Pengurus Pamdes dan Pamsimas Wilayah Sleman Barat Ikuti Uji Kompetensi Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Unit Distribusi SPAM

Sleman – Sebanyak 39 peserta yang berasal dari pengurus Pamdes dan Pamsimas di wilayah Sleman Barat melakukan sertifikasi Tenaga kerja konstruksi pada pelaksanaan Konstruksi Bangunan unit Distribusi SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) tahun 2024. Uji kompetensi ini meliputi uji praktek dan legalisasi yang dilaksanakan di Kalurahan Sendangsari Kapanewon Minggir pada hari Rabu (11/9/2024).

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman sebagai pihak penyelenggara memfasilitasi kegiatan tersebut dengan terlebih dahulu mengadakan simulasi pemasangan Sambungan Rumah (SR) mulai dari Taping dari pipa induk, pemasangan clamp sadle, penempatan lockable Valve, pemasangan water meter, letak ball Valve sampai sambungan rumah.

Simulasi pemasangan SR dipandu oleh PDAM Kabupaten Sleman cabang Godean tersebut dengan terlebih dahulu menerangkan assesoris yang dipakai. Khusus mengenai water meter, Nur dan Arif dari PDAM mengingatkan untuk berhati-hati dalam pengadaannya.

“Begitu banyaknya water meter dipasaran dengan berbagai kualitas menjadikan konsumen harus selektif dalam membelinya,” ujar Nur.

Nur menyarankan untuk memilih bahan Kuningan yang tidak korosif bilamana memilih water meter.

Sebagai bahan pengetahuan, Nur juga menyampaikan bahwa secara berkala water meter ini akan ditera untuk menjaga akurasinya.  “Meskipun tera yang dilakukan sebatas beberapa sampel di suatu wilayah,” ujarnya.

Dijelaskan juga oleh Nur, bahwa panjang dan ketinggian dari pemasangan jaringan SR ini tergantung dari pipa induk sampai dengan kran air yang terpasang. 

Dua asessor, Yudha dan Agus yang akan melakukan uji kompetensi kepada peserta memberi penjelasan awal terhadap proses sertifikasi yang akan dijalankan. Yudha dalam penjelasannya menyampaikan bahwa uji kompetesi melekat secara personal.

“Prosedur yang harus ditempuh adalah presensi secara online di awal dan akhir, sedangkan praktek yang difasilitasi oleh PDAM akan melihat kualitas pekerjaan dan sesuai dengan SOP (Standart Operating Procedure). Artinya dalam uji kompetensi atau sertifikasi tersebut meliputi 3 hal pokok yaitu skill, knowledge dan attitude,” jelas Yudha.

Agus, salah satu asessor yang hadir memberikan pembekalan mengenai penyambungan pipa HDPE yang dilakukan secara manual.

“Memerlukan ketelitian yang tinggi untuk menghasilkan sambungan yang sempurna. Hal yang terpenting adalah temperatur Standart sebesar 220 ° C yang harus terpenuhi dan juga tergantung dari ketebalan pipa HDPE-nya,” terang Agus.

Kegiatan dilanjukan dengan uji praktek dengan membuat rangkaian pipa untuk SR termasuk membuat senai/skur. Hasil rangkaian tersebut kemudian dilajutkan dengan pemasangan SR dengan memilih tempat pemasangan di Mushola yang dimulai dari penggalian lubang, pemasangan clamp sadle di Pipa HDPE, membuat lubang bor pada pipa induk sampai dengan pasangan rangkaian posnya.

Setelah uji praktek kemudian dilanjutkan dengan wawancara antara asessor dengan peserta yang sebelumnya dilakukan presensi awal. Setelah wawancara selesai dilanjutkan presensi akhir.

Dibagian akhir, Asessor memberikan penjelasan terhadap proses uji kompetensi yang baru saja berakhir dan menyatakan bahwa 39 peserta dinilai cakap dan dinyatakan lulus dalam ini kompetensi dan berhak memperoleh sertifikat sebagai tenaga kerja konstruksi dalam pelaksanaan konstruksi bangunan unit Distribusi SPAM. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




TP-PKK Kabupaten Kediri Kunjungi Pemkal Banyuraden Adopsi Strategi Penurunan AKI dan AKB

Kegiatan kaji tiru yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kediri di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Kamis (12/9/2024) memiliki tujuan utama untuk mempelajari dan mengadopsi strategi yang efektif dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Pemerintah Kalurahan Banyuraden telah menunjukkan prestasi dalam implementasi program-program kesehatan yang sukses, khususnya terkait dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan baru bagi Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di daerahnya.

Rombongan yang terdiri dari, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Tim Penggerak PKK Kediri dan Puskesmas Kabupaten Kediri diterima langsung oleh Sudarisman selaku Lurah Banyuraden didampingi Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama, Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri, serta Bidan Desa Puskesmas Gamping II di Ruang Rapat Kantor Pemerintah Kalurahan Banyuraden.

Dalam sambutannya, Sudarisman menyambut baik adanya kegiatan pengkajian penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi yang telah dilakukan pihaknya guna meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak.

“Di Banyuraden, dukungan masyarakat yang terlibat secara aktif dalam program-program kesehatan bersama Tim Penggerak PKK Banyuraden dan Puskesmas Gamping II menjadi salah satu pilar utama kesuksesan kegiatan,” terangnya.

Sementara itu, dr. Ika Tjandra dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mengemukakan bahwa maksud kegiatan yang dilakukan jajaranya untuk meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak di Kabupaten Kediri melalui adopsi praktik terbaik yang telah terbukti efektif di Kalurahan Banyuraden. Khususnya Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri berharap bahwa hasil dari kegiatan ini dapat diterapkan di wilayahnya dengan adaptasi yang sesuai agar tercapai penurunan AKI dan AKB secara signifikan.

Selain fokus pada upaya penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, kaji tiru ini juga untuk memperkuat program keluarga berencana (KB). Program KB menjadi bagian penting dari upaya menurunkan AKI dan AKB karena perencanaan kehamilan yang baik dapat mengurangi risiko kehamilan berisiko tinggi.

“Tim Penggerak PKK Kediri ingin melihat bagaimana edukasi terkait keluarga berencana dilakukan dan diterima oleh masyarakat di Banyuraden ini,” kata dr. Tjandra.

Menurutnya, kegiatan ini pun membuka peluang bagi Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri dalam mengeksplorasi cara meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan di daerah pelosok. Pihaknya dapat melihat bagaimana pelayanan kesehatan yang inklusif bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah yang sulit dijangkau. Karena itu, Tim dari Kabupaten Kediri ingin mempelajari strategi yang dapat diterapkan di wilayahnya dengan tantangan geografis yang serupa. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Siswa-Siswi Sekolah Lansia BKL Mugi Waras Sumbersari Jalani Kelas Terakhir pada Jenjang S3

Moyudan- Siswa-Siswi Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) Mugi Waras Sumbersari, Moyudan, menjalani pertemuan terakhir pada jenjang ,S3 (Standar 3) di Blendung, Sumbersari pada Minggu, 15/09/2024.

Pertemuan terakhir tersebut dihadiri oleh Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kapanewon Moyudan, didampingi oleh Dukuh Blendung Rizky Anas Ikhwanudin, dan diikuti oleh 50 siswa-siswi sekolah lansia. Para siswa sekolah tersebut telah melaksanakan sekolah pada jenjang S3 sejak tanggal 20 Februari 2024.

Pada kesempatan itu selalu pemberi materi adalah Koordinator PKB Kapanewon Moyudan Wahyu Aryanti Rosaria Bawaningsih. Wahyu memberikan materi tentang menjaga kesehatan pada bahwa lansia harus bisa menjaga kesehatan sendiri agar tetap sehat, antara lain dengan tidur nyenyak. Menurutnya, ridur nyenyak dapat memperbaiki sel-sel yang rusak dan membuang racun dari dalam tubuh. “Maka usahakan kita dapat tidur nyenyak. Tak usah melamun, tak usah susah hati ndhak malah penyakit berdatangan. Hidup dibuat happy saja,” ujarnya. Lebih lanjut Wahyu menerangkan tentang aktifitas fisik yang seimbang dan pengelolaan mental yang baik.

Mengakhiri paparannya, Wahyu Aryanti mengumumkan bahwa wisudah akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Oktober 2024. Selanjutnya ia atas nama penyelenggara sekolah lansia BKKBN menyampaikan terima kasihnya kepada ketua BKL Mugi Waras dan segenap siswa yang telah melaksanakan kegiatan sekolah dari S1 sampai S3. Segala kekurangan dan kekhilafan mohon dimaafkan. Hal tersebut ditanggapi oleh ketua BKL Hj. Djumanah yang juga mohon maaf atas kekurangan dan kesalahan smua siswa selama mengikuti kegiatan sekolah. Ia juga menyampaikan banyak terima kasih atas penyelenggaraan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi para siswa, keluarga dan masyarakat.
“Kami para lansia menjadi tahu tips-tips dalam menjaga kesehatan, bisa merawat diri, menjaga mental dan lain-lain sehingga tetap sehat, bisa mandiri, dan sungguh merasa bahagia, ” tuturnya. Eny MS/KIM Moyudan)




Peringati HAORNAS ke-41, Kapanewon Depok laksanakan Upacara Bendera dan Senam Bersama

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-41, Kapanewon Depok melaksanakan upacara bendera dilanjutkan senam bersama di halaman Kapanewon Depok, Jumat (13/9/2024).

Kegiatan ini diikuti Forkompim Kapanewon Depok dan melibatkan 3 kalurahan di wilayah Kapanewon Depok, yaitu Kalurahan Condongcatur, Kalurahan Caturtunggal dan Kalurahan Maguwoharjo. Kegiatan itu pun diikuti oleh guru-guru sekolah di lingkup Kapanewon Depok.

Bupati Sleman dalam amanat upacara yang dibacakan Panewu Depok, Wawan Widiantoro selaku inspektur upacara menyampaikan Hari Olahraga Nasional adalah suatu inisiatif untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif melalui partisipasi dalam berbagai aktivitas fisik. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya olahraga dalam menjaga kesehatan fisik dan mental, serta memotivasi masyarakat agar bergerak lebih banyak. Di samping itu, Hari Olahraga Nasional juga bertujuan membangun komunitas yang mendukung gaya hidup aktif, dan memperingatkan tentang risiko kekurangan aktivitas fisik.

“Dengan partisipasi yang lebih aktif dalam aktivitas fisik, masyarakat diharapkan akan mendapatkan manfaat kesehatan jangka panjang, seperti peningkatan kebugaran fisik, penurunan risiko penyakit kronis, dan peningkatan kesejahteraan mental,” tuturnya.

Lebih lanjut, Hari Olahraga Nasional dapat menjadi sarana promosi berbagai nilai, seperti persatuan, disiplin, dan semangat sportifitas. Melalui inisiatif ini, diharapkan kesadaran pentingnya berolahraga ataupun aktivitas fisik akan semakin meningkat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Dengan memulai gaya hidup sehat sejak usia dini, generasi mendatang dapat memiliki fondasi kesehatan yang kuat.

Selain manfaat kesehatan, HAORNAS menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan sosial melalui partisipasi dalam kegiatan olahraga bersama teman atau keluarga. Hal ini dapat membangun komunitas yang kuat dan mempromosikan semangat kebersamaan.

“Secara keseluruhan, Hari Olahraga Nasional memiliki dampak positif yang luas pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, serta mempromosikan nilai-nilai positif yang terkait dengan kegiatan olahraga,” pungkas Wawan.

Pada kesempatan itu, Wawan pun memberikan apresiasi kepada Pamong Kalurahan yang ikut berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Korpri, yang diselenggarakan pada awal Agustus 2024, dalam rangka HUT Korpri ke-52 tahun 2024.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Senam Sleman Bangkit, bersama seluruh peserta upacara. (Wasana/Kim Depok)




Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP Kapanewon Gamping Tetapkan 74.015 Pemilih

Sleman – Berdasarkan rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) tingkat kapanewon, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping menetapkan jumlah pemilih Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2024 di wilayah Kapanewon Gamping sebanyak pemilih dengan rincian laki-laki sejumlah pemilih dan Perempuan sejumlah pemilih yang tersebar di 141 tempat Pemungutan Suara (TPS).

Rapat pleno terbuka yang berlangsung di Ruang Rapat Wirasuta Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping, Rabu (11/9/2024) tersebut dipimpin oleh Ketua PPK Gamping, Abdul Kariem. Acara itu ikut dihadiri oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana bersama Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP. Sandro Dwi Rahardian yang menyaksikan jalannya proses rekapitulasi yang dinamis demi melindungi hak konstitusional warga negara untuk berpartisipasi dalam pemilihan.

Pada kesempatan ini, Panewu Gamping menuturkan proses pleno terbuka ditujukan untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilihan. Ketika masyarakat melihat data pemilih disusun dengan teliti dan melibatkan banyak pihak, maka kepercayaan terhadap integritas pemilihan akan meningkat.

Adanya kepercayaan masyarakat  terhadap integritas pemilihan dapat membantu mengurangi potensi konflik dan sengketa pasca pemilihan. Sebab masyarakat yakin bahwa pemilu berjalan sesuai aturan, sehingga kecurigaan akan kecurangan atau manipulasi dapat ditekan. Hal itu pada akhirnya akan meminimalkan protes, tuntutan hukum, ataupun aksi kekerasan yang biasanya muncul akibat ketidakpuasan terhadap hasil pemilihan yang dianggap tidak adil.

“Dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat, maka partisipasi masyarakat dalam proses pemilihan cenderung lebih tinggi,” imbuh Tamzis.

Sementara itu, salah satu anggota PPK Gamping Divisi Data dan Informasi, Fairus Syarifah mengemukakan selain keterbukaan, rapat pleno juga memberikan kesempatan bagi Panwaslu Kecamatan Gamping dan masyarakat, untuk memberikan masukan terkait daftar pemilih. Partisipasi masyarakat dapat membantu mengidentifikasi kesalahan data, seperti pemilih ganda atau pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat.

Melalui gelaran rapat secara terbuka, penyelenggara pemilu berupaya mengantisipasi potensi sengketa terkait daftar pemilih yang dapat timbul pada tahap berikutnya. Karenanya, segala keberatan atau perbedaan pendapat dapat secara langsung diselesaikan dalam forum agar meminimalkan kemungkinan sengketa di waktu mendatang.

Proses rapat pleno terbuka memberikan ruang bagi publik, terutama perwakilan dari peserta pemilihan maupun pengawas pemilu untuk mengawasi langsung rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan secara transparan.

“Transparansi ini penting untuk mencegah kecurigaan dan tuduhan adanya manipulasi data pemilih dalam pemilihan,” tegas Fairus. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)