Kalurahan Margomulyo Mantap Hadapi Evaluasi GISA Kabupaten Sleman Tahun 2024

Sleman – Menjadi nominator ke 2 dengan nilai skor ,92 Kalurahan Margomulyo pada hari Kamis (26/9/2024) menjadi tuan rumah uji petik dan penilaian Tim GISA Kabupaten Sleman yang terdiri dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK)  dan Bagian Organisasi Setda Sleman.

Uji petik yang dimaksud adalah untuk memastikan dokumen portofolio yang sudah dikirim ke Dukcapil beberapa waktu lalu adalah benar adanya.

Eko Puji Mulyanto, Lurah Margomulyo menyampaikan bahwa GISA ini dijadikan momentum untuk melengkapi fasilitas pelayanan kependudukan yang selama ini sudah berjalan. Harapan Eko, dari evaluasi ini akan didapatkan umpan balik dari Tim penilai untuk pelayanan Adminduk yang lebih baik.

Theresia Okti Herawati,  Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemutahiran Data Dukcapil Sleman sebagai Ketua Tim Penilai GISA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa secara sekilas memberikan apresiasi kepada Margomulyo dalam Pelayanan Adminduk yang dinilai baik sebagaimana dokumen yang sudah diupload dan dikirim ke Dukcapil.

“Ada indikator indikator dalam evaluasi GISA yang bisa mencerminkan kesadaran aparat dalam memberikan pelayanan kependudukan kepada masyarakat. Profil administrasi kependudukan inilah yang akan dilihat oleh Tim penilai yang harapannya akan menambah point dari penilaian administrasi yang sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu,” jelas Theresia.

Theresia menyebut beberapa indikator yaitu pencatatan sipil, kearsipan, sarana-prasarana, inovasi dan sarana pelayanan. Selain itu Indeks Kepuasan Masyarakat juga menjadi salah satu tolok ukur penilaian.

Tim penilai kemudian melaksanakan penilaian terhadap fasilitas penunjang, dan melihat secara langsung dokumen yang sudah dikirim sekaligus melakukan pembinaan berupa koreksi serta apresiasi terhadap inovasi yang telah dilaksanakan.

Rini Sapta Wardani, Tata Laksana Margomulyo memaparkan peran Kalurahan Margomulyo dalam pelaksanaan GISA tahun 2024 dari mulai kondisi wilayah Kalurahan,  sarana dan prasarana pelayanan dari kondisi ruang pelayanan sampai fasilitas ruang pelayanan  termasuk fasilitas publik yang berupa kondisi toilet dan jalur disabilitas.

Rini juga memaparkan anggaran yang digunakan untuk menunjang kegiatan pelayanan Adminduk diantaranya kegiatan sosialisasi pelaksanaan GISA di 3 Padukuhan, jemput bola dan sosialisasi IKD serta kegiatan pemutakhiran dokumen kependudukan. Tim penilai juga bisa melihat secara langsung informasi pelayanan yang berupa alur pelayanan, maklumat pelayanan, jam pelayanan dan banner informasi pelayanan serta standar pelayanan.

Di era digitalisasi ini, Margomulyo juga sudah melengkapi fasilitas publikasi informasi layanan melalui website dan sosial media. Informasi melalui website dapat diakses di .

Disampaikan juga oleh Rini mengenai inovasi pelayanan Adminduk yaitu MAS DARMIN (Masyarakat Margomulyo Sadar Administrasi Penduduk), TAPE KETAN (Tempat Pelayanan Kelahiran dan Kematian Pakai Whatsapan), PAK SUMAR (Pemutahiran Akta Kelahiran Semua Umur), PAKET OM (Pelayanan Akte Kematian Online Margomulyo), PECEL ENAK (Pelayanan Cepat Akta Kelahiran), AKURASI (Aksi Kalurahan Sadar Administrasi Kependudukan), dan PLATARAN (Pojok Layanan Konsultasi Administrasi Kependudukan). Margomulyo juga melaksanakan dukungan program inovasi dari Disdukcapil seperti LUKADESI, JELITA JIWA, LARITU, POSYANDUK dan SISIR ADMINDUK dengan kegiatan KADO MANTEN, KETEL BARU, PETA LAGA, dan  BERKATIAN,

“Adanya inovasi yang dilakukan Pemerintah Kalurahan Margomulyo diharapkan dapat memudahkan dan meringankan pelayanan dokumen Adminduk bagi masyarakat sehingga masyarakat lebih sadar untuk memperbaharui dokumen kependudukan,” jelas Rini.

“Survey kepuasan masyarakat juga telah dilakukan sejak tahun 2022 dengan jumlah responden sebanyak 150 orang. Adapun nilai IKM pada tahun 2024 dengan skor 81,27 mendapat predikat A. Pada kesempatan itu juga ditampilkan pendokumentasian arsip digital dokumen kependudukan,” tambahnya.

Di bagian akhir, Rini memaparkan Rekapitulasi jumlah pelayanan Adminduk dan fasilitasi sampai bulan Agustus 2024 serta perkembangan data agregat kependudukan tahun 2023 – 2024. Dari data agregat tersebut terdapat kenaikan capaian kepemilikan dokumen kependudukan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Kapanewon Seyegan Terima Kunjungan Tim Penilaian Gisa Kabupaten Sleman Tahun 2024

Sleman – Sebanyak 15 orang tim penilai Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) Kabupaten Sleman tahun 2024, mengadakan  pemantauan evaluasi penilaian GISA di Kapanewon Seyegan yang pada tahun 2024 ini masuk nominasi urutan ke 3 wilayah B, Kamis (26/9/2024) di Aula lantai ll Kapanewon Seyegan, 

Panewu Seyegan, Samino menerima langsung Tim Penilai yang terdiri dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) dan Bagian Organisasi Setda Sleman. Prestasi Kapanewon Seyegan sendiri cukup membanggakan karena pada tahun 2023 kemarin berhasil menjadi yang terbaik dalam Penilaian GISA Kabupaten Sleman.

Samino menyampaikan bahwa kegiatan evaluasi GISA ini merupakan even tahunan untuk mengetahui kemampuan dari institusi Kapanewon, Kalurahan dan Padukuhan dalam memberikan pelayanan kependudukan kepada masyarakat.

“Kegiatan inovasi dalam pelayanan kependudukan juga menjadi sasaran penilaian dengan tujuan untuk memudahkan akses pelayanan,” ungkapnya.

Samino menambahkan bahwa penilaian ini juga bertujuan untuk memastikan dokumen portofolio yang sudah dikirim melalui google drive ke Dinas Dukcapil apakah benar benar ada atau tidak.

Dirinya berharap, apa yang dilihat oleh Tim penilai adalah dokumen yang original, apa adanya yang muaranya pada pelayanan yang lebih baik.

Bersama Kapanewon Cangkringan dan Berbah, Seyegan menjadi nominator GISA wilayah B, karena jumlah penduduk di Kapanewon kurang dari jiwa.

Samino juga menyampaikan bahwa Teknologi Informasi menjadi kata kunci karena menjadi  kebutuhan pelayanan. Kemudahan yang diberikan kepada masyarakat inilah yang menjadikan kepedulian terhadap kebutuhan layanan kependudukan dari masyarakat menjadi meningkat pula.

“Tuntutan pelayanan yang berupa kemudahan, kecepatan dan keakuratan adalah kata kuncinya,” ujar Samino.

Dibagian akhir, Samino memberikan gambaran bahwasannya dengan evaluasi Adminduk seperti ini diharapkan ada perbaikan dalam performance pelayanan, termasuk menampilkan inovasi yang bisa mempermudah masyarakat dalam memberikan saran kritik yang membangun kepada pemerintah.

Samino menyontohkan inovasi “SI Mase” (Saluran Aspirasi Masyarakat Seyegan) yang merupakan kanal untuk menampung aspirasi masyarakat yang bisa diakses layanannya secara proposional dan profesional.

Inovasi ini menjadi andalan Kapanewon Seyegan yang di launching pada tahun 2024. Disamping itu ada inovasi yang tidak kalah populer yaitu “Ketel Baru” (pemberian KK dan KTP Elektronik bagi pamong Kalurahan baru dan purna tugas)  dan “Berkat Tian” (pemberian KK dan KTP Elektronik bersanaan dengan akta Kematian).

“Tidak dipungkiri bahwa Kapanewon Seyegan untuk capaian IKD (Identitas Kependudukan Digital) masih cukup rendah, dengan menduduki peringkat 12 dari 17 Kapanewon dengan capaian 9,4 %. Harapannya dengan akselerasi di bidang pelayanan kependudukan akan terjadi peningkatan target yang telah dicanangkan,” ungkap Samino.

Sementara itu, Theresia Okti Herawati, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemutahiran Data Dukcapil Sleman sebagai Ketua Tim Penilai GISA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa even tahunan ini juga dijadikan sebagai ajang pembinaan kepada jajaran dibawahnya untuk mengetahui secara langsung kekurangan yang ada di lapangan sekaligus menduplikasi hal hal baru yang bisa ditularkan di wilayah lain.

Secara teknis Theresia menyampaikan kegiatan inti dari evaluasi GISA adakah uji petik dan verifikasi dokumen yang sudah dikirim kepada Tim penilai GISA dengan pembagian tugas Tim untuk penilaian arsip, sarpras dan pelayanan. Evaluasi dilaksanakan dengan didampingi oleh Kepala Jawatan Umum dan jajarannya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Peternak Lokal di Seyegan Mendapatkan Pelatihan Ultrasonografi (USG) dan Inseminasi Buatan (IB)

Seyegan – Goatday di Dusun Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, menjadi tuan rumah pelatihan peningkat kapasitas bagi peternak lokal. Sebanyak 20 peserta, terdiri dari anggota Puskewan Seyegan dan masyarakat sekitar, mengikuti pelatihan tentang Ultrasonografi (USG) dan Inseminasi Buatan (IB) pada kambing dan domba, Jumat (27/9/2024).

Pelatihan ini bertujuan mengenalkan teknologi USG dan IB kepada para peternak agar mereka dapat mendeteksi kebuntingan lebih dini dan akurat. Dengan penggunaan USG, peternak bisa memperoleh informasi lebih cepat mengenai kondisi reproduksi ternak, sehingga persiapan perawatan selanjutnya menjadi lebih optimal.

Materi pelatihan adalah teori dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan, memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah didapat.

 “Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman dalam mendeteksi kebuntingan ternak dengan menggunakan USG. Kegiatan ini juga merupakan salah satu usaha dalam peningkatan wawasan sumber daya manusia peternak, khususnya masyarakat Seyegan,” ungkap Muhammad Farid Akram, pemilik Goatday. Ia menambahkan bahwa biaya untuk USG sangat terjangkau.

Dengan adanya pelatihan ini, Farid berharap peternak di Seyegan dan sekitarnya dapat lebih memahami teknologi modern dalam peternakan, sehingga produktivitas dan kesehatan ternak mereka meningkat. Teknologi seperti USG dan IB tidak hanya membawa keuntungan bagi peternak, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan sektor pertanian dan peternakan di daerah tersebut.

 “Kami berharap dengan pelatihan ini, peternak dapat memanfaatkan teknologi dengan baik untuk masa depan yang lebih baik,” tutup Muhammad Farid Akram. (Ilham Agus-KIM Seyegan)




September Jadi Bulan Imunisasi JE di Wilayah Puskesmas Ngaglik 1

Sleman – Puskesmas Ngaglik 1 selama bulan September 2024 mengadakan Imunisasi JE kepada siswa siswi SD, MI, SMP, dan MTs di Wilayah Kalurhaan Sardonoharjo, Sinduharjo dan Minomartani .

Penanggung jawab kegiatan Imunisasi, Fatadila Putri Permatahati saat mengatakan bahwa Imunisasi JE adalah vaksinasi untuk mencegah penyakit Japanese Encephalitis (JE), yaitu infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, terutama di daerah Asia.

“Penyakit ini menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan peradangan pada otak, dengan gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, kejang, dan bahkan bisa menyebabkan kerusakan otak atau kematian,” jelasnya, Jumat (27/9/2024).

“Vaksin JE diberikan terutama kepada anak-anak di daerah yang berisiko tinggi terkena penyakit ini untuk memberikan perlindungan dari infeksi virus tersebut,” lanjut Dila.

Dila berharapa, setelah imunisasi JE, anak-anak akan memiliki kekebalan terhadap virus Japanese Encephalitis, sehingga mereka terlindungi dari risiko infeksi.

“Dengan imunisasi ini, mereka dapat menghindari komplikasi serius seperti peradangan otak, kerusakan saraf, atau bahkan kematian. Selain itu, imunisasi ini juga membantu menurunkan angka penyebaran penyakit di masyarakat, menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity),” tambahnya.

Nantinya di Bulan Oktober 2024 Puskesmas Ngaglik 1 akan mengadakan Imunisasi JE di Posyandu posyandu dan Siswa TK.

“Mari untuk mensukseskan Imunisasi FE karna herdimmunity bisa terbentuk jika cakupannya tinggi,” tutupnya. (Eka Sastra Kurniawan/KIM Ngaglik)




Susun Rencana Kerja Tahun 2025, Pemkal Donoharjo Gelar Musrenbangkal

Sleman – Dalam rangka penyusunan rencana kerja tahun 2025, Pemerintah Kalurahan Donoharjo menyelenggarakan Musyawarah Rencana Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) yang digelar di Aula Kalurahan Donoharjo, Ngaglik, Sleman pada Kamis (26/9/2024).

Lurah Donoharjo Hadi Rintoko, menyampaikan bahwa Musrenbangkal dilakukan untuk menentukan kegiatan apa yang dilaksanakan pada tahun yang akan datang dan pembiayaan yang diusulkan pada anggaran pendapatan dan belanja kelurahan APBKal.

Menurut Hadi, Musrenbangkal merupakan agenda tahunan pemerintah kelurahan yang dilaksanakan setiap tahunnya sekaligus sebagai forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan stakeholder kelurahan untuk menyepakati rencana kerja pembangunan kelurahan  tahun anggaran berikutnya.

“Melalui musyawarah Padukuhan, pembentukan RKP menyusun jumlah belanja adalah 5 milyar dengan PAD sekitar 4,2 M. Berdasarkan jumlah tersebut diproyeksikan akan mengalami kekurangan sekitar 800 juta. Langkah ke depan adalah mengusahakan agar kekurangan biaya dapat terpenuhi baik itu melalui PUPM, dana keistimewaan dan lain-lain,” jelasnya.

Hadi menyampaikan bahwa prioritas pembangunan kelurahan pada saat ini diantaranya adalah penurunan stunting, ketahanan pangan, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, penanggulangan kemiskinan dan mengatasi masalah sampah.

“Bila dilihat dari nominal sangatlah besar tetapi ada yang patut disyukuri bahwa sebagai warga masyarakat kita masih memiliki rasa peduli sesama gotong royong, kekeluargaan dan ikatan batiniah yang erat. Itu semua merupakan modal besar untuk bersama membangun Kalurahan. Karena jika segala sesuatu diuangkan maka akan sangat besar sekali dan beban anggaran,” terang Hadi Rintoko.

Sementara itu Panewu Ngaglik, Agung Indarto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kalurahan Donoharjo menjadi kalurahan pertama di Kapanewon Ngaglik yang melaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan kelurahan/penyusunan rencana kerja pembangunan.

Lebih lanjut ia menyampaikan harapan agar hasil musrembang ini berpegang teguh pada ketentuan yang ditetapkan termasuk penggunaan dana desa sesuai porsi dan  prioritas yang telah disepakati.

Terkait  masalah kekurangan dana, beberapa hal yang bisa dilakukan diantaranya meningkatkan pendapatan asli Kalurahan, meningkatkan kolaborasi dengan steak holder melalui bantuan keuangan khusus (BKK) disamping kerjasama dengan eksekutif dan legislatif.

“Bisa ditempuh juga melalui PUPM (Pagu Usulan  Partisipatif Masyarakat) yang berasal dari Kapanewon seperti yang sudah dilaksanakan di Kalurahan Donoharjo sebelumnya seperti perbaikan/pengaspalan  jalan, pelatihan mitigasi bencana, dan lain-lain,” jelasnya.

Agung berharap agar hasil dari Musrenbangkal dapat menyentuh ke segala lapisan masyarakat dan dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan warga masyarakat Donoharjo. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)