Pengurus UPZIS Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping 2024-2027 Resmi Terima SK

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZIS) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman secara resmi telah memberikan ijin kepada Unit Pengelola Zakat Infaq dan Shadaqah (UPZIS) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping dalam mengumpulkan, mendistribusikan dan mendayagunakan zakat, infaq, shadaqah serta dana sosial keagamaan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan melalui Surat Keputusan Nomor 57/SK/LAZISNU-SLM/IX/2024.

Menindaklanjuti hal tersebut, maka secara simbolis dilakukan kegiatan penyerahan tugas dari pengurus UPZIS Kapanewon Gamping periode 2021-2024, Suhartono kepada pengurus UPZIS Kapanewon Gamping periode 2024-2027, Dadang Winarko yang disaksikan oleh Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping, KH. Ahmad Mabarun bersama seluruh jajaran kepengurusan yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Miftah Mlangi, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (6/10/2024).

Dalam melaksanakan tugasnya, Unit Pengelola Zakat Infaq dan Shadaqah Kapanewon Gamping berkewajiban melakukan pembukuan dan pengadministrasian perolehan zakat, infaq, dan shadaqah serta dana sosial yang lainnya, memberikan bukti setoran dana sosial kepada setiap muzakki, pemberi infaq, shadaqah dan dana sosial keagamaan lainnya, termasuk menyampaikan laporan pelaksanaan pengelolaannya kepada Pengurus LAZISNU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman setiap bulannya.

Suhartono selaku Ketua UPZIS Kapanewon Gamping berharap dengan adanya surat keputusan tersebut akan meningkatkan kepercayaan masyarakat yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah karena unit yang bersangkutan sudah diakui secara formal oleh lembaga terkait, seperti Badan Amil Zakat Nasional, serta dapat menjalankan tugasnya secara lebih terstruktur dan diakui oleh otoritas yang berwenang.

“Dengan adanya SK ini, pengurus memiliki legalitas dalam mengemban amanah dari masyarakat. InsyaAllah, kami akan menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, transparan dan profesionalis,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ia bersama jajaran pengurus berkomitmen untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah yang diterima dengan sebaik-baiknya sesuai syariat serta memastikan dana tersebut tersalurkan kepada masyarakat yang berhak secara tepat sasaran.

“Semoga keberadaan UPZIS dapat dijadikan jembatan kebaikan bagi seluruh umat, memperkuat ukhuwah, dan membantu lebih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan,” imbuh Suhartono dihadapan tamu undangan yang hadir.

Adapun susunan lengkap kepengurusan Unit Pengelola Zakat Infaq Shodaqoh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping Periode 2024-2027 yaitu Suhartono (Ketua), Dadang Winarko (Sekretaris), Siti Nurjanah (Bendahara), Riyanto dan Agus Santoso (Bidang Penghimpunan), H. Ibnu Hajar Wibowo dan Sutrisno (Bidang Pentasyarufan), serta  Adang  Apriyanto dan Slamet Saifudin (Bidang Program dan Ambulans). (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Buka Sosialisasi Sejarah Nilai-nilai Kepakualaman dan Dialog Budaya Kadipaten Pakualaman, Pjs Bupati Sleman Harap Dapat Perkaya Wawasan Kepakualaman

Sleman – Kadipaten Pakualaman bersama dengan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sosialisasi Sejarah Nilai-nilai Kepakualaman dan Dialog Budaya kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman pada Senin, (7/10) di Ruang Rapat Sembada Setda Sleman. Dialog Budaya dibuka secara langsung oleh Penjabat Sementara Bupati Sleman, Kusno Wibowo.

Pada kesempatan tersebut juga turut hadir Bendara Pangeran Harya (BPH) Kusumo Bimantoro yang sekaligus menyerahkan buku Ajaran Kepemimpinan Asthabrata Kadipaten Pakualaman kepada Pjs Bupati Sleman

Kusno berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan masyarakat Sleman tentang perjalanan sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan dua pusat budaya dan peradaban Yogyakarta, yaitu Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pura Pakualaman.

“Saat ini kita berada dalam situasi antara tradisi dan pembaruan. Kebudayaan tidak boleh lepas dari akarnya dan berjalan beriringan dengan praktik kemajuan jaman dalam kegiatan sehari-hari masyarakat. Berkenaan dengan hal tersebut, kita harus mulai menanamkan kembali kearifan lokal yang merupakan warisan adiluhung dari leluhur” ujar Kusno.

BPH Kusumo Bimantoro mewakili Kadipaten Pakualaman menyampaikan harapan melalui dialog dan sosialisasi ini dapat menambah khasanah pengetahuan dan wawasan tentang sejarah Kadipaten Pakualaman sekaligus perkembangan seni budaya didalamnya dari narasumber yang kompeten

“Kami berharap dialog budaya ini dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang sejarah berdirinya Kadipaten Pakualaman dan perkembangan seni budayanya secara langsung dari narasumber yang berkompeten” ujar BPH Kusumo Bimantoro.

Dalam Sosialisasi Kepakualaman dan Dialog Budaya ini mengusung dua materi penting, yaitu perkembangan seni budaya di Kadipaten Pakualaman serta sejarah berdirinya Kadipaten Pakualaman. Materi disampaikan langsung oleh tim Pambudidaya Pakualaman, yaitu KPH Kusumoparastho dan KRMT Projokusumo dan dimoderatori oleh KRMT Jayengtaruno.

Kegiatan dialog budaya yang diselenggarakan oleh Kadipaten Pakualaman ini merupakan yang ketiga kalinya diadakan, setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Kota Jogja dan Kabupaten Bantul




Pjs Bupati Sleman Kukuhkan Pengurus Juru Sembelih Halal

Sleman – Penjabat sementara Bupati Sleman, Kusno Wibowo, mengukuhkan pengurus Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Sleman, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Minggu (6/10). Pada kesempatan itu juga diserahkan Kartu Tanda Anggota Kehormatan yang diberikan oleh Ketua Juleha Sleman, Tri Hartanto Saputro kepada Kusno Wibowo.

Dengan pelantikan ini, Kusno berharap pengurus Juleha Sleman dapat semakin bersemangat dan memperkuat komitmen dalam memastikan kehalalan daging. Selain itu, Ia mengimbau agar pengurus Juleha Sleman dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penerapan teknik sembelih yang tepat dan halal.

“Kami harap pengukuhan ini tidak hanya menjadi media silaturahmi saja, namun pegiat Juru Sembelih Halal Sleman juga dapat secara efektif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pemahaman teknik sembelih yang tepat untuk memastikan kualitas produk pangan halal,” jelas Kusno.

Kusno juga menyampaikan ucapan terima kasih atas penyerahan kartu tanda anggota yang diterimanya. Pjs Bupati Sleman itu berharap, kemampuan serta pengetahuan para juru sembelih halal di Sleman dapat terus meningkat.

Sementara itu, Ketua Juleha Sleman, Tri Hartanto Saputro menyampaikan terdapat 22 pengurus yang dikukuhkan pada hari ini. Pengurus dan anggota Juleha ia katakan memiliki tanggung jawab untuk memastikan kehalalan daging. Ia berharap, pengurus yang telah dikukuhkan dapat melaksanakan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab.

“Pengukuhan dan penyerahan kartu tanda anggota secara simbolis bukan sekadar tanda, tapi juga sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi dan tanggung jawab oleh setiap juru sembelih. Kami harap rekan-rekan semakin termotivasi untuk menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas,” paparnya.

Tri melaporkan, sebagai bentuk pengembangan kemampuan pengurus dan masyarakat, Juleha Sleman telah melaksanakan pelatihan penyembelihan di berbagai masjid dan instansi perkantoran yang ada di Sleman. Kegiatan tersebut dilakukan agar memenuhi standar halal yang tinggi dan menambah pengetahuan masyarakat terkait teknis penyembelihan.

“Kami harap pelatihan seperti ini dapat mendatangkan peserta yang lebih luas serta dapat dilaksanakan secara terus menerus,” jelasnya.




Sleman Terapkan Teknologi Budidaya Cabai Sehat untuk Tekan Biaya Produksi

Sleman- Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman didampingi Kepala Bidang Penyuluhan, Kepala BP4 Wilayah V dan PPL Candibinangun melakukan sambang petani cabai merah keriting di Samberembe Wetan, Candibinangun, Pakem pada Jum’at (4/10/2024).

Sugeng menyampaikan harga CMK di pasar lelang pada Kamis (3/10/2024) hanya Rp. 6009 per kg. Harga tersebut jauh dibawah biaya produksi. Tetapi meski saat ini harga cabai merah keriting atau yang biasa dikenal CMK ini rendah, tetapi petani tetap melakukan perawatan dan pemeliharaan tanaman.

“Saya banyak menggunakan pupuk organik dan agensia hayati sehingga biayanya bisa ditekan” ujar Sugeng.

Suparmono mengapresiasi teknologi budidaya ramah lingkungan dan berbiaya rendah yang diterapkan Sugeng.

“Tahun 2023 Dinas Pertanian Sleman sudah menerbitkan SOP Budidaya Cabai Sehat Ramah Lingkungan, selain untuk meningkatkan adaptasi DPI, menjaga kualitas produk juga tujuannya untuk meningkatkan keuntungan petani” terang Suparmono.

Menanggapi harga CMK yang rendah saat ini, Suparmono menjelaskan bahwa hal tersebut sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran. Berdasarkan data statistik hortikultura (), produksi cabai merah keriting dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh cukup tinggi.

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman memprediksi harga akan mulai meningkat di awal November, dan pada bulan Desember diperkirakan harga CMK dan Cabai Rawit akan tinggi dan tetap optimis mampu mencapai target NTP sebagai alat ukur kesejahteraan petani.

Nilai Tukar Petani atau NTP adalah angka perbandingan antara indeks harga yang diterima dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Diketahui indikator NTP dinyatakan dalam tiga pengertian yakni NTP > 100 berarti petani mengalami surplus, NTP = 100, berarti petani mengalami impas dan NTP< 100 berarti petani mengalami defisit.

“ 2 tahun berturut-turut, hortikultura menyumbang NTP tertinggi dibanding subsektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan maupun perikanan yaitu sebesar 115,14 di tahun 2022 menjadi 121,07 pada tahun 2023” terang lelaki yang akrab dipanggil “pak Pram” ini.

Diketahui BPS DIY mencatat pada September 2024 DIY mengalami deflasi 0,10% secara bulanan (month-to-month/mtm) yang merupakan deflasi ke-5 sepanjang 2024.

Menanggapi hal tersebut, Suparmono berharap semoga penurunan daya beli dan perekonomian yang melemah tidak berdampak pada NTP di Sleman.

“Kami akan mendorong agar margin petani meningkat, sehingga selisih yang diperoleh petani dari biaya produksi dan penjualan bisa menghasilkan keuntungan,” jelas Suparmono.




Pagar Nusa Open 2024 Lestarikan Pencak Silat dan Jaring Atlit Berprestasi Tingkat Nasional 

Untuk mengembangkan dan melestarikan seni bela diri pencak silat sebagai bagian penting dari warisan budaya bangsa Indonesia, serta memperkuat jati diri dan rasa cinta para pesilat terhadap budaya lokal yang kaya dengan nilai-nilai tradisi kearifan lokal dalam masyarakat, maka  Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan bertajuk ‘Pagar Nusa Open 2024’ se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar di Gedung Universitas Nahdlatil Ulama, Banyuraden, Gamping, Sleman selama 3 hari, Jumat (4/10/2024) hingga Minggu (6/10/2024).

Berdasarkan keterangan dari Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan, Khamim Busroni bahwa kompetisi perguruan bela diri tradisional di Indonesia yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini diikuti oleh 400 pesilat yang masih berstatus sebagai santri dan santriwati dari berbagai Pondok Pesantren dan madrasah yang tersebar di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang terbagi menjadi beberapa kelompok kejuaraan yaitu usia dini, pra remaja, remaja, dan dewasa.

Sebagai bagian dari pencak silat tradisional, Pagar Nusa mengajarkan kepada anggotanya mengenai pentingnya melestarikan seni dan budaya. Banyak dari jurus yang diajarkan memiliki akar kuat dalam tradisi lokal, dan selama latihan sering kali diiringi dengan nilai-nilai filosofi kehidupan, seperti kesederhanaan, ketangguhan, dan pengendalian diri.

“Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini untuk menjaring atlit yang berprestasi dari perguruan silat Pagar Nusa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan direkomendasikan mengikuti Kejuaraan Nasional V memperebutkan Piala Presiden dan Piala PBNU di Jakarta pada bulan November 2024 mendatang,” terang Khamim.

Menurutnya, Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa secara rutin mengikuti dan menyelenggarakan kompetisi pencak silat, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Para atlet Pagar Nusa telah mencetak banyak prestasi dalam berbagai kejuaraan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini menunjukkan kualitas pelatihan dan komitmen perguruan dalam menghasilkan pesilat yang handal dan berprestasi.

Lebih lanjut, Ketua Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa Kabupaten Sleman, Husaein Eryzona, SH.I. mengungkapkan bahwa sebagai perguruan bela diri yang bernaung di bawah Nahdlatul Ulama maka Pagar Nusa memiliki hubungan yang erat dengan pesantren-pesantren di seluruh Indonesia. Banyak santri yang menjadi bagian dari Pagar Nusa, dan pencak silat sering kali menjadi bagian dari kurikulum di beberapa pondok pesantren sehingga membantu menjaga kesinambungan tradisi pencak silat di lingkungan pendidikan Islam.

“Pencak Silat Pagar Nusa tidak hanya mengenai beladiri saja, tetapi juga tentang membangun kepribadian yang tangguh, berakhlak mulia, dan cinta tanah air sejalan dengan nilai-nilai yang diusung oleh Nahdlatul Ulama,” tegas Husaein.

Adapun hasil pertandingan menyatakan perguruan pencak silat Pagar Nusa dari Pansa Yogyakarta sebagai Juara Umum I dengan perolehan 10 medali emas dan 9 medali perak disusul Pondok Krapyak Yayasan Ali Maksum sebagai juara Umum II yang meraih 10 medali emas dan 7 medali perak, serta Cepedi Yogyakarta sebagai Juara Umum III yang mendapatkan 7 medali emas.

Sedangkan Pesilat terbaik di kelompok usia remaja diraih oleh Rohman dari Pansa Yogyakarta dan Aripatus Zahra dari Pondok Pesantren Sunan Pandanaran yang mendapat trophy kejuaraan beserta beasiswa kuliah sampai lulus dari Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta sebagai apresiasi atas prestasi yang diraih. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)