Kominfo DIY Latih KIM Membuat Konten Diseminasi Informasi yang Menarik

Sleman – Guna mengembangkan kreativitas pegiat informasi dalam membuat konten video pendek yang menarik dan inovatif sehingga dapat meningkatkan interaksi dengan audiens, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan kegiatan pendampingan kompetensi Kelompok Informasi Masyarakat dengan tema ‘Pembuatan Video Konten Diseminasi Informasi yang Menarik’ yang digelar di Aula Kresna Dinas Kominfo Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (17/10/2024).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Agus Purwanto mewakili Kepala Dinas Kominfo DIY, dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta, Imam Taufik dan Andy Ahmad Akbar Zulfikar selaku narasumber yang mengajarkan kepada peserta cara membuat konten video pendek menggunakan aplikasi CapCut sekaligus mempraktekkannya.

Pada kesempatan itu, Andy mengutarakan bahwa video pendek yang kreatif dapat menarik perhatian audiens lebih cepat dibandingkan format konten lainnya. Dengan durasi yang singkat maka pesan dapat disampaikan dengan jelas dan efektif sehingga membuat penonton tetap tertarik.

Lebih lanjut dirinya menyebutkan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh konten kreator antara lain kemampuan kreatifitas yang diharapkan menghasilkan ide-ide kreatif dan menarik untuk dijadikan konten. Selanjutnya, diperlukan keterampilan teknis berupa penguasaan alat dan teknologi dalam membuat konten berkualitas sehingga pesan dapat tersampaikan secara menarik kepada audiens.

Menurutnya, dengan memahami berbagai konsep dasar dalam pembuatan video yang meliputi storytelling, sinematografi, dan editing maka peserta pelatihan akan didorong untuk berpikir di luar kebiasaan dan menciptakan video yang mampu menarik perhatian audiens secara visual maupun emosional.

“Adanya keterampilan ini, peserta akan mampu menghasilkan video dengan tampilan profesional yang bisa bersaing di platform media sosial,” imbuh Andy.

Konten video memiliki banyak manfaat dalam dunia digital saat ini, karena memungkinkan informasi disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami dibandingkan dengan teks atau gambar statis. Visual yang bergerak, suara, dan narasi yang kuat membantu membangun keterlibatan audiens lebih efektif. Selain itu, video juga mampu menyampaikan emosi dan pesan dengan lebih dalam sehingga dapat meningkatkan peluang pesan diterima dengan baik oleh penonton.

Dengan kemudahan distribusi dan konsumsi melalui smartphone, memungkinkan audiens untuk menonton video kapan saja dan di mana saja, sekaligus meningkatkan peluang bagi konten tersebut untuk dilihat dan dibagikan.

“Dengan konten yang menarik dan relevan maka video dapat menjadi alat yang ampuh untuk menarik perhatian, mendidik, dan mendorong tindakan dari audiens,” tutupnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




KWT Matahari Panen Lele untuk Penunjang Gizi Keluarga

Sleman- Kandungan gizi dan berbagai manfaat yang ada pada ikan lele bermanfaat sebagai penunjang gizi keluarga. Tidak hanya itu saja, lele juga bisa menjadi sumber ekonomi tambahan penghasilan keluarga. Seperti yang dilakukan oleh ibu-ibu KWT Padukuhan Sedogan, yang melakukan panen lele di demplot KWT Matahari Sedogan RT 003 RW 022 Sedogan, Jum’at, (18/10/2024).

Ketua KWT (Kelompok Wanita Tani) Matahari, Isnarti menjelaskan bahwa lele yang sudah ia dan ibu-ibu kwt besarkan sudah memasuki masa panen, sehingga harus segera dipanen dan dimanfaatkan sebagai lauk para anggota dan lelang kepada warga sekitar yang membutuhkan.

“Lele yang kita besarkan ini sudah sangat layak panen, dan alhamdulilah besar-besar meskipun beberapa masih ada yang kecil. tapi sebagian besar sudah berhasil dan siap untuk dikonsumsi. Selain panen lele, setiap harinya kita juga memanen telur dari ayam petelur yang ada dikandang demplot. Setiap harinya bisa panen 22-28 butir telur ayam,” kata Isnarti.

“Panen lele ini kita lelang terutama untuk anggota KWT dulu untuk dikonsumsi bersama keluarganya masing-masing dalam rangka pemenuhan gizi keluarga. Karena lele mengandung protein, zat besi, dan banyak vitamin sehingga bisa mencegah anemia. Mengonsumsi ikan lele juga dapat membantu memproduksi DNA tubuh, pembentukan sel darah merah, dan menjaga fungsi saraf. Jika anggota sudah cukup maka sisa panen kita jual kepada warga yang membutuhkan,” imbuhnya.

KWT Matahari Sedogan sendiri sebagai kelompok pemula sudah mempunyai demplot meskipun belum seluas kelompok-kelompok yang lain.

“Meskipun baru belajar memelihara ayam dan membesarkan lele dengan kolam bioflog semangat ibu-ibu para anggota luar biasa. Setiap hari kita jadwalkan piket, untuk memberi ayam dipagi hari. Lalu memberi makan lele disore hari, menyiram tanaman sayur dan memberi makan ayam. Tidak lupa memanen telurnya, yang kemudian dibeli para anggota maupun dilelang ke warga yang membutuhkan,” kata Isnarti.

Sementara, salah satu anggota KWT, Eni menjelaskan hasil panen KWT berupa sayur, telur maupun lele memang dilelang untuk para anggota. Jika masih sisa banyak, barulah dilelangkan ke warga yang ingin membeli.

“Hasil panen benar-benar dinikmati para anggota kelompok. Masing-masing anggota mendapatkan jatah 1,5-3 kg lele siap konsumsi yang harus mereka bayar agar perputaran kas bisa lancer. Namun jika sisa atau lebih dari cukup maka biasanya anggota mempromosikan ke warga atau rekan yang membutuhkan,” jelas Eni.

“Kebetulan karena besok akan ada syukuran teman-teman anggota KWT karena sudah dikukuhkan dan mendapat piagam resmi dari Dinas Pertanian maka bisa untuk makan bersama para anggota,” tambah Eni. (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)




Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo bagikan Laptop Guna Tingkatkan Pelayanan PAUD

Sleman – Lurah Lumbungrejo didampingi Kamituwa, Danarta dan Ketua PKK Lumbungrejo membagikan delapan unit laptop ke delapan lembaga paud yang ada di Lumbungrejo. Pembagian laptop ini dilakukan di Pos PAUD Aster Padukuhan Wonokerso, Jum’at (18/10/2024).

Kamituwa Lumbungrejo, Suwanto selaku pengampu kegiatan menyampaikan bahwa penyerahan unit laptop ini dijadwalkan mulai tanggal 18 Oktober sampai 31 Oktober 2024.

“Hari ini kita serahkan unit laptop dimulai dari POS Paud Aster Wonokerso, lalu Pos Paud Darunnajah Bibis, Pos Paud Mawar Molodono, Pos Paud Matahari Padukuhan Tempel, Pos Paud Dahlia Padukuhan Lodoyong, Pos Paud Anyelir Padukuhan Kromodangsan, Pos Paud Cendana Dusun Panggung, dan terakhir Pos Paud Matahari Sedogan. Sehari satu secara berurutan sesuai jadwal, sekaligus kita akan meninjau suasana belajar di Pos Paud setiap padukuhan yang ada diwilayah Lumbungrejo,” ucap Suwanto.

Lurah Lumbungrejo mengatakan selain menyerahkan unit laptop sebagai sarana dukungan PAUD, kegiatan ini juga sekaligus kunjungan kerja Bunda Paud Lumbungrejo Sulastri.

“Hari ini kita menyerahkan satu unit laptop ke Pos Paud Aster Turcanan Wonokerso, harapanya bisa bermanfaat dan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan jangan lupa dirawat ya bunda-bunda para pendidik. Selain itu kedatangan kami beserta para Pamong dan Bunda Paud Lumbungrejo untuk melihat langsung proses belajar-mengajar yang ada di Paud Aster dan juga Pos Paud lainnya,” kata Misbah

Ia juga berpesan kepada para pendidik PAUD unuk tetap semangat dalam mendidik dan membimbing anak-anak generasi penerus agar menjadi generasi yang membanggakan kelak dimasa yang akan datang.

“Tetap semangat memberikan pelayanan terbaik untuk masa depan bangsa yang lebih baik,” ucapnya.

Farida salah satu pendidik menuturkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo.

“Terimakasih ke Pak Lurah dan jajarannya, hibah laptop ini menambah semangat kami dalam mendidik anak, dan lebih termotivasi untuk kedepan bisa lebih baik serta adanya dukungan seperti ini dari pemerintah Lumbungrejo dapat sustainable,” ccap Farida.

“Semogga ditahun mendatang ada program berkelanjutan dengan bentuk fasilitasi yang berbeda,” sambungnya.

Kamituwa Lumbungrejo, Suwanto mengatakan anggaran hibah laptop ini diambil dari dana desa anggaran tahun 2024

 “Anggaran untuk membeli laptop kami anggarakan melalui dana desa tahun 2024 dengan bidang pendidikan sub pembinaan paud dengan anggaran empat puluh empat juta tiga ratus ribu rupiah,“ jelasnya.  

Suwanto berharap apa yang sudah diterimakan oleh Pos Paud yang ada di wilayah Lumbungrejo dapat dimaksimalkan untuk administrasi lembaganya masinmg-masing. (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)




Pemerintah Kalurahan Argomulyo Adakan Pelatihan Panatacara bagi Pemuda Setempat

Sleman – Pemerintah Kalurahan Argomulyo melaksanakan pelatihan Panatacara bagi pemuda selama empat hari yang dimulai tanggal 14 sampai 17 Oktober 2024, di Balai Kalurahan Argomulyo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pemuda dalam berbagai aspek termasuk kepemimpinan dan pengembangan diri dalam hal dasar-dasar Panatacara, pembuatan naskah, Kawruh Bahasa Jawa, dan penerapan busana Jawa Gagrak Ngayogjokarto.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Lurah Argomulyo, Kamituwo Argomulyo Haryadi, serta narasumber dari Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY) Kabupaten Sleman.

Kadispora Kabupaten Sleman, Heru Saptono menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai sarana untuk membekali pemuda dengan kemampuan yang relevan di era modern.

“Kami ingin pemuda tidak hanya menjadi penerima informasi. Tetapi juga menjadi agen perubahan di masyarakat,” ucap Heru.

Lurah Argomulyo, Danang Hendri Bintoro juga menyampaikan dukungannya terhadap program ini, dan mengajak para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.

“Semoga pelatihan ini dapat membuka wawasan dan memberi inspirasi untuk menciptakan inisiatif yang bermanfaat di lingkungan sekitar,” tuturnya.

Pelatihan panatacara terlaksana atas dukungan dana dari Program Usaha Pemberdayaan Masyarakat (PUPM) Kabupaten Sleman, dan diikuti oleh 25 peserta pemuda se-Kalurahan Argomulyo dengan usia maksimal 30 tahun. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan individu, serta memperkuat solidaritas antar pemuda, dan dapat berkontribusi lebih aktif dalam masyarakat. (Mujiyanta / Kim Cangkringan)




Puskesmas Tempel 1 Gelar Sosialisasi dan Skrining Kesehatan Jiwa untuk Remaja

Sleman – Puskesmas Tempel 1 menggelar sosialisasi dan skrining kesehatan jiwa kepada 60 kader kesehatan Kapanewon Tempel, di Aula Puskesmas Tempel, Kamis (17/10/2024).

Pada kesempatan itu, Kepala Puskesmas Tempel 1, dr. Diana menyambut para kader dan menyampaikan pentingnya deteksi dini kesehatan jiwa terlebih terhadap remaja.

“Tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa sedunia. Sebegitu pentingnya kesehatan jiwa untuk kita semua, utamanya akhir-akhir ini kepada anak-anak remaja kita,” kata Diana

“Kenapa remaja ibu-ibu? Aplikasi-aplikasi gadget, game-game, nah aplikasi seperti ini memicu dan mendorong kasus-kasus gangguan seperti depresi dan bisa memicu kasus bunuh diri. Sebelum terjadi depresi dan gangguan jiwa, maka kita harus melakukan skrining terlebih dahulu. Dengan deteksi dini kesehatan jiwa, kita semua berharap menjadi salah satu upaya pencegahan gangguan jiwa pda remaja maupun masyarakat lainnya,” imbuhnya.

Salah satu petugas Puskesmas Tempel 1, Sasriyanti menyampaikan kasus bunuh diri yang ada di Kabupaten Sleman dari bulan Januari hingga Oktober ada sebanyak 19 orang. Ia berharap di kapanewon tidak nambah dan tidak ada kasus bunuh diri

 “Kewaspadaan terhadap kasus-kasus seperti itu penting, karena kesehatan jiwa itu ndak kelihatan. Maka jangan sampai kanan kiri, depan belakang kita mengarah pada masalah kesehatan jiwa, karena itu sangat menghawatirkan. Kami tim di Puskesmas Tempel 1 hanya 65 orang harus mengampu ribuan orang itu hal yang mustahil, maka kami sangat perlu bantuan dari ibu-ibu kader,” tutur Sasriyanti.

Psikolog Puskesmas Sleman, Firra Berlinawati selaku narasumber pada kesempatan itu menyampaikan materi mengenal kesehatan jiwa di masyarakat dan peran kader dalam deteksi kesehatan jiwa dimasyarakat.

“Sebelum kita menskrining warga atau tetangganya, terlebih dahulu kita menskrining diri sendiri,” ucap Firra saat mengawali materi.

Ia menjelaskan bagaimana tanda-tanda orang dengan gangguan jiwa, dan orang yang terbebas dari gangguan jiwa, serta pentingnya peran kader dalam deteksi kesehatan jiwa di masyarakat.

Salah satu peserta, Susi menyebutkan sosialisasi berjalan lancar dan menyenangkan.

“Pelatihanya sangat bermanfaat dan menyenangkan, karena menyampaikan dengan pelan-pelan tapi mengena dan diselingi berbagai ice breaking sehingga kami tidak bosan,” ucap Susi. (Ais-Kim Ceria Lumbungrejo Tempel)