Lurah Banyuraden Resmi Lantik 3 Orang Pamong Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Kalurahan

Sleman – Sebanyak tiga orang Pamong Kalurahan resmi dilantik Lurah Banyuraden, di Gdung Serbaguna Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Rabu (30/10/2024).

Prosesi pelantikan dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman, Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, Kepala Jawatan Praja, Budi Supriyanto, Perwakilan Kepolisian Sektor Gamping, Koramil 17 Gamping, Kantor Urusan Agama Kapanewon Gamping, Pimpinan Perguruan Tinggi di lingkungan Kalurahan Banyuraden, Jajaran Pamong Kalurahan Banyuraden, ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan Banyuraden, Ketua Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan Banyuraden, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Ketiga pamong yang dilantik itu terdiri dari, Kepala Urusan Pangripta (Suryanto), Dukuh Banyumeneng (Dimas Alfandi Saputra), dan Dukuh Dowangan (Handoko Pamungkas). Ketiga pamong tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan kalurahan demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Lurah Banyuraden, Sudarisman pada kesempatan itu berpesan kepada pamong yang baru agar selalu mengedepankan pelayanan prima, dan menjadi pelayan masyaraka yang bersikap jujur dan adil.

“Pamong adalah ujung tombak pelayanan masyarakat. Saya harap Anda semua dapat bekerja secara profesional dan mengedepankan kepentingan warga,” tutur Sudarisman.

Acara pelantikan tersebut juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kalurahan. Sebagai bagian dari pemerintahan terdekat dengan masyarakat, pamong baru diharapkan dapat mendorong inisiatif pembangunan lokal sesuai dengan kebutuhan warga. Hal ini sejalan dengan semangat gotong-royong yang selama ini dipegang teguh oleh masyarakat Banyuraden.

Prosesi pelantikan diawali dengan doa bersama yang dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu oleh Lurah Banyuraden. Para pamong mengucapkan janji untuk melaksanakan tugas mereka dengan amanah serta menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan kewajiban di kalurahan.

“Pamong harus bisa bekerja sama dan mendukung satu sama lain. Pamong akan selalu dimonitor. Namun, janganlah hal itu menjadi beban. Bekerja dengan baik, jujur, amanah dan kompak adalah kunci kesungguhan bekerja pamong,” kata Sudarisman.

Antusiasme warga terlihat tinggi dalam pelantikan ini. Kehadiran masyarakat menandakan dukungan yang kuat terhadap para pamong baru dan harapan akan perubahan positif di lingkungan Kalurahan Banyuraden.

Beberapa tokoh masyarakat juga memberikan sambutan, menyampaikan harapan agar pamong yang baru dilantik dapat menjadi teladan dan memprioritaskan program-program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat mengingat pentingnya peran pamong dalam menjaga harmoni dan keamanan lingkungan.

Pelantikan pamong merupakan salah satu agenda rutin di Kalurahan Banyuraden untuk menyegarkan susunan pamong kalurahan agar tetap responsif terhadap dinamika masyarakat. Dengan adanya regenerasi, diharapkan pamong dapat membawa ide-ide baru yang lebih segar dan relevan bagi masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Antisipasi Kejahatan Siber, Dinas PMK Sleman Gelar Bimtek SID

Sleman – Guna memberikan pemahaman tentang informasi teknoligi dan mengantisipasi terjadinya kejahatan siber (cybercrime), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Desa (SID), di Op Room Dinas PMK Kabupaten Sleman, Rabu (30/10/2024).

Bimtek yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh perwakilan dari Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, dan Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel. Masing-masing kalurahan mengirimkan 25 personil yang terdiri dari Lurah, Pamong Kalurahan, Staf Kalurahan, BPKal, KKK dan KIM.

Materi bimtek meliputi pelaksanaan SID di Kabupaten Sleman, menjaga keamanan data kalurahan dari kejahatan siber (cybercrime) dan pengenalan sistem informasi desa. Materi tersebut disampaikan pada hari pertama. Sedangkan pada hari kedua, yaitu tanggal 31 Oktober, materi yang disampaikan ialah preview sistem informasi desa 2 (tampilan web dan data), praktik pemanfaatan data SID sebagai proses perencanaan kegiatan di Kalurahan, dan rencana tindak lanjut pengelolaan SID di kalurahan.

Perwakilan Dinas PMK, Dita menyampaikan Perbub Nomor 29.3 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Desa. Tujuan dibangun dan dikembangkannya SIDESI MANIS (Sistem Informasi Desa Terintegrasi untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Istimewa) dan SIDA SEMBADA (Sistem Informasi Daerah sebagai Sarana Elektronik untuk Menata Berita dan Data Desa) adalah untuk mewujudkan pengelolaan data dan informasi Desa dan Daerah yang akuntabel, berkualitas, terintegrasi dan transparan guna mendukung tercapainya desa mandiri.

“Sedangkan tujuan SIDESI MANIS dan SIDA SEMBADA adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemangku kepentingan, membangun dan mengembangkan basis data dan informasi desa dan daerah yang terintegrasi,” ujar Dita.

Ia pun menambahkan tujuan lainya yaitu menyediakan akses data dan informasi bagi pemerintah desa dan daerah, meningkatkan perencanaan dan perumusan kebijaksanaan pembangunan, dan menjadi media informasi publik serta menjadi pedoman bagi Pemdes dan Pemda.

Dita juga menerangkan tentang tugas pengelola dan pengelolaan SID yang semua terangkum pada Perbub Nomor 29.3 tahun 2019 pada BAB III pasal 16 sampai dengan 19.

“Adapun kegiatan kali ini merupakan implementasi dari pasal 37 tentang sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan sebagai upaya pelaksanaan SIDESI MANIS berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Materi kedua disampaikan oleh Kepala Seksi persandian Dinas Kominfo Kabupaten Sleman, Nety Kusumawati. Pada kesempatan itu, Nety memaparkan tentang menjaga keamanan data kalurahan dari kejahatan siber (cyber crime).

Nety menjelaskan, cyber crime adalah sebuah tindakan kriminal yang memanfaatkan teknologi baik perangkat maupun jaringan.

 “Tujuan kasus cyber crime yaitu merugikan orang lain dengan melakukan pencurian, peretasan, penipuan, penyebaran virus, serta kejahatan digital lainnya,” jelas Nety.

 Ia juga menyampaikan jenis-jenis cyber crime, di antaranya phising (penipuan online), identhy theft (pencurian identitas), cyber terrosism (serangan terhadap jaringan).

“Kejahatan lainnya yaitu kejahatan konten, OTP fraud, carding, cyber bulyying, cyber extortion, pengunduhan PUPs, cracking, hacking, serangan DDoS, spamming dan cyber stalking,” imbuh Nety.

“Adapun cara mengatasi dan menghindari cyber crime adalah jangan mencet tautan sembarangan, membuat password yang unik dan secara rutin menggantinya, memasang sistem firewal pada semua perangkat untuk mencegah virus. Selain itu gunakanlah secure socket layer. Selalu waspada menggunakan wifi di tempat umum, menggunakan two factor authentication, rutin menggantikan software pada perangkat, dan melakukan backup terhadap data-data penting,” ucapnya.

Materi ketiga disampaikan oleh perwakilan Combina Reseorce Institution (CRI), Krisna dengan materi pengenalan Sistem Informasi Desa (SID). Krisna menjelaskan aspek dan manfaat penerapan SID bebudaya.

“Manfaat penerapan SID bebudaya adalah pelayanan publik, kebutuhan informasi publik, perencanaan dan perkembangan pembangunan di tingkat kalurahan dan daerah atau kawasan, serta pengelolaan sumber daya desa secara mandiri oleh warga,” kata Krisna. (Giek / KIM Moyudan)




Berdayakan Masyarakat, Komunitas Kekandhangan beri Pelatihan Pembuatan Keripik Bonggol Pisang

Sleman – Inovasi pengolahan pangan terus berkembang, salah satunya melalui pelatihan pembuatan camilan berupa keripik dari bonggol pisang kluthuk yang diselenggarakan oleh Komunitas Kekandhangan Banyuraden yang berlangsung di Pendhapa Kekandhangan Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping. Selasa (29/10/2024).

Kegiatan ditujukan untuk memberdayakan masyarakat Dusun Patran dalam memanfaatkan limbah pertanian, khususnya bonggol pisang kluthuk yang seringkali diabaikan atau dibuang begitu saja.

Acara ini diikuti belasan peserta yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro. Sementara mentor pelatihan berasal dari aktivis Kelompok Wanita Tani dan Usaha Mikro Kecil Menengah Banyuraden, yang memberikan pengetahuan tentang manfaat dan cara pengolahan bonggol pisang kluthuk menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Sekretaris Komunitas Kekandhangan, Adnan Iman Nurtjahjo dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan bisa menjadi solusi peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam sekitar.

“Kami ingin masyarakat bisa memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka, dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai tambah. Bonggol pisang ini contoh yang sangat bagus karena bisa menjadi bahan dasar camilan yang sehat dan menguntungkan,” tuturnya.

Pelatihan dimulai dengan sesi penjelasan tentang teknik pemilihan bonggol pisang yang baik untuk diolah. Peserta diajarkan memilih bonggol pisang yang tidak terlalu tua, untuk mendapatkan hasil keripik yang lebih renyah dan berkualitas. Setelah itu, peserta dilatih proses pengolahan, mulai dari pemotongan, perendaman, hingga proses penggorengan dengan teknik khusus agar menghasilkan keripik yang enak dan garing.

Usai menerima penjelasan dari mentor, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan pembuatan keripik bonggol pisang. Di mana, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil agar lebih fokus dan mendapatkan bimbingan yang maksimal dari mentor. Suasana praktik berlangsung ramai dan antusias dengan banyak peserta yang mencatat setiap langkah dan berbagi tips yang mereka pelajari.

Menurut Adnan, selain pelatihan teknis para peserta juga mendapatkan materi mengenai strategi pemasaran dan pengemasan produk. Hal ini dilakukan agar produk keripik bonggol pisang yang mereka hasilkan nantinya memiliki peluang kerja sama dan daya saing yang kuat di pasar yang lebih luas.

“Awalnya saya tidak menyangka bonggol pisang bisa dijadikan keripik. Tapi ternyata enak dan banyak yang tertarik. Saya jadi bersemangat untuk mencoba berjualan,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, Adnan berharap agar para peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya inovasi pangan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat perdesaan.

Ke depannya, pelatihan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran saja. Tetapi juga menjadi awal bagi terciptanya peluang usaha baru bagi warga sekaligus menghasilkan produk yang unik, bernilai jual tinggi, dan mampu bersaing di pasar lokal maupun online. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pemerintah Kalurahan Margorejo Terima Studi Tiru Desa Somokaton Ngluwar Magelang

Sleman – Lurah Margorejo didampingi oleh Carik menerima kunjungan studi tiru dari Pemerintah Desa Somokaton, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, di Aula Kalurahan Margorejo, pada Rabu (30/10/2024).

Pada kesempatan itu, Pemerintah Desa Somokaton diwakili oleh Kepala Desa Somokaton, Icha NL.P, didampingi Kepala Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Ngluwar Syaifuddin bersama TKSK dan pendamping desa, melakukan studi tiru terkait pembentukan dan pelaksanaan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di Kalurahan Margorejo.

Lurah Margorejo, Abdul Aziz Muh Ridwan dalam sambutannya mengatakan, pertemuan ini merupakan ajang bertukar pikiran terkait upaya penanggulangan kemiskinan.

“Upaya penanganan kemiskinan di Kabupaten Sleman dilakukan di masing-masing kecamatan atau kalo disini disebut Kapanewon melalui puskesos. Keberadaan tim puskesos ini sendiri sangat membantu kalurahan dalam hal ini pak lurah dan jajarannya. Upaya penanggulangan kemiskinan di suatu daerah tidak bisa hanya dilakukan pemerintah kabupaten atau Kapanewon saja, melainkan harus ada kerjasama dari seluruh pihak terkait. Untuk itu semua pihak harus bersemangat untuk menyelesaikan permasalahan kemiskinan,” ungkap Ridwan.

Sementara itu, Kepala Desa Somokaton, Icha dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam kunjungan studi tiru ini, pihaknya mengajak sejumlah calon anggota puskesos dan pendamping desa.

“Hal tersebut untuk melihat upaya penanganan kemiskinan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman khususnya Kalurahan Margorejo Tempel ini, agar kinerja kepala desa kami dalam penanganan kemiskinan dapat dibantu pula tim dari puskesos. Untuk itu kami ingin mereplikasi upaya pemerintah Kalurahan Margorejo dalam membentuk dan melaksanakan puskesos untuk kami terapkan di desa kami. Mudah-mudahan, dengan pertemuan ini membawa hasil yang baik untuk penanganan kemiskinan di daerah kami,” kata Icha.

Sebagai pengantar materi puskesos, Carik Margorejo, Ariyanto Wibowo menjelaskan tentang sistem layanan dan rujukan terpadu pusat kesejahteraan sosial di Margorejo.

“Untuk diketahui sistem layanan dan rujukan terpadu merupakan suatu sistem layanan yang mengidentifikasi kebutuhan dan keluhan fakir miskin dan orang tidak mampu. Selain itu, melaksanakan rujukan kepada pengelola program fakir miskin dan orang tidak mampu. Puskesos di Kalurahan Margorejo sudah berjalan dalam melayani pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial dan mempermudah administrasi untuk kepengurusan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial,” ungkapnya.

“Harapannya nanti di desa somokaton puskesosnya bisa juga berjalan seperti yang ada di wilayah Kabupaten Sleman khususnya Kalurahan Margorejo Kapanewon Tempel,” pungkas Ariyanto. (Sih Budi Daryanto Kim Tempel)




Gudep SD Kanisius Kalasan Terima Kunjungan Tim Monitoring SKPI Kwarda DIY

Sleman – Gerakan Pramuka Gugus Depan (Gudep) SD Kanisius Kalasan , menerima kunjungan Tim Monitoring Syarat Kecakapan Pramuka Istimewa (SKPI) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (29/10/2024).

Tim monitoring dipimpin Wakil Ketua Kwarda DIY, Arifin Budiharjo dan diterima jajaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sleman, Kwartir Ranting Kapanewon Kalasan, Korwil Kapanewon Kalasan, dan Kamanigus SD Kanisius.

Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka Kapanewon Kalasan, Jumiyem menuturkan monitoring uji coba SKPI bertujuan untuk meningkatkan budaya inovasi, meningkatkan kemajuan teknologi informasi Gerakan Pramuka.

Jumiyem menambahkan SKPI di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kompetensi umum Pramuka Indonesia yang berkarakter budaya Yogyakarta.

“Pramuka Istimewa juga memiliki nilai-nilai keistimewaan dan kearifan Yogyakarta dalam diri masing-masing,” katanya.

Selama berlangsungnya monitoring uji coba SKPI, tim menerima penjelasan tentang kondisi dan gambaran aktifitas gerakan Pramuka Gudep .  , baik dari Ka Mabigus maupun dari para pembina.

Monitoring uji coba itu sendiri melibatkan peserta didik dan pembina. Ka Mabigus Gudep SD Kanisius, Agustin Ria Dewi menyambut baik atas dilaksanakannya uji coba SKPI di sekolah yang ia pimpin. Ia pun memberikan motivasi para anggota yang mengikuti kegiatan tersebut, agar antusias dan aktif.

Koordinator Wilayah Kapanewon Kalasan, Sarwoto saat memberikan sambutan mengatakan agar anak-anak dapat diperkenalkan dengan kebudayaan lokal yang sarat dengan piturur dan ajaran luhur.

“Apabila anak-anak tidak dikenalkan dengan kebudayaan sendiri sejak dini, maka akan kehilangan sumber dan kehilangan jejak hingga tak mengenal lagi. Apalagi mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Sarwoto.

Sebelum pelaksanaan monitoring uji coba SKPI berakhir, Ketua Tim Monitoring dari Kwarda DIY, Arifin Budiharjo memberikan sedikit evaluasi. Ia berharap agar kegiatan SKPI Pramuka itu lebih selaras dengan kehidupan, dan tidak terlepas dari akar budaya.

“Kehidupan yang dimaksud ialah dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat, hingga masyarakat sekitar memahami dan mempedomani kebudayaan sendiri tanpa menutup kemungkinan masyarakat memahami budaya asing,” ucap Sarwoto. (Tri Joko S – KIM Kalasan)