DLH Sleman Berikan Penyuluhan Pengelolaan Sampah di Padukuhan Jetis

Sleman – Kapanewon Tempel difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman mengadakan penyuluhan pengelolaan sampah bagi tokoh masyarakat, pengurus PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Padukuhan Jetis. Sosialisasi tersebut berlangsung di di Aula Kalurahan Sumberrejo Tempel, Kamis (10/10/2024).
Di mana, kegiatan itu dilatarbelakangi oleh keberadaan Bank Sampah Pringgodani Padukuhan Jetis sudah lama ada. Namun hingaa saat ini bank sampah tersebut belu pernah beroperasi.
Adapun tujuannya ialah untuk menghidupkan kembali kelembagaan bank sampah yang pernah dibentuk di tingkat Padukuhan Jetis. Selain itu, dalam waktu dekat, Padukuhan Jetis akan mendapatkan hibah Rumah Pilah Sampah yang akan mendukung kegiatan Bank Sampah di wilayah tersebut. Hal itu disampaikan oleh Lurah Sumberrejo, Anjar Purwanto dalam sambutannya.
Lebih jauh, Anjar juga menyampaikan bahwa pada tahun 2025 mendatang, Kalurahan Sumberrejo akan mengikuti lomba Kalurahan Inovatif mewakili Kapanewon Tempel. Sehingga pengelolaan sampah di padukuhan harus ditingkatkan, karena pengelolaan sampah mempunyai nilai yang cukup tinggi.
Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Tempel, Singgih Budiyana menyampaikan bahwa menurut rencana di bulan November mendatang, Kapanewon Tempel akan memberikan stimulan yang diberikan kepada lima padukuhan berupa kompartemen atau bak pilah sampah yang merupakan hibah dari PDAM Kabupaten Sleman.
“Di samping itu, diakhir penyuluhan pengelolaan sampah nanti akan merubah kepengurusan lembaga bank sampah dengan memasukkan unsur Karang Taruna sebagai kaderisasi untuk bisa langsung berkegiatan mengingat bank sampah yang dulu pernah terbentuk di Jetis sudah tidak aktif lagi selama dua tahun lebih,” kata Singgih.
Di akhir sambutannya, Singgih sampaikan bahwa kegiatan pengelolaan sampah oleh masyarakat diharapkan ikut berkontribusi dalam mereduksi timbulan sampah dengan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.
“Sedangkan tugas dari pemerintah adalah mengelola residu yang dibawa ke TPST,” sambungnya.
Selanjutnya, Praktisi Sampah dari JPSM Kabupaten Sleman, Sutarto Agus Raharjo selaku narasumber pada kesempatan tersebut membuka penyuluhan dengan metode partisipatif dalam pengelolaan sampah.
Peran kelembagaan yang harus ada, peran natural leader atau tokoh masyarakat yang dominan menjadi keharusan dalam pengelolaan sampah di wilayah. Sebagai wilayah yang pernah mempunyai lembaga bank sampah, Jetis sudah mempunyai keuntungan dalam membangkitkan kembali semangat kelola sampah karena sudah mempunyai embrio kepengurusan.
“Kalau terjadi kejenuhan bisa dilakukan studi banding ataupun menciptakan kegiatan inovatif dalam pengelolaan sampahnya,” katanya.
Sutarto juga menyampaikan tentang metode bersih kembali bersih dalam pengelolaan bank sampah sehingga rumah pilah sampah yang belum dimiliki oleh Jetis, tidak menjadi kendala dalam pengelolaan bank sampah. Ia pun menyemangati tokoh masyarakat Jetis dengan menyampaikan Surat Edaran (SE) Bupati Sleman yang terbaru nomor 305 tahun 2024 tentang Pengurangan dan Penanganan Sampah di Kabupaten Sleman.
“Dengan konsep 5 M yaitu Mengurangi, Memakai kembali, Mendaur ulang, Memilah dan Menabung Sampah. Kita telah melaksanakan SE Bupati tersebut,” tandasnya.
Lebih lanjut, masih banyaknya warga yang membakar sampah, membuang sampah di badan air dan menimbun sampah juga menjadi keprihatinan tersendiri. Sutarto pun memberi pengertian tentang pemilahan sampah kepada peserta dengan memberikan contoh sampah anorganik, nama dan jenis jenisnya.
“Untuk pengelolaan sampah organik, bisa diolah dengan teknologi pengomposan baik menggunakan lubang/rolak, biopori, biopot, komposter skala rumah tangga ataupun dengan Losida (Lodong Sisa Dapur),” ungkap Sutarto.
“Dengan teknologi yang sederhana tersebut, diharapkan masyarakat dapat langsung mempraktekkan di rumah masing masing,” imbuhnya.
Kegiatan ditutup dengan forum tanya jawab dengan peserta dan sekaligus pembentukan pengurus bank sampah yang dipandu langsung oleh Kawat Kemakmuran Kapanewon Tempel. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)



