Kelompok Seni Condro Biworo Terima Hibah Gamelan Dari Dinas Kebudayaan Sleman

Sleman- Sebanyak 17 kelompok seni jathilan se-Kabupaten Sleman menerima hibah gamelan tahun 2024 dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman. Hibah tersebut berupa satu set alat musik gamelan jenis pelog laras A satu set lengkap, yang diberikan di Gedung Kesenian Sleman, pada Kamis (10/10/2024).  

Adapun salah satu penerima hibah tersebut ialah Kelompok Rampak Buto Condro Biworo dari Padukuhan Kromodangsan, Kalurahan Lumbungrejo. Salah satu anggota kelompok, Yuli Ardiyanto mengungkapkan rasa haru dan bangga ketika apa yang menjadi cita-cita kelompoknya untuk mempunyai alat musik gamelan sendiri bisa terwujud walaupun memang harus bersabar untuk mengantri.

“Tentu saya sangat senang dan bahagia apa yang menjadi cita-cita kami terwujud. Terlebih kami tidak mengira bahwa gamelan yang kami dapat adalah satu set lengkap untuk Kelompok Seni Rampak Buto, kami bermain seni dan melestarikan kesenian jathilan kreasi Rampak Buto,” tutur Yuli.  

“Dengan bantuan hibah ini, kami tidak perlu menyewa lagi gamelan ketika akan pentas dan Latihan. Ke depan, kami juga akan melatih anggota kelompok terlebih dahulu. Semua harus bisa dan juga pemuda-pemudi sekitar Lumbungrejo yang berminat dalam seni gamelan akan kita bersamai dan damping untuk bersama-sama melestarikan kesenian daerah dan bersinergi membangun masyarakat Lumbungrejo yang berbudaya,” tambah Yuli.

Pemerintah Kabupaten Sleman menaruh perhatian yang besar terhadap kemajuan kebudayaan. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya penyerahan Gamelan Besi Pelog Slendro kepada Kelompok Masyarakat Kebudayaan Tahun 2024.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian dari upaya nyata Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mewujudkan masyarakat Sleman yang berbudaya. Penyerahan gamelan kepada kelompok masyarakat kebudayaan juga merupakan implementasi Undang Undang Nomer 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yakni bahwa tugas pemerintah dalam upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia dilaksanakan melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.

Pemberian hibah gamelan ini merupakan bentuk sinergi berkesinambungan dari pemerintah, swasta, masyarakat dan pelaku seni. Seni budaya bukan hanya dipandang sebagai warisan melainkan aset yang memiliki nilai yang bila terus dikembangkan memiliki nilai baik bagi para pelaku seni maupun masyarakat penikmati seni itu sendiri.

Lurah Lumbungrejo, M Misbah Al-Hakim mengungkapkan bahwa pengajuan proposal hibah gamelan untuk Kelompok Seni Condro Biworo ini memang sudah sejak tahun 2022. Namun pemberian hibah baru dilakukan pada tahun ini.

“Pembuatan proposal pengajuan hibah gamelan ini sudah dibuat sejak tahun 2022, dan karena memang antriannya banyak dan sudah disampaikan oleh Dinas Kebudayaan kalau hibah gamelan biasanya antri dan menunggu 2 sampai 4 tahun untuk bisa mendapatkannya. Mengingat banyaknya kelompok seni yang ada di Kabupaten Sleman,” jelas Misbah.

Misbah Al Hakim berharap perangkat gamelan yang diserahkan dapat meningkatkan minat dan bakat masyarakat dalam berkesenian. Terlebih sebagai bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta Sleman memiliki konsekuensi terhadap pelestarian dan pengembangan budaya.

“Saya berharap dan berpesan hibah gamelan ini menambah semangat anak-anak muda Lumbungrejo untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya yang ada di Lumbungrejo. Mengingat potensi yang ada di Kalurahan Lumbongrejo ini sangat melimpah, tolong dijaga dan dirawat sebaik-baiknya,” tutup Misbah. (Ais-Kim Ceria Lumbungrejo Tempel)




Cegah Tindakan Kriminal Remaja, Kapolsek Tempel Lakukan Pembinaan di SMP N 3 Tempel

Sleman – Kapolsek Tempel melakukan silaturahmi ke SMP Negeri 3 Tempel, sebagai upaya meningkatkan kapasitasnya sebagai mitra, pelayan dan pengayom masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (9/10/2024) itu, disambut hangat oleh Kepala SMP N 3 Tempel.

Pada kesempatan itu, Kepala Sekolah SMP N 3 Tempel, Dwi Utami mengatakan sebagai mitra kerja, ia berharap agar Kepolisian bisa memberikan pembinaan kepada peserta didiknya. Ia pun berharap kerja sama ini bisa berlanjut, sehingga silaturahmi tetap terjaga.

“Akhir-akhir ini banyak tindakan kriminal baik itu kenakalan anak jalanan, tawuran antar pelajar, dan lain sebagainya, yang melibatkan anak pelajar. Maka mohon pembinaanya agar anak didik kami tidak terlibat dalam tindak kriminal,” ungkap Dwi.

Selanjutnya, Kapolsek Tempel, Gunawan Setiadi dalam sambutannya menyampaikan maksud kedatangannya beserta jajaran Polsek Tempel adalah untuk berkenalan dan silsturahmi.

“Ada ungkapan tak kenal maka tak sayang, dengan silaturahmi akan mendekatkan persaudaraan dan diberikan tambahan rejeki dan umur Panjang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gunawan juga mengungkapkan bahwa sebagai upaya prefentif pencegahan tindakan kriminal para remaja terutama anak sekolah, pihak kepolisian akan melakukan kerja sama dengan sekolah. Hal itu sebagai upaya pencegahan terjadinya tindak kriminal oleh para pelajar.

Acara dilakukan dengan pembinaan kepada para pelajar yang disampaikan oleh Kanit Bimas Polsek Tempel. Pada kesempatan itu, Kanit Bimas Polsek Tempel, Elita menyampaikan agar para pelajar bijak menggunakan gawai. Sebab, gawai bisa menimbulkan kerugian tindak criminal, seperti kasus penipuan, berita hoax, dan lain sebagainya.  

“Kepada para pelajar harus bisa menyaring kebenaran berita. Selain itu apabila kalian menerima chat yang terindikasi criminal, laporkan kepada kepala sekolah atau guru biar nanti ditindak lanjuti ke kepolisian,” ungkap Elita.

Ia pun berperan kepada para pelajar agar selalu menaati tata tertib sekolah, dan belajar dengan baik agar harapan orang tua dan cita-citanya tercapai.

“Jaga nama baik sekolah, nama baik keluarga, jangan berbuat nakal, jangan suka coret-coret di tempat umum, dan jangan sampai berbuat criminal,” pungkasnya. (Giek/KIM Moyudan)




Pemkal Sumbersari Sosialisasikan Pengisian Pamong Jabatan Dukuh

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sumbersari menggelar sosialisasi pengisian Pamong Jabatan Dukuh Klisat dan Demingin, yang berlangsung di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Rabu (9/10/2024).

Acara dihadiri oleh Panewu Moyudan, Kepala Jawatan Projo Kapanewon Moyudan, Lurah Sumbersari beserta pamong dan staf. Hadir pula Dukuh se-Kalurahan Sumbersari, seluruh anggota BPKal, tokoh-tokoh dan perwakilan pemuda dari Padukuhan Klisat dan Demingin.

Ketua Panitia Pengisian Pamong Sumbersari, Novi Kuntansari Hadiningroem dalam sambutannya menyampaikan bahwa setelah terbentuk panitia pengisian pamong, maka panitia melanjutkan untuk membuat perencanaan.

“Malam ini adalah realisasi dari salah satu perencanaan tersebut, yaitu menyampaikan sosialisasi,” ungkap Novi.

Novi juga menambahkan bahwa panitia terdiri dari beberapa unsur yaitu pamong, BPKal, LKK dan unsur dari tokoh masyarakat.

“Kami mohon doa restunya semoga panitia bisa melaksanakan tugas dengan baik dan dapat melaksanakan semua tahapan dengan lancer. Akhirnya nanti mendapatkan putra-putri terbaik sebagai Dukuh Klisat dan Demingin,” pungkasnya.

Selanjutnya Lurah Sumbersari, Sukadi dalam sambutannya mengatakan atas nama Pemerintah Kalurahan Sumbersari mengucapkan terimaka sihnya kepada semua lembaga yang telah memberikan dukungannya, sehingga proses pembentukan panitia berjalan lancar.

Ia pun mengungkapkan bahwa panitia terdiri dari tiga orang pamong, tiga anggota BPKal, tiga orang LKK yang terdiri dari PKK, Sat Linmas, Karang Taruna, dan dua orang tokoh masyarakat. Sukadi juga berharap panitia bisa melaksanakan tugasnya dengan lancar.

“Kami mohon kepada seluruh hadirin untuk bisa membantu mensosialisasikan kepada seluruh warga, sehingga informasi pengisian pamong bisa sampai ke seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.

Sementara Panewu Moyudan, Harsowasono mengatakan agar panitia menyebarkan informasi lowongan pamong kepada masyarakat luas. Sebab sesuai regulasinya, semua WNI yang memenuhi persyaratan bisa mendaftarkan diri.

Ia juga menyampaikan dalam pengisian pamong, bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menguji calon sehingga panitia terbatas pada seleksi administrasi. Sesuai Perda nomor 10 Tahun 2019 bahwa calon dibatasi umurnya yaitu umur 20 tahun sampai dengan 42 tahun.

“Kepada yang mau mencalonkan diri agar segera mempersiapkan segala persyaratan yang diperlukan, karena semua memerlukan waktu, jangan mendadak,” pungkas Harso. (Giek / KIM Moyudan)




PPK Ngaglik Gelar Simulasi Tata Cara Pencoblosan bagi Pemilih Disabilitas Tuna Netra

Sleman – PPK Ngaglik menggelar sosialisasi dan simulasi mengenai tata cara pencoblosan bagi pemilih disabilitas tuna Netra, di Aula Kapanewon, Rabu (9/10/2024).

Acara yang di fasilitasi oleh KPU Kabupaten Sleman melalui program sosialisasi segmentasi ini melibatkan Komunitas Sadar Belajar sebagai narasumber. Sementara peserta acara merupakan para penyandang tuna netra, pendamping tuna netra, TKSK, dan pengurus PPDI se-Kapanewon Ngaglik.

Ketua PPK Ngaglik, Dita Hendri dalam kesempatan itu menuturkan ada sebanyak 49 pemilih disabilitas netra di Kapanewon Ngaglik yang mengikuti sosialisasi tersebut.

“Berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT), terdapat 49 Pemilih Disabilitas Netra di Kapanewon Ngaglik. Puji syukur, hari ini kita berkesempatan untuk belajar bersama, melakukan sosialisasi dan simulasi sebagai salah satu upaya bersama untuk menjangkau Pilkada Sleman yang aksesibel dan inklusif,” ucap Dita.

Selanjutnya, perwakilan Komunitas Sadar Belajar, Tifany Yumna memaparkan mengenai pentingnya kepekaan dari pendamping atau lingkungan disabilitas netra untuk bagaimana secara efektif membantu tanpa mengurangi rasa hormat terhadap penyandang disabilitas.

“Kesalahpahaman yang masih lazim terjadi terhadap penyandang disabilitas adalah kadang kita menganggap mereka sebagai obyek lemah, tidak berdaya sama sekali. Padahal pada kenyataannya mereka hanya memiliki keterbatasan pada aspek- aspek tertentu. Dengan pendekatan yang tepat, penyandang disabilitas mampu melakukan aktivitas keseharian selayaknya manusia lainnya,” terang Tifany.

Untuk itu, ada beberapa tips yang dibagikan untuk pendamping maupun orang yang berada dilingkungan disabilitas netra.

“Disabilitas netra memiliki keterbatasan dalam visual, secara umum mereka mengandalkan audio dan sensor peraba dalam aktivitasnya. Oleh karena itu, sebelum membantu kita sepatutnya mengucapkan permisi atau mengenalkan diri dan menanyakan apakah boleh dibantu,” kata Tifany.

“Jangan tiba- tiba meraih tangan, memegang tubuh sangat tidak disarankan. Kemudian ketika seorang disabilitas netra bersedia untuk dibantu, kontak pertama yang dilakukan adalah dengan menempelkan punggung tangan kita ke punggung tangan disabilitas netra,” sambungnya.

Pada sesi selanjutnya, Kadiv Teknis Penyelenggaraan PPK Ngaglik, Diah Retnowati  memperkenalkan alat bantu tuna netra yang disediakan oleh penyelenggara pemilu untuk membantu disabilitas netra menyalurkan hak pilihnya.

“Petunjuk penggunaan template ini sudah dituliskan pada salah satu sisi template. Petugas KPPS sesuai dengan petunjuk yang ada bertugas untuk menyiapkan template dan surat suara bagi disabilitas netra. Pada sisi yang lain terdapat huruf braile sebagai sarana disabilitas netra untuk mengenali calon yang akan dipilih,” ujar Retno.

Menjelang simulasi, Tifany menambahkan bahwa membaca huruf braile dimulai dari kiri ke kanan. Secara umum, sisi braile pada alat bantu tuna netra terbagi menjadi beberapa bagian berupa judul atau jenis pemilihan, kotak pemisah, nomor urut, nama pasangan calon dan kotak berlubang sebagai tempat disabilitas mencoblos.

“Perlu kita perhatikan bersama, bahwa yang di coblos bukan template brailenya, tapi bagian kotak berlubang yang ada di sisi bawah template. Setelah teman- teman disabilitas netra meraba dan berhasil menemukan bagian braile, pada bagian kanan paling atas adalah jenis pemilihan. Untuk lebih mempermudah disabilitas netra bisa langsung meraba ke bawah dan menemukan garis tanpa putus sebagai kotak pemisah. Kotak pemisah tersebut bertuliskan nomor urut, nama pasangan calon, dan tempat untuk mencoblos,” papar Tifany.

Pada kesempatan ini, Joko, salah seorang penyandang disabilitas Netra dari Ngaglik, didampingi narasumber memperagakan bagaimana  mempergunakan template atau alat bantu tuna netra untuk menyalurkan hak pilihnya. (DHI/KIM Ngaglik)




SMK N 1 Seyegan Gelar Job Fair Career Expo 2024

Sleman – SMK Negeri 1 Seyegan Sleman menggelar Job Fair Career Expo tahun 2024 dengan tajuk “Bursa Kerja Terbesar di Sleman”. Acara tersebut dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 9 – 10 Oktober 2024 di GOR SMK N 1 Seyegan.

Acara pembukaan sendiri dilaksanakan pada hari Rabu (9/10/2024), yang diawali dengan persembahan tarian tradisional Golek Ayun Ayun oleh Siwa kelas X. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Kabaldik Sleman, Kepala UPTD BLK Kabupaten Sleman, perwakilan Kapanewon Seyegan, Kapolsek Seyegan, perwakilan Koramil Seyegan dan Kepala SMK N 1Seyegan beserta staf.

Kepala SMK N 1 Seyegan, Yon Fathkunal Huda, dalam sambutanya menyampaikan bursa kerja ini merupakan salah satu fungsi pendidikan yaitu tanggung jawab moral dalam menyalurkan akses informasi kepada alumni atau siswa yang akan menamatkan pendidikannya.

“Kegiatan ini dapat memberi manfaat dan sumbangsih dalam menurunkan angka pengangguran,” kata Yon.

Selanjutnya, Kepala Balai Pendidikan Menengah (Kabaldik) Kabupaten Sleman, Dwi Agus Muchdiharto, dalam arahannya menyampaikan masalah pengentasan tenaga kerja yang masuk dalam bursa kerja kedepannya semakin berat. Diperlukan kerja sama antara guru dan siswa dalam menjawab tantangan dalam memasuki bursa kerja.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Sleman, Sutiasih, menyampaikan kegiatan bursa kerja sesuai dengan tupoksi Disnaker Sleman. Ia pun memberikan apresiasi kepada SMK N 1 Seyegan.

“Ajang jobfair ini dapat mempertemukan alumni dengan perusahaan pencari kerja,” ujarnya.

Pelaksanaan jobfair ini sendiri sesuai dengan Kepres nomor 68 tahun 2022 yang intinya memberikan akses bagi alumni kepada Perusahaan atau industri, mempersiapkan mutu alumni dalam memasuki bursa kerja, serta relevansi antara jurusan dan kebutuhan perusahaan.

Pada kesempatan itu, Sutiasih juga menyinggung kegiatan inovasi dari Disnaker Sleman yaitu Taksi Pekerja. Program ini merupakan inovasi dalam proyek perubahan guna menurunkan angka pengangguran. Kegiatan yang difasilitasi oleh Disnaker Sleman setiap Kamis pon tersebut mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan pencari tenaga kerja.

Kegiatan jobfair ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, ditandai dengan pengguntingan pita dan dilanjutkan dengan  kunjungan booth jobfair. Secara keseluruhan kegiatan jobfair ini juga dimeriahkan dengan stand kreasi siswa SMK N 1 Seyegan dan juga pertunjukkan seni di panggung ekspresi yang telah disiapkan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)