Peringati Maulid Nabi, Muda-Mudi Sedogan Rayakan Dengan Pentas Seni Kobro Siswo

Sleman- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H di Padukuhan Sedogan diisi dengan PEMENTASAN KESENIAN KOBRO SISWO Eko Siswo Sedogan, Lumbungrejo, Tempel. Pementasan ini digelar di pelataran Masjid Al-Hikmah pada hari Sabtu 14 September 2024 pukul

Perayaan peringatan maulid Nabi ini diinisiasi oleh anak-anak muda Ikatan Remaja Masjid Al-Hikmah (IRAMA) berkolaborasi dengan Organisasi Remaja Sedogan (ORREGA) dengan dibantu oleh Takmir Masjid Al-Hikmah dan seluruh warga Sedogan

Ketua IRAMA Damar Cahyana menerangkan bahwa kegiatan peringatan maulid nabi tidak hanya pertunjukan seni kobro siswo saja akan tetapi menjadi rangkaian kegiatan shalawat barjanji selama 12 hari dimalam hari dan juga ditambah kegiatan penutup 3 hari.

“Rangkaian kegiatan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini kami rayakan dengan diawali dengan melantunkan shalawat barjanji selama 12 hari dimulai Rabu 04 September 2024 di masjid Al-Hikmah. Puncak kegiatan peringatan maulid nabi dengan kegiatan Jum’at Berkah yakni dengan membagikan makan gratis untuk para jamaah shalat Jum’at di masjid Al-Hikmah pada tanggal 13 September 2024, lalu kami lanjutkan dengan pertunjukan seni religi kobro siswo  di hari Sabtu, 14 September 2024,” terang Damar.

“Lalu nanti pada tanggal 15 September pukul kita adakan pengajian peringatan maulid nabi Muhammad SAW di pelataran halaman masjid Al-Hikmah, kegiatan ini tentunya inisiasi teman-teman Ikatan Remaja Masjid Al-Hikmah dan Organisasi Remaja Sedogan dibantu oleh takmir masjid Al-Hikmah dan seluruh warga Sedogan,“ tambah Damar.

Hidayatno, Ketua Takmir Masjid Al-Hikmah yang sekaligus vokalis dan pewaris Kobro Siswo Eko Siswo menyambut baik inisiasi kegiatan yang positif dan religius dari anak-anak muda Sedogan

“Tentu kami sangat senang dan bangga generasi muda Sedogan mau melaksanakan kegiatan religius dengan penuh semangat ditengah maraknya banyak kenakalan remaja yang akhir-akhir ini terjadi di sekitar wilayah kita, tentunya dengan melihat kesungguhan remaja masjid dan muda-mudi Sedogan kami tergerak untuk membantu pelaksanaan kegiatan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ini dari mulai materi, pikiran dan tenaga sebisa kami sebagai takmir masjid Al-Hikmah,” terang Hidayatno

Hidayanto bercerita, Eko Siswo Sedogan sendiri merupakan kesenian religi Kobro Siswo yang didirikan pada 19 September 1965 oleh para pendahulu dan cikal bakal Sedogan salah satunya Alm. Bapak Syarif, Alm. Bapak Marjan, Puji Raharjo, Alm Bapak Gito dan masih banyak lagi. Selain itu yang sekarang masih hidup ada Mbah Kardi Prayitno Tusiran, dan beberapa tokoh yang dulu ikut berjuang melestarikan kesenian kobro siswo.

“Kesenian kobro siswo merupkan kesenian religi islam yang memadukan gerak dan lagu, lantunan syair yang dinyanyikan dalam pertunjukan memuat petuah-petuah dan nasihat untuk umat islam, tidak jarang syair sholawat juga dilantinkan,” tambah Hidayatno

Ketua Kobro Siswo Eko Siswo Sulistya menuturkan hingga saat ini anggota kesenian Eko Siswo kurang lebih berjumlah 80 orang terdisi dari anak-anak, remaja putra dan putri, bapak-bapak, Ibu-ibu dan para penabuh gamelan dan vokalis beserta crew. Kesenian religi kobro siswo Eko Siswo ini juga melakukan latihan rutin dan juga latihan intens Ketika akan menghadapi pagelaran pentas, selain itu juga sudah terdaftar di Dinas Kebudayaan Sleman dengan ditandai sudah ber-NIK.

“Dengan adanya kegiatan ini semoga kita semua bisa meneladani Rasulullah Muhammad SAW dan mendapatkan syafaatnya kelak, selain itu rasa kecintaan terhadap seni religi kerakyatan kobro siswo semoga terus tumbuh dan bisa menambah kekompakan teman-teman pemuda Sedogan,” pungkas Sulistya. (Aiss-Kim Ceria Lumbungrejo)




Pasukan Tonti SMP Negeri 3 Ngaglik Tahun 2024 Dikukuhkan

Ngaglik – Sebanyak 94 orang putra-putri siswa SMP Negeri 3 Ngaglik dikukuhkan sebagai Pleton Inti (Tonti) pada hari Minggu(15/09/2024).

Julio Oskar selaku Pembina Tonti mengatakan bahwa kegiatan Training Camp ini bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan antar anggota Tonti SMP Negeri 3 Ngaglik, meningkatkan kekompakan antar anggota, mempelajari berbagai materi tentang baris berbaris, serta dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme dalam diri setiap anggota pleton inti.

Putri selalu ketua Panitia juga menjelaskan bahwa rasa kekeluargaan dan saling membantu antar sesama anggota semakin kuat.

“Kegiatan ini juga merupakan persiapan mengikuti lomba baris berbaris pada tanggal 21 September 2024 di Banguntapan Bantul,” ungkapnya.

Kegiatan dimulai pada hari Sabtu 15 September  2024, pukul WIB yang diawali dengan persiapan peserta training camp dan pengisian absen kehadiran siswa. Dilanjutkan dengan upacara pembukaan Training Camp oleh seluruh peserta.

Semua peserta dikumpulkan di lapangan upacara untuk melaksanakan kegiatan PBB (Peraturan Baris Berbaris) yang didampingi oleh kakak-kakak tingka dan para pembina tonti. Kegiatan dilanjutkan dengan acara pengukuhan. (Eka Sastra Kurniawan – KIM Sardonoharjo)




BKM Wahyu Tumurun Desa Makamhaji Belajar Cara Memanen Air Hujan di Sekolah Air Hujan Banyu Bening Sleman

Dalam rangka peningkatan kapasitas sumberdaya manusia dan penyebarluasan informasi pengetahuan, inovasi tentang pengelolaan program pemberdayaan masyarakat di tingkat desa, maka Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Wahyu Tumurun Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo melakukan kunjungan silaturahmi ke Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang berada di Dusun Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (14/9/2024) guna melakukan studi tiru dan memahami secara detail memanen air hujan yang selama ini sering diabaikan bahkan di cela sebagai penyebab terjadinya bencana.

Dalam sambutannya, Wasimin selaku Koordinator BKM Wahyu Tumurun mengatakan seiring bertambahnya penduduk memicu meningkatnya kebutuhan air bersih sehingga memerlukan adanya solusi penyediaan air bersih. Menurutnya, air tanah di Desa Makamhaji sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Hal ini diperparah dengan pertambahan penduduk yang semakin meningkat hingga menyebabkan air tanah menipis.

Berangkat dari kebutuhan air bersih dalam kehidupan sehari-hari, maka pengurus BKM Wahyu Tumurun ingin belajar mengenai cara mengolah air hujan secara benar yang dimulai dari teknik memanen air hujan hingga dapat dikonsumsi agar pada saat musim kemarau masih memiliki cadangan air bersih yang berasal dari air hujan.

Sebagai Pemateri yang juga Pendiri Sekolah Air Hujan Banyu Bening, Sri Wahyuningsih menuturkan bahwa konsep 5M yaitu menampung, mengolah, minum, menabung, dan mandiri merupakan konsep yang tepat untuk dijadikan gerakan serentak di Desa Makamhaji.

“Kita harus cerdas dalam menyikapi permasalahan air bersih yang dari tahun ke tahun rutin menjadi permasalahan nasional,” tegasnya.

Karenanya, perlu munculnya kesadaran dan tauladan dalam menyikapi permasalahan air. Kesadaran dalam permasalahan air bersih sangat diperlukan karena air merupakan sumber daya vital bagi kehidupan manusia, lingkungan, dan ekosistem. Persediaan air bersih semakin terbatas seiring dengan meningkatnya populasi, industrialisasi, dan perubahan iklim sehingga masyarakat harus bijak dalam menjaga kelestarian alamnya sebagai warisan generasi selanjutnya.

“Merubah cara pandang masyarakat tidaklah mudah, perlu keyakinan dan mengaplikasikan agar bisa merasakan keberkahan air hujan murni yang belum tercemar oleh bakteri dari dalam tanah,” terang Yu Ning sebutan akrabnya.

Sistem pengolahan air yang kurang baik yang diakibatkan oleh pendangkalan sumur maupun pencemaran sungai karena pembuangan sampah terutama di daerah pedesaan dapat menyebabkan pencemaran air tanah oleh bakteri, virus, ataupun patogen lainnya. Alasan tersebut yang dijadikan penyebab pengurus Badan Keswadayaan Masyarakat Desa Makamhaji melakukan kegiatan tersebut. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




PD DMI Sleman Resmi Dikukuhkan

Sleman – Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia ( PD DMI) Kabupaten Sleman dikukuhkan oleh H. Muhammad Ketua Pengurus Wilayah DMI Yogyakarta. Pengukuhan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada hari Senin (16/9/2024).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Kapolresta Sleman, Dandim Sleman, Ketua DPRD Sleman dan Ketua Ormas di Sleman. Selain itu juga dihadiri dari 17 Cabang DMI se Kabupaten Sleman.

Ketua PD DMI Kabupaten Sleman H. Masuko dalam sambutannya menyampaikan  bahwa pengurus PD DMI Sleman periode 2024-2029 adalah merupakan hasil musyawarah yang berlangsung pada tanggal 8 September 2024 di Aula BAPEDA Sleman yang diikuti oleh 17 Cabang DMI. Lebih lanjut Masuka menjelaskan tentang tugas PD DMI adalah memberikan pembinaan terhadap pengurus takmir masjid yang tersebar di Kabupaten Sleman.

“Sampai saat ini jumlah masjid dan mushalla ada lebih, maka perlu kita berikan pembinaan agar manajemen juga lebih baik,” ungkapnya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan ucapan selamat kepada Pengurus PD DMI Sleman periode 2024-2029, semoga dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya.

Kustini berharap agar pengurus Masjid bisa meningkatkan peran sertanya dalam mempersatukan dan memakmurkan umat.

“Sesuai tema hari ini yaitu peran masjid mempersatukan dan memakmurkan umat, hal tersebut merupakan sebuah upaya yang positif, karena persatuan merupakan modal pembangunan, kalau pembangunan baik maka akan terwujud kemakmuran umat,” tutur Kustini.

Selanjutnya ia berpesan agar pengurus masjid bisa memberdayakan umat di sekitar masjid, sehingga bisa memiliki rasa handarbeni.

“Kalau semua umat Islam merasa handarbeni maka kemakmuran masjid pasti akan terwujud,” tambah Kustini.

Sedangkan H. Muhammad dalam tausiahnya menyampaikan pengukuhan PD DMI Sleman bertepatan dengan lahirnya hamba Mulia Nabi Muhammad semoga sebagai pertanda yang baik bagi PD DMI Sleman. Lebih lanjut Ia menuturkan tiga masalah utama yang dihadapi Dewan Masjid. Tiga hal tersebut adalah masalah ekonomi, masalah teknologi dan masalah mempersatukan umat.

“Marilah kita bersama-sama untuk berusaha untuk mengurai dari masalah tersebut,” ajaknya. (Giek/KIM Moyudan)




Potong Tumpeng dan Lantunan Sholawat Tandai Peresmian Mako Konco Kopral

Sleman – Peresmian Markas Komando (Mako) Komunitas Konco Kompak dan Bermoral (Kopral) tidak hanya penting secara simbolis, namun juga sebagai sarana untuk meningkatkan solidaritas antar anggota. Dengan adanya pusat komando diharapkan anggota komunitas yang bergerak dibidang sosial kemasyarakatan ini dapat lebih mudah berkoordinasi dan merancang berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi internal komunitas maupun masyarakat umum. Hal tersebut dituturkan oleh Sertu Munaji selaku Pembina Komunitas Konco Kopral dalam acara peresmian Mako Konco Kopral dan pemberian santunan bagi anak yatim piatu yang berlangsung di Mako yang beralamat di Jalan Babarsari 29 Kledokan, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Minggu (15/9/2024).

Kegiatan dihadiri oleh Pimpinan Majelis Dzikir dan Sholawat Macul Langit, Gus Yusuf  Saiful Anwar, Komandan Koramil 11/Depok, Mayor Infanteri Nurhadi Suswanto, perwakilan dari Kepolisian Sektor Depok Barat, Pengurus dan anggota Komunitas Konco Kopral, anak-anak yatim piatu penerima santunan, serta perwakilan dari Forum Kelompok Informasi Masyarakat Kabupaten Sleman sebagai mitranya.

Dalam sambutan pembukanya, Sertu Munaji mengungkapkan bahwa kegiatan peresmian Mako Konco Kopral dan pemberian santunan kepada anak yatim piatu merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial dari Komunitas Konco Kopral terhadap sesama. Menurutnya, acara ini menjadi momentum penting bagi komunitas yang memiliki 200 anggota aktif dalam mempererat solidaritas internal sekaligus guna menunjukkan komitmen komunitas dalam mendukung dan membantu masyarakat yang kurang mampu terutama anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian.

Lebih lanjut, dikatakan bahwa pendirian Mako Konco Kopral merupakan langkah strategis untuk mengoordinasikan aktivitas anggota yang berasal dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Salatiga, dan magelang dalam memperkuat peran komunitas di masyarakat. Mako berperan sebagai wadah pengembangan bagi para anggota, baik melalui kegiatan pendidikan, diskusi, maupun pelatihan khusus. Adanya ketersediaan fasilitas ruang fisik yang memadai maka pengurus komunitas dapat lebih fokus dalam mendukung pengembangan keterampilan dan wawasan anggotanya.

“Tanpa Mako yang permanen, koordinasi akan menjadi lebih sulit dan kurang efektif. Dengan adanya Mako, semua aktivitas dapat lebih mudah dikendalikan dan dipantau,” ucap Sertu Munaji.

Sementara itu, Muhammad Sholeh selaku Ketua Panitia peresmian Mako Konco Kopral dan pemberian santunan bagi anak yatim piatu menyampaikan bahwa markas komando dapat dijadikan sebagai pusat inspirasi dan koordinasi untuk berbagai kegiatan bermanfaat di masa depan yang tidak hanya memberi dampak positif bagi anggota tetapi juga masyarakat luas.

Pihaknya juga sangat mengapresiasi atas segala bentuk dukungan dan bantuan yang telah diterima dari para anggota komunitas, donatur, maupun masyarakat sekitar berupa dana, waktu, maupun tenaga sehingga seluruh aksi sosialnya dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuannya seperti pemberian bantuan sembako, bantuan air bersih bagi daerah yang mengalami kekeringan, maupun berupa dana santunan bagi anak yatim piatu.

“Kepedulian sosial dan solidaritas menjadi nilai inti yang terus dijaga dan dikembangkan oleh Konco Kopral di masa mendatang,” tegasnya.

Peresmian Mako Konco Kopral ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Gus Yusuf yang selanjutnya diberikan kepada perwakilan pengurus sebagai lambang rasa syukur atas pencapaian komunitas dalam mendirikan markas yang baru, serta menjadi simbol rasa terima kasih atas dukungan para anggota dan pihak lain yang berkontribusi dalam mewujudkan tujuan komunitas.

Penggunaan nasi tumpeng sebagai cerminan komunitas turut melestarikan tradisi dan kearifan lokal sebagai penghargaan terhadap nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun, serta menunjukkan bahwa meskipun Konco Kopral bergerak maju dengan berbagai inovasi tetap menghargai dan menjaga akar budaya yang menjadi pondasi kehidupan bersama.

Acara ditutup dengan bersholawat bersama Gus Yusuf Macul Langit guna memohon berkah dari Allah SWT melalui pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui lantunan sholawat diharapkan membawa berkah dan perlindungan bagi markas yang baru diresmikan sehingga seluruh kegiatan komunitas di dalamnya berjalan dengan lancar, damai, dan penuh rahmat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)