Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo Kapanewon Tempel menyelenggarakan bimbingan teknis terhadap kader posyandu dan kader remaja bekerja sama dengan Puskemas Tempel Satu dengan mengambil tema tentang Posyandu Integrasi Layanan Primer, di Gedung Serbaguna Kalurahan Margorejo Kapanewon Tempel, Selasa (22/10/2024).
Bimbingan teknis ini diikuti oleh kader posyandu dan kader remaja se-Kalurahan Margorejo. Hadir mewakili Lurah Margorejo, Ariyanto Wibowo selaku Carik dan sebagai pemateri dihadirkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Ajeng Rizki Fauzi, SKM, dan narasumber dari Puskesmas Tempel Satu, Christina Yulin Wulandari.
Pada kesempatan itu, Ajeng menyampaikan tentang posyandu terintegrasi, yang merupakan kegiatan pelayanan kesehatan dengan bertujuan untuk menguatkan pelayanan kesehatan di wilayah kalurahan. Tujuannya untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.
“Dengan harapan bahwa masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan dapat dengan mudah menuju ke lokasi dan itu merupakan suatu upaya mensinergikan berbagai layanan yang dibutuhkan masyarakat, meliputi perbaikan kesehatan dan gizi, pendidikan dan perkembangan anak, peningkatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan keluarga dan kesejahteraan sosial di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Balita,” kata Ajeng.
“Ada juga pelayanan sosial dasar yang dimaksud BKB (Bina Keluarga Balita) dan PAUD, karena menyadari anak usia dini atau balita membutuhkan kualitas kesehatan dan pendidikan yang maksimal serta memadai, maka salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menambah kegiatan di posyandu dengan BKB dan PAUD. Jadi kegiatan posyandu bukan sekedar di isi dengan penimbangan berat badan balita. Dengan demikian tujuan dasar diadakannya posyandu dapat dicapai yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini melalui layanan sosial dasar masyarakat untuk menunjang pembangunan,” sambungnya.
Lebih lanjut Ajeng Riski Fauzi memberikan contoh kegiatan posyandu yang terintegrasi. Ia mengatakan bahwa di Posyandu, balita akan dipantau kesehatan dan perkembangan dan pertumbuhannya. Kemudian di BKB, orang tua balita akan diberikan kesempatan untuk saling belajar bagaimana mendidik balita pada usia emas, seperti pemberian asupan makanan yang bergizi dan seimbang, dan bagaimana mengajak balita berkomunikasi, sampai dengan melatih perkembangan pertumbuhannya.
“Sementara balita bisa bermain dengan teman-teman seusia di PAUD sambil dipantau perkembangan pola pikirnya oleh mentor PAUD atau Kader Posyandu. Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman terus mendorong pelayanan posyandu terintegrasi untuk mendukung transformasi pelayanan primer. Posyandu di era transformasi layanan primer yaitu posyandu berbasis program seperti posyandu balita, posyandu remaja, posbindu PTM dan posyandu lansia menjadi posyandu terintegrasi. Pelaksanaan layanan kesehatan terintegrasi setiap bulan serentak atau terjadwal untuk seluruh sasaran ibu hamil, balita, remaja, usia dewasa dan lansia,” ucap Ajeng.
Sebelumnya, Carik Kalurahan Margorejo, Ariyanto Wibowo dalam sambutannya menyampaikan dukungan atas apa yang menjadi program dari Puskesmas Tempel Satu ini.
“Pemerintah Kalurahan Margorejo sangat mendukung adanya kegiatan Posyandu ILP ini, dan kalurahan sudah menganggarkan 10 % dari ADD untuk kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan. Dalam mendukung pelaksanaan ILP di puskesmas, Kalurahan Margorejo sudah menyiapkan 2 orang kader yang muda dan pandai IT. Pada saat pelaksanaan posyandu ILP ini Pemerintah Kalurahan Margorejo juga menyediakan PMT baik untuk semua sasaran maupun kadernya,” ungkap Ariyanto.
Perwakilan Puskesmas Tempel Satu, Christina Yulin Wulandari menambahkan beberapa bentuk pengintegrasian layanan sosial dasar di Posyandu, di antaranya pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan,prilaku hidup bersih dan sehat, kesehatan lanjut usia, BKB, Pos PAUD, percepatan penganekaragaman konsumsi pangan, pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil dan penyandang masalah kesejahteraan sosial, dan kesehatan reproduksi remaja serta peningkatan ekonomi keluarga.
“Pada bimbingan teknis ini para kader dibekali materi kebijakan Integrasi Layanan Primer seperti keterampilan dasar dalam pengelolaan posyandu, keterampilan dasar pelayanan ibu hamil, ibu nifas, dan ibu menyusui di posyandu. Kemudian keterampilan layanan dasar usia produktif dan lanjut usia di posyandu, keterampilan dasar bayi dan balita di posyandu, keterampilan layanan dasar usia sekolah dan remaja. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kecakapan dalam memberikan pelayanan di posyandu,” tutur Christina.(Sih Budi Daryanto/ Kim Tempel)