Margorejo Terima Kunjungan Studi Tiru Aparatur Desa Pemerintah Kota Prabumulih

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo terima kunjungan studi tiru dari BPD aparatur desa Pemerintah Kota Prabumulih Sumatra Selatan, di Gedung Serbaguna Kalurahan Margorejo, Kamis (17/10/2024).
Studi tiru kali ini membahas mengenai pengelolaan keuangan desa digital dan inovasi pengembangan petani milenial di Kalurahan Margorejo, Tempel. Kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan kapasitas aparatur Pemerintah Kota Prabumulih, Sumatra Selatan.
Acara dihadiri Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Prabumulih, M Zahri Dessa Putra didampingi Deni Suryanto, Sub Koordinator Keuangan dan Aset Desa beserta staf Dinas PMD Prabumulih, serta sebanyak empat kepala desa bersama puluhan perangkat desa masing-masing.
Rombongan diterima langsung oleh Lurah Margorejo, Abdul Aziz Muh Ridwan didampingi Pamong Kalurahan serta lembaga-lembaga Kalurahan Margorejo yang lain.
Pada kesempatan itu, Lurah Margorejo mengungkapkan bahwa Pemerintah Kalurahan Margorejo selalu terbuka kepada siapa saja terutama kepada sesama penyelenggara pemerintahan baik di desa atau kalurahan maupun kota.
“Kedatangan tamu sama dengan kedatangan saudara. Mari saling belajar, saling bertukar pengalaman, dan saling melengkapi. Kami ucapkan selamat datang kepada peserta studi tiru, dan permohonan maaf bila terdapat kekurangan dalam penyambutan,” ungkap Ridwan.
Selanjutnya, kordinator rombongan Pemerintah Kota Prabumulih Sumatra Selatan, M Zahri Dessa Putra menyampaikan rasa terima kasih kepada Kalurahan Margorejo karena berkenan menerima kunjungan studi tiru dari aparatur Pemreintah Desa Kota Prabumulih.
“Dengan prestasi yang telah diraih Pemerintah Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman ini, kami bermaksud belajar dan meniru inovasi-inovasi yang ada di sini seperti pengelolaan keuangan desa digital, inovasi pengembangan petani milenial, dan yang lain-lainnya. Tentu akan banyak ilmu yang dapat diperoleh di desa atau kalurahan ini,” ungkapnya.
Dessa menambahkan, ada empat desa yang mengikuti studi tiru ke Kalurahan Margorejo Tempel Sleman ini, yaitu Desa Talang Batu, Desa Jungai, Desa Karang Bindu, dan Desa Rambang, Senuling, Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih.
“Dari keempat desa tersebut sebagai bentuk peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa, kami dengan melakukan studi tiru untuk dapat belajar dari pemerintahan desa atau Kalurahan Margorejo ini yang kami anggap lebih maju, sehingga apa yang belum ada atau belum diterapkan akan diterapkan di Kota Prabumulih ke depannya,” tambah Dessa.
Selanjutnya Kepala Desa Talang Batu, Syahril Kennedi menyampaikan Kalurahan Margorejo dipilih sebagai tujuan sturi tiru karena dinilai cukup maju dan telah banyak dijadikan contoh.
“Kita akan belajar pembangunannya, masalah ekonomi disini, pendidikannya dan sistem pengelolaan keuangan desa yang sudah menggunakan digitalisasi serta lainnya. Dengan adanya studi tiru yang dilakukan seluruh kepala desa di Kota Prabumulih tahun ini, harapannya di tahun mendatang di Kota Prabumulih seluruh desa memiliki inovasi untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Syahril.
Hal yang sama disampaikan Kepala Desa Jungai, Iskandar yang mengatakan, sebanyak empat desa melakukan studi tiru ke Kalurahan Margorejo ini difasilitasi dan didampingi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Prabumulih untuk belajar banyak hal.
“Kita secara bergantian, bulan ini empat desa, bulan depan desa lain. Kita belajar atau studi tiru ke desa lain untuk nanti diterapkan di desa kita, Saya bersama seluruh perangkat desa ikut. Tidak hanya perangkat desa bahkan karang taruna pemuda bisa ikut belajar,” imbuh Iskandar. (Sih Budi Daryanto / Kim Tempel)



