Jaga Ketertiban Masyarakat, MWCNU Gamping Bersama Forkompimkap Deklarasikan Tolak Peredaran Miras

Sleman – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC – NU) Kapanewon Gamping beserta seluruh badan otonomnya mendeklarasikan penolakan terhadap peredaran minuman keras (miras) di wilayahnya. Deklarasi ini berlangsung di Kantor Sekretariat MWC – NU Gamping, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Selasa (29/10/2024).

Kegiatan yang dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon Gamping ini, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga ketertiban dan akhlak masyarakat.

Acara itu juga ikut dihadiri oleh Panewu Gamping, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, Wakil Komandan Koramil 17/Gamping, Ketua Tanfidziyah MWC-NU Gamping, Silahudin Djamil, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama tingkat kalurahan se-Kapanewon Gamping, Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama.

Pengucapan naskah deklarasi dibacakan langsung oleh Ketua MWC NU Gamping, KH. Ahmad Mabarun yang mengatakan bahwa peredaran miras di masyarakat sudah sangat meresahkan. Pasalnya, miras merupakan salah satu sumber dari kerusakan moral yang menimbulkan banyak permasalahan sosial. Sebagai organisasi yang berdiri di atas landasan moral dan keagamaan, Nahdlatul Ulama berkomitmen menghentikan peredaran miras di wilayah Gamping.

“Miras tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan, tetapi juga menjadi faktor pemicu utama dalam meningkatnya tindak kriminalitas. Upaya pencegahan peredaran miras ini juga sejalan dengan ajaran agama Islam yang melarang segala bentuk konsumsi minuman beralkohol,” kata Ahmad.

Sementara, Panewu Gamping, Tamzis Sarwana dalam sambutannya mengatakan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap deklarasi Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping. Ia juga mengatakan Pemerintah Kapanewon Gamping siap bekerja sama dengan masyarakat untuk menjaga keamanan linglungan dari pengaruh buruk miras.

“Kami berkomitmen untuk bersama-sama Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping dan seluruh elemen masyarakat dalam menolak segala bentuk peredaran miras,” tegas Tamzis.

Selanjutnya, Kapolsek Gamping, AKP. Sandro Dwi Rahadian menuturkan bahwa Polsek Gamping akan melakukan langkah preventif, termasuk razia rutin untuk mengendalikan peredaran miras, serta melakukan patroli malam guna mencegah terjadinya kejahatan jalanan di wilayah Kapanewon Gamping. Ia berharap adanya sinergitas antara pihak aparat kepolisian, pemerintah, dan masyarakat yang efektif dalam memberantas peredaran miras.

Selain dukungan dari pemerintah dan aparat, tokoh pemuda dari Gerakan Pemuda Ansor juga turut menyatakan komitmennya. Ketua GP Ansor Kapanewon Gamping, Addin Sidik Purnomo mengatakan peran pemuda sangat penting dalam menjaga lingkungan bebas dari miras, dan memberikan sosialisasi kepada generasi muda tentang bahaya minuman keras bagi masa depan.

“Kita akan terus mengedukasi teman-teman muda di Gamping agar menjauhi miras demi menjaga nama baik daerah kita,” ucap Addin.

Deklarasi tersebut diakhiri dengan pembacaan ikrar penolakan terhadap peredaran minuman keras oleh seluruh peserta yang hadir agar dapat menjadi pedoman bersama dalam menjaga ketenteraman masyarakat. Dukungan dan sinergi yang dihasilkan dari deklarasi ini diharapkan menjadi pemicu bagi masyarakat di wilayah Kapanewon Gamping, untuk aktif mengawasi dan melaporkan segala bentuk peredaran minuman keras yang terjadi di lingkungannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




KPU Sleman Gelar Bimtek SITAB, Tegaskan Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Badan Adhoc

Sleman – Terkait anggaran Pilkada harus betul-betul bisa dipertanggungjawabkan sehingga dalam anggaran, pada Badan Adhoc harus dilakukan pengelolaan transparansi dan akuntabilitas.

Demikian disampaikan Kadiv Keuangan, Umum dan Logistik KPU Sleman, Ahmad Baehaqi sebelum membuka acara Bimtek Sistem Informasi pertanggungjawaban Anggaran Badan Adhoc (SITAB), di The Alana Hotel and Convention center, Rabu (30/10/24).

“KPU memfasilitasi tahapan Pilkada sesuai regulasi sehingga saat diperiksa oleh pemeriksa keuangan aman tanpa masalah.  Aman dari berbagai aspek administratif, pengelolaan dan seterusnya sangat penting agar tidak ada konsekuensi dan permasalahan hukum, terkait pengembalian dan aspek hukum lainnya,” kata Baehaqi.

Ia menambahkan, indikator tepat waktu juga harus diperhatikan dalam mempertanggungjawabkan anggaran Badan Adhoc.

“Tepat waktu ini ada dua unsur yang perlu diperhatikan, pertama berkaitan dengan administrasi yaitu keteraturan dan ketertiban administrasi. Kedua, jika tidak tepat waktu akan mengganggu teknis penyaluran anggaran,” tutur Baehaqi.

“Terkait dengan pilkada memiliki dinamika politik yang lumayan ‘panas’ berharap sebagai bagian adhoc agar menjaga integritas dan netralitas agar tidak ada potensi masalah yang timbul,” tandas Baehaqi. (Endarwati / Kim Donoharjo Ngaglik)




Berdayakan Masyarakat, Kapanewon Mlati Gelar Pelatihan Makrame

Sleman – Melalui inovasi Satu Hati, Kapanewon Mlati menggelar pelatihan kerajinan makrame untuk warga Mlati, di Perwiratani Pundong I Tirtoadi, Rabu (30/10/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat dalam rangka pengentasan kemiskinan. Kegiatan yang dilangsungkan selama dua hari ini, diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari lima kalurahan di Kapanewon Mlati.  

Ketua Tim Inovasi Satu Hati sekaligus Panom Mlati, R. Rohmad Mustajab menyampaikan pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat terutama warga miskin dan rentan miskin. Pelatihan tersebut diharapkan menjadi embrio makrame di wilayah Mlati.

“Harapan ke depan nanti dapat dikerjasamakan dengan pihak Seruti Craft dalam hal pemasaran produk hasilnya,” kata Rohmad.

Panewu Mlati, Arifin menuturkan kegiatan ini dalam kerangka Program Inovasi Satu Hati Kapanewon Mlati. Arifin pun menjelaskan bahwa pihaknya juga telah melakukan rehab rumah di sembilan titik. Selanjutnya, pihaknya juga akan memberikan bantuan kepada lima pos Paud, dan sejumlah alat produksi berupa gerobak angkringan sebanyak lima unit.

“Kegiatan ini berasal dari CSR beberapa pengusaha di Kapanewon Mlati dan dana sosial Bumkalma Mlati Adi Sejahtera,” tutur Rifin.

Adapun pemateri dalam pelatihan kali ini ialah perwakilan Seruti Craft, Dwi Purwanto. Pada kesempatan itu, Dwi mengatakan bahwa semangat, ketekunan, dan ketelatenan menjadi faktor keberhasilan.

“Kegiatan seperti ini belum tentu semuanya bisa berhasil menguasai, yang penting adalah semangat, ketekunan, dan ketelatenan untuk mengikuti. Sebagai gambaran dalam pelatihan yang berhasil sebagian saja sudah sangat bagus. Untuk pelatihan sebenarnya dibutuhkan waktu lama, tidak cukup dua hari. Untuk kerajinan yang kami ambil adalah makrame, yangg lebih mudah dengan bahan yang murah dan mudah didapatkan,” ucap Dwi. (Yoko Erwe / Kim Mlati)




Tingkatkan Partisipasi Masyarakat, Pjs Bupati Sleman Ajak Ormas Kawal Pilkada 2024

Sleman – Tingkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman menyelenggarakan Seminar Forum Organisasi Kemasyarakat (Ormas), Rabu, (30/10), di Resto Taman Pringsewu. Penjabat sementara Bupati Sleman, Kusno Wibowo, hadir memberikan arahan kepada 50 perwakilan Ormas Kabupaten Sleman.

Kusno menyampaikan, seminar ini menjadi salah satu upaya Pemkab Sleman dalam menyukseskan Pilkada 2024. Pjs Bupati Sleman memberikan arahan agar seluruh stakeholder dapat ikut mendukung dengan meningkatkan koordinasi dan sinergi pada pelaksanaan Pilkada 27 November mendatang.

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Sleman untuk ikut secara aktif mendukung setiap tahapan dan jadwal Pilkada tahun 2024 sesuai kapasitas dan kewenangan masing-masing,” kata Kusno.

Ia berharap, Ormas dan LSM di Kabupaten Sleman dapat berkontribusi secara aktif membantu Pemkab Sleman dalam mengoptimalkan partisipasi pemilih pada Pilkada 2024. Oleh karena itu, Kusno mengajak seluruh peserta untuk bersama mengawal seluruh proses Pilkada Sleman agar berjalan baik dan lancar.

“Penyelenggaraan Pilkada tahun 2024 harus lebih baik dari sebelumnya. Mari bersama-sama kita kawal Pilkada ini agar seluruh tahapan Pilkada 2024 dapat berjalan dengan baik,” paparnya.

Kepala Badan Kesbangpol Sleman, Indra Darmawan mengatakan tingkat partisipasi masyarakat Sleman pada Pilkada tahun 2020 sebanyak 75,82 persen. Meski tergolong baik, namun data tersebut masih berada di bawah target partisipasi Pilkada DIY tahun 2020, yakni 80%. Untuk itu, Ormas ataupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) diharapakan dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan politik.

“Diharapkan Ormas atau LSM dapat mengedukasi masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas. Tidak mungkin penyelenggara dapat menyentuh seluruh masyarakat. Untuk itu diperlukan peran serta Ormas dan LSM untuk mewujudkan Pilkada Sleman yang kondusif dan berkualitas,” kata Indra.

Pada pertemuan ini, Kesbangpol Sleman menghadirkan narasumber Dr. Mochamad Sodik, ., , Dr. Takdir Ali Mukti, , serta Ketua Forum Ormas dan LSM.




Wujudkan Ketahanan Pangan, Pemkab Sleman Canangkan Sesarengan Nanem Bibit (SERABI)

Sleman – Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan serta mengantisipasi kenaikan harga pangan, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengadakan inovasi kegiatan Sesarengan Nanem Bibit (SERABI) Tahun 2024.

Pencanangan kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (30/10/2024), di lahan yang dikelola oleh KWT Srikandi Makmur Gejayan, Condongcatur, Depok, Sleman. Hadir pada acara tersebut Pjs Bupati Sleman, Kusno Wibowo, Forkopimda Kabupaten Sleman, dan sejumlah kepala OPD terkait.

Inovasi SERABI ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Sleman Nomor 059 Tahun 2022 tentang Gerakan Penyediaan Lumbung Pangan Kedua dan Penghematan Energi.

Pjs Bupati Sleman, Kusno Wibowo menjelaskan kegiatan ini merupakan langkah optimalisasi lahan pekarangan rumah sehingga dapat mendukung program diversifikasi pangan. Diharapkan kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan di setiap rumah tangga.

“Diharapkan masyarakat akan mudah mendapatkan dan mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi dan seimbang. Dari pekarangan rumah kita akan mampu menjadi sumber gizi keluarga,” ucapnya.

Dipilihnya KWT Srikandi Makmur Gejayan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini menurutnya KWT tersebut dinilai mampu memanfaatkan lahan perkotaan yang terbatas sebagai lahan untuk menanam berbagai tanaman pangan.

“Saya harap program ini dapat diadopsi dan dilakukan terus secara berkesinambungan oleh seluruh warga Sleman baik di perkotaan maupun di pedesaan,”ucap Kusno.

Sementara Haris Martapa selaku Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sleman menjelaskan kegiatan ini juga dilaksanakan di seluruh kapanewon di Kabupaten Sleman. Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah memberikan bantuan berupa Bibit dan alat pertanian kepada masyarakat Sleman.

Bantuan tersebut meliputi bibit cabai batang, bibit sawi/caisin batang, bibit talas 400 batang, bibit tomat batang, bibit alpokat 300 Batang, bibit kelengkeng 365 batang, bibit durian 310 batang bibit jambu deli 300 batang, benih kacang panjang 20 pack, benih bayam 50 pack, benih kangkung panah merah 25 pack, benih timun baby 100 pack, benih cabai kaliber 100 pack, benih terong panah merah 45 pack, mulsa 80 roll, polybag 100 kilogram, dan paranet.