Sebanyak 61 Kader Posyandu Serahkan Hasil Pendataan PHBS Rumah Tangga kepada Puskesmas Ngaglik 1

Sleman – Kader posyandu serahkan hasil validasi pendataan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) rumah tangga kepada Puskesmas Ngaglik 1, di Aula Kalurahan Sardonoharjo, Kamis (26/09/2024).

Hasil pendataan PHBS tersebut dilakukan oleh 61 kader posyandu di tiga kalurahan yaitu Kalurahan Sardonoharjo, Kalurahan Sinduharjo, dan Kalurahan Minomartani. Adapun data yang dilaporkan ialah data pendataan PHBS sejak bulan April.

Pada kesempatan itu, pengampu kegiatan Puskemas Ngaglik 1, Beni Setya Anjani mengatakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) rumah tangga adalah sekumpulan perilaku yang diterapkan oleh anggota rumah tangga untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Tujuannya ialah untuk meningkatkan kualitas hidup melalui perilaku sehat, sehingga mencegah penyakit dan mempromosikan kesehatan.

Selanjutnya, beberapa pendataan PHBS di rumah tangga meliputi melahirkan di fasilitas kesehatan, memberikan ASI eksklusif, menimbang berat badan balita secara rutin, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan jamban sehat, memanfaatkan tempat sampah yang benar, berolahraga secara teratur, tidak merokok di dalam rumah, makan buah dan sayur setiap hari, memberantas jentik nyamuk dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

“Penerapan PHBS di tingkat rumah tangga bertujuan untuk membentuk lingkungan sehat dan mencegah penyakit,” imbuh Anjani.  (Eka Sastra Kurniawan / KIM Sardonoharjo Ngaglik)




Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman Bedah Buku Toponimi Seri 3

Sleman – Dinas Kabudayan Kabupaten Sleman meluncurkan buku Toponimi Seri 3 yang berjudul Nyi Beruk Naik Gerobak ke Dawangsari, di joglo 2 Desa Wisata Brayut Pendowoharjo, Sleman,Rabu (25/09/2024).

Peluncuran dilakukan oleh Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Sleman, Ignatius Eko Febrianto. Pada kesempatan itu, Ignatius mengapresiasi dan berterima kasih kepada penulis, pendamping, dan semua pihak yang telah mendukung terbitnya buku tersebut.

“Buku ini penting, dibutuhkan masyarakat, dan sangat bermanfaat untuk mengetahui cerita dibalik nama padukuhan. Buku toponimi seri 2 kemaren ada 10 yang sudah dijadikan film dokumenter dan dilombakan,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Kundha Kabudayan Sleman, Ita Kurniawati dalam laporannya menyampaikan bahwa buku Toponimi berjudul Nyi Beruk Naik Gerobak ke Dawangsari ini memuat 30 padukuhan, dan ditulis oleh 30 penulis yang tergabung dalam Pasbuja Kawi Merapi Sleman.  Adapun tujuannya adalah untuk mendokumentasikan cerita lisan tentang asal usul penamaan padukuhan sebagai wujud pelestarian dan pemajuan obyek kebudayaan.

Tidak hanya dirilis, pada kesempatan itu Kunda Kabudayan Sleman juga membedah isi buku tersebut. Moderator dalam kegiatan bedah buku itu ialah perwakilan FIB UGM, Wiwien Widyawati Rahayu. Sementara yang berperan sebagai narasumber ialah Muhammad Qadhafi yang membedah buku dari perspektif sastra, dan Yulianto Ibrahim yang mengulas dari sisi sejarah.

Lebih lanjut, Qadhafi menyampakan ulasannya bahwa buku tersebut disajikan dalam bentuk feature, alur cerita dan tokoh didapat dari cerita lisan yang diubah menjadi sastra tulis oleh masing-masing penulisnya.

“Apapun dan bagaimanapun isinya yang bersumber dari cerita lisan, tetapi di kemudian hari buku ini bisa menjadi fakta, dan 100 tahun yang akan datang bisa jadi dianggap sebagai naskah kuno,” ujarnya.

Adapun Yulianto Ibrahim dalam mengupas isi buku tersebut mengklasifikasikan asal usul nama padukuhan yang berkaitan dengan tokoh, peristiwa, nama nama benda, pohon atau tanaman, dan lain-lain.  Dikatakan, aspek sejarah telah tertuang dalam isi tulisan. Menurutnya, cerita lisan yang diingat masyarakat selalu berkaitan dengan peristiwa-peristiwa besar, seperti masa Brawijaya 5, Sunan Kalijaga, dan perang Diponegoro.

“Sejarah padukuhan sebagai identitas dan jati diri bangsa, dan mencerminkan sosio kultural masyarakat di dalamnya. Hal ini dapat dikembangkan sebagai aset wisata yang baik dengan menggali potensi-potensi yang ada,” pungkasnya. (Eny Ms/KIM Sembada Sleman)




Dinas P3AP2 DIY Sosialisasi Program KB di Sardonoharjo

Sleman – Sosialisasi Program Keluarga Berencana di Kalurahan Sardonoharjo diadakan Dinas Pemberdayaan Perampuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY, di ruang rapat lantai 2, Kamis (26/09/2024). Sosialisasi ini dihadiri Pamong Kalurahan, lembaga kalurahan dan TPPKK serta para kader.

Kamituwo Sardonoharjo, Bayu Kristiyanto yang mewakili Lurah Sardonoharjo berharap semua kader dapat menyimak informasi dari narasumber. Bayu menyoroti norma sosial kini mulai luntur akibat media social. Hal itu adakalanya mengganggu pelaksanaan program pemerintah, termasuk program KB.

“Norma sosial kini mulai luntur akibat media sosial, yang kadang mengganggu pelaksanaan program pemerintah, termasuk program KB,” tutur Bayu.

Satu anggota DPRD DIY, Agus Sumaryanto selaku narasumber dalam sosialisasi tersebut mengatakan, kepadatan penduduk di wilayah Sardonoharjo bisa berdampak pada ketahanan pangan.

Untuk itu, Agus mengingatkan pentingnya memikirkan sektor perekonomian untuk eksejahteraan keluarga, memastikan anak-anak terhindar dari stunting, serta tercukupi sandang dan pangannya.

“Membangun keluarga yang terencana akan membawa kemakmuran, mengingat bahwa memiliki banyak anak berarti kebutuhan keluarga juga meningkat,” jelas Agus.

Sementara, perwakilan dari Kanwil Kemenag DIY, Zainudin selaku pemateri kedua ikut memberikan materi tentang upaya membentuk keluarga bahagia. Pembinaan keluarga yang bahagia adalah membangun fondasi yang kuat dalam aspek keagamaan, ekonomi, dan komunikasi antara anggota keluarga.

“Hal ini diharapkan dapat menciptakan keluarga yang harmonis, sejahtera, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Zainudin menjelaskan tujuan kebahagiaan dalam keluarga ialah menciptakan keharmonisan, kesejahteraan, dan stabilitas dalam berbagai aspek kehidupan. Keluarga bahagia berarti anggota keluarga merasa dicintai, dihargai, dan terpenuhi kebutuhan fisik, mental, serta spiritualnya.

“Dengan kebahagiaan ini, keluarga akan mampu mendukung perkembangan anggota keluarga secara maksimal dan membentuk generasi yang berkualitas,” ujarnya.

“Rumah tangga itu adalah janji kokoh yang harus di jaga selamanya,” tandas Zainudin. (Eka Sastra / KIM )




Dinas Kebudayaan Sleman Dirikan Cagar Budaya Cagak Anim di Kawasan Tridadi

Sleman – Dinas Kebudayaan Sleman melangsungkan kegiatan pemasangan atau pendirian kembali cagak anim di wilayah Drono, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Rabu (25/09/2024).

Cagak anim tersebut merupakan tiang listrik sejak jaman kemerdekaan. Semula, tiang tersebut berdiri di tepi Jalan Magelang km 12 atau daerah Padukuhan Wadas. Tetapi adanya proses pembangunan atau pelebaran Jalan Magelang, maka cagak anim tersebut dirobohkan dan sementara disimpan di Musium Gunung Merapi.

Kemudian, Kepala Dinas Kebudayaan Sleman menawarkan Lurah Tridadi, Sri Hartati untuk memasang kembali cagar budaya tersebut. Oleh karena itu, cagak anim tersebut kembali dididirikan di dekat cagar budaya jembatan rel kereta api Pangukan. Hal itu maksud, agar tempat tersebut menjadi salah satu pusat pembelajaran bagi warga Tridadi dan masyarakat luas tentang benda-benda bersejarah dimasa lalu. 

Pada kesempatan itu, Lurah Tridadi menuturkan penyelamatan cagak anim tersebut merupakan bagian dari pelestarian benda-benda bersejarah. Diharapkan cagar budaya itu bisa menjadi sarana belajar bagi generasi penerus bangsa.

“Penyelamatan dan perawatan cagar budaya berupa cagak anim tersebut adalah bagian dari pelestarian benda-benda bersejarah yang adiluhung yang ada di Tridadi, sebagai bukti otentik cerita sejarah masa lalu yang terjadi di wilayah Tridadi, dan menjadi sarana belajar anak-anak generasi penerus di masa datang. Selain itu juga berpotensi sebagai salah satu tujuan wisata memperkuat wisata Puri Mataram jika dikemas dengan baik, indah dan nyaman,” tutur Sri.

Kegiatan pemasangan cagak anim disaksikan oleh pengurus rintisan budaya Kalurahan Tridadi, di antaranya Wakil Ketua Rintisan Budaya Kalurahan Tridadi, Sumarso, Mujirejo, Supardi, dan Adung Hastian. (Sri Hartati / Kim Sleman)




Pemkal Margorejo Salurkan BLT-DD Periode Bulan September 2024

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo bersama Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Margorejo kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) periode September 2024, di Ruang Serbaguna Pemerintah Kalurahan Margorejo, Rabu (25/09/2024).

Lurah Margorejo dalam sambutannya yang diwakili oleh Kamituwa Margorejo, Anwar Insani, menyampaikan agar dana BLT yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari hari.

“BLT-DD adalah kegiatan pemberian bantuan langsung berupa dana tunai yang bersumber dari dana desa kepada keluarga penerima manfaat dan untuk mendukung percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem. BLT-DD ini diputuskan melalui musyawarah Kalurahan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan, dan BLT-DD ini dialokasikan maksimal 25 persen dari total pagu dana,” ungkapnya.

Anwar, menambahkan besaran BLT-DD yang disalurkan adalah 300 ribu rupiah per bulan, dan diberikan kepada 39 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan Dana Desa tahun 2024, Pemerintah Kalurahan berkewajiban melaksanakan program-program prioritas penggunaan dana desa. Salah satunya program pemulihan ekonomi, berupa perlindungan sosial dan penanganan kemiskinan ekstrem dalam bentuk BLT Desa dari anggaran dana desa.

“Selain itu,melalui surat edaran Bupati Sleman juga mengatur mengenai kriteria calon keluarga penerima manfaat BLT Desa sebagai berikut, di antaranya yang kehilangan mata pencaharian, mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun kronis dan/atau difabel, tidak menerima bantuan sosial program keluarga harapan (PKH), rumah tangga dengan anggota rumah tangga tunggal lanjut usia, serta perempuan kepala keluarga dari keluarga miskin,” tambah Anwar.

Hadir dalam kesempatan itu, Tenaga Pendamping Sosial Desa (TPSD) dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Iwan Wismantoro, dan Bhabinkamtibmas Kalurahan Margorejo, Bripka Agung Priyono.

Carik Pemerintah Kalurahan Margorejo, Ariyanto Wibowo pada prosesi serah terima bantuan secara simbolis mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi para penerima manfaat.

“Di tengah harga bahan pangan yang relatif terus mengalami kenaikan, pelaksanaan penyaluran BLT Dana Desa salur September tahun 2024 ini semoga bisa membantu meringankan penerima manfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkas Ariyanto. (Sih Budi Daryanto / Kim Tempel)