mengenang kelahiran dan kehidupan beliau, maka umat Islam diingatkan tentang perjuangan dan pengorbanan Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam serta menjadikan beliau sebagai teladan utama dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang dilakukan Kyai Ahmad Shofi selaku Pengasuh Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) Rutbatul Huda yang menggelar kegiatan peringatan Maulidur Rosul yang berlangsung di TPQ Rutbatul Huda Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Senin (16/9/2024).

Kegiatan dihadiri oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman, Perwakilan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Kalurahan Banyuraden, tokoh masyarakat, tokoh agama, para santri, serta warga Dusun Cokrowijayan.

Rangkaian acara Maulidur Rosul diawali dengan pembacaan sholawat sebagai bentuk ekspresi cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui bersholawat, umat Islam menunjukkan rasa terima kasih atas perjuangan dan pengorbanan Rasulullah dalam menyampaikan risalah Islam.

Mauidhoh hasanah disampaikan oleh KH. Muhammad Misbahul Munir yang mengupas mengenai pentingnya membaca sholawat dalam kehidupan sehari-hari. Membaca sholawat menjadi salah satu amalan yang mendekatkan umat Islam kepada Rasulullah, sehingga diharapkan dapat menerima pertolongan di akhirat.

Menurutnya, lantunan pembacaan sholawat dapat berfungsi sebagai sarana pengampunan dosa. Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa orang yang memperbanyak sholawat, baik dosa kecil maupun dosa besar sehingga menjadi jalan pembersihan diri.

Selain itu, sholawat sering diyakini sebagai amalan yang dapat menjauhkan seseorang dari kesulitan hidup ataupun musibah. Karenanya, banyak umat Islam yang berdoa dan bersholawat untuk memohon perlindungan dan kemudahan dalam menghadapi berbagai masalah hidup.

“Dengan bersholawat secara rutin, Allah SWT akan melimpahkan karunia-Nya baik dalam bentuk materi maupun spiritual,” terang KH. Misbahul.

Di akhir tauziyahnya, Ia berharap warga Dusun Cokrowijayan dapat membaca sholawat di tengah kesibukannya untuk meningkatkan kualitas iman dan memperkuat kepercayaan terhadap ajaran Islam, serta menginspirasi seseorang untuk meneladani akhlak Rasulullah dan berbuat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Sebagai Media Memupuk Kerukunan dan Kekompakan Warga

Sleman- Ikatan Remaja Masjid Al-Hikmah (IRAMA) menutup rangkaian perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H dengan Pengajian Akbar pada hari Minggu, 15 September 2024 pukul di halaman Masjid Al-Hikmah

Pengajian peringatan Maulid Nabi ini dilaksanakan sebagai acara penutup perayaan peringatan Maulid Nabi, dimana sebelumnya sudah dilaksanakan shalawat al-barjanji selama 12 hari secara terus menerus di Masjid Al-Hikmah dan sebagai puncaknya IRAMA menggelar pengajian akbar yang diisi oleh Bapak Kyai Ghozali dari pondok pesantren Nurul Falah Bintaro, Gunung Pring, Magelang, Jawa Tengah.

Karyitno salah satu anggota IRAMA menuturkan bahwa perayaan acara peringatan maulid nabi ini spontan tanpa direncanakan jauh-jauh hari.

“Rangkaian kegiatan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini kebetulan spontan pada saat kami duduk ngopi bersama setelah shalawatan terpikirkan, dulu teman-teman IRAMA ingin mengadakan pengajian peringatan Maulid Nabi yang melibatkan seluruh warga Sedogan dan dengan kegiatan beragam,” terang Karyitno

“Seperti gayung bersambut saja, dari perbincangan bersama kawan-kawan tercetuslah rangkaian acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H dan sejak saat itu mulailah kami berkordinasi dengan banyak pihak seperti Takmir Masjid, Dukuh, dan teman-teman pemuda Sedogan,“ tambah Karyitno.

Acara ini diadakan dengan berkolaborasi bersama Organisasi Remaja Sedogan dan juga Takmir masjid Al-Hikmah. Urutan acara pengajian yakni pembukaan oleh pembawa acara yakni Peni Sulistyawarni dan Isna Nafi Amri yang merupakan Pemudi Sedogan, peni dan isna memandu acara dengan menggunakan bahasa jawa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilanjutakan birul walidain atau pembacaan tahlil untuk mendoakan para leluhur dan cikal bakal Sedogan, sambutan Dukuh Sedogan, sambutan Lurah Lumbungrejo, pengajian inti dan yang terakhir penutup

Pengajian dimeriahkan oleh hadroh Gandrung Shalawat yang personilnya merupakan kawan-kawan remaja masjid Al-Hikmah, MC dan para peladinya adalah muda-mudi Sedogan yang akrab disebut OREGA (Organisasi Remaja Sedogan), tidak lupa ada Ibu-ibu Muslimat Sedogan-Kopen yang juga turut membantu logistik makanan pada pengajian kali ini.

Dukuh Sedogan, Aisyah menuturkan rasa bahagianya karena kegiatan pengajian kali ini dibantu oleh banyak pihak dari remaja masjid, pemuda, bapak-bapak takmir masjid, Ibu-ibu Muslimat NU, para pelaku UKM yang ada di Sedogan dan masih banyak lagi. Selain itu Aisyah mengatakan pengajian ini juga sebagai media kerukunan dan kekompakan warga melihat jamaah yang hadir tumpah ruah dan hadir dari berbagai padukuhan disekitar Sedogan.

“Sentu saja kami sangat terbantu dan berterimakasih atas kolaborasi yang sangat baik ini, apalagi melibatkan dua dusun Sedogan-Kopen dan dari berbagai jamaah, tidak hanya jamaah Masjid Al-Hikmah Sedogan akan tetapi Masjid At-Tawa Kopen, dan Mushola Nurul Ummah Kopen juga hadir menepati undangan dari panitia. Hal ini jelas bisa menambah kerukunan dan kekompakan ukhuwah islamiyah di Padukuhan Sedogan dan sekitarnya,” terang Aisyah.

Dalam sambutanya Lurah Lumbugrejo Misbah Al-Hakim juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap para pemuda Sedogan atas kecintaannya terhadap seni budaya dan juga semangatnya dalam kegiatan religi seperti rangkaian kegiatan hari ini.

“Tentu kami bangga dan mengucapkan terimakasih, atas semangat dan inisiasi berbagai kegiatan positif yang dilakukan adik-adik remaja masjid kita dan pemuda Sedogan, hal ini tercermin dari kegiatan Lembayungfest beberapa minggu yang lalu bahwa Sedogan meraih banyak kejuaraan dibidang kesenian maupun keagamaan, dari Lomba Bregodo mendapatkan Juara 1, lomba Adzan membawa pulang 2 kejuaraan, dan juga grup hadroh memperoleh kategori favorit pilihan penonton dan masyarakat. Selamat dan terus dipertahankan,” kata misbah

“Perlu kita sampaikan bahwa kegiatan lembayungfest beberapa pekan yang lalu dalam 3hari pelaku Usaha Kecil Menengah mampu mendapat osmet 71jt tentu saja ini angka yang fantastis dan semoga ditahun mendatang bisa lebih lagi agar massyarakat ekonominya meningkat. Saya yakin disedogan dengan adanya rangkaian kegiatan seperti ini pastinya juga ada perutaran ekonomi apalagi kemarin ada pentas seni kobro siswo dimana penontonnya pasti banyak yang hadir menyaksikan,” imbuhnya.

Acara inti pengajian oleh Kyai Ghozali memberi pesan kepada semua hadirin.

“dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446H mari kita teladani apa yang Rasulullah ajarkan kepada kita sebagai umatnya, dan dengan merayakan peringatan ini mari kita benahi ibadah kita, kita tingkatkan ibadah kita dan penuhilah masjid-masjid yang ada di Sedogan dan sekitarnya ini agar masjid suasananya hidup dan kita mendapatkan keberkahan dari setiap ibadah yang kita lakukan. Barang siapa yang mau mensedekahkan hartanya pada bulan Mulud maka sama dengan kita bersedekah emas seluas Gunung Uhud,” jelas Kyai Ghozali

Selain itu Kyai Ghozali juga menyampaikan keutamaan Shalat, dan betapa Maha Pemurah Allah apapun kondisi Sholat kita (belum khusyu’, bacaan belum fasih, shaf belum rapi) kita tetap dianjurkan untuk shalat jamaah karena Allah pasti menerima dan melihat bagaimana usaha kita untuk tetap setia beribadah kepadaNYA dalam keadaan apapun. (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo)