Kalurahan Argomulyo Laksanakan Pembinaan Partisipatori Desa Siaga Sehat Iklim bagi Kader Kesehatan

Sleman – Kalurahan Argomulyo melaksanakan pembinaan Partisipatori Desa Siaga Sehat Iklim kepada kader kesehatan yang berlangsung di Balai Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 23 dan 24 September 2024, dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program kesehatan, sekaligus mengedukasi warga tentang pentingnya kesehatan.  

Kegiatan tersebut dihadiri Kamituwo Kalurahan Argomulyo, Haryadi serta dua orang narasumber yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan Puskesmas Sleman.

Kamituwo Kalurahan Argomulyo dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang, dan berharap semua kader kesehatan Kalurahan Argomulyo dapat mengikuti dan memahami materi yang disampaikan dengan baik.

“Saya berharap semua kader kesehatan Kalurahan Argomulyo dapat mengikuti dan memahami materi yang disampaikan oleh narasumber,” tutur Haryadi.

Sementara, narasumber pertama dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Sutanto menyampaikan partisipasi Masyarakat sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kesehatan.

“Melalui kegiatan pembinaan ini, kami berharap semua kader kesehatan dapat lebih aktif dalam ikut mengurai permasalahan kesehatan yang berada di lingkungan Masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, narasumber kedua dari Puskesmas Cangkringan, Puguh Dharmawan mengatakan kegiatan ini tidak hanya memberikan informasi. tetapi juga mengajak para kader kesehatan dan masyarakat, untuk terlibat langsung dalam memetakan permasalahan kesehatan yang sering muncul di Kalurahan Argomulyo, seperti diare dan DBD.

“Kader kesehatan diharapkan harus aktif dan mampu membuat rencana kerja masyarakat (RKM) guna membantu mengurai permasalahan kesehatan dengan memberikan usulan rencana kerja untuk di bawa di musrenbang Kalurahan,” kata Puguh.

“Dengan adanya kerja sama yang solid antara tenaga kesehatan, kader kesehatan, Masyarakat, dan pemerintah diharapkan dapar berdampak positif untuk terwujudnya kesehatan masyarakat di wilayah Kalurahan Argomulyo,” tandasanya. (Mujiyanta/Kim Cangkringan).




Dekatkan Layanan pada masyarakat, Ombudsman Hadir di Kalurahan Condongcatur

Sleman – Ombudsman RI Perwakilan DIY melaksanakan kegiatan Ombudsman On The Spot di Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapenawon Depok, Selasa (24/09/2024).

Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama Ombudsman Perwakilan DIY dan Kalurahan Condongcatur, dengan memanfaatkan Program Layanan Bersama ‘Semanis Madu’ (Selasa Melayani semua, Mudah dan Terpadu). Program tersebut diadakan setiap hari Selasa di Pendopo Kantor Kalurahan.

Pada kesempatan itu, terdapat berbagai booth layanan yang dapat diakses oleh masyarakat, di antaranya pelayanan SIM dari Ditlantas Polda DIY, Pelayanan Konsultasi BPJS Kesehatan, Pelayanan Perizinan dari DPMPTSP Sleman, Provider Smartfren, Telkomsel, Indosat, Samsat Sleman dan Bank Sleman.

Sementara itu, booth Ombudsman sendiri menyediakan layanan berupa konsultasi, pengaduan, dan edukasi terkait pelayanan publik yang bisa diakses masyarakat. Tersedia pula berbagai macam merchandise (cendera mata) menarik yang dibagikan kepada masyarakat yang mengunjungi booth Ombudsman.

Asisten Ombudsman RI Bidang PVL, Yustina Setiarini mengatakan kegiatan Ombudsman On The Spot merupakan program rutin yang dilaksankan oleh Ombudsman dengan membuka gerai layanan di berbagai tempat publik.

“Program ini bertujuan untuk mendekatkan layanan Ombudsman kepada masyarakat secara jemput bola, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan Ombudsman di lokasi terdekat yang lebih terjangkau,” ungkap Yustina.

Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji. Dalam kunjungannya di booth Ombudman, ia berharap Tim Ombudsman dapat memanfaatkan seluas-luasnya kesempatan tersebut untuk menyerap berbagai keluhan dan aspirasi masyarakat di wilayahnya. 

“Silahkan dieksplore saja, kami persilahkan,” ujarnya.

Masyarakat yang hadir terlihat antusias berkonsultasi dan menyampaikan keluhannya terkait pelayanan publik kepada tim Ombudsman. Adapun substansi permasalahan yang disampaikan, seperti proses pemutihan sertifikat tanah oleh Pemerintah Desa yang tidak segera diproses, padahal telah dilakukan pembayaran sejumlah uang.

Permasalahan selanjutnya ialah terkait perpindahan kepesertaan BPJS mandiri ke PBI yang belum juga aktif hingga 2 minggu, dan permasalahan terkait maraknya parkir liar yang kurang mendapat perhatian dari pemangku kebijakan terkait. Berbagai permasalahan tersebut dicatat, kemudian ditelaah lebih lanjut oleh tim penerimaan dan verifikasi laporan Ombudsman RI DIY.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Kasistenan PVL Ombudsman RI DIY, Pamorti Parasista menyampaikan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan kegiatan Ombudsman On The Spot ini untuk dilakukan secara rutin.

“Melihat antusiasme masyarakat yang ada, kemungkinan ke depan kegiatan ini akan kita adakan lagi di Kalurahan Condongcatur,” pungkasnya. (Wasana / Kim Depok)




Tim Penilai Evaluasi GISA Sleman Adakan Kunjungan dan Uji Petik di Kalurahan Sardonoharjo

Sleman – Bertempat di Kalurhaan Sardonoharjo mendapat  kunjungan dari Tim Evaluasi Gisa (Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan) tahun 2024  perwakilan dari Dukcapil Sleman, Dinas PMK Kabupaten Sleman, Bagian Administrasi Setda Sleman, Selasa (24/09/2024).

Tujuan dari Evaluasi Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan(GISA) adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib administrasi kependudukan. Evaluasi ini bertujuan memastikan bahwa setiap penduduk memiliki dokumen kependudukan yang sah dan sesuai, seperti KTP, KK, akta kelahiran, akte kematian dan lainnya.

Selain itu, program ini juga mendorong peningkatan kualitas layanan administrasi kependudukan oleh pemerintah daerah.

Melalui evaluasi ini, pemerintah dapat mengidentifikasi tantangan, memberikan solusi, dan memastikan pelaksanaan program administrasi kependudukan berjalan dengan baik di tingkat lokal.

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, menyambut baik kegiatan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) sebagai tolak ukur bagi Kalurahan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Sardonoharjo.

Ketua Tim Penilai Theresia Okti Herawati , menyampaikan dan mengapresiasi Kalurahan Sardoharjo dalam Administrasi Kependudukan program nasional Gias, sekaligus ujik petik apa yang sudah dikirimkan ke Dukcapil Sleman sebagai syarat lomba.

“Sekaligus untuk melihat langsung teknis gerakan sadar administrasi kependudukan apakah sudah sesuai dengan yang diserahkan,” ungkapnya. (Eka Sastra – KIM Sardonoharjo)




Resmi Dikukuhkan Oleh Gubernur DIY, Pjs Bupati Sleman Tekankan ASN untuk Netral Pada Pilkada

Sleman – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo resmi dikukuhkan sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sleman. Pengukuhan dilakukan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Selasa (24/9), di Pendopo Bangsal Kepatihan DIY.

Kusno dikukuhkan bersama dengan Pjs Bupati Bantul Adi Bayu Kristanto, selaku Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY. Hadir pula pada acara tersebut Sekda Kabupaten Sleman, Susmiarto, beserta jajaran Forkopimda dan sejumlah kepala OPD Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Sri Sultan menyampaikan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor Tahun 2024 tentang penunjukan Penjabat Sementara Bupati pada Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam keputusan tersebut disebutkan bahwa kepala daerah yang dikukuhkan memiliki beberapa tugas.

Pertama, memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan Bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Kedua, memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat. Ketiga, memfasilitasi penyelenggaraan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serta menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara.

Adapun tugas keempat yakni melakukan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah dan dapat menandatangani Peraturan Daerah setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri. Dan tugas kelima melakukan pengisian pejabat berdasarkan Peraturan Perundang-undangan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri.

“Saya berharap agar semua perangkat Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman membantu Penjabat Sementara Bupati dalam menghadapi dan melaksanakan agenda-agenda daerah yang sangat penting dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kusno menyatakan siap melaksanakan tugas-tugas tersebut selama menjabat sebagai Pjs Bupati Sleman. Untuk itu ia akan berkoordinasi dengan seluruh mitra kerja dan Forkopimda Kabupaten Sleman terkait kegiatan-kegiatan yang ada di Kabupaten Sleman.

Lebih lanjut ia berkomitmen akan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengawal jalannya Pilkada Kabupaten Sleman agar dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Di samping itu, ia juga mengimbau para ASN untuk selalu menjaga netralitasnya selama berlangsungnya pesta demokrasi tersebut.

“Kita akan koordinasi dengan ASN yang ada di Sleman. Untuk menghadapi Pilkada, netralitas perlu dijaga,” kata Kusno.




Komunitas Teritori Optimalkan Strategi Layanan CUCT Sesuai Karakteristik Demografi Anggotanya

Untuk mengoptimalkan pelayanan dan meningkatkan efisiensi operasional dalam memberikan layanan kepada anggotanya, Pengurus Koperasi Credit Union Cindelaras Tumangkar (CUCT) Kantor Cabang Condongcatur meluncurkan program Komunitas Teritori (Kori) dalam pengelolaan wilayah pelayanannya.

Program Komunitas Teritori merupakan strategi pengelolaan wilayah pelayanan Credit Union Cindelaras Tumangkar agar program kerja berjalan efektif dan efisien berdasarkan pertimbangan geografis dan berbasis lembaga guna mencapai misi sejati credit union yaitu meningkatkan kualitas hidup anggota melalui pendidikan, pemberdayaan, dan pelayanan keuangan yang berkelanjutan.

Hal tersebut dipaparkan oleh Nanang Sumaryadi selaku Wakil Ketua Pengurus CUCT Condongcatur dalam kegiatan Pra Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2024 yang berlangsung di Gedung Serbaguna Sedan, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Minggu (22/9/2024) dihadapan ratusan anggota yang mewakili wilayahnya masing-masing.

Menurutnya, salah satu tujuan penting program Komunitas Teritori adalah meningkatkan aksesibilitas layanan Credit Union Cindelaras Tumangkar bagi anggotanya. Dengan adanya manajemen wilayah yang baik maka layanan bisa lebih dekat dan mudah diakses oleh anggota di area pelosok sehingga meningkatkan inklusi keuangan dan kepuasan para anggota.

“Program ini akan mendekatkan anggota CUCT dengan kantor cabangnya sehingga akan mempermudah jajaran pengurus dalam melakukan pemberdayaan terhadap para anggota yang saat ini sudah mencapai orang,” tegas Nanang.

Lebih lanjut, Ia mengutarakan bahwa Program Komunitas Teritori akan diterapkan di semua kantor cabang Credit Union Cindelaras Tumangkar yang disetiap komunitas terdiri dari 50 hingga 200 anggota yang dikoordinir dan digerakkan oleh seorang Kadang Tumangkar yang berasal dari wilayah teritorial setempat.

“Di masing-masing Komunitas Teritori diharapkan membentuk Kelompok Usaha Binaan (KUBn) sebagai usaha bersama sekaligus melakukan analisa rantai nilai untuk produk  usahanya guna menentukan produk unggulannya,” imbuhnya.

Melalui pengelolaan wilayah yang terencana, Credit Union dapat menetapkan target pertumbuhan yang lebih spesifik dan prioritas wilayah tertentu yang memerlukan perhatian lebih. Misalnya, wilayah dengan potensi pertumbuhan anggota yang tinggi dapat diberi fokus khusus untuk mempercepat ekspansi dan peningkatan jumlah anggota.

Tujuan lain dari program ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui fokus pada wilayah-wilayah tertentu. Dengan alokasi waktu dan sumberdaya yang tepat, maka jajaran pengurus dapat lebih berfokus pada pemberian pelayanan yang lebih baik, menjalin hubungan yang lebih erat dengan anggota, serta penanganan masalah secara lebih cepat dan efisien.

Karena masing-masing wilayah memiliki karakteristik demografi, ekonomi, dan sosial yang berbeda, maka melalui program Komunitas Teritori dari Credit Union Cindelaras Tumangkar para pengurus dapat menyesuaikan strategi layanan sesuai dengan kondisi spesifik di setiap wilayah, misalnya menawarkan produk atau layanan yang lebih relevan bagi masyarakat setempat, serta merespons kebutuhan spesifik dari masing-masing anggota. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)