Komunitas Banyu Bening Manfaatkan Air Hujan Sebagai Air Minum Yang Sehat

Menyongsong ritual tahunan Kenduri Banyu Udan ke-9 dan meningkatkan pemahaman serta kemampuan penerapan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) secara lebih efektif demi tercapainya peningkatan kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, maka Sekolah Air Hujan Banyu Bening menggandeng Unit Pelaksana Teknis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ngaglik I menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis bagi tokoh masyarakat yang berlangsung di Ruang Pertemuan Komunitas Banyu Bening, Dusun Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (31/8/2024).

Kegiatan Sabtu Belajar yang mengangkat tema peran media dalam penyebarluasan informasi mengenai pengelolaan air minum yang sehat tersebut dihadiri oleh Ketua Komunitas Banyu Bening, Sri Wahyuningsih dan berbagai elemen masyarakat antara lain Kepala Padukuhan, Ketua Rukun Warga, serta tokoh masyarakat yang menerima materi pelatihan dari Amilda Utami selaku Kepala Sanitarian Puskesmas Ngaglik I.

Dalam paparan materi Sanitasi Sosial Berbasis Masyakat, Amilda menyampaikan perlunya pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter bagi masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan demi menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.

“Pelibatan tokoh masyarakat dalam penyusunan strategi dan rencana aksi yang efektif untuk mengimplementasikan program STBM sangat diperlukan pada komunitas masing-masing,” tegasnya.

Menurut Amilda, ada lima pilar STBM yang memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari risiko penyakit diantaranya tidak melakukan buang air besar sembarangan, mencuci tangan dengan air menggunakan sabun, mengolah air minum yang aman, mengelola sampah rumah tangga, serta mengelola limbah cair rumah tangga.

Kelima pilar tersebut bekerja secara sinergis untuk membangun kesadaran dan praktik sanitasi yang baik di lingkungan masyarakat. Apabila diterapkan secara efektif maka diharapkan dapat menurunkan angka penyakit menular dan meningkatkan kualitas kesehatan serta lingkungan hidup masyarakat.

Lebih lanjut, Sri Wahyuningsih selaku Ketua Komunitas Banyu Bening mengatakan bahwa selain edukasi diperlukan peran dari media informasi dalam meningkatkan kesadaran publik tentang isu-isu kritis terkait air minum. Melalui penyebaran informasi yang memuat kasus-kasus kontaminasi air, kekeringan, maupun masalah akses air bersih di berbagai wilayah maka dapat membantu membangkitkan perhatian publik terhadap pentingnya menjaga sumber air dan praktik pengelolaan air yang baik.

Media informasi dapat menyebarluaskan teknologi pengolahan air minum yang inovatif dan dapat diakses oleh masyarakat luas seperti yang dilakukan oleh Komunitas Banyu Bening yang telah memanfaatkan air hujan sebagai air minum yang menyehatkan demi meningkatkan kualitas air minumnya untuk kesehatan masyarakat.

“Kesadaran yang dibangun melalui media informasi ini seringkali mendorong masyarakat untuk lebih bertanggung jawab dalam penggunaan dan pengelolaan air,” terangnya. (Adnan Nurjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Lembayungfest2 Kalurahan Lumbungrejo Tahun 2024 Resmi Ditutup

Sleman – Setelah berlangsung selama 3 (tiga) hari , pagelaran Gelar Budaya dan UMKM dengan tema Lembayung ( Lumbungrejo Berbudaya UMKM Disengkuyung) kedua tahun 2024 yang berlangsung di Lapangan Lumbungrejo Kapanewon Tempel sudah selesai. Penutupan ditandai dengan penampilan 3 (tiga) grup kesenian Jathilan dari Padukuhan Ngepos berupa Jathilan “Dhemit Krasak” , kemudian disusul penampilan grup Jathilan “Eko Kridho Busono” dari Padukuhan Kromodangsan serta sebagai penampil terakhir penampilan grup Jathilan “Sinar Naron Indonesia” yang menjadi bintang tamu Utama di sepanjang Minggu (1/9/2024).

Lembayungfest2 2024 Lumbungrejo ini dari penyelenggaraan mulai hari Jum’at (30/8/2024) dimeriahkan dengan Lomba Kirab Bergodo antar Padukuhan, senam massal lansia, lomba adzan tingkat anak, parade kesenian tradisional, parade Hadroh , panembromo dan banyak lagi.

Dalam sambutannya sesaat sebelum pertunjukan yang terakhir, Lurah Lumbungrejo M Misbah Al Hakim mengatakan agenda kegiatan hari ketiga ini,

“Pada penutupan acara hari ini, Lembayungfest2 Lumbungrejo akan diramaikan dengan penampilan bintang tamu grup kesenian Sinar Naron Indonesia dari Padukuhan Barongan Kalurahan Banyurejo sebagai penutup acara dari Gelar Budaya dan UMKM ini, setelah sebelumnya berbagai grup kesenian dari masing-masing Padukuhan se Kalurahan Lumbungrejo sudah ditampilkan,” tutur Misbah ketika ditemui di lokasi.

Menurut Misbah selain berbagai rangkaian acara yang menarik, juga ikut diramaikan dengan para pegiat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) .

Ditotalkan sebanyak 15 stand pegiat UMKM Lumbungrejo membuka stan pada acara Lembayungfest2 tersebut, dengan beragam produk lokal yang dijajakan.

“Karena dalam acara akbar ini. Kami ingin para pelaku UMKM bisa terlibat di sini. Agar mereka bisa menjajakan produk mereka dan dikenal oleh pengunjung yang hadir, sebagai bentuk nyata pemerintah Kalurahan Lumbungrejo menyengkuyung (mendukung) UMKM,” tambahnya.

Misbah menuturkan, perhelatan yang bertepatan dengan peringatan HUT RI ke 79 merupakan salah satu agenda kegiatan terbesar di wilayah Kalurahan Lumbungrejo pada tahun ini.

“Lembayungfest2 tahun Alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar, ini melibatkan seluruh stakeholder dan masyarakat se Kalurahan Lumbungrejo, Kami menghaturkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam pelaksanaan event ini, baik pamong Kalurahan, relawan, para sponsor, seluruh lembaga kemasyarakatan Kalurahan, serta semua pihak yang tidak bisa di sebutkan satu persatu, tentu saja banyak kekurangan dari hal apapun kami mohon maaf dan mudah mudahan event ini dapat menjadi ajang untuk meningkatkan sinergitas antar masyarakat sekaligus sebagai simbol kebangkitan segala aktivitas warga,” tandasnya. (sbd_kimtempel)




Puncak Peringatan HUT RI Ke-79 di Sombangan Sumbersari

Moyudan – Dalam memperingati HUT RI Ke-79 tahun 2024 ini Muda-Mudi Mekar Arum mengadakan berbagai macam lomba yang diikuti oleh seluruh warga, baik balita sampai dewasa. Kegiatan tersebut berlangsung dari awal bulan Agustus 2024.

Sebagai puncak acaranya adalah menggelar senam sehat dan jalan santai yang digelar pada Sabtu (31/8/2024) bertempat di halaman Dukuh Sombangan Agus Sartono. Pada senam dan jalan sehat tersebut panitia menyediakan ratusan door prise yang hampir seluruh peserta mendapatkannya. Sembari menanti pengundian door prise peserta juga dihibur dengan Danang Producion yang cukup menghibur.

Kegiatan senam dan jalan sehat tersebut selain diikuti oleh seluruh warga Sombangan juga diikuti oleh Carik Sumbersari beserta keluarga, Babinkamtibmas, Babinsa Sumbersari.

Rafif Nafis Furqoni sebagai ketua panitia dalam memberikan sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih  atas antusias peserta dalam mengikuti  acara tersebut. Lebih lanjut Rafif juga mengungkapkan tujuan diselenggarakan kegiatan tersebut adalah merupakan sebuah bentuk penghormatan dan ungkapan syukur atas kemerdekaan Indonesia.

“Semoga generasi muda bisa mengenang dan mengingat perjuangan para pahlawan yang dengan semangat memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, sehingga kami bisa menauladani dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif,” ungkapnya.

Dukuh Sommbangan Agus Sartono menyampaikan apresiasi kepada muda-mudi Mekar Arum yang setiap tahunnya tidak pernah absen untuk memperingati HUT Kemerdekaan. Kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat tersebut akan menimbulkan dampak yang positif.

Selanjutnya Carik Sumbersari Junaidi menyampaikan atas nama pemerintah Kalurahan Sumbersari merasa bersyukur dan teeimakasihnya kepada para pemuda yang selalu berkiprah dalam kegiatan kemasyarakatan.

Junaidi juga berpesan kepada seluruh warga Sombangan untuk selalu guyup rukun dengan semangat gotong royong.” Sebentar lagi tepatnya besok tanggal 27 November 2024 akan ada Pilkada, mohon tetap jaga kerukunan, pilihan boleh berbeda karena itu bentuk demokrasi, tetapi paseduluran harus tetap dijaga.” Ungkap Junaidi.

Selanjutnya masih dihari yang sama pada malam harinya mulai pukul WIB digelar pentas seni di halaman Rumah Dukuh Sombangan. Pada pentas seni tersebut menampilkan fashion show pakaian bahan daur ulang. Selain itu, ada juga penampilan kreativitas dan potensi seni dari masing-masing RT. (Giek/KIM Moyudan)




Pengurus Rintisan Kalurahan Budaya Lumbungrejo Dikukuhkan

Sleman – Mengingat Kalurahan Lumbungrejo Kapanewon Tempel sudah dikukuhkan menjadi Desa Rintisan dan Kantong Budaya. Lurah Lumbungrejo M. Misbah Al Hakim  mengukuhkan pula kepengurusan Rintisan Kalurahan dan Kantong Budaya Kalurahan Lumbungrejo Masa Bhakti 2024-2029, pada Sabtu (31/8/2024), bertepatan pada pelaksanaan hari keuda Gelar Budaya dan UMKM Lembayungfest2 tahun 2024.

Berlokasi diatas panggung yang berada di Lapangan Lumbungrejo Kapanewon Tempel, Lurah Misbah mengukuhkan kepengurusan yang terdiri dari Penewu Tempel sebagai Pembina, Lurah Lumbungrejo selaku Penasehat, dan 11 pengurus yang membawahi Bidang dan seksi-seksi, yang mana pengurus tersebut diambilkan dari unsur pemerintah Kalurahan, tokoh masyarakat, dan tokoh budaya di Kalurahan Lumbungrejo.

Acara ini dihadiri Anggota DPRD Propinsi DIY terpilih Haris Sugiharta, Kepala Dinas Kebudayaan Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kepala Bidang Adat Tradisi Lembaga Budaya Dan Seni, Eko Ferianto , Panewu Tempel yang diwakili oleh Panewu Anom Dyah Purwanti,,MIP, Babinsa Lumbungrejo mewakili Danramil Tempel, Kapolsek Tempel, Lurah Lumbungrejo beserta seluruh Pamong Kalurahan Lumbungrejo, LKK, dan pengurus rintisan Kalurahan Budaya Kalurahan Lumbungrejo.

Pada kesempatan itu, Lurah Lumbungrejo M Misbah Al Hakim mengatakan rintisan Kalurahan budaya merupakan upaya untuk melestarikan, mengembangkan dan membina potensi budaya yang ada di Kalurahan. Dengan begitu, aspirasi masyarakat dapat terfasilitasi sekaligus memperkuat keberadaan kebudayaan daerah. Termasuk didalamnya memperkuat potensi 15 stand UMKM di wilayah Lumbungrejo dalam acara Lembayungfest2 tahun 2024 yang selalu disengkuyung/didukung.

“Dengan adanya pengukuhan ini diharapkan potensi budaya yang ada di wilayah Kalurahan Lumbungrejo dapat dikembangkan dan terus dilestarikan. Oleh karena itu saya mengajak seluruh jajaran untuk bersama merumuskan langkah strategis yang akan menjadi rujukan seluruh pihak dalam kepengurusan rintisan desa budaya Lumbungrejo ini, dan untuk UMKM dari hasil omset yang didapat dihari pertama gelar acara ini yang bisa menembus angka 20 juta secara keseluruhan dapat menjadi potensi yang akan semakin terus dikembangkan di tahun-tahun selanjutnya,” kata Misbah.

Disisi lain, dalam sambutannya Haris Sugiharta menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman dan anggota dewan baik yang di tingkat kabupaten maupun propinsi selalu turut serta mendukung upaya pelestarian seni dan budaya.

“Kami harap semua Kalurahan yang sudah menjadi rintisan dapat termotivasi menjadi Kalurahan Budaya, untuk itu Kalurahan Rintisan diharapkan dapat menduplikasi berbagai langkah yang telah dilakukan oleh Kalurahan yang berstatus Kalurahan Budaya,” ujar mantan ketua DPRD kabupaten Sleman ini.

Selain itu bersamaan dengan digelarnya  aneka stand UMKM Lumbungrejo. Haris Sugiharta sekaligus juga memberikan arahan agar masyarakat dapat berkomitmen untuk mensinergikan upaya pelestarian budaya dengan sektor pariwisata UMKM.

“Upaya pelestarian budaya yang dalam gelar acara nya turut menyertakan UMKM, sekaligus dapat memajukan sektor pariwisata dan perekonomian khususnya di Kalurahan Lumbungrejo dan Kabupaten Sleman pada umumnya.” demikian pungkas Haris. (sbd_kimtempel)




Melihat Pusat Perputaran Ekonomi Desa lewat Pasar Desa Randu Alas

Sardonoharjo – Suasana Sabtu (31/08/2024) pagi sudah ramai di Pasar Randu Alas yang merupakan pasar desa yang terletak di Candi 3, Kalurahan Sardoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Pasar ini merupakan pusat interaksi dan perputaran ekonomi bagi warga sekitar, yang aktif dari subuh hingga menjelang siang. Di sini, pedagang dan pembeli bertemu untuk melakukan berbagai transaksi, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun barang-barang lainnya. Pasar ini menjadi tempat penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Pasar Randu Alas yang dikelola oleh Kalurahan Sardoharjo ini adalah pasar tradisional. Pasar ini mempertahankan ciri khas pasar tradisional dengan berbagai pedagang yang menjual aneka kebutuhan pokok, sayur-mayur, buah-buahan, dan barang-barang kebutuhan lainnya. Suasana pasar ini sangat kental dengan interaksi sosial antara penjual dan pembeli, yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.

Terletak di tengah pembangunan yang terus berkembang. Pasar ini dihimpit oleh berbagai kegiatan pembangunan dan dikelilingi oleh dua kampus besar, yaitu Universitas Islam Indonesia (UII) dan Sunan Pandanaran. Keberadaan dua kampus ini membuat Pasar Randu Alas tidak hanya menjadi tempat berbelanja bagi warga sekitar, tetapi juga menarik minat mahasiswa dan civitas akademika yang mencari kebutuhan sehari-hari. Hal ini menjadikan pasar ini semakin ramai dikunjungi, terutama pada pagi hari.

Septa Dwi Yanti, seorang mahasiswa UII asal Kalimantan Timur, merasa sangat terbantu dengan adanya Pasar Randu Alas yang dekat dengan tempat kosnya.

“Saya dan teman-temannya sering berbelanja di pasar ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya,

Meskipun Pasar Randu Alas berukuran relatif kecil, pasar ini cukup lengkap dalam menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari. Pengunjung seperti Septa Dwi Yanti dan teman-temannya dapat menemukan berbagai barang yang mereka butuhkan.

“Menjadikan pasar ini pilihan yang nyaman dan praktis untuk berbelanja,” kata Septa. (Eka Sastra – KIM Sardonoharjo)