Dispora Sleman Tutup Pelatihan Pranatacara Pemuda Kalurahan Sendangtirto

Sleman – Kabid Pembinaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman menutup kegiatan pelatihan Pranatacara (MC bahasa Jawa) untuk pemuda Kalurahan Sendangtirto, di gedung Serbaguna kalurahan Sendangtirto, Berbah, Kamis (24/10/2024).
Kamituwo Kalurahan Sendangtirto, Dwi Sulityo mengatakan pelatihan Pranatacara MC bahasa Jawa merupakan usulan Pemerintah Kalurahan Sendangtirto yang difasilitasi oleh Dispora Kabupaten Sleman. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 21 sampai 24 Oktober 2024.
“Untuk peserta merupakan pemuda warga Kalurahan Sendangtirto dibatasi bagi pemuda usia 16 sampai 30 tahun. Peserta berjumlah 30 orang. Setiap peserta mendapatkan fasilitas yang sama berupa buku panduan, alat tulis, jarik kain batik, uang saku, makan satu kali dan snack dua kali,” kata Dwi.
Lurah Sendangtirto, Amir Junawan mengucapkan terima kasih kepada Dispora Kabupaten Sleman yang telah memfasilitasi kegiatan pelatihan pranatacara untuk pemuda Kalurahan Sendangtirto.
“Harapannya ilmu yang didapat merupakan bekal yang bisa digunakan untuk dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ucap Amir.
Lebih jauh, ia pun berharap agar Dispora Sleman memberikan program pelatihan berikutnya sebagai tambahan pengetahuan. Hal itu sekaligus menjadi upaya menjaga budaya Jawa.
“Semoga ada pelatihan berikutnya sebagai program berkesinambungan dan juga program lain yang sesuai,” kata Amir.
Kepala Bidang Pembinaan Pemuda Dispora Sleman, Riyang Sukrisman, menyampaikan pelatihan pranatacara merupakan program Dispora Sleman sebagai upaya melestarikan budaya dan sastra Jawa. Mengingat, saat ini banyak pemuda yang tidak mengetahui tatakrama.
Program ini pun sudah berjalan di sebelas kelompok pemuda di Kabupaten Sleman.
“Pelatihan di Kalurahan Sendangtirto merupakan yang terakhir untuk tahun ini,” kata Riyang.
“Diharapkan setelah mendapatkan pelatihan, peserta lebih bisa mengembangkan dan menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan bermasyarat,” jelasnya.
Salah satu peserta pelatihan Subandi warga Pajangan, Sendangtirto mengaku senang mengikuti pelatihan pranatacara ini. Ia mengatakan ilmu yang diberikan oleh pemateri yang ahli dibidangnya mudah dimengerti.
“Semoga pelatihan seperti ini sering dilakukan untuk menumbuhkan budaya Jawa yang santun, serta menghormati sesama dan pengembangan SDM untuk pemuda Sendangtirto,” ucap Subandi. (Kusnadi / KIM Berbah)



