Bakesbangpol Sleman Mengintegrasikan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Masyarakat Kalurahan Banyuraden

Kalurahan Banyuraden berkomitmen untuk membangun lingkungan yang kuat dalam nilai-nilai Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa dan panduan dalam kehidupan bermasyarakat. Upaya ini diwujudkan melalui program sosialisasi kalurahan berkarakter Pancasila yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Jumat (25/10/2024) guna mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di wilayah Kalurahan Banyuraden yang diharapkan dapat membentuk karakter masyarakat yang toleran, gotong royong dan berkeadilan.

Dalam pelaksanaannya, sosialisasi ini mencakup berbagai kegiatan edukatif, diskusi, dan pelatihan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, pemuda, hingga orang tua yang semuanya diharapkan untuk ikut berperan aktif. Kegiatan ini diawali dengan pengenalan terhadap nilai-nilai Pancasila yang menjadi pondasi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara terutama pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah perbedaan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman dihadiri Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sleman, Indra Darmawan yang menuturkan bahwa perjalanan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat telah mengalami proses sejarah bangsa dan negara yang penting sebagaimana tertuang dalam naskah Pembukaan UUD 1945 alenia ke empat yaitu cita-cita sebagai bangsa yang merdeka berdaulat, bersatu, adil dan makmur.

Menurut Indra Darmawan, nilai pertama yang disosialisasikan yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, dimana setiap warga didorong untuk saling menghormati kepercayaan dan agamanya masing-masing. Dalam kegiatan ini warga diajak memahami pentingnya kehidupan yang harmonis tanpa memandang perbedaan agama. Misalnya, melalui kerja bakti bersama atau perayaan peringatan hari besar yang mengikutsertakan warga dari berbagai latar belakang agama.

Gotong royong sebagai wujud dari nilai Persatuan Indonesia juga menjadi prioritas utama dalam kegiatan sosialisasi ini. Warga dapat diajak berpartisipasi dalam kegiatan seperti kebersihan lingkungan, perbaikan infrastruktur desa, dan kegiatan sosial lainnya. Melalui aksi nyata tersebut diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa kerjasama dan persatuan akan membawa kebaikan bagi seluruh warga di wilayah Kalurahan Banyuraden.

Lebih lanjut, terkait dengan nilai yang keempat yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, sosialisasi ini mendorong warga untuk lebih aktif dalam proses musyawarah dan pengambilan keputusan di tingkat kalurahan. Proses ini dilakukan dengan mengadakan pertemuan rutin di mana warga bebas menyampaikan pendapatnya sehingga diharapkan keputusan yang diambil dapat mewakili kehendak seluruh lapisan masyarakat.

“Dengan adanya sosialisasi kalurahan berkarakter Pancasila ini maka pemahaman penghayatan dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dari masyarakat dapat diperdalam kemudian mengaplikasikan praktik-praktik baik dalam kehidupan bermasyarakat,” tutur Indra.

Sementara itu, Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama berharap agar Kalurahan Banyuraden mampu menjadi contoh kalurahan yang berkarakter Pancasila, dimana setiap warganya menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat rasa kebersamaan, kesetaraan, dan kegotong-royongan antar warga Banyuraden yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia,” harapnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Upacara Peringatan Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sinduharjo Diwarnai dengan Bersatunya Tiga Pasang Pusaka yang Mengisahkan Terbentuknya Kalurahan Sinduharjo

Ngaglik – Disatukanya Tiga (3) Pasang Pusaka dari Kalurahan Lama Prujakan, Dayu dan Gentan mengisahkan besatunya Kalurahan Prujakan, Kalurahan Dayu dan Kalurahan Gentan menjadi Kalurahan Sinduharjo pada 26 Oktober 1946 lalu. Peristiwa penyatuan tiga wilayah Kalurahan lama itu digambarkan melalui penyerahan tiga pasang pusaka dari bregodo prajurit Prujakan, Dayu dan Gentan kepada Lurah Sinduharjo Kapanewon Ngaglik,  Sudarja selaku Inspektur Upacara Peringatan Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sinduharjo, di Lapangan Gadingan,  Minggu (27/10/2024).

Tiga pasang pusaka yang diserahkan itu meliputi Pusaka dari Kalurahan lama Prujakan berupa Tombak Majigjo, yang bermakna mencapai cita-cita luhur. Songsong Tunggul Maruto yang bermakna Menjauhkan mara bahaya yang berasal dari Angin. Sedang dari Kalurahan Lama Dayu berupa Tombak Pandowo yang memiliki makna menegakkan kebenaran dan keadilan serta Songsong Tunggul Herbeno yang memiliki makna menjauhkan mara bahaya yang berasal dari Air. Sementara sepasang pusaka lainya berasal dari Kalurahan lama Gentan berupa Tombak Sumpono yang bermakna Kewibawaan dan Ketenteraman serta Songsong Tunggul Agni yang melambangkan harapan dijauhkan dari mara bahaya yang diakibatkan oleh Api.

Upacara Peringatan Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sinduharjo itu dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan/ Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman Edy Winaryo, Panewu Ngaglik Agung Indarto dan Tim Monev Pendamping Desa Budaya Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Provinsi DIY, Joko Saptono dan undangan lainya. Sedang peserta upacara berkisar 2500 masyarakat berasal dari 17 Padukuhan, dari anak-anak hingga orang tua, baik pria maupun wanita.

Ribuan masyarakat sebelum mengikuti upacara, mereka melakukan kirab budaya menempuh jarak kurang lebih satu setengah kilo meter dari Taman Budaya Loh Jinawi Gentan hingga lapangan Gadingan. Masing-masing padukuhan menampilkan kreasi dan potensinya  beserta Gunungan Hasil Bumi yang  menggambarkan keanekaragaman potensi budaya Kalurahan Sinduharjo, sedang jumlah peserta masing-masing padukuhan bervareasi, ada yang 75 orang, 200, 300 orang bahkan ada yang jumlahnya mencapai 600 orang dari satu padukuhan.

Lurah Sinduharjo Sudarja bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam sambutanya mengatakan, Peringatan Hari Jadi Ke-78 Kalurahan Sinduharjo memilih Tema Merajut Bersa Memperkokoh Warisan Budaya, Maju Sinduharjo Menuju Sinduharjo Maju dan Sejahtera.

Sudarjo memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan darma baktinya membangun Sinduharjo.

“Termasuk peran serta yang optimal dalam seluruh rangkaian peringatan hari jadi ke 78, masyarakat telah dengan swadaya mengisi panggung hiburan, membuka lapak UMKM dan mengikuti kirab budaya,” ujarnya.

Selanjutnya Sudarja mengajak agar kerukunan, kebersamaan, manunggaling pemerintah kalurahan dengan masyarakat terus dijaga, dilestarikan sebagai modal melaksanakan pembangunan menuju Sinduharjo yang maju, aman dan sejahtera.

Sementara itu Pengurus Kalurahan Mandiri Budaya Sinduharjo, Astadi menuturkan bahwa kegiatan rangkaian peringatan hari jadi Kalurahan Sinduharjo sudah dimulai pada Hari Rabu tanggal (23/10/2024) dan berakhir Senin (28/10/2024). Selama beberapa hari itu Pemerintah Kalurahan menggelar berbagai kegiatan baik berupa pentas kesenian, lapak UMKM maupun lomba. Lebih rinci disebutkan kegiatan hari jadi berupa pentas kesenian Jathilan, Karawitan Ibu-Ibu, Karawitan anak-anak. Ketoprak anak-anak. Musik dan Campursari, Lawak, Festival Hadroh, Lomba Tumpeng, Tari Badui hingga doa lintas agama serta tirakatan yang rangkaian kenduri, Macapat dan Tahlilan. (Tri Joko S – KIM Kalasan)




Peringati HUT ke 77, Tegaltirto Gelar Tegaltirto Run

Sleman – Tegaltirto Run diselenggarakan di Jagalan, Tegaltirto, Berbah, Sleman pada hari Minggu 27 Oktober 2024.

Ketua Panitia Tegaltirto Run Dian Meila Ayu  mengatakan bahwa kegiatan Tegaltirto Run merupakan salah lah satu rangkaian kegiatan menyongsong peringatan HUT Tegaltirto ke-77.

Kegiatan Tegaltirto Run  baru pertama kali diadakan diikuti oleh perwakilan  dari 14 padukuhan yang ada di wilayah kelurahan Tegaltirto.

Salah satu tujuan kegiatan Tegaltirto Run untuk menjaring Calon calon atlit dari kelurahan Tegaltirto.

“Harapannya semoga dari kegiatan Tegaltirto Run akan lahir atlet baru yang bisa berkancah ditingkat daerah juga nasional. Semoga untuk tahun depan penyelanggara kegiatan Tegaltirto Run akan lebih baik, hadiah lebih juga pesertanya semakin banyak ” tambah Dian.

Kepala dukuh Berbah, Tegaltirto Hermawan yang juga ikut sebagai peserta Tegaltirto Run  menyampaikan bahwa kegiatan ini  merupakan olahraga positif. Meski baru yang pertama kali diadakan  namun antuiasme imasyarakat dalam mengikuti lomba cukup tinggi.

“Tegaltirto Run diikuti warga Kelurahan Tegaltirto mewakili hi masing-masing padukuhan. Peserta berjumlah lebih dari 50 orang ya,” ucap Hermawan.

Disampaikan juga bahwa Kalitirto Run menempuh jarak 5 km, Start dan finis di padukuhan Jagalan dimulai jam pagi.

“Untuk juara Tegaltirto Run adalah  Fazil Maulana Hidayatulloh warga padukuhan Jomblang,” tambahnya.

Hermawan juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan menyongsong peringatan hari jadi Kalurahan Tegaltirto berupa gelar potensi Kalurahan Tegaltirto menampilkan budaya dan UMKM. Tampilan budaya berupa penampilan Angklung Laras Utomo Kadisono, Hadroh, karawitan, ketoprak tirto Budoyo, Jathilan, lomba mewarnai dan Tegaltirto Run.

“Untuk pertunjukan ketoprak pemainnya merupakan pamong Kalurahan Tegaltirto,” pungkas Hermawan.  (Kusnadi/KIM Berbah)




Condongcatur Bertutur, Sebuah Perayaan Cerita, Kreasi, dan Imajinasi

Sleman – Rumah Donggeng Mentari di dukung Badan Bahasa dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur menyelenggarakan kegiatan dengan tajuk “Condongcatur Bertutur” sebuah Perayaan Cerita, Kreasi, dan Imajinasi yang bertempat di Green Kayen Condongcatur Depok Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (27/10/2024).

Penanggung jawab pelaksanaan kegiatan Condongcatur Bertutur, Ayu Purbasari menjelaskan kegiatan ini berlangsung mulai pukul sampai WIB diisi dengan berbagai agenda yang tempatnya berlainan, antara lain Panggung Tutur, Taman Anak Bertutur, Treasure Hunt Tutur, Lingkaran Baca 10 Dongeng Nusantara, Kreasi Dongeng Ceria, Workshop Membuat Alat Peraga Dongeng, dan Kelas Mendongeng

“Workshop membuat alat peraga dongeng, yang menempati tenda bagian depan, samping Pendopo Green Kayen, menghadirkan Bagong Soebardjo, seorang seniman dan penutur. Ada 24 orang yang mengikuti workshop yang sebelumnya tercatat ada 35 orang yang mendaftar sebagai peserta workshop membuat alat peraga dongeng, tetapi yang datang 25 orang,” jelasnya.

Lebih lanjut Ayu Purbasasri menjelaskan, untuk Kelas Dongeng dilaksanakan di tenda belakang Pendopo Green Kayen, panitia menghadirkan Kak Ela, seorang penutur dan puppeteer. Ada 39 orang yang mendaftar sebagai peserta Kelas Dongeng, tetapi yang hadir 19 orang. Kelas mendongeng diperuntukkan bagi pemula atau orang yang ingin belajar mendongeng

“Kegiatan Condongcatur Bertutur ini didukung Badan Bahasa dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur, terlaksana dengan cukup meriah. Ada 465 orang yang terdaftar di pemesanan tiket masuk. Kegiatan mendongeng ini diramaikan dengan stand UMKM dari warga Padukuhan Kayen Kalurahan Condongcatur memamerkan dan menjual produknya,” ucapnya.

Mengawali workshop, Bagong Soebardjo menjelaskan tentang wayang yang biasanya dijadikan alat peraga dongeng. Sedangkan jenis wayang itu cukup banyak, namun Bagong fokus mengajarkan kepada peserta worshop membuat wayang binatang untuk peraga dongeng.

“Pertama kita gambar binatang, kemudian digunting, diwarnai, dan digapit atau diberi gapitan,” ujar Bagong

Bunda PAUD Condongcatur Dewi Nurlaila yang juga Ibu Lurah Condongcatur berharap Condongcatur Bertutur ini menjadi agenda rutin setiap tahun dilaksanakan di Green Kayen, dilaksanakan rutin setiap tahun atau calender of event di Green Kayen.

“Sehingga akan semakin mempertegas bahwa Kalurahan Condongcatur benar – benar menjadi kalurahan yang ramah anak dan peduli terhadap pendidikan karakter anak usia dini,” pungkasnya. (Wasana/KIM Depok)




Sekolah Lansia Kalimasada Wujudkan Lansia Tangguh, Sehat dan Bahagia

Sebanyak 50 lansia dari Sekolah Lansia Kalimasada, Padukuhan Kayunan , Donoharjo,  Ngaglik, Sleman  menerima sertifikat kelulusan Sekolah Lansia Standar 1 (S1) bertempat di Aula Kalurahan Donoharjo pada Sabtu 26 oktober 2024.

Penyerahan sertifikat kelulusan adalah salah satu bentuk apresiasi kepada peserta sekolah lansia dan kader BKL atas selesainya penyampaian materi dan proses pembelajaran sekolah lansia di kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Sabda Ayu (sehat ,aktif berkarya dan agamis). Selain itu  untuk meningkatkan wawasan ketrampilan lansia dan kader BKL dalam mewujudkan lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermanfaat)  serta terwujudnya lansia yag tangguh aktif produktif mandiri melalui pengeloaan dan pengembangan kelompok BKL yang baik.

Wasingatun Zakiyah, Kepala Sekolah Lansia Kalimasada mengatakan bahwa Sekolah Lansia merupakan program aktif yang diinisiasi oleh Indonesia ramah manusia yang bekerja sama dengan badan kependudukan dan keluarga berencana nasional dengan sasaran lansia berumur di atas 60 tahun.

“Sekolah lansia standar 1 (S1) bertujuan agar lansia sehat dan bahagia , adapun  materi yang . diberikan adalah  pengetahuan proses penuaan, mencegah demensia, gizi lansia, kesehatan jiwa lansia dan deteksi dini gangguan  kesehatan lansia,” kata Zakiyah.

Tujuan diadakan sekolah lansia adalah melaksanakn 7 dimensi lansia tangguh.

“Manusia tangguh yang dimaksud adalah lansia yang mampu beradaptasi terhadap proses penuaan secara positif sehingga masa tua berkualitas dalam lingkungan yang nyaman sehat secara fisik , sosial dan mental melalui siklus hidupnya yang aktif, produktif dan mandiri,” terang Zakiah.

Sekolah Lansia Kalimasada berupaya agar lansia sehat dan bahagia dengan beberapa kegiatan diantaranya deteksi dini kesehatan (posyandu lansia)setiap Sabtu sore minggu ke3 di pendapa Kalimasada kayunan, di bidang kerohanian diadakan TPA , pengajian rutin. Sedangkan untuk non islam di Kapel padukuhan setempat. Bidang olahraga dengan yoga dan renang lansia. Bidang pertanian dengan berkebun , pepaya dan empon empon. Bidang kesehatan lingkungan dengan kerjabakti dan bank sampah. Kesenian , hadroh sekar ayu dan koor. Home care atau kunjungan rumah bagi lansia yang sakit dah tidak bisa berkunjung ke posyandu

“Ke depan kita juga berkerjasama dengan rumah herbal yang menambah pengetahuan tanaman herbal yang bermanfaat untuk mencegah penyakit dan menambah daya tahan tubuh.” tambah zakiyah.

Juhartilah (65 tahun) menyatakan sangat senang bergabung di sekolah lansia karena bisa saling mencurahkan isi hati antar lansia, kondisi kesehatan selalu terkontrol, merasa lebih bugar,  lebih mandiri dan produktif karena  mendapatkan kegiatan yang bermanfaat. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)