Sosialisasi Penumbuhan PUSKESOS untuk Membangun Kesadaran akan Layanan Perlindungan Sosial

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo Kapanewon Tempel melaksanakan Sosialisasi Penumbuhan Pusat Kesejahteraan Sosial (PUSKESOS) di Kalurahan Magorejo, Tempel, Selasa (3/9/2024). Kegiatan ini   menghadirkan narasumber Siwi Yulianti, Kamituwa Kalurahan Sumberejo.

Kamituwa Margorejo, Anwar Insani menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan oleh PUSKESOS.

“Warga akan diberikan informasi mengenai program-program pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, dan bantuan sosial lainnya yang dapat membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan. Selain itu juga untuk memberikan kemudahan akses kepada warga miskin dan rentan miskin dalam memanfaatkan layanan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.” ungkap Anwar.

Anwar berharap, sosialisasi PUSKESOS ini menjadi langkah awal yang membawa perubahan positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui kerja sama antara PUSKESOS dan warga, diharapkan kemiskinan dapat dikurangi secara signifikan dan masyarakat dapat hidup dengan lebih sejahtera dan berdaya,” tambahnya.

Dalam materi nya, Siwi Yulianti menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan PUSKESOS

“Pusat Kesejahteraan Sosial atau Puskesos adalah lembaga yang memusatkan perhatian pada penyediaan layanan perlindungan sosial bagi individu yang membutuhkan bantuan. Sosialisasi ini merupakan upaya pemerintah Kalurahan Margorejo untuk memperkenalkan peran dan manfaat PUSKESOS kepada masyarakat setempat. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan aksesibilitas warga yang membutuhkan terhadap program-program perlindungan sosial yang disediakan oleh PUSKESOS,”  ungkap Siwi.

Siwi Yulianti menambahkan dengan kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan perwakilan dari PUSKESOS.

“Warga dapat mengajukan pertanyaan, menyampaikan keluhan, atau memberikan masukan terkait layanan yang diberikan. Hal ini diharapkan dapat memperbaiki efektivitas dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh PUSKESOS kepada warga Kalurahan Margorejo. Dalam kesempatan ini juga disampaikan informasi penting mengenai lokasi PUSKESOS terdekat, jam operasional, serta jenis layanan yang tersedia. Selain itu, warga juga akan diberikan penjelasan mengenai prosedur pendaftaran dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengakses bantuan perlindungan sosial yang disediakan,” tambah Siwi. (sbd_kimtempel)




Bupati Sleman Serahkan 87 Sertifikat Tanah Warga Terdampak Pengadaan Jalan Prambanan-Lemahbang

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyerahkan sertifikat tanah hak milik warga terdampak pengadaan tanah ruas jalan Prambanan-Lemahbang Kalurahan Gayamharjo. Penyerahan sertifikat dilakukan di kantor Kalurahan Gayamharjo pada Senin (2/8).

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman, Agung Armawanta, menyebutkan pada acara tersebut pihaknya menyerahkan sebanyak 87 sertifikat dari pengadaan segmen B, dari total 454 sertifikat. Dijelaskan bahwa pengadaan lahan ini dibagi menjadi dua segmen, yakni segmen A dengan luas 189,528 m² dan panjang 4,6 km, dan segmen B seluas 147,227 m² dan panjang 4,5 km.

“Segmen A terdapat 358 bidang terdampak, sedangkan bidang yang disertifikatkan sebanyak 266 bidang. Sedangkan segmen B terdapat 309 bidang terdampak, dengan bidang yang disertifikatkan sebanyak 188 bidang. Bidang yang disertifikatkan adalah bidang yang sedari awal telah memiliki sertifikat,” jelasnya.

Sertifikat tanah yang diserahkan seluruhnya terdapat di Kalurahan Gayamharjo, dengan rincian 60 sertifikat terdapat di Padukuhan Gayam, 15 sertifikat terdapat di Padukuhan Lemahbang, dan 12 sertifikat terdapat di Padukuhan Nawung. Sedangkan sertifikat yang belum diserahkan saat ini masih dalam proses administrasi di Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Bupati Kustini mengatakan penyerahan sertifikat tanah ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memberikan kepastian hukum akan hak-hak atas kepemilikan tanah yang dimiliki masyarakat. Menurutnya dengan dimilikinya dokumen sertifikat tanah maka status kepemilikan tanah menjadi jelas karena memiliki kekuatan yuridis dalam perlindungan hak kepemilikannya.

“Kepada masyarakat penerima sertifikat tanah, saya berharap untuk dapat merawat dokumen ini dengan sebaik-baiknya dan dapat memaksimalkan aset tanah tersebut untuk kesejahteraan para penerima,” ucapnya.




Jalan Sehat Warga Salakan Pererat Hubungan Antar Warga dan Kenali Wilayah

Rangkaian peringatan hari kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia di Padukuhan Salakan ditutup dengan kegiatan jalan sehat yang dilaksanakan pada hari Minggu (1/8/2024). Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi warga untuk mengenal lebih dekat daerah mereka. Melalui rute jalan sehat yang melintasi berbagai sudut padukuhan maka warga bisa lebih mengenal wilayah yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

Jalan sehat yang dimulai dengan pengibaran bendera start oleh Dukuh Salakan, Suyana diikuti ratusan warga yang berdomisili di hingga . Padukuhan Salakan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping.

Dengan mendorong warga untuk lebih sering berjalan kaki, diharapkan penggunaan kendaraan bermotor dapat berkurang, sehingga mengurangi polusi udara di lingkungan sekitar. Kesadaran akan pentingnya lingkungan yang sehat juga menjadi salah satu pesan yang ingin disampaikan melalui acara ini.

“Hari ini kita akan memulai sebuah kegiatan yang bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. Mari kita nikmati setiap langkah yang kita tempuh hari ini dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur. Dengan memohon ridho Allah SWT, saya nyatakan acara jalan sehat pada hari ini dimulai,” ucap Suyana sambil mengangkat bendera sebagai tanda dimulainya jalan sehat.

Sambil mengelilingi kampung, Ia menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi momen yang tepat untuk mempererat hubungan antar warga. Melalui kegiatan bersama maka interaksi sosial antar warga dapat meningkat sehingga tercipta lingkungan yang lebih harmonis dan solid. Kebersamaan dalam acara ini diharapkan mampu memperkuat rasa kekeluargaan dan saling peduli di antara warga.

Selain itu, dengan membiasakan pola hidup sehat melalui jalan sehat diharapkan kualitas hidup warga meningkat, baik dari segi kesehatan fisik maupun mental dan diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang terus dipraktikkan oleh warga.

Suyana berharap kegiatan jalan sehat ini dapat memberikan energi positif bagi semuanya, serta semakin memperkokoh persatuan dan kekompakan warga Salakan sebagai satu keluarga besar demi menjaga kesehatan dan keharmonisan di lingkungan Padukuhan Salakan.

Sebagai bentuk penghargaan bagi warga yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mengikuti acara jalan sehat, panitia kegiatan menyediakan ratusan hadiah berupa peralatan rumah tangga dan perangkat elektronik yang dibagikan kepada peserta melalui pengambilan nomor undian.

Untuk memeriahkan suasana di sela-sela pengundian hadiah, peserta jalan sehat dapat melakukan cek kesehatan berupa tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat dari Posyandu serta menyaksikan pertunjukan seni dan kreativitas warga yang menampilkan bakat dan kreasinya sekaligus memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal.

Lewat sajian pertunjukan seni yang berkualitas dalam kegiatan jalan sehat tidak hanya dipandang sebagai kegiatan fisik, tetapi juga sebagai wadah yang mendukung perkembangan seni dan budaya sehingga memperkuat citra positif acara dan komunitas di mata warga maupun pihak luar. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




PPK dan PPS di Kapanewon Tempel Ikuti Bimtek Segmentasi Pemilih Pilkada Sleman

Sleman – Dalam rangka pelaksanaan Tahapan Sosialisasi Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Sleman tahun 2024, PPK Kapanewon Tempel beserta 8 (delapan) PPS se Kapanewon Tempel menghadiri undangan dari KPU Kabupaten Sleman dalam acara Bimbingan Teknis materi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2024.

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Grand Keisha, Jl. Gejayan Soropadan XII/No.9, Kaliwaru, Condongcatur Depok Sleman pada Senin (2/9/2024) ini membahas sub materi Segmentasi Sosialisasi dan diikuti oleh Divisi SDM Partisipasi Masyarakat dan Sosialisasi Pendidikan Pemilih (SDM Parmas dan Sosdiklih) PPS.

Ketua KPU Kabupaten Sleman, Ahmad Baehaqi dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman akan dilaksanakan pada Rabu Pon, 27 November 2024.

Dirinya menambahkan, Asas Pemilu adalah Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (Luber dan Jurdi).Itulah sekelumit sosialisasi Pilkada Tahun 2024 yang biasanya disampaikan para penyelenggara Pilkada diseluruh tingkat baik KPU RI, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota maupun yang di Badan Adhoc seperti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) saat melaksanakan sosialisasi kepada beberapa elemen atau kelompok masyarakat.

“Berbagai elemen atau kelompok masyarakat yang menjadi sasaran Sosialisasi Pilkada Tahun 2024 antara lain, kelompok perempuan, kelompok agama, kelompok seniman, kelompok pemuda, kelompok organisasi sosial kemasyarakatan sampai dengan kelompok pinggiran (marginal) seperti kelompok penyandang cacat,” demikian ungkap Ahmad Baehaqi.

Ditambahkan oleh Ahmad Baehaqi bahwa pilihan kelompok sasaran Sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2024 disesuaikan dengan kondisi masyarakat sekitar.

Selanjutnya, Zen Risna dalam materinya yang mengambil tema “Strategi Komunikasi Dalam Sosialisasi Dan Pendidikan Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2024,menyampaikan tentang Strategi Komunikasi Dalam Perspektif Membangun Personal Branding Bagi PPK Dan PPS.

“Hal terpenting dalam menjalani proses kehidupan adalah “berkomunikasi”. Lalu tujuan menguasai skill public speaking,utamanya membangun rasa percaya diri, mengendalikan rasa takut,mengendalikan emosi diri sendiri ketika berhubungan dengan orang lain,” ungkap Zen.

Pemateri selanjutnya, Andi Ahmad Akbar Zulfikar, menyampaikan materi tentang pembuatan konten video.




Dukung Layanan Prima, Caturtunggal Adakan Pekan PBB Pasca Jatuh Tempo

Caturtunggal – Dalam upaya meningkatkan pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pemerintah Kalurahan Caturtunggal telah melaksanakan Pekan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahap VI. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 26 hingga 29 Agustus 2024, mencakup 20 padukuhan yang ada di wilayah Kalurahan Caturtunggal.

Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat yang belum sempat membayar pajak PBB, yang jatuh tempo pada bulan Juni 2024. Pemerintah Caturtunggal menyadari pentingnya memberikan kesempatan bagi warga untuk memenuhi kewajiban pajak mereka, meskipun jatuh tempo telah lewat.

Sebagai bentuk pengingat dan peringatan, warga yang melakukan pembayaran setelah jatuh tempo dikenakan denda sebesar 2% dari total pajak yang harus dibayarkan. Denda ini diterapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih disiplin dalam memenuhi kewajiban pajak di masa mendatang.

Kaur Danarta, Sunarjo menyampaikan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ini.

“Pekan Pembayaran PBB ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kalurahan Caturtunggal dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan warga terhadap kewajiban pajak, serta mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang akan digunakan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur,” ujarnya, Kamis (29/8/2024).

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari warga, karena mempermudah mereka dalam melakukan pembayaran, terutama bagi yang mengalami kendala pada waktu pembayaran sebelumnya.

“Pemerintah Kalurahan Caturtunggal juga berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan publik, termasuk dalam hal pembayaran PBB, demi kesejahteraan bersama dan pembangunan daerah,” imbuh Sunarjo. (Oktaviana/KIM Depok)