Jaga Kamtibmas, Satlinmas Lumbungrejo Rutin Adakan Patroli

Sleman- Satuan Linmas Kalurahan Lumbungrejo melakukan patrol rutin ke padukuhan-padukuhan yang ada diwilayah Kalurahan Lumbungrejo. Patroli dipimpin oleh Jagabaya Lumbungrejo didampingi Bhabinkamtibmas Lumbungrejo, Jum’at 18  Oktober 2024 pukul

Jagabaya Lumbungrejo Nugroho Subagyo menuturkan kegiatan patrol ini rutin dilaksanakan minimal 1 bulan sekali. Personil patroli biasanya terdiri dari Lurah, Carik, Jagabaya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan anggota Linmas Lumbungrejo. Akan tetapi kali ini personil yang bisa patrol diantaranya Jagabaya Lumbungrejo, Bhabinkamtibmas, dan personil linmas yang piket sejumlah enam personil.

“Patroli rutin dilaksanakan minimal 1 bulan sekali. Biasanya Bapak Lurah, Bapak Carik juga mengikuti patrol ini, namun dikarenakan ada agenda yang tidak bisa diwakilkan maka malam ini beliau tidak bisa membersamai,” kata Nugroho

Nugroho juga mengungkapkan jika di padukuhan ada hajat atau kegiatan yang menimbulkan keramaian, satlinmas yang bertugas piket juga ikut memberikan pengamanan di Padukuhan tersebut

“Apabila ada hajatan kegiatan di Padukuhan tim patroli membantu pengamanan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan rasa nyaman kepada masyarakat, mengurangi kerawanan Kamtibmas, memberikan motivasi dan semangat kepada para regu jaga di poskamling Padukuhan,” tambah Nugroho

Jagabaya menambahkan titipan pesan Lurah Lumbungrejo agar para anggota satlinmas selalu semangat dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Teman-teman Linmas yang kami banggakan, Bapak Lurah berpesan agar teman-teman selalu semangat dalam menjalankan patroli sebagai bentuk tanggung jawab agar kerawanan kamtibmas bisa berangsur berkurang,” kata Nugroho. (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)




Pemerintah Kapanewon Gamping Lakukan Audit Kasus Stunting Petakan Penyebab Stunting

Guna memetakan permasalahan yang menyebabkan terjadinya stunting, serta menyusun intervensi yang tepat untuk menurunkan prevalensinya, maka Pemerintah Kapanewon Gamping menggelar kegiatan audit kasus stunting yang dilaksanakan di Ruang Rapat Wirasuta, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Jumat siang (18/10/2024).

Kegiatan yang merupakan salah satu upaya strategis yang dilakukan pemerintah untuk mengidentifikasi akar penyebab stunting ini dihadiri oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, didampingi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon Gamping, Kepala Balai Penyuluh Keluarga Berencana Kapanewon Gamping, Akhiz Isa Anshori, serta Perwakilan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Pokja IV dari Jawatan Sosial Kapanewon Gamping, Subekti Handayani.

Dalam sambutan pembukanya, Tamzis Sarwana menekankan bahwa dalam upaya penanggulangan stunting khususnya di wilayah Kapanewon Gamping diperlukan adanya sinergitas yang baik antara jajaran pemerintah bersama Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai tonggak utama dalam melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada Masyarakat.

Ia menuturkan bahwa proses audit stunting di Kapanewon Gamping dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari dinas kesehatan, tenaga medis, ahli gizi, hingga pemerintah setempat guna mengidentifikasi kasus-kasus stunting yang terjadi di kalangan balita, menelaah riwayat kesehatan ibu selama masa kehamilan, kondisi lingkungan tempat tinggal, serta kebiasaan pemberian makanan.

“Data hasil audit ini kemudian digunakan untuk mendapatkan gambaran jelas tentang faktor penyebab stunting yang bersifat multidimensional,” tutur Tamzis.

Lebih lanjut, dr. Yuli Kristiyanto, Sp.A dari Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sleman selaku narasumber kegiatan mengungkapkan bahwa stunting atau pertumbuhan anak yang terhambat akibat malnutrisi kronis menjadi masalah serius karena berdampak jangka panjang pada kualitas sumberdaya manusia di masa depan.

Menurutnya, aspek utama pencegahan stunting yakni pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) karena upaya pencegahan stunting dalam 1000 hari pertama kehidupan merupakan kunci dalam memastikan anak tumbuh dengan optimal, baik secara fisik maupun kognitif.

“Periodenya dimulai dari awal kehamilan hingga usia dua tahun, sehingga dianggap sebagai periode emas dalam perkembangan anak,” jelas dr. Yuli.

Adapun analisis data hasil pengukuran stunting di wilayah Kabupaten Sleman menyebutkan penyebab stunting yaitu  ibu hamil kurang energi kronis (KEK) sebesar 16,5%, kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) sebesar 4,8%, Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) sebesar 14,2%, Tidak ada  Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar 20,75%, Penyakit penyerta pada bayi dan balita sebesar 4,1%, Tidak imunisasi sebesar 1,9%, Bayi lahir premature sebesar 5,7%, serta Asupan kurang bagi bayi dan balita sebesar 73,3%. Di samping itu, faktor lingkungan juga berpengaruh terhadap kasus stunting seperti tidak memenuhi jamban sehat (0,8%), merokok (63,5%), ketersediaan air bersih (0,3%), dan kecacingan (0,7%).

Di akhir kegiatan, Akhiz Isa Anshori selaku Kepala Balai Penyuluh Keluarga Berencana Kapanewon Gamping menginformasikan bahwa lewat proses pendampingan yang dilakukan oleh Kader Tim Pendamping Keluarga Kapanewon Gamping meraih rangking pertama dalam bidang pendampingan calon pengantin sekaligus berharap prestasi tersebut harus dipertahankan dan perlu ditingkatkan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




BADKO Seyegan Adakan Kursus Tartil Al Qur’an Angkatan ke-4

Sleman – Bertempat di Masjid At Taufiq PMA Jamblangan Margomulyo, Sabtu (19/10/2024), Badan Koordinasi  (BADKO) TKA-TPA Rayon Seyegan mengadakan lanjutan kursus  Tartil Al Qur’an angkatan ke-4 yang telah memasuki pertemuan ke 8.

Sutarto Agus Raharjo, mewakili Ta’mir Masjid At Taufiq, menyampaikan terimakasihnya dipercaya menjadi tuan rumah kursus Syahadah 1. Harapan Sutarto, materi kursus yang diberikan kepada peserta tersebut menjadi bekal yang memadai untuk menyiapkan generasi Qur’ani di masa mendatang.

 Sebanyak 29 peserta dari 12 Masjid di wilayah Seyegan mengikuti kegiatan yang peserta semuanya putri ini. Antusiame peserta  di angkatan ke 4 ini dirasa berkurang, mengingat pada angkatan terdahulu, peserta bisa mencapai 40 orang lebih. Peserta nantinya akan dibagi dalam 4 kelompok dengan masing masing satu pembimbing yang menyampaikan materi bacaan sholat, do’a sehari hari, surat surat pendek, dan ayat pilihan. Materi materi tersebut disusun oleh Biro Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) BADKO TKA-TPA Rayon Seyegan.

“Ada 5 Materi yang disusun dalam Syahadah 1, 2A, 2B, 2C dan 3 yang nantinya diberikan kepada peserta,” demikian penjelasan Ustadzah Dian Navitri.

Dian yang merupakan salah satu pembimbing juga menyampaikan bahwa setiap Syahadah diselesaikan dalam 10 kali pertemuan dengan periode pertemuan 1 Minggu sekali. Setelah 10 pertemuan selesai dilakukan Munaqosah atau ujian yang menghadirkan BADKO Propinsi sebagai dewan Juri. 10 pertemuan ini dirasa efektif  oleh pembimbing. Karena kalau terlalu lama, peserta merasa jenuh sehingga banyak yang mundur di pertengahan kursus.

Ditambahkan juga oleh Dian, materi dalam ujian adalah baca Al Qur’an secara Tartil, dan ujian hafalan yang meliputi bacaan sholat, surat pendek (surat An-Nas – surat Al Qori’ah), 14 do’a harian dan ayat pilihan (ayat kursi dan Surat Al Isra’ ayat 23-27).

Dalam 10 kali pertemuan, pembimbing akan membagi menjadi 2 materi besar yaitu 5 kali pertemuan materi bacaan Tartil dan 5 kali untuk materi hafalan. Adapun hasil dari ujian peserta yang sudah dinyatakan lulus ujian Syahadah 1 nantinya, peserta sudah berhak untuk mengajar di TPA. Sehingga bisa dikatakan kalau materi dalam Syahadah 1 sampai 3 tersebut merupakan uji kompetensi bagi para ustadzah yang mengajar di TKA dan TPA.

Kendala yang dirasakan oleh pembimbing adalah konsistensi peserta untuk hadir di setiap pekan untuk mengikuti bimbingan Syahadah yang dirasa masih kurang.

“Masih ada peserta yang Minggu ini datang, Minggu berikutnya absen,” tutup Dian. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Dinas Sosial Serahkan Modal Usaha Kelompok Untuk PRSE Mandiri Lumbungrejo

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman menyerahkan  modal usaha kelompok untuk Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) Mandiri Kalurahan Lumbungrejo. Penyerahan berupa uang tunai Rp ,- dan buku Tabungan dari Dinas Sosial kepada Ketua PRSE yakni Atmi Titi Lestari pada saat rapat PRSE Jum’at, 18 Oktober 2024 dirumah salah satu anggota yakni Suparminingsih yang berada di RT 006 RW 007 Padukuhan Tempel pukul WIB

Acara ini dihadiri Rahayati dan Agus Sutejo selaku perwakilan dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman dan Suwanto Kamituwa Lumbungrejo selaku pendamping PRSE Lumbungrejo, dan dua puluh angogta PRSE Lumbungrejo.

Agus Sutejo menyampaikan bantuan ini diberikan oleh dinas sosial untuk pembinaan lanjut para anggota PRSE yang ada diwilayah Lumbungrejo

“Dinas sosial mengadakan pembinaan lanjut untuk kelompok-kelompok PRSE agar mereka bisa produktif dan semangat dalam menjalankan usahanya masing-masing,” jelas Agus

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab,” tambah Agus

PRSE Mandiri Lumbungrejo beranggotakan 20 orang terdiri dari Krasakan 1 orang, Bibis 1 orang, Molodono 4 orang, Kromodangsan 4 orang, Ngepos 4 orang, Panggung 1 orang, Tempel 5 orang.

Ketua  PRSE Lumbungrejo Atmi Titi Lestari mengaku senang karena kelompok mendapatkan hibah rp ,- untuk tambahan modal usaha kelompok PRSE

“Tentu saja kami sangat senang dan memang ini yang kami harapkan, yakni tambahan modal untuk kelompok dan para anggota walaupun usaha mereka berbeda-beda,” kata Atmi

Kegiatan rapat yang diadakan oleh PRSE ini merupakan kegiatan rutin sebulan sekali yang diadakan secara bergantian dari rumah ke rumah anggota kelompok.  (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)




PPS Sumbersari Sosialisasikan Pilkada Kepada Ormas

Sumbersari- Guna memperkenalkan tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2024, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Sumbersari menggelar sosialisasi kepada Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Kegiatan berlangsung pada hari Sabtu  (19/10/2024) di ruang rapat Kalurahan Sumbersari  Moyudan, Sleman.

Acara tersebut dihadiri oleh Lurah Sumbersari, Ketua PPK Moyudan, dan perwakilan Ormas diantaranya Muhammadiyah, Aisiyah, NU, Muslimat NU, OMK (Orang Muda Katolik).

Sugiyanto, Ketua PPS Sumbersari menyampaikan bahwa maksud dan tujuan diadakanya sosialisasi adalah untuk memperkenalkan kegiatan dan tahapan Pilkada kepada masyarakat. Dirinya meminta, agar para bisa membantu menyosialisasikan tahapan pilkada kepada warganya.

“Tujuan lainnya adalah sebagai upaya suksesnya Pilkada di Kabupaten Sleman, salah satu indikasi suksesnya Pilkada adalah tingginya  partisipasi pemilih dalam menggunakan hak pilihnya, maka mohon bantuan Bapak Ibu untuk membantu kami dalam mensosialisasikannya,” imbuhnya.  

Selain itu, lanjutnya, kegiatan ini juga untuk meminimalisir terjadinya gesekan di masyarakat.

“Beda pilihan adalah hak, tetapi menjaga persatuan, kesatuan, rukun dan damai adalah kewajiban,” tegasnya.

Lurah Sumbersari Sukadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kalurahan Sumbersari  selalu memberikan dukungan penuh pada tahapan Pilkada. Pemerintah Kalurahan Sumbersari  juga berharap kepada Ormas untuk membantu suksesnya Pilkada Kabupaten Sleman tahun 2024.

“Semoga Pilkada bisa berjalan lancar, dan menghasilkan bupati yang mumpuni, membawa Sleman lebih baik dan maju,” tutur Sukadi.

Lebih lanjut Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kalurahan Sumbersari bersama Sat Linmas akan mendukung membantu ketertiban dan keamanan dalam setiap tahapan Pilkada.

Selanjutnya sosialisasi tentang peran serta organisasi kemasyarakatan dalam Pilkada disampaikan oleh Devisi Sosialisasi, SDM, Parmas PPS Sumbersari C. Nina Widiyaningsih. 

Dalam pemaparannya Nina memaparkan tentang asas dan prinsip Pilkada, dan syarat-syarat menadi pemilih. Selanjutnya juga mengupas peran media sosial pada Pemilihan. Melalui medsos masyarakat dengan mudah mengakses informasi.

” Medsos juga bisa, menjadi wahana yang efektif untuk menyuarakan pendapat dan diskusi mengenai isu-isu pemilu, medsos juga sarana untuk menyebarkan informasi terkait pengumuman resmi mengenai Pemilihan, termasuk didalamnya jadwal dan lokasi pemungutan suara,” jelas Nina.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan urgensi medsos dalam Pemilihan yaitu sebagai sarana untuk membentuk opini publik dan menyebarluaskan pesan politik, berita dan kampanye.

“Selain itu media sosial bisa sebagai sarana memberikan edukasi pemilih untuk mengenal informasi yang benar dan menghindari miskomunikasi. Medsos juga sebagai sarana untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan tatacara memberikan suara,” pungkas Nina.  (Giek/KIM Moyudan)