PRM dan PRA Sombangan Raya Gelar Kajian Rutin

Sleman – Pimpinan Ranting Moyudan (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisiyah (PRA) Sombangan Raya gelar kajian rutin, di Masjid Al Muharrar Dukuh, Sumbersari, Moyudan, Rabu (23/10/2024).

Kajian ini dihadiri oleh anggota PRM dan PRA Sombangan Raya, dan Ustad Yulianto sebagai pemateri.

Pada kesempatan itu, Yulianto menyampaikan bahawa sebagai pimpinan Muhammadiyah, tidak jarang menemukan hal-hal yang tidak ideal dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh, dalam suatu perjalanan bisa menemukan orang melaksanakan solat dalam kendaraan, atau harus menjamak solat.

“Maka sebagai pimpinan Muhammadiyah harusnya bisa memberikan sosialisasi kepada jamaah apabila menemukan hal tersebut. Bagaimana cara mempraktikan apabila kita menemukan hal-hal yang tidak ideal tersebut, dengan cara melakukan praktik di jamaah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yuliyanto pun menjelaskan bagaimana cara membiasakan hal yang tidak biasa dilaksanakan, namun bisa dilakukan sesuai dengan tuntunan.

Tausiah kemudian ditutup dengan sesi diskusi bersama tentang hal-hal yang ditemukan dalam jamaah masing-masing.  (Giek/KIM Moyudan)




Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo Serahkan Sarana Prasarana Olahraga Tenis Meja untuk Pemdua Molodono

Sleman – Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo menyerahkan bantuan sarana prasarana olahraga tenis meja kepada pemuda Padukuhan Molodono, Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Rabu (23/10/2024). Bantuan diserahkan langsung oleh Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al-Hakim didampingi Kamituwa Lumbungrejo, Suwanto di rumah Dukuh Molodono.

Pada kesempatan itu, Lurah Lumbungrejo mengatakan sarana prasarana olaraga tenis meja tersebut merupakan bantuan uang bersal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten 2024, yang senelumnya pernah diusulkan para pemuda Padukuhan Molodono.

“Kita serahkan sarana prasarana olahraga tenis meja untuk Padukuhan Molodono. Bantuan ini merupakan bantuan keuangan khusus yang tahun kemarin diusulkan melalui aspirasi salah satu anggota DPRD Kabupaten Sleman yang saat itu menjabat Ketua DPRD Sleman, yakni bapak Haris Sugiharta. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Mengingat ini adalah usulan panjenengan semua, sehingga kami berharap untuk dijaga dan dirawat,” ucap Misbah.

Dukuh Molodono, Febri Eko Saputro mengataklan saat itu para pemuda Padukuhan Molodono mengusulkan adanya sarana untuk kegiatan olahraga bagi pemuda, yakni lapangan tenis meja. Usulan itu kemudian dari dibawa ke rakor, dan diusulkan saat muskal. Dengan begitu, muncul program sarana prasarana olahraga tenis meja yang pagu anggaranya diarahkan ke Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kalurahan.

“Usulan bantuan keuangan khusus dari Padukuhan Molodono saat itu memang meminta sarana prasarana olahraga tenis meja. Di mana tujuannya untuk membiasakan anak-anak muda yang ada di Padukuhan Molodono bisa beraktivitas dan berkegiatan positif dan penunjang kegiatan olahraga masyarakat Molodono,” kata Febri.

Dukuh Molodono menambahkan alat olahraga ini tidak hanya untuk pemuda setempat. Tapi juga untuk seluruh masyarakat Molodono yang ingin belajar dan bermain tenis meja.

“Sarana ini memang diusulkan para pemuda. Namun penggunaannya kami persilahkan untuk seluruh warga Molodono, dari bapak-bapak, ibu-ibu, teman-teman pemuda bahkan adik-adik remaja kita kalau mau belajar tenis meja kami persilahkan, karena ini milik seluruh warga Molodono tidak hanya untuk pemuda saja,” tuturnya.

Acara penyerahan bantuan sarana olahraga tenis meja itu pun dilangsungkan bersamaan dengan acara sholawat yang rutin dilakukan oleh pemuda Padukuhan Molodono.

Salah satu pemuda Molodono, Doni mengaku senang karena apa yang diusulkan oleh pemuda Padukuhan Molodono bisa terrealisasi.

“Saya mewakili teman-teman pemuda Molodono, tentunya senang dan berterima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo yang sudah mengakomodir usulan kami sampai terealisasi sarana tenis meja ini. Ke depan kami akan rawat sarana ini dan kami maksimalkan untuk berolahraga bersama teman-teman muda-mudi yang ada di Padukuhan Molodono,” kata Doni. (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)




Madrasah Aliyah Nur Iman Gelar Kirab Peringati Hari Santri Nasional 2024

Sleman – Madrasah Aliyah Nur Iman Sleman menyelenggarakan kirab akbar yang melibatkan seluruh santri dari kelas X hingga XII, dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2024, Selasa (22/10/2024). Kegiatan tersebut juga sebagai bentuk penghormatan terhadap peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Republik Indonesia.

Kirab mulai diberangkatkan dari Lapangan Nur Iman Mlangi, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping. Rute yang dilewati ialah beberapa jalan utama di sekitar lingkungan Madrasah Aliyah Nur Iman.

Iring-iringan kirab disambut antusiasme warga yang turut serta meramaikan acara. Masyarakat tak segan memberikan semangat kepada para santri yang tengah berjalan. Hal itu pun mempertegas solidaritas antara masyarakat dan dunia pendidikan pesantren.

Kepala Madrasah Aliyah Nur Iman Sleman, Muhammad Ihsan Fajari dalam sambutannya menekankan pentingnya peringatan Hari Santri Nasional sebagai momentum untuk mengingatkan kembali kontribusi besar santri dalam membangun karakter bangsa.

“Santri tidak hanya harus cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga harus tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Kirab ini simbol perjuangan dan keteguhan santri yang selalu siap berkontribusi demi kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Di sepanjang perjalanan, berbagai penampilan seni juga disuguhkan oleh para santri seperti hadrah, marawis, dan jathilan. Penampilan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan, sekaligus menunjukkan bahwa santri juga memiliki kemampuan dalam bidang seni dan budaya.

Kegiatan ini pun dihadiri oleh Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping, KH. Ahmad Mabarun didampingi Ketua Tanfidziyah, Kyai Silahudin Djamil. Pada kesempatan itu, mereka memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut, dan menyampaikan apresiasi kepada Madrasah Aliyah Nur Iman yang setiap tahun konsisten menyelenggarakan kegiatan-kegiatan positif dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.

Lebih lanjut, KH. Ahmad Mabarun berharap kirab ini menjadi momentum refleksi bagi para santri untuk terus meningkatkan kapasitas diri dalam menghadapi dinamika jaman yang terus berubah. Selain itu, Madrasah Aliyah Nur Iman dengan segala aktivitas dan programnya juga diharapkan mampu melahirkan santri-santri yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga siap menghadapi era digital dengan bekal ilmu dan teknologi.

“Mari kita jaga dan lestarikan nilai-nilai perjuangan para ulama terdahulu dan memperkuat ukhuwah Islamiyah serta semangat khidmah para santri dan Nahdliyin,” tegasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pemkal Condongcatur Lakukan Audensi dengan Klinik Bumdes BBPPM Yogyakarta

Sleman – Pemerintah Kalurajan Condongcatur melalui Tim Perumus Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Condongcatur melakukan audiensi persiapan pembentukan BUMKal dengan Klinik Bumdes Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (BBPPM) Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Yogyakarta, Rabu (23/10/2024).

Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari pada kesempatan itu mengenalkan satu persatu Tim Perumus Bumkal Nyawiji Condongcatur yang berjumlah 16 orang, terdiri dari unsur Pamong, BPKal, Lembaga Kalurahan, perwakilan pendamping desa, Akademisi dan tokoh masyarakat.

“Kami sampaikan tahapan tim perumus hingga saat ini telah merumuskan dan menyusun AD/ART dan rencana strategis yang akan diterapkan untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal di Condongcatur. Pada audensi ini, kami mohon arahan dan masukan dari Klinik Bumdes BBPPM Yogyakarta, terhadap kendala teknis yang kami hadapi. Mengingat sesuai arahan Bapak Lurah, BUMKal ini akan diresmikan pada saat Hari Jadi ke-78 Kalurahan Condongcatur pada tanggal 26 Desember 2024 yang akan datang,” katanya.

Riska menambahkan, rencana yang akan dibuat BUMKal adalah Pertashop, Green Kayen dan Klinik Nyawiji.

Selanjutnya, audensi berlangsung dengan diskusi dengan pemaparan dari Tim Perumus BUMKal. Di mana, hal yang disampaikan sebelumnya satu persatu mendapatkan masukan oleh fasilitator fungsional BBPM Yogyakarta.  

Pihak BBPPM, Azsep Kurniawan, memberikan apresiasi atas inisiatif pembentukan BUMKal Nyawiji Condongcatur.

“Kami siap mendukung proses tersebut dengan memberikan panduan serta pelatihan jika diperlukan, dan yang harus mendapat perhatian adalah pentingnya tata kelola yang baik serta partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan BUMKal, agar badan usaha ini dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan,” ucap Azsep.

“Harapannya, langkah yang ditempuh saat ini akan membawa perubahan positif, memajukan perekonomian, serta menyejahterakan warga sekitar. Semoga upaya ini dapat segera terwujud dan berdampak nyata,” sambungnya.

Sementara, salah satu Tim Perumus BUMKal Nyawiji Condongcatur, Novita Savitri pada kesempatan yang sama ikut mengutarakan harapannya. Ia berharap kepada semua pihak terutama Tim Perumus Bumkal Nyawiji Condongcatur, agar dapat memahami langkah-langkah atau tahapan yang wajib dilalui dalam rangka pembentukan BUMKal.

“Dengan tahapan-tahapan yang sudah sesuai dengan regulasi yang ada, nantinya akan terbentuk BUMKal yang bisa memberikan kemanfaatan bagi seluruh warga Condongcatur. Tim Perumus harus bekerja lebih ekstra dengan didampingi oleh pendamping desa untuk menindaklanjuti masukan-masukan dari BBPPM Yogyakarta dengan tenggat waktu yang cukup singkat ini,” ungkapnya

Lebih lanjut, perwakilan pendamping desa, Kurnia Sari Dewi Wijayanti dan Ihda Nur Ma’arifah mendukung langkah yang telah dilakukan Tim Perumus BUMKal Condongcatur ini.

“Harapanya pendirian BUMKal sesuai dengan aturan yang berlaku, terdaftar nama BUMKal di Kemendesa PDTT untuk kemudian BUMKal Berbadan Hukum. Selain itu,  dengan pendirian BUMKal mampu mendorong tumbuh kembangnya perekonomian lokal terkhusus masyarakat Condongcatur,” pungkasnya. (Wasana / Kim Depok)




Sebanyak 86 Kalurahan di Sleman Ikuti Bimtek Digitalisasi Kearsipan

Sleman – Pengelolaan arsip menjadi hal yang penting karena merupakan bukti otentik yang harus dijaga. Dengan menerapkan pengelolaan arsip yang baik, pencarian sebuah dokumen akan menjadi mudah.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Ari Widaryana pada acara Bimtek Digitalisasi Kearsipan Pemerintah Kalurahan yang diselenggarakan di Ruang Rapat Sembada Sekretariat Daerah kabupaten Sleman, Rabu (23/10/2024).

Bimtek kali ini diikuti oleh 172 peserta dari 86 kalurahan, yang dibagi menjadi empat angkatan. Di mana, penyelenggaraan bimtek tersebut bertujuan untuk memberikan informasi arsip digital pemerintah kalurahan dalam rangka meningkatkan kinerja seluruh kalurahan se-Kabupaten Sleman.

“Dahulu pengarsipan secara manual sehingga harus dijaga dengan baik, karena jika tidak dijaga dengan baik akan mudah hilang, hancur atau rusak,” kata Ari.

“Ini perlu jadi perhatian kita bersama,” imbuhnya.

Lebih lanjut, di era digital pengelolaan kearsipan harus tanggap untuk memudahkan proses pencarian apabila dokumen tersebut dibutuhkan sewaktu-waktu.  

Ari berharap aplikasi pengelolaan kearsipan yang disosilasikan pada kesempatan ini bisa dimanfaatkan pemerintah kalurahan.

“Kami berharap ke depan aplikasi ini bisa mulai digunakan, meskipun aplikasi ini mungkin bukan tanpa hambatan akibat ada troublel misalnya. Namun diharapkan dapat mengamankan dan mempermudah pendokumentasian, agar ke depan menjadi lebih baik,” ucap Ari.

“Mari bimtek ini diikuti dengan sebaik-baiknya. Kegiatan ini adalah bagian dari perjuangan kita untuk mewujudkan ketertiban di segala bidang dengan membangun kearsipan di tingkat kalurahan,” tandasnya. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)