Peringati HUT ke-5 Komunitas GSS Banyuraden Refleksikan Kemajuan Organisasi

Komunitas sosial nonprofit Geplakan Siap Siaga (GSS) yang terbentuk sejak tahun 2019 merayakan hari ulang tahun kelima dengan penuh kebersamaan dan semangat yang berlangsung di Pendapa Teras Merapi, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Senin (14/10/2024). Melalui slogan ‘Ora Butuh Kondang, Sing Penting Tumandang’ Komunitas GSS telah berkembang menjadi komunitas yang solid beranggotakan 21 orang relawan yang memiliki beragam keterampilan guna membantu warga Dusun Geplakan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping.

Peringatan hari ulang tahun berupa kegiatan family gathering tersebut dihadiri oleh Ketua Komunitas Geplakan Siap Siaga, Bakoh Waluyo beserta 20 anggota dan keluarganya untuk mempererat hubungan persahabatan dan kekeluargaan antar anggota sehingga tercipta ikatan yang lebih kuat diantara mereka.

Dalam sambutannya, Bakoh Waluyo menekankan pentingnya kebersamaan dan kontribusi komunitas terhadap masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian anggotanya terhadap lingkungan sosial sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, dalam perjalanan pencapaian lima tahun komunitas GSS telah melalui beragam tantangan dan keberhasilan. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi seluruh anggota untuk merefleksikan perkembangan yang telah dilakukan demi kemajuan organisasi.

Selama lima tahun, GSS telah berperan penting dalam membantu masyarakat, terutama dalam pengamanan berbagai acara di Dusun Geplakan dan mengevakuasi hewan berbahaya seperti lebah vespa dan ular. Dengan keterampilan yang teruji dan kekompakan yang terjaga, komunitas ini terus menjadi garda terdepan dalam memberikan rasa aman di tengah masyarakat.

“Lima tahun ini penuh dengan tantangan, tetapi kebersamaan kita adalah kekuatan utama. Semoga ke depan, GSS semakin solid dan terus bermanfaat dalam menjaga keamanan dan memberikan pertolongan di setiap kesempatan,” ucap Bakoh penuh semangat.

Selain itu, Ia berharap komunitas Geplakan Siap Siaga dapat menjadi contoh atau inspirasi bagi komunitas lain dalam hal kekompakan, program-program sosial, dan semangat kebersamaan agar memberikan pengaruh yang positif terhadap lingkungan yang lebih luas.

Usai memberikan sambutan, Bakoh melakukan pemotongan nasi tumpeng yang diberikan kepada anggota terbaru yang secara filosofis melambangkan semangat regenerasi dan pembaruan dalam komunitasnya disaksikan seluruh anggota.

“Saya berharap ke depannya komunitas ini dapat lebih berkembang, tidak hanya di Dusun Geplakan saja, tetapi juga di wilayah lain yang membutuhkan. Termasuk berbagi keterampilan dan pengetahuan yang kita miliki sehingga semakin banyak orang yang dapat merasakan manfaat dari kehadiran GSS,” tuturnya.

Suasana menjadi khidmat saat seluruh anggota komunitas dan keluarganya merapat untuk berdoa yang dipandu oleh Slamet Riyadi sebagai anggota senior guna memohon perlindungan dan barokah dalam perjalanan organisasi di tahun mendatang. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




DIY Fokus Kembangkan Kawasan Sentra Kambing Perah, HIPMI Siap Berkolaborasi

Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas kajian pengembangan kawasan kambing perah di DIY, Senin (14/10/2024). FGD ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti Bappeda DIY, Paniradya Pati Kaistimewaan DIY, Dinas Koperasi dan UKM, HIPMI DIY, serta sejumlah pelaku usaha dan pengolah kambing perah.

Perwakilan dari HIPMI DIY Bidang 7 (Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan), Ilham Agus Prasetyo, menilai kegiatan ini sebagai langkah positif untuk mencukupi kebutuhan susu kambing perah di DIY. Ilham menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku kambing perah, dan pengusaha muda sangat penting guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi susu kambing, dari hulu hingga hilir.

“Kami sebagai pengusaha muda siap berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah dan pelaku usaha lainnya, tidak hanya dalam proses produksi, tetapi juga memastikan bahwa susu kambing dapat diakses pasar dengan lebih baik,” ujar Ilham.

Paparan awal dalam FGD disampaikan oleh Erista Adisetya yang memaparkan latar belakang pentingnya pengembangan kawasan sentra produksi kambing perah. Ia menekankan adanya agroekosistem yang mendukung, peningkatan permintaan susu kambing, serta dukungan pemerintah dalam pengembangan kawasan ini. Selain itu, Erista menyebut Kabupaten Sleman sebagai wilayah dengan populasi kambing perah terbanyak di DIY.

Paparan kedua disampaikan oleh Sulvia Dwi Astuti dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap industri biologis dalam ternak kambing perah. Menurut Sulvia, perencanaan pakan yang tepat serta lingkungan yang nyaman dengan suhu 10-30°C dan kelembaban 50-70% sangat krusial untuk keberhasilan peternakan kambing perah. Ketersediaan pakan hijauan segar, konsentrat, dan suplemen juga perlu dijaga secara konsisten.

FGD ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menyusun peta jalan (road map) pengembangan kawasan sentra kambing perah di DIY, dengan fokus pada peningkatan produksi susu kambing yang berkualitas serta berdaya saing di pasar lokal dan nasional. (Ilham Agus/KIM Seyegan)




Bahas DPTb, KPU Sleman Gelar Rapat Koordinasi

Komis Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menggelar Rapat Koordinasi Pelayanan Pindah Memilih (DPTB) tingkat Kabupaten pada Pilkada Sleman Tahun 2024 di Hotel Indoluxe Yogyakarta yang beralamat di Jl Palagan Tentara Pelajar no 106, Sumberan Sariharjo Ngaglik Sleman pada Senin (14/10/2024) siang

Ketua KPU Kabupaten Sleman, Ahmad Baehaqi mengharapkan melalui rapat koordinasi ini, dukungan seluruh stakeholder untuk menginformasikan kepada jajaran dan mitranya bahwa KPU telah memasuki tahapan pelayanan pindah memilih (DPTb).

“Kami meminta dukungan kepada seluruh stakeholder yang terkait dengan pelayanan pindah memilih ini dan apa yang akan dilakukan oleh KPU Kabupaten Sleman bersama sama dengan Pemerintah daerah Kabupaten Sleman dalam kapasitas KPU yang hanya memfasilitasi tahapan kegiatan ini sehingga diharapkan, pada saat pelaksanaan nanti di satu sisi KPU akan melaksanakan langkah-langkah penyisiran upaya untuk meminimalisasikan dari permasalahan yang dihadapi terutama pada saat pelaksanaan pemungutan suara, agar kepada yang menghendaki pindah memilih karena sesuatu hal dapat terlayani,” ujarnya.

Kepala Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Sleman , Arif Setiawan mengatakan, berdasarkan Keputusan KPU no 799 tahun 2024, tentang petunjuk teknis pelayanan pindah memilih dalam pemilihan serentak tahun 2024, ada kewajiban kita untuk melindungi hak pemilih di tingkat Kabupaten Sleman yang diberikan guna melindungi hak setiap warga negara, mereka tetap boleh mengunakan hak pilihnya selama masih dalam wilayah Kabupaten Sleman.

“Pemindah DPT tidak memindahkan identitas kependudukannya, jadi harus kita pisah kalau mereka tidak bisa pulang kedaerahnya maka kita akomodir mereka dengan surat suara, ini tujuan kita agar pemilih tersebut tetap bisa memiilih, dengan melakukan pendataan dan pelayanan terhadap saudara-saudara kita yang tidak bisa memilih dimana terdaftar DPT nya karena sebab-sebab yang diatur dalam peraturan KPU, karena akan mempengaruhi kesiapan KPU kabupaten dalam menyedikan surat suara kepada mereka terlepas apakah itu digunakan atau tidak, tetapi KPU berharap digunakan nama-nama yang masuk ini tetap dilakukan pelayanan untuk memberikan hak mereka,” ungkap Arif.

Ditambahkan oleh Arif Setiawan, Pemilih Pindahan (DPTb) adalah pemilih yang terdaftar di DPT di salah satu TPS tetapi karena sesuatu hal tidak dapat menggunakan hak pilihnya di TPS tempat nya terdaftar sehingga memberikan suaranya di TPS lain harus memenuhi beberapa persyaratan dan ada rentang waktu yang mengaturnya.

“Diantara yang dimaksud karena sesuatu hal tertentu ada 9 kategori, menjalankan tugas ditempat lain saat hari pemungutan, rawat inap di faskes serta keluarga yang mendampingi, penyandang disabilitas di panti sosial/rehabilitasi, rehabilitasi narkoba, tahanan atau lapas, tugas belajar, pindah domisili, tertimpa bencana alam, yang bekerja diluar domisilinya, sedangkan waktu pelayanan nya sampai 30 hari sebelum hari pencoblosan dan 7 hari untuk kategori tertentu, yaitu yang menjalankan tugas ditempat lain saat hari pemungutan, yang rawat inap, tahanan, serta yang tertimpa bencana. Tentu dari semua itu harus disertai dengan bukti pendukung nya,” tambah Arif.(sbd_kimtempel)




Cegah Kekerasan Jalanan dan Pornografi, Pemkab Sleman Lakukan Geber Penak di Sekolah

Sleman – Sebagai upaya pencegahan aksi kekerasan anak di jalanan dan pornografi, Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan kunjungan serta sosialisasi di SMP Muhammadiyah 1 Berbah, Senin (14/10). Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dari program Gerakan Bersama Perlindungan Anak atau GEBER PENAK Tahun 2024.

Turut serta pada kegiatan ini Pjs Bupati Sleman, Kusno Wibowo. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam mencegah penyimpangan perilaku anak, seperti kejahatan jalanan dan pornografi.

“Anak sebagai generasi penerus harus kita dampingi agar bisa menjadi generasi yang berkarakter dan berkualitas,” ucapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman, Wildan Solichin, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Sleman dalam upaya menanggulangi kekerasan, kejahatan dan pornografi yang melibatkan anak peserta didik. Sekaligus upaya untuk mewujudkan generasi Sleman yang berkualitas dan berdaya saing.

“Kegiatan ini meliputi sidak atau inspeksi dengan sasaran tas dan Handphone milik peserta didik, sosialisasi anti kekerasan dan Bahaya Pornografi, assasment terhadap peserta didik, dan pendampingan psikologis terhadap peserta didik,” jelasnya.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemkab Sleman yang dimotori oleh Pokja Preventif Satuan Tugas/Satgas Pencegahan Kejahatan Anak Di Jalan, bersama Polresta Sleman dengan didukung Kodim 0732/Sleman, Puskesmas se-Kabupaten Sleman, Puspaga DP3AP2KB, Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR), dan UPTD PPA Sleman. (Humas Sleman)




Tingkatkan Ekonomi dan Keterampilan Peternak, Kalurahan Lumbungrejo Gelar Pembinaan Kelompok Kambing

Sleman- Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo adakan Pelatihan dan Pembinaan Kelompok Ternak Kambing untuk para peternak kelompok domba dan kambing yang ada di Kalurahan Lumbungrejo. Pelatihan ini diikuti 40peserta dari 10 Padukuhan. Kegiatan yang diampu oleh Ulu-Ulu Lumbungrejo ini digelar di Aula Lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo pada Senin-Selasa 14-15 Oktober 2024.

Hadir sebagi narasumber pada acara pelatihan ini yakni Yusuf Imam K dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kab. Sleman dan juga Suprasetyaningrum dari Puskeswan Tempel.

Suharjasa selaku Ulu-ulu Lumbungrejo mengatakan kegiatan ini dianggarkan melalui Dana Desa dengan peningkatan kapasitas peternak dan juga study banding yang akan dilaksanakan dihari kedua

“Kegiatan ini kami adakan dengan menggunakan dana desa tahun 2024 sebesar ,- untuk pelatihan dan peningkatan kapasitas para peternak domba dan kambing, selain itu dihari kedua para peserta pelatihan akan kami ajak study lapangan di LFARM Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah,” ucap Suharjasa.

Suharjasa menambahkan dengan adanya pelatihan ini , dia mengharapkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan juga ekonomi untuk para peternak maupun kelompok. Pelatihan ini diadakan karena para peternak yang ada di Kalurahan Lumbungrejo sering menyampaikan keluh kesahnya berkaitan dengan hewan ternaknya yang kurang sehat akan tetapi para peternak belum bisa mengenali gejala dan cara mencegahnya.

“Dengan kegiatan ini, semoga para peternak kambing maupun domba bisa bertambah pengetahuannya, sehinga bisa melakukan pemeliharaan domba maupun kambing dengan baik. Selama ini diwilayah Lumbungrejo sendiri banyak para peternak belum menguasai dan belum cukup bisa mengantisipasi penyakit yang ada pada hewan ternak khususnya domba maupun kambing maka kita hadirkan narasumber dari PUSKESWAN Tempel,” jelas Suharjasa

Lurah Lumbungrejo, Al-Hakim juga berharap bahwa pelatihan ini tidak hanya sebagai kegiatan seremonial saja.

 “Kami berharap melalui pelatihan ini kelompok ternak bisa meningkatkan pendapatan, meningkatkan ekonomi peternak domba maupun kambing yang ada di Lumbungrejo” harap Misbah

Salah seorang peserta Prayitno mengaku senang bisa mengikuti pelatihan ini dikarenakan selama ini dia hanya beraktivitas cari pakan ternak kambing dan memberikan perawatan kepada kambing sebatas memberikan makan dan minum saja tanpa ada pengetahuan tambahan perawatan lainnya

“Pelatihan ini bermanfaat sekali, bisa menambah ilmu terapan yang bisa kami lakukan untuk hewan ternak kami, saya senang mengikutinya apalagi besok ada study banding atau study lapangan jadi bisa tahu penanganan dan pemeliharaan hewan ternak di tempat lain,” ucap Prayitno. (Ais-Kim Ceria Lumbungrejo)