SPS Aparagus Kentungan Kunjungi Pustakaloka Condongcatur, Upaya Kembangkan Kerativitas Anak

Sleman – Dalam rangka meningkatkan minat baca, mengembangkan kreativitas anak, meningkatkan gemar membaca dan pengenalan literasi awal pada anak, SPS Asparagus Kentungan mengadakan kunjungan ke Perpustakaan Pustaka Loka Komplek Kalurahan Condongcatur, Kamis 26 September 2024

Salah seorang pendidik SPS Asparagus Kentungan, Reni Lestari menuturkan, kunjungan ini juga sebagai kegiatan pemanfaatan sumber media belajar luar ruang bagi anak.

“Anak-anak bebas bereksplorasi di area perpustakaan dengan menyesuaikan minat dan gaya belajar anak” jelas Reni.

Pada kesempatan ini, turut hadir Ibu Paud Condongcatur, Dewi Nurlaila, yang memberikan sapaan khasnya kepada anak anak SPS Asparagus Kentungan.  

“Selamat pagi anak anak. Selamat datang di perpustakaan Pustakaloka Condongcatur. Senang ya bisa ke perpustakaan, anak boleh membaca baca buku, boleh bermain juga di sini, tetapi harus tetap tertib. Jangan lupa untuk selalu tersenyum manis ya. Mana senyummu, ini senyumku,” sapanya

“Ibu PAUD sangat senang anak-anak dikenalkan untuk meningkatkan minat baca sejak usia dini. Salam CANTIK, baCA meNanam Tabiat baIK, salam Literasi,” pungkas Dewi. (Wasana / Kim Depok).




PPS Trihanggo Gandeng Puskesmas Gamping II Periksa Kesehatan Calon KPPS

Sleman – Sebagai langkah preventif terhadap adanya kejadian kesehatan yang tidak terduga di hari pemungutan suara pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman mendatang, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Trihanggo menggandeng Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Gamping II melakukan sreening kesehatan dan pemeriksaan kesehatan bagi calon petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayah Kalurahan Trihanggo, di Graha Mangesti Hanggo, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kamis (26/9/2024).

Pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tekanan darah (tensi), kadar gula darah, serta kadar kolesterol. Kegiatan tersebut dilakukan petugas kesehatan dari Puskesmas Gamping II dipimpin oleh dr. Cindri Wahyuni mewakili Kepala Puskesmas Gamping II, dan dibantu wmpat tenag medis lainnya. Para tenaga medis itu melayani ratusan calon KPPS dari Kalurahan Trihanggo dan Kalurahan Nogotirto.

Menurut Cindri pemeriksaan ini penting dilakukan untuk memastikan calon anggota KPPS tidak memiliki masalah hipertensi atau hipotensi, karena pekerjaan di lapangan yang berlangsung lama dapat mempengaruhi kondisi kesehatan penyelengara pemilihan. Sedangkan tes kadar gula darah untuk memeriksa calon petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) memiliki masalah penyakit diabetes atau tidak, karena kondisi gula darah yang tidak stabil bisa membahayakan petugas yang membutuhkan konsentrasi dan stamina tinggi.

“Jika seorang calon anggota KPPS memiliki riwayat penyakit yang serius atau kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian khusus, hal ini bisa diantisipasi lebih awal,” tutur Cindri.

Sementara itu, Ketua PPS Trihanggo, Adnan Iman Nurtjahjo menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan ini juga bertujuan untuk menjaga kelancaran proses pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman pada tanggal 27 November nanti. Apabila terdapat petugas KPPS yang mengalami sakit pada hari pemungutan suara maka berpotensi mengganggu jalannya pemilihan, karena tidak dapat bekerja secara efektif atau bahkan harus digantikan secara mendadak.

“Dengan berbagai pemeriksaan ini, diharapkan calon KPPS yang lolos seleksi kesehatan benar-benar dalam kondisi fisik dan mental yang optimal untuk menjalankan tugas selama pilkada berlangsung,” tambahnya.

Mengingat nantinya penyelenggara teknis pemilihan di tingkat TPS bekerja dalam kondisi yang penuh tekanan, maka harus dijaga kesehatannya agar meminimalisasi risiko kecelakaan kerja dan risiko gangguan operasional dapat dikurangi.

Ia juga mengapresiasi seluruh calon petugas KPPS yang telah bersedia mengikuti pemeriksaan kesehatan, guna memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum. Adnan pun berterima kasih kepada seluruh tenaga medis dari Puskesmas Gamping II yang telah membantu dalam proses pemeriksaan kesehatan. Ia  berharap hasil pemeriksaan ini dapat menjadi acuan untuk memastikan kesiapan jajarannya dalam menyukseskan pilkada mendatang, khususnya di 28 TPS di wilayah Kalurahan Trihanggo.

“Mari kita jaga kesehatan masing-masing, karena hanya dengan kondisi fisik dan mental yang prima, kita bisa melaksanakan tugas negara dengan sebaik-baiknya. Terima kasih atas komitmen dan kerja samanya, dan semoga proses pilkada di Kabupaten Sleman nanti dapat berjalan lancar dan sukses,” cetusnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Bimtek Kerajinan Bambu Berakhir, Pemkal Sardonoharjo Harap ada Program Lanjutan

Sleman – Lurah Sardonoharjo Harjuno Wiwoho, secara resmi menutup pelatihan Bimtek Kerajinan Bambu di Mrisen Sardonoharjo, Ngaglik, yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Kamis (26/09/2024).

Bimtek tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dalam mengolah bambu menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi. Pelatihan ini mencakup teknik-teknik dasar hingga lanjutan dalam memproses bambu menjadi berbagai barang seperti furnitur, hiasan, dan peralatan rumah tangga. Pelatihan ini pun membekali para peserta dengan pengetahuan pemasaran produk.

Program ini diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, untuk memberdayakan masyarakat lokal dan mendukung industri kreatif berbasis sumber daya alam local seperti bambu, dan nantinya menjadi wisata edukasi di Kalurahan Sardoharjo.

Penyelenggaraan pelatihan mengunakan dana BKK Kabupaten Sleman yang diperuntukan bagi kegiatan pemberdayaan masyarakat. Adapun bimtek kali ini diikuti sebanyak 25 orang peserta, dan dilaksanakan semala enam hari. Di mana, setiap harinya satu produk akan dibuat oleh masyarakat.

Selanjutnya pengajar atau tutor didatangkan langsung dari pusat pengrajin bambu dari Kapanewon Minggir, dan sudah berpengalaman di bidang kerajinan bambu.

Lurah Sardoharjo menyampaikan senang dengan adanya pelatihan ini.

“Saya optimis berbagai macam karya yang sudah di buat optimis bisa di kembangkan di Kalurahan Sardonoharjo. Diharapkan ada program lanjutan agar Masyarakat yang mengikuti pelatihan semakin mahir membuat olahan bambu untuk kerajinan,” ungkap Wiwoho. (Eka Sastra / Kim Sardonoharjo)




Sebanyak 11 Taruna Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Langsungkan MKBM di Kalurahan Condongcatur

Sleman – Sebanyak 11 Taruna Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) tahun akedemik 2024 melakukan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MKBM) di Kalurahan Condongcatur. Penyerahan mahasiswa Taruna STPN tersebut dilakukan secara simbolis oleh tim dosen, Ardhi Arnanto, dan diterima Lurah dan Plt. Jagabaya Condongcatur, Kamis (26/9/2024).

Tim dosen Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional diwakili Ardhi Arnanto, selaku Sekretaris Prodi menyampaikan para taruna akan melakukan kegiatan pengumpulan data yang akurat mengenai kepemilikan dan penggunaan tanah. Di mana, data tersebut sangat penting dalam perencanaan dan pengelolaan bidang tanah yang ada di beberapa padukuhan di Kalurahan Condongcatur

“Melalui kegiatan MBKM ini diharapkan para mahasiswa mampu berkoordinasi dengan masyarakat setempat guna membangun kerja sama dalam merealisasikan kegiatan yang mampu memberikan manfaat kepada masyarakat Kalurahan Condongcatur. Di mana, para mahasiwa akan mengadakan perencanaan foto udara menggunakan drone,” jelasnya

Selanjutnya, Koordinator Kelompok MKBM Taruna STPN, Andika Irfan Wicaksono menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan selama satu semester sampai dengan 3 Januari 2025. Sementara, untuk kegiatan lapangan akan dimulai pada bulan Oktober mendatang.

“Sebelumnya pada tanggal 9 September 2024 yang lalu kami telah melakukan perkenalan pada saat apel pagi Senin Pamong Kalurahan Condongcatur. Rencana Kegiatan kami adalah pembuatan Peta P4T dan Peta Tematik Potensi Kalurahan berbasis bidang tanah di 2 padukuhan sampel sebagai pilot project,” tutur Andika.  

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menyambut baik kerja sama dari kampus STPN Yogyakarta ini.

“Sebelumnya kami juga telah menjalin kerja sama dengan kampus-kampus yang ada di Yogyakarta seperti STMPD APMD, Poltekkes Permata Indonesia, UGM, UII dan lainya, melakukan kegiatan MKBM, penelitian, KKN, dan kegiatan tugas kampus lainya,” ucap Reno.

Hal senada disampaikan Plt. Jagabaya, Wahyu Nurendra yang menambahkan untuk selanjutnya para mahasiswa agar senantiasa melakukan koordinasi dan bimbingan teknis dengan staf Jagabaya, Trisusetiyanto untuk kegiatan lapangan.

“Kami arahkan untuk melakukan pemetaan di Padukuhan Sanggrahan dan Manukan sebagai pilot project,” jelas Wahyu. (Wasana / Kim Depok).




Sukseskan GISA, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal Jemput Bola di Empat Padukuhan

Sleman – Dalam rangka mendukung Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan Jemput Bola, di Balai Padukuhan Janti, Kalurahan Caturtunggal, Selasa (24/09).

Pelayanan Jemput Bola ini memberikan kemudahan kepada warga untuk mengurus administrasi kependudukan, meliputi perekaman KTP Elektronik (e-KTP) bagi pemula, pemutakhiran data Kartu Keluarga (KK), serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Kegiatan ini menyasar warga yang belum memiliki KTP dan baru berusia 17 tahun, serta mengundang warga dari empat padukuhan yaitu Padukuhan Janti, Padukuhan Ambarukmo, Padukuhan Gowok, dan Padukuhan Ngentak. Kegiatan ini menyasar.

Kepala Urusan Tata Laksana Kalurahan Caturtunggal, Bambang Harjati Susetyo menyampaikan hingga pukul WIB kegiatan ini berhasil melayani sebanyak 27 pemohon KTP pemula yang telah menyelesaikan proses perekaman. Selain itu, terdapat 20 warga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan aktivasi IKD, dan 25 warga lainnya yang mengajukan pemutakhiran data Kartu Keluarga.

“Dengan adanya layanan Jemput Bola ini, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal berharap dapat mempermudah akses masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan tanpa harus datang ke kantor Dukcapil, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan akurat,” ungkap Bambang.

Pasalnya kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengoptimalkan pelayanan publik dan mendukung program GISA secara berkelanjutan. (Oktaviana/Kim Depok)