Rayakan Hari Jadi, Pemkal Sardonoharjo Gelar Kenduri dan Doa Bersama

Sleman – Pembukaan Gelar Budaya dalam perayaan Hari Jadi Kalurahan Sardonoharjo 2024 berlangsung di Aula Kalurahan Sardonoharjo, pada Kamis (10/10/2024). Acara pembukaan diisi dengan kenduri dan doa bersama sebagai simbol rasa syukur masyarakat atas usia Kalurahan Sardonoharjo yang bertambah, diiringi dengan harapan untuk kemakmuran dan kedamaian bagi warganya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pamong Kalurahan, Lembaga Kalurahan dan tokoh masyarakat. Setelah prosesi ini, kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni budaya, UMKM, hingga berbagai perlombaan.

Rangkaian Gelar Budaya Hari Jadi Sardonoharjo akan berlangsung selama empat hari, dengan menghadirkan berbagai penampilan seni dari masing-masing padukuhan. Momen ini menjadi ajang untuk menampilkan potensi seni lokal, serta memperkuat kebersamaan dan kekayaan budaya di Kalurahan Sardonoharjo.

Selain rangkaian kegiatan seni dan budaya, dalam Gelar Budaya Hari Jadi Sardonoharjo juga akan ada pemberian penghargaan kepada masyarakat berprestasi, penyerahan trophi Pekan Olahraga Kalurahan, Lomba Kebersihan Lingkungan, serta sayembara pembuatan video tentang peduli lingkungan. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran lingkungan dan apresiasi terhadap prestasi masyarakat.

Lurah Sardonoharjo, Harjun Wiwoho dalam sambutannya mengapresiasi berjalannya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya semangat guyub rukun di antara masyarakat dalam menyukseskan seluruh rangkaian Gelar Budaya Hari Jadi Sardonoharjo.  

“Diharapkan kebersamaan ini agar terus terjaga dalam berbagai kegiatan di masa depan,” tuturnya.

Kegiatan Gelar Budaya Hari Jadi Sardonoharjo tersebut tidak hanya ditujukan bagi masyarakat Sardonoharjo. Tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum yang ingin menyaksikan. Berbagai penampilan seni dan budaya, serta kegiatan lain yang diselenggarakan diharapkan dapat menarik perhatian lebih banyak orang, memperkuat semangat kebersamaan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Sardonoharjo kepada khalayak luas.

Kegiatan itu di akhiri dengan menikmati 18 Gunungan yang menandakan 18 Padukuhan di Kalurahan Sardonoharjo. Gunungan tersebut sebagai persembahan dari masyarakat untuk masyarakat. Suasana keakraban terlihat saat menikmati makan bersama. (Eka Sastra Kurniawan / Kim Sardonoharjo Ngaglik)




LPP Yogyakarta Gelar Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampus 2 Politeknik di Margodadi

Sleman – Menempati area seluas 6000 meter persegi, dengan luas bangunan 5132 meter persegi, Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta mengadakan peletakan Batu pertama pembangunan Kampus 2 Politeknik di Kalurahan Margodadi Kapanewon Seyegan tepatnya di Padukuhan Kandangan, Selasa (8/10/2024).

Groundbreaking pembangunan Kampus Politeknik LPP ini dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Sleman, Panewu Seyegan dan jajarannya, Polsek dan Koramil Seyegan, Lurah Margodadi dan jajarannya, tokoh masyarakat, civitas akademika LPP, Yayasan Qoiru Ummah dan pejabat terkait serta mitra Politeknik LPP. Acara seremonial tersebut juga disaksikan secara zoom oleh mahasiswa Politeknik LPP di kampus 1 Yogyakarta.

Mengusung konsep “Modern Green” yang diterjemahkan melalui inspirasi dari bidang studi Politeknik, Perkebunan, Bangunan dirancang untuk memenuhi karakter yang menetapkan penghawaan dan pencahayaan alami untuk meminimalisir konsumsi daya. Di samping itu untuk memaksimalkan ruang hijau terbuka baik pada landscape maupun pada massa bangunan untuk menjelaskan bangunan baru dengan ekosistem kawasan.

Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY), Hari Kustanto. Pada kesemaptan itu, Hari menjelaskan rencana Pembangunan yang akan dilakukan, serta rentang waktu yang dibutuhkan.

“Sedangkan waktu pembangunan diperkirakan memakan waktu selama 20 bulan,” ungkap Hari.

Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, M Mustangin, menyampaikan harapannya bahwa pembangunan kampus 2 Politeknik LPP ini bisa mendukung ekonomi masyarakat sekitar yang akan memperoleh manfaat ekonomi dan mencerdaskan kehidupan masyarakat di daerah.

Lebih lanjut, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Persero, Muhammad Abdul Gani, menyampaikan rasa bangganya dan bersyukur karena hari ini Politeknik Perkebunan LPP Yogyakarta dapat melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampus baru.

“Dengan adanya kampus ini, legalitas politeknik LPP telah mampu memenuhi ketentuan Dirjen Dikti, bahwa politeknik ini sudah memenuhi syarat secara lebih sempurna,” jelas Abdul.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman tanaman secara simbolis sekaligus juga peletakkan batu pertama pembangunan kampus 2 Politeknik LPP Yogyakarta. Sedangkan acara seremonial ditutup dengan penandatangan prasasti pembangunan oleh Abdul Gani dan dilanjutkan foto bersama. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pemkal Lumbungrejo Gelar Rapat Finalisasi RKP 2025

Sleman – Perangkat Kalurahan Lumbungrejo bersama sejumlah lembaga menggelar finaslisasi Rencana Kerja Pembangunan (RKP) 2025, di Aula lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo, Kamis (10/10/2024). Rapat tersebut dihadiri Lurah Lumbungrejo, Carik, Pangrita, Tatalaksana, Ulu-ulu, Danarta, Ketua LPMKal, Ketua PKK, dan Ketua Karang Taruna Lumbungrejo.

Rapat ini merupakan rangkaian perencanaan kalurahan yang dimulai dari musyawarah kalurahan RKP pada bulan juni 2024. Kemudian musrenbang di awal oktober 2024 dan rapat finalisasi oleh tim penyusun RKPKal yang kemudian untuk disepakati bersama dengan BPKal menjadi peraturan kalurahan RKPKal tahun anggaran 2025 Kalurahan Lumbungrejo.

Carik Lumbungrejo, Herman Subagya menjelaskan rapat Tim Penyusun RKP Tahun 2025 ini diadakan untuk meruncingkan dan memfinalisasi kegiatan prioritas tahun 2025.

“Susunan RKP tahun 2025 harus merepresentasikan semua kebutuhan masyarakat dan mengakomodir apa yang sudah menjadi prioritas yang sudah ditetapkan saat musrenbang kemarin,” tegas Herman.

Selanjutnya, Ketua Karang Taruna Lumbungrejo, Tri Yuli Prihandono menyampaikan kegiatan karang taruna agar didampingi oleh bapak Danarta dalam hal pencairan dan SPJ Dana Desa untuk kegiatan kepemudaan.

“Kami mohon kepada bapak Danarta agar kegiatan kami di bawah ampuan bapak Suwanto selaku Kamituwa bisa memakai SPJ Panjar, yakni pencairan terlebih dahulu dalam waktu 10 hari SPJ juga selesai, dikarenakan selama ini kami dalam berkegiatan harus keluar dana dalam berkegiatan baru rembes ke pemerintah kalurahan Lumbungrejo. Pada praktiknya banyak kegiatan kami banyak yang terhambat karena anggaran,” ucap Tri.

“Tentunya kami juga mohon arahan dan bimbingan agar dalam pen-SPJ-an berkas menjadi lancar dan tuntas,” tambahnya.

Sementara Lurah Lumbungrejo, Misbah A-Hakim mengatakan harapan dalam program 2025 secara prioritas bisa terlaksana sesuai dengan perencanaan. Pembangunan fisik bisa dimaksimalkan untuk kegiatan ekonomi seperti penggunaan jalan yang baik irigasi baik untuk memaksimalkan agar hasil bumi melimpah.

“Semoga penataan jalan lingkungan terrealisasi dengan baik, UMKM bisa diberdayakan, kelembagaan seperti karang taruna, LPMKal, PKK bisa berjalan sesuai programnya. Terkait dengan warga miskin semoga tertangani dengan baik dan bisa berkurang dengan kegiatan-kegiatan pemberdayaan ekonomi, semoga 2025 bisa zero stunting. Sedangkan harapan untuk pelestarian kesenian yang ada di Kalurahan Lumbungrejo bisa berkembang baik,” tutur Misbah.

Pada kesempatan itu, Pangripta Lumbungrejo, Agung Saputra menuturkan penyusunan RKP ini mencapai angka yang lumayan besar untuk pembangunan ditahun 2025. Mengingat Kalurahan Lumbungrejo juga mempunyai Dais untuk penanda keistimewaan yang akan dilanjutkan pembangunanya ditahun 2025.

“Terhitung sekitar 7M lebih sedikit kalkulasi seluruh Rencana Kerja Pembangunan Kalurahan Lumbungrejo di tahun 2025, dan tinggal menyusun untuk dijadikan Perkal RKPKal TA 2025 lalu ditandatangai Lurah,” tutup Agung. (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)




Sebanyak 380 Siswa Sekolah Lansia BKL di DIY Diwisuda

Sleman- Sebanyak 380 siswa-siswi sekolah lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) di DIY diwisuda di Auditorium Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta, pada Rabu, (09/10/2024). Para lansia tersebut telah menyelesaikan sekolahnya pada masing-masing jenjang di tahun ajaran 2024.

Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Mohammad Iqbal Apriyansah dalam laporan kegiatan menyampaikan bahwa wisudawan -wisudawati itu berasal dari 8 kelompok BKL yakni tiga BKL jenjang S1 (standar 1), yaitu BKL Sumber Waras, dari Ngunut, Playen Gunung Kidul, BKL Cempaka, dari Sendangtirto, Berbah, Sleman, dan BKL Sabda Ayu, Donoharjo, Ngaglik, Sleman.

Sedangkan jenjang S2 ada dua, yaitu BKL Mawar, dari Sinduharjo Kapanewon Ngaglik Sleman dan BKL Istiqomah, Kapanewon Caturharjo Pandak, Bantul. Untuk jenjang S3 ada tiga BKL, yaitu BKL Delima 123, Purbayan, Kotagede, Yogyakarta, BKL Mekar Indah, dari Kedungsari, Pengasih, Kulon Progo, dan BKL Mugi Waras, dari Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Sleman.

“Adapun tujuan sekolah lansia adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku sehat para lansia, meningkatkan kesehatan dengan nilai spiritual, meningkatkan kebahagiaan dan kemandirian di usia lanjut, juga agar dapat meningkatkan usia harapan hidup, ” tuturnya.

Lebih lanjut Iqbal mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan kepada para lansia yang mengikuti sekolah lansia, hasilnya adalah 96 persen mereka menjadi bahagia.

Lebih lanjut, prosesi wisuda dilakukan oleh Sektama (Sekretaris Utama) BKKBN RI, Tavip Agus Rayanto, Dewan Pembina Indonesia Ramah Lansia (IRL) Tri Budi Wahyuni Rahardjo, Penasehat Tim Penggerak PKK DIY Kristiana Swasti, dan Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Mohammad Iqbal Apriyansah.

Wisuda dilakukan kepada perwakilan masing-masing BKL yang menjadi wisudawan terbaik pria, wisudawan terbaik wanita, dan wisudawan paling tua atau senior. Selain menerima sertifikat, mereka juga menerima bingkisan dari BKKBN.

Sektama BKKBN RI, Tavip Agus Rayanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap BKKBN DIY yang telah menyelenggarakan kegiatan sekolah lansia sampai pada tahap diwisuda dengan baik.

“Usia harapan hidup di DIY menjadi tertinggi di Indonesia, yaitu 76 tahun. Kami ingin DIY menjadi center of excellent lansia di Indonesia, ” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, diadakan pula kuliah umum dan motivasi oleh Veny Hidayat, seorang trainer, Assesor MSDM dan Konsultan SDM tersertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) RI, yang memberikan materi tentang membangun motivasi lansia berdaya dan bahagia, sukses mulia. Materi tersebut memuat definisi lansia tangguh, permasalahan lansia, menejemen stres, membangun mindset, dan lain-lain. (Eny Ms/KIM Moyudan)




Sebanyak 400 Lansia Diwisudakan BKKBN Provinsi DIY

Sleman – Sebanyak 400 lansia diwisudakan pada acara wisuda lansia yang berlangsung di Gedung LPP, pada Rabu (9/10/ 2024).

Ketua Kelompok Kerja Pemberdayaan Keluarga BKKBN Propinsi DIY, Yuni Hastutiningsi  menuturkan, jumlah tersebut merupakan 150 wisudawan dan 24 pendamping dari Kader BKL, yang terdiri dari 50 lansia S1 BKL Sumber Waras Kalurahan Ngunut, Kapanewon Playen, Gunungkidul, 50 lansia S1 BKL Cempaka Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Sleman, dan 50 lansia S1 BKL Sabda Ayu Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman.

Selanjutnya, sebanyak 100 wisudawan dan 10 pendamping kader BKL diwisuda S2, yang terdiri dari 50 lansia BKL Mawar Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, dan 50 lansia BKL Istiqomah Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak, Bantul.

Adapun S3 terdiri dari 150 wisudawan yang berasal dari 50 lansia BKL Delima Purbayan, Kota Gede, Yogyakarta, 50 lansia BKL Mekar Indah Karangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, dan 50 lansia BKL Ngudiwaras Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Sleman.

“Masing-masing sekolah didampingi kader BKL 8 orang,” ungkap Yuni.

Sementara, GK Hemas melalui salah satu Tim Penggerak PKK DIY, Trisinia menyampaikan agar para lansia yang wisuda tetap semangat dan memberikan contoh yang baik.

“Lansia sehat jangan lupa senyum, jangan merasa tua, beri contoh yang baik agar menjadi karakter lansia,” ucapnya.

Salah satu narasumber, Taufik menyampaikan bahwa lansia DIY usia harapan hidupnya terpanjang mencapai 73,6 tahun.

“Lansia belajar dan berkumpul merupakan kebahagiaan tersendiri. Pesan saya, yang masih S1 harus melanjutkan S2, yang S2 melanjutkan S3 dengan seneng hati sehingga akan menjadi lansia yang mandiri dan produktif,” tuturnya.

Lebih lanjut dari jumlah penduduk Yogyakarta, sebanyak 16 persennya adalah lansia. Untuk itu, berbagai kebijakan yang bersifat pro lansia dari segi kesehatan dan sosial sangat dibutuhkan.

Sementara itu dari segi psikologi, Veny hidayati, selaku psikolog, konsultan, trainer psikologi UGM menyampaikan bahwa lansia berdaya, bahagia, sukses, mulia.

“Lansia tangguh harus bisa menajemen stres caranya dengan mengubah pola pikir, mengubah gaya hidup, mengubah perilaku, memanfaatkan dukungan sosial. Mindset itu berkaitan dengan pola piker,” tandasnya.  (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)