Pemerintah Kalurahan Srdonoharjo Gelar Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas bagi Satlinmas dan Destana

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo mengadakan pembinaan kepada Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan Destana (Desa Tangguh Bencana) di Resto RJ Plumbon, Rabu (30/10/2024).

Kegiatan ini diikuti beberapa instansi yang turut berkontribusi memberikan materi, di antaranya BPBD Kabupaten Sleman, Damkar Kabupaten Sleman, Polsek dan Koramil serta Kapanewon Ngaglik. Acara tersebut bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan keterampilan anggota Linmas dan Destana dalam berbagai situasi darurat, serta persiapan Pilkada yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 November mendatang.

Materi pertolongan pertama disampaikan oleh BPBD Kabupaten Sleman, yang fokus pada penanganan awal saat terjadi kecelakaan atau situasi gawat darurat lainnya. Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sleman memberikan pemahaman mengenai waspada kebakaran lahan, mengingat pentingnya pencegahan kebakaran terutama saat musim kemarau.

Selanjutnya, Polsek dan Kapanewon Ngaglik juga menyampaikan materi mengenai persiapan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Linmas dalam mendukung keamanan serta ketertiban selama proses Pilkada.

Lurah Sardonoharjo, diwakili Jogoboyo, Cahyo Wening menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada seluruh anggota Satlinmas dan Destana yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Cahyo berharap, seluruh materi yang telah disampaikan oleh BPBD, Damkar Sleman, serta Polsek dan Kapanewon Ngaglik dapat dipahami dengan baik dan membawa manfaat bagi diri pribadi, keluarga, serta masyarakat sekitar.

“Pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan dalam menghadapi berbagai situasi darurat dan mendukung keamanan wilayah,” tandasnya. (Eka Sastra – KIM Sardonoharjo Ngaglik)




Sepedamas Adakan Monev Penanggulangan Kemiskinan di Tingkat Kapanewon

Sleman – Dalam rangka penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sleman, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman mengadakan monev di Gedung Anglocitatama Kapanewon Depok, Kamis (31/10/2024).

Acara dihadiri oleh Direktur Bumkalma IKD, PHFK Bumkalma IKD, pengawas Bumkalma IKD dan Ketua Dewan Penasihat Bumkalma IKD dari 10 kapanewon se-Kabupaten Sleman. Hal ini dalam kerangka menyinkronkan kegiatan Bumkalma IKD dengan program Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sleman. Selain itu, perlu adanya penyampaian program pemerintah yang bisa diakses Bumkalma dalam rangka ikut serta program pengentasan kemiskinan.

Panewu Depok yang diwakili oleh Kawat Sosial, Subiyantoro menyampaikan harapannya terhadap Bumkalma agar dapat berpartisipasi aktif dalam program penanggulangan kemiskiaan di Kabupaten Sleman.

“Untuk itu, harus ada sinkronisasi antara program Bumkalma dengan program pengentasan kemiskinan,” katanya.

Sementara, perwakilan Sepedamas Kabupaten Sleman, Pranama menuturkan, kegiatan saat ini merupakan monev penanggulangan kemiskinan di tingkat Kabupaten Sleman. Selain itu juga untuk melakukan kajian dalam rangka menyusun rencana kerja penangulangan kemiskinan.  

“Prinsip pemenuhan kebutuhan dasar menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, baik kabupaten, provonsi maupun pusat,” kata Pranama.

“Strategi selanjutnya untuk pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat. Strategi selanjutnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Memutus rantai kemiskinan dengan menyekolahkan anak-anak dari keluarga kurang mampu ke jenjang lebih tinggi, yang sudah bekerja sama dengan kampus Amikom. Selanjutnya juga akan bekerja sama dengan Unisa. Skema bagi yang tidak mau sekolah diberikan pelatihan untuk selanjutnya disalurkan ke pemberi kerja,” imbuhnya.

Skema lain adalah pemanfaatan lahan kas kalurahan untuk pertanian warga miskin yang berasal dari dana keistimewaan. Sebagai embrio ada empat kapanewon yaitu Kapanewon Prambanan, Kapanewon Tempel, Kapanewon Seyegan dan Kapanewon Minggir. Selain penanganan warga miskin juga difokuskan pada penanganan stanting.

Permasalahan kemiskinan memang menjadi PR yang harus diselesaikan. Untuk itu perlu keterlibatan dari berbagai stakeholder. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, perlu dilakukan sinkronisasi dan kolaborasi dari semua pihak, khususnya Bumkalma lKD. (Yoko Erwe / KIM Mlati)




UPPKA 17 Condongcatur Gelar Rapat Rutin, Bahas Upaya Peningkatan Ekonomi Produktif

Sleman – UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor) 17 Condongcatur melangsungkan pertemuan di ruang RDK (Rumah Data Kependudukan), Rabu (30/10/2024).

Pertemuan yang dihadiri ketua, sekretaris, bendahara dan anggotanya ini terhimpun atas niat dan motivasi dalam meningkatkan ketahanan dan kemandiri ekonomi keluarga.

“UPPKA 17 Condongcatur merupakan unit binaan BKKBN tingkat desa atau kalurahan   di bawah binaan langsung PKB (Penyuluh KB) Kapanewon Depok,” kata PKB Depok, Siti Juwariyah.

Pertemuan kali ini membahasa mengenai informasi pelaksanaan KB gratis yakni MOW (Metode Operasi Wanita/Steriil), dan MOP (Metode Operasi Pria) yang diagendakan di tahun 2025 mendatang.

Selain itu, UPPKA 17 Condongcatur juga membahas layanan KB Co (kondom), pelaksanaan KB MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) lainnya seperti KB IUD, impant, suntik untuk peserta BPJS baik PBI atau mandiri yang bisa diperoleh secara secara gratis di fasilitas kesehatan pertama.

Ketua UPPKA 17 Condongcatur, Sri Wahyuni menuturkan bahwa UPPKA 17 setiap bulannya mempunyai kegiatan atau program dalam rangka menambah keterampilan aggotanya seperti praktek aneka olahan makanan, membatik dan sebagainya.

“Harapannya dengan kegiatan ini bisa bertambah wawasan, pengetahuan serta meningkatkan perekonomian anggota,” kata Sri. (Tri Suhartati / KIM Depok)




UPPKA 17 Condongcatur Ikut Ramaikan Event di Komplek Kalurahan Condongcatur

Sleman – Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) adalah kelompok kegiatan pembangunan keluarga sejahtera dan ketahanan keluarga yang terhimpun atas niat dan motivasi yang mengisi waktu dan memanfaatkan potensi ekonomi, sosial keluarga dalam bentuk aktivitas pemberdayaan keluarga akseptor di bidang sosial ekonomi lebih khususnya dalam ekonomi skala mikro.

Didirikan sejak tahun 1986, UPPKA 17 Kalurahan Condongcatur hingga saat ini masih eksis dan berjalan dengan baik. UPPKA ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan kemandirian ekonomi keluarga akseptor.

“Pada pagi ini stand UPPKA 17 Kalurahan Condongcatur hadir di Pendopo Kromodirjan Kompleks Kalurahan Condongcatur mengelar dagangan hasil Oalahan produksi angggotanya,” kata PKB Depok, Siti Juwariyah disela-sela event yang digelar di komplek Kalurahan Condongcatur, Rabu (30/10/2024).  

Sebelumnya, UPPKA 17 Condongcatur merupakan unit binaan BKKBN di tingkat desa atau kalurahan untuk peningkatan ekonomi produktif.

“Berbagai jenis olahan tradisional dipamerkan dalam kegiatan kali ini, di antaranya bothok mlanding, sayur lompong, sayur gori, sayur godhong kates, serta olahan modern lainnya seperti dimsum, nugget, dan sebagainya ada di stand kita,” ucap Siti.

Menurut Ketua UPPKA 17 Condongcatur, Sri Wahyuni, partisipasi UPPKA 17 dalam giat ini akan rutin dilaksnakan setiap bulannya. UPPKA 17 Condongcatur akan turut menjajakan produk olahannya bersama UMKM yang ada di Condongcatur.

“Harapannya kegiatan ini bisa meningkatkan perekonomian anggota sehingga meningkatkan taraf hidup,” kata Sri. (Tri Suhartati / KIM Depok)




Kalurahan Condongcatur Gelar Rakordasi Kader KB Kesehatan

Sleman – Kalurahan Condongcatur kembali menggelar rapat kordinasi kader KB Kesehatan Kalurahan Condongcatur, di Kantor Kalurahan Condongcatur, di Rabu (30/10/2024).

Rakor tersebut dihadiri oleh perwakilan 40 posyandu yang ada di Kalurahan Condongcatur. Adapun narasumber kegiatan ialah perwakilan Puskesmas Depok II, Bernadetta dan Pramija Ujiana, serta staf Kamituwa.

Pada kesempatan itu, Bernadetta mengatakan bahwa akan diadakan monev Si Wolly Nyaman di padukuhan yang menjadi lokasi monev Si Wolly Nyaman.

“Oleh karena itu, kader kesehatan diminta agar segera mendata sasaran obat cacing di masing-masing posyandu kemduian melaporkannya ke pihak kalurahan,” kata Bernadetta.

Sebelumnya, Si Wolly Nyaman merupakan program pengendalian DBD dengan inovasi program berbasis teknologi nyamuk ber-wolbachia, dengan menitipkan ember berisi telur nyamuk ber-wolbachia selama enam bulan, dengan pergantian telur setiap dua minggu sekali.

Kegiatan pemberantasan nyamuk Aides Aigepty dengan cara ini diharap lebih efektif, karena tidak lagi lagi menularkan virus dengeu. Program ini telah dilaksanakan tahun 2021 oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, bekerja sama WMP (Word Mosquito Program), UGM dan Yayasan Tahija.

“Evaluasi Pelaksanaan Sweping Imunisasi JE belum maksimal, sehingga diharapkan bila ada sasaran yang belum mengikuti imunisasi JE, untuk segera mengikuti sesuai jadwal yang ditentukan,” ucap Bernadetta.

“Waspada TB pada anak atau lebih dikenal dengan nama flek anak, untuk dikenali sedini mungkin bila ada anak yang beresiko terkena maka untuk segera menghub Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya,” sambungnya.  

Sementara, Pramija Ujian pada kesempatan yang sama menyampaikan penilaian posyandu aktif yang harus memenuhi beberapa kriteria. Adapun kreteria yang harus dipenuhi ialah keaktifan pelaksaanaan posyandu minimal delapan kali pertahun, posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) di mana melayani semua siklus hidup, dan strata posyandu mandiri. Di mana, posyandu yang ada di Kalurahan Condongcatur sudah strata mandiri.

Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Kalurahan Condongcatur, Tri Suhartati  mengatakan terdapat pelayanan permintaan KB CO (kondom) kepada  sasaran PUS  di wilayah Condongcatur melalui kader masing-masing posyandu, dan difasilitasi saat Rakor Kader KB Kesehatan setiap bulannya.

Dengan begitu, diharapkan semua informasi yang didapat akan disampaikan ke masyarakat, dan dapat menambah wawasan serta informasi, sehingga derajat kesehatan masyarakat meningkat. (Tri Suhartati / Kim Depok)