PPK – PPS se-Kapanewon Gamping Samakan Pemahaman Siapkan Pleno DPSHP

Ditujukan untuk menyelaraskan komunikasi dan koordinasi antara seluruh penyelenggara teknis pemilu maka Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kapanewon Gamping bersama seluruh anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kapanewon Gamping menggelar rapat koordinasi agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dalam proses penyusunan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) pada pemilihan bupati dan wakil bupati sleman 2024 yang berlangsung di Ruang Demang Cokrodikromo, Kantor Kapanewon Gamping, Kamis malam (5/9/2024).

Rakor yang dipimpin oleh Fairus Syarifah Islami selaku Anggota PPK Gamping Divisi Perencanaan, Data dan Informasi membahas mengenai persiapan rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan yang akan dilaksanakan secara simultan pada hari Sabtu tanggal 7 September 2024 di tingkat PPS se-Kapanewon Gamping.

Dalam paparannya, Fairus menyampaikan salah satu tujuan utama dari rapat koordinasi ini adalah memastikan seluruh data pemilih yang masuk ke dalam DPSHP telah diperbaiki dan diperbarui secara akurat. Sehingga, hak pilih setiap warga negara yang memenuhi syarat dapat terjamin, sekaligus meminimalisir adanya pemilih ganda atau pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) sebagai pemilih.

“Proses ini melibatkan verifikasi ulang data pemilih, perbaikan kesalahan, dan penghapusan data pemilih yang tidak memenuhi syarat, serta penambahan bagi yang belum terdaftar dengan sasaran daftar pemilih yang akan digunakan pada Pemilihan mendatang benar-benar akurat dan valid,” tutur Fairus.

Untuk itu, perlu dilakukan identifikasi berbagai permasalahan teknis yang mungkin muncul dalam proses rapat pleno terbuka rekapitulasi DPSHP melalui pengumpulan berbagai masukan baik dari PPS maupun PPK agar masalah-masalah yang timbul dapat segera ditangani sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Lebih lanjut, Ia menambahkan masyarakat dapat terlibat dalam proses pemutakhiran data pemilih melalui pemberian masukan dan memastikan hak pilih masyarakat telah terdaftar dengan benar. Termasuk mendiskusikan mekanisme Panitia Pemungutan Suara dan Panitia Pemilihan Kecamatan dalam menerima dan mengakomodasi masukan dari peserta rapat pleno maupun masyarakat terkait data pemilih.

“Melalui rapat koordinasi ini, kita dapat menyusun langkah-langkah strategis untuk memastikan pelaksanaan pleno DPSHP berjalan lancar,” ucap Fairus.

Panitia Pemungutan Suara di masing-masing kalurahan harus mempersiapkan segala kebutuhan teknis pelaksanaan pleno terbuka Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan di tingkat kalurahan yang mencakup persiapan dokumen, penetapan tempat dan waktu, serta pelibatan pihak-pihak terkait seperti pemerinah kalurahan, pengawas pemilu tingkat kalurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Ketua Tim Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Caturtunggal Terima Kunjungan Studi Tiru Desa Beregbeg Kabupaten Ciamis

Caturtunggal – Dalam upaya peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilan kader posyandu, Desa Beregbeg, Kecamatan Beregbeg, Kabupaten Ciamis, mengadakan kunjungan studi tiru ke Kalurahan Caturtunggal, pada Kamis (05/09). Acara ini berlangsung di Pendopo Puspadenta dan dihadiri oleh 60 orang peserta yang terdiri dari perangkat desa dan kader posyandu Desa Beregbeg.

Rombongan diterima langsung oleh Plt Lurah Caturtunggal, yang didampingi oleh Ketua BPKal Caturtunggal, Ketua PKK Caturtunggal, Ketua Pokja Posyandu, serta beberapa tokoh lainnya. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Beregbeg, Oway, Ketua BPD Beregbeg, Pendamping Desa, Ketua PKK dan Ketua Posyandu Desa Beregbeg.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Beregbeg, Oway, menjelaskan tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memperkaya wawasan kader posyandu di bidang kesehatan masyarakat dan pelayanan posyandu, dengan harapan agar nantinya ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di Desa Beregbeg.

“Harapannya kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi para kader posyandu Desa Beregbeg dalam menjalankan tugas-tugas, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat desa”, ungkap Oway.

Plt Lurah Caturtunggal, Aminudin Aziz, dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan Desa Beregbeg yang memilih Kalurahan Caturtunggal sebagai tujuan studi tiru.

Ia juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan dan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta meningkatkan kerja sama antara kedua desa.

“Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dasar di masyarakat memiliki peran yang sangat vital, terutama dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak serta pencegahan stunting,” ujar Aziz. (oktaviana)




Kodim 0732/Sleman Gelar Karya Bakti di Padukuhan Margorejo

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo menerima program Karya Bakti  Satkowil Semester II tahun 2024 dari Kodim 0732/Sleman pada Kamis (5/9/2024). Program ini mengambil sasaran berupa pengecoran jalan tembus dari Padukuhan Ngamboh sampai dengan Padukuhan Tepus Kalurahan Margorejo Kapanewon Tempel.

Karya Bakti ini sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat diwilayah teritorial, serta upaya membantu pemerintah daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan secara fisik dan dalam rangka percepatan pembangunan diwilayah untuk pemberdayaan pertahanan aspek darat.

Gotong-royong dilaksanakan oleh anggota Koramil 0732/Sleman bersama personil siaga yang di pimpin Danramil Tempel Kapten Inf Sudjana dan warga masyarakat Ngamboh.

“Kegiatan Karya Bhakti TNI Ini adalah Wujud nyata dari TNI AD khususnya kodim 0732/Sleman dalam rangka Pengabdian kepada Rakyat agar Masyarakat dapat merasakan Manfaat dari keberadaan TNI AD Sebagai Satuan Satkowil yang akan selalu siap membantu Meringankan beban Masyarakat dalam Hal apapun, untuk itu kegiatan karya bakti ini mengambil tema TNI AD bersama rakyat bersatu dengan alam untuk mengatasi kesulitan rakyat,” ungkap Kapten Inf Sudjana.

Sementara itu, Bagus Nurrohman , selaku Dukuh di Padukuhan Ngamboh menyampaikan ucapan terima kasih dan kepada TNI yang selalu berada di masyarakat dan sangat peduli dengan seluruh warga. (sbd/KIM Tempel)




UPT Damkar Sleman Latih Warga Nogosaren Tangani Kebakaran

Sleman – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan penanggulangan bencana kebakaran, di Padukuhan Nogosaren, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Rabu (4/9/2024). Pelatihan ini bertujuan untuk membekali masyarakat akan keterampilan dasar dalam penanggulangan kebakaran sekaligus meningkatkan kesadaran warga mengenai bahaya yang ditimbulkan.

Pelatihan yang diikuti oleh 40 warga Dusun Nogosaren tersebut, dihadiri Kepala Seksi Pencegahan Kebakaran UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman, Suwandi, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Nogotirto, Serda Surachmadi, Bhabinkamtibmas Nogotirto, Aiptu Eko Yulianto, Dukuh Nogosaren, Solikhin Nurcahyo, Ketua RT, serta Ketua RW setempat.

Pada kesempatan itu, warga diberi materi terkait dasar penanggulangan dan pencegahan kebakaran, serta praktik lapangan. Teori disampaikan oleh Sumarjono selaku penyuluh UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman. Sementara kegiatan praktik lapangan yang diberikan berupa identifikasi potensi bahaya serta upaya pencegahan terjadinya kebakaran.

Sumarjono dalam paparannya menegaskan ketika terjadi kebocoran tabung gas yang memicu api, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mematikan sumber gas. Namun apabila memungkinkan, segera matikan regulator yang terhubung ke tabung gas untuk menghentikan aliran gas saat api masih belum membesar.

“Matikan juga sumber listrik di sekitar lokasi untuk mencegah percikan yang bisa memicu ledakan lebih besar,” imbuhnya.

Untuk menguji kesiapsiagaan para peserta pelatihan dalam menghadapi bencana kebakaran, maka diadakan simulasi kebakaran yang dirancang sedemikian rupa agar menyerupai kondisi nyata. Simulasi ini berguna untuk mengukur sejauh mana masyarakat siap menghadapi situasi darurat, serta mengidentifikasi area mana saja yang perlu diperbaiki dalam penanganan kebakaran.

Lebih lanjut, warga juga diajarkan keterampilan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) yang berisi serbuk kimia kering, termasuk teknik evakuasi yang benar serta langkah pertama yang harus diambil saat kebakaran terjadi. Dengan keterampilan ini, masyarakat dapat tanggap terhadap situasi darurat sehingga bisa menyelamatkan nyawa dan harta bendanya.

“Saat menggunakan APAR, berdirilah sekitar 1,5 hingga 2 meter dari api, dan selalu perhatikan arah angin untuk menghindari terkena asap atau bahan kimia,” tegas Sumarjono.

Apabila alat pemadam api ringan tidak tersedia dan kebakaran masih dalam tahap awal, maka bisa menggunakan kain selimut basah atau karung goni basah untuk menutupi api. Kain basah tersebut dapat membantu memadamkan api dengan mengurangi oksigen di sekitarnya.

Di akhir kegiatan, Kepala Seksi Pencegahan Kebakaran UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman, Suwandi mengharapkan masyarakat sebagai peserta pelatihan dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya, dan memberikan contoh kepada orang lain untuk lebih peduli terhadap pencegahan kebakaran. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pemkal Margorejo dan BNN Sleman Gelar Sosialisasi Pencegahan Narkoba

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo Kapanewon Tempel Kabupaten Sleman, bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman melakukan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), di Gedung Serbaguna Kalurahan Margorejo, Rabu pagi (4/9/2024).

Hadir dalam kesempatan ini Lurah Margorejo, Abdul Aziz Muh Ridwan beserta seluruh Pamong Kalurahan Margorejo, Babinkamtibmas Margorejo, dan Asisten Konselor BNN kabupaten Sleman, Sumasdita.

Pada kesempatan itu, Lurah Margorejo menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan Pamong Kalurahan yang lebih luas ke seluruh masyarakat Margorejo agar bebas dan bersih dari penyalahgunaan narkoba dan zat psikotropika sejenisnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata Pemerintah Kalurahan Margorejo dalam memerangi narkoba.

“Hal ini karena masalah narkoba merupakan ancaman serius bagi seluruh masyarakat. Apalagi di Margorejo sudah dikukuhkan sebagai Satgas P4GN yaitu di Padukuhan Kemiri, sehingga patut dilakukan secara periodik demi kebersihan dan keamanan lingkungan kerja dan masyarakat dari aktivitas yang membahayakan dan merugikan seperti narkoba. Jadi dapat lebih dimaksimalkan lagi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” ungkap Ridwan.

Sementara itu Asisten Konselor BNN Kabupaten Sleman, Sumasdita menyampaikan ketahanan diri masyarakat yang anti narkoba harus sering dilakukan dalam bentuk edukasi dan kerjasama yang persuasif.

“Acara ini merupakan bentuk tindakan edukasi dan kerjasama persuasif Kalurahan Margorejo dengan BNN Kabupaten Sleman demi menciptakan ketahanan diri masyarakat yang anti narkoba. Karena semakin maraknya peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Sleman, perlu adanya peran serta masyarakat. Targetnya adalah membentuk masyarakat Kalurahan Margorejo, Tempel ini menjadi wilayah bersih narkoba,” tuturnya.

Sumasdita menambahkan, kegiatan tersebut merupakan upaya mengantisipasi, serta mitigasi ancaman narkoba. Untuk mewujudkan hal itu, perlunya dukungan dan kerja sama dari berbagai macam kalangan terutama dari lembaga pemerintah.

“Variabel utama dalam pencegahan narkoba di antaranya ketahanan keluarga, ketahanan masyarakat, kewilayahan, kelembagaan dan hukum. Keluarga mempunyai tanggung jawab yang besar dalam membentuk karakter anak. Keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat merupakan wadah utama sosialisasi anak menuju kepribadian yang lebih dewasa,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi P4GN ini diharapkan tidak saja dilakukan semata-mata oleh BNN Kabupaten Sleman. Namun Pemerintah Kalurahan Margorejo dan kelurahan yang lainnya juga bisa berkontribusi dalam upaya pencegahan peredaran narkotika. (Sih Budi Daryanto / Kim Tempel)