Kapanewon Moyudan Adakan Pembinaan Pegawai Dengan Tema Pengelolaan Sampah Organik.

Sleman – Bertempat di ruang Abhinaya Lantai II Kapanewon Moyudan, Kamis (12/9/2024), Pemerintah Kapanewon Moyudan mengadakan pembinaan pegawai dengan tema “Pengelolaan Sampah dan Pemanfaatan sampah Organik menjadi kompos/Eco enzim”.

Diikuti hampir semua pegawai Kapanewon, kegiatan dibuka oleh Panewu Moyudan, Harsowasono, yang menyampaikan  sambutannya bahwa di Kapanewon Moyudan belum ada sarpras yang mendukung pengelolaan sampah organik  sehingga pengelolaan sampahnya belum dilaksanakan.

“Selama ini bila ada event besar dengan sampah yang banyak, solusinya dengan dibakar. Meskipun disadari sebagai pemecahan masalah yzng tidak tepat,” ungkap Harso.

“Dalam rangka pelaksanaan Surat Edaran (SE) Bupati Sleman no. 305 tahun 2024 tentang Pengurangsn dan Penanganan Sampah di Kabupaten Sleman maka dilakukan kegiatan Pembinaan Pegawai dengan tema  Pengelolaan Sampah dan pemanfaatan sampah organik menjadi kompos/Eco enzim,” tambahnya.

Sutarto Agus Raharjo, praktisi pengelolaan sampah dari Seyegan yang ditunjuk sebagai Narasumber, memberikan materi berkaitan dengan Teknologi pengomposan dari sampah otgxnik.  Dalam paparannya, Sutarto mengajak kepada peserta untuk mengetahui regulasi yang sudah cukup lama dijadikan payung hukum bagi pengelolaan sampah rumah tangga.

“Sedangkan surat edaran Bupati sleman no 30 tahun 2022 tentang Pilah Sampah dari Rumah ternyata lemah ditingkat implementasinya,” ungkap Sutarto.

Menurut Sutarto, memilah sampah merupakan kegiatan inovasi karena tidak setiap orang bisa merubah perilaku secara spontan.

“Diperlukan waktu dan niat yang kuat untuk merubah perilaku tersebut. Ini artinya ada proses yang harus dijalani untuk melakukan kegiatan pemilahan sampah tersebut,” tukasnya.

Sutarto juga memaparkan cara pengomposan sampah organik yang bisa dilakukan di Kantor Kapanewon. Dari mulai pembuatan lubang sampah (rolak), pemasangan biopori, biopot, losida (lodong sisa dapur) maupun komposter. Dijelaskan satu per satu oleh Sutarto sekaligus menyarankan Kapanewon Moyudan untuk mengajukan sarpras secara tertulis kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman.

Sutarto juga berpesan, bahwa sebagai tokoh masyarakat, mempunyai kewajiban untuk menularkan pengetahuan di forum forum yang ada di masyarakat.

“Semua pihak berperan untuk pengelolaan sampah yang ada di perkantoran. Artinya, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pegawai kebersihan, namun menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Sutarto.

Diakhir paparannya ditayangkan pengelolaan sampah organik dengan cara Budi daya magot yang secara masif efektif menyelesaikan masalah sampah organik. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab peserta dengan Nara sumber. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Peringati Haornas, KKG-PJOK Kapanewon Tempel Senam Bersama Warga di Embung Mororejo

Sleman – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (KKG-PJOK) Kapanewon Tempel menggelar Senam dan Jalan Sehat di Taman Embung Mororejo Tempel Sleman, pada Jumat pagi (13/9/2024).

Event senam dan jalan sehat ini diinisiasi oleh KKG-PJOK Tempel, diikuti sekitar 350 peserta, terdiri kepala sekolah guru dan karyawan Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), termasuk mengundang unsur Forkopimcam, Pemkal Mororejo, PGRI dan Korpri se-kapanewon Tempel.

 “Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional atau Haornas 2024, dengan mengusung tema Ayo Berolahraga!, Bersatu Kita Juara, Peserta terdiri guru dan karyawan SD MI, diikuti sekitar 350 peserta,” ujar Ketua Panitia Dhony Fitrianto.

Sedangkan dari Seksi Acara, Feriyanto menjelaskan, tujuan kegiatan untuk merajut silaturahmi unsur sekolah dan elemen masyarakat. Acara serupa pernah digelar pada tahun sebelumnya.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi menjadi ajang berkumpul dan silaturahmi, yang selama ini belum saling kenal, melalui forum ini peserta bisa lebih saling mengenal, dan seluruh peserta tidak dipungut biaya,” jelas Feriyanto.

Ditambahkan oleh Feri, selain senam dan jalan sehat, penyelengara menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian doorprize dan hiburan.

Dalam kesempatan yang sama, Pengawas SD Kapanewon Tempel, Nurhayati menyatakan apresiasi atas digagasnya acara ini. Dia berharap melalui kegiatan ini, sumber daya manusia (SDM) khususnya di wilayah Tempel menjadi insan yang berkualitas.

“Kami berharap semua sehat lahir batin, dapat melaksanakan ketugasan sehari-hari dengan lancar, karena dengan badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula, dan kami tambahkan pula bahwa jumlah sekolah tingkat SD di Tempel tercatat sebanyak 34 sekolah, jadi ada 30 sekolah negeri dan swasta,  serta 4 sekolah MI,” ungkapnya. (sbd_kimtempel)




Pemkab Sleman Gelar Gebyar PAUD Holistik Integratif Tahun 2024

Sleman– Bertempat di Lapangan Pemda Sleman, pada hari Sabtu (14/9/2024) Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo telah membuka Gebyar PAUD Holistik Integratif tahun 2024 yang diikuti oleh pegiat dan pemerhati PAUD seluruh Kapanewon Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana dalam laporannya menyampaikan bahwa PAUD Holistik Integratif atau biasa disingkat PAUD HI adalah upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan secara menyeluruh dan terpadu.

“Tujuan adanya PAUD HI adalah untuk memenuhi kebutuhan anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi,” ungkap Edy.

Dalam kegiatannya PAUD HI memberikan layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, serta perlindungan.

“Layanan ini dilakukan untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak, sehingga menghasilkan anak yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia,” tambah Edy.

Edy menuturkan, Diadakannya acara Gebyar Kreativitas PAUD Holistik Integratif pagi itu antara lain, merealisasikan kegiatan dari Satuan Gugus Tugas PAUD HI se Kabupaten Sleman, meningkatkan Kerjasama antar organisasi mitra Dinas Pendidikan, menanamkan rasa kekeluargaan dan loyalitas kepada PAUD di Wilayah Kapanewon.

“Selain itu diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja seluruh pemerhati Pendidikan Anak Usia Dini sehingga dapat menghasilkan layanan lembaga PAUD yang berkualitas,” tutur Edy.

Edy menambahkan, kegiatan ini memiliki berbagai manfaat penting bagi perkembangan anak usia dini, terutama dalam memastikan pertumbuhan yang optimal melalui pendekatan terpadu. Beberapa manfaat utamanya, antara lain, perkembangan anak yang menyeluruh, kolaborasi Lintas Sektor, pendidikan Anak Usia Dini yang berkualitas, deteksi dini masalah perkembangan anak, penguatan peran keluarga dan yang teramat penting adalah mencegah stunting dan kekurangan Gizi.

“Gebyar PAUD Holistik Integratif ini diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan pada pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas sejak usia dini,” tutup Edy.

Tribun dan sisi utara Lapangan Pemda tampak semarak dihadiri oleh sekitar 900 orang termasuk 765 orang perwakilan dari 17 Kapanewon dengan berbagai inovasi kostum yang meriah. Setelah pembagian hadiah untuk para penggiat PAUD HI yang berprestasi dari berbagai kategori. Acara ditutup dengan defile dan atraksi dari masing-masing perwakilan Kapanewon. (SH/KIM Tempel)




Sediakan Wadah untuk Menyalurkan Bakat, Karang Taruna Bhakti Loka Condongcatur Gelar Turnamen E-Sport

Sleman – Karang Taruna Bhakti Loka Kalurahan Condongcatur mengadakan turnamen E-Sport Mobile Legend di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur 14-15 September 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 16 Tim dan dibuka langsung oleh Reno Candra Sangaji, Lurah Condongcatur.

Dalam sambutannya, Reno memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif Karang Taruna Bhaktiloka dalam menyelenggarakan turnamen ini.

Reno menekankan pentingnya kegiatan positif bagi pemuda di lingkungan kalurahan, dan turnamen ini menjadi wadah bagi mereka untuk menyalurkan bakat serta menjalin persahabatan.

“Saya sangat mengapresiasi upaya Karang Taruna yang telah membuat event ini. Selain sebagai ajang kompetisi, ini juga adalah kesempatan untuk saling mengenal dan membangun keakraban antarwarga,” ujar Reno, Sabtu (14/9/2024).

Reno berharap agar ke depan, kegiatan serupa dapat terus digelar dengan lebih banyak partisipasi dan dukungan.

“Saya berharap event seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi pemuda lain. Mari kita bangkitkan semangat positif dan kreativitas demi kemajuan bersama,” tambahnya.

Acara yang berlangsung di balai Kalurahan Condongcatur ini menarik perhatian banyak penggemar game dan pendukung dari masing-masing tim. Dengan antusiasme tinggi, para peserta bertanding secara kompetitif, memperebutkan hadiah menarik serta trofi untuk juara.

Ketua Karang Taruna Bhakti Loka Halen Juventina mengungkapkan rasa syukurnya atas partisipasi yang luar biasa dari peserta. Ia berharap turnamen ini bisa menjadi ajang silaturahmi dan meningkatkan kreativitas para pemuda di kalurahan Condongcatur.

“Dengan suasana yang ceria dan penuh semangat, turnamen AKSARA SAMITRA berhasil menjadi salah satu kegiatan yang dinanti oleh para pecinta Mobile Legend di daerah tersebut. Tim yang keluar sebagai juara diharapkan dapat mewakili Kalurahan Condongcatur dalam ajang yang lebih besar di masa mendatang,” ungkap Halen.

“Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mempererat komunitas dan mengembangkan potensi pemuda di wilayah kita,” tutup Halen. (Halen Juventina- KIM Depok)




PPK Tempel Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Pembentukan KPPS Untuk Pilkada Sleman 2024

Sleman – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pilkada Sleman tahun 2024 di Pendopo Kapanewon Tempel,pada Jum’at (13/09/2024) malam.

Rapat dihadiri oleh Ketua PPK dan anggota PPK Kapanewon Tempel Ketua PPS dan anggota dari 8 Kalurahan yang ada di Kapanewon Tempel.

Dalam sambutannya, Ketua PPK Kapanewon Tempel, Hartono mengatakan, bahwa Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2024 semakin dekat. Sebagai penyelenggara pemilihan, Hartono mengingatkan agar PPS lebih berhati-hati dan teliti dalam melakukan perekrutan KPPS,pentingnya mencari KPPS yang sehat secara jasmani dan rohani,serta memiliki kemampuan menulis,membaca,dan menghitung yang baik dan bisa menggunakan aplikasi android.

Hartono juga menjelaskan tentang tahapan pembentukan KPPS. Ia meminta agar PPS se-Kapanewon Tempel kompak dalam segala hal agar pembentukan KPPS sampai hari pemungutan suara nanti dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Hartono juga menyampaikan bahwa KPU dalam menjalankan tugasnya membutuhkan support dan dukungan dari tiap stakeholder, serta berharap adanya sinergi dalam pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Sleman tahun 2024.

“Tentu dalam hal ini, Pemerintah di tingkat Kapanewon, Kalurahan, Padukuhan dan RT/RW,kita berharap bisa bersinergi dalam rangka bagaimana kedepan kita untuk mensukseskan Pemilihan, salah satunya adalah dalam tahapan pembentukan KPPS,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota PPK Tempel yang mengampu Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia ,Aji Sadewo menjelaskan tentang mekanisme pembentukan KPPS. Ia memaparkan mulai dari persyaratan calon KPPS dan tahapan dalam perekrutan KPPS di PPS masing-masing.

Aji Sadewo meminta agar dalam merekrut KPPS sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan Pemilihan. Ia juga berharap agar anggota PPS dapat bekerja dengan baik dan profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Semoga dengan adanya rapat koordinasi ini, kita dapat mempersiapkan pembentukan KPPS dengan baik dan sukses,” ungkap nya.

Aji Sadewo juga menambahkan bahwa kegiatan hari ini merupakan rapat koordinasi untuk persiapan pembentukan KPPS yang akan dimulai tanggal 17 September 2024 sampai dengan 28 September 2024, serta mulai bekerja mulai 7 Nopember sampai dengan 8 Desember 2024, serta berharap dengan adanya rapat koordinasi ini tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari kaitannya dengan rekrutmen KPPS.

“Oleh karena itu rapat pada hari ini persiapan dan sosialisasi kepada seluruh stakeholder di Kalurahan masing masing, jadi setelah nanti dibuka rekrutmen tidak ada masalah, karena rekrutmen ini juga kadang-kadang masyarakat ada yang tidak mau, maka diperlukan kerjasama dengan pemangku wilayah setempat untuk turut mensosialisasikan,” tambahnya.(sbd_kimtempel)