DLH Sleman Adakan Penyuluhan Sampah untuk Padukuhan Sangularan  Sumberrejo  

Sleman – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mengadakan penyuluhan pengelolaan sampah bagi tokoh masyarakat, karang taruna dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Padukuhan Sangularan, di Aula Kalurahan Sumberrejo Tempel, Selasa (8/10/2024).

Kegiatan yang difasilitasi oleh Kapanewon Tempel ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kelembagaan bank sampah yang pernah dibentuk di tingkat Padukuhan Sangularan. Pasalnya dalam waktu dekat Padukuhan Sangularan akan mendapatkan hibah Rumah Pilah Sampah, yang akan mendukung  kegiatan bank sampah di wilayahnya. Hal itu disampaikan oleh Lurah Sumberrejo, Anjar Purwanto dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Anjar menyampaikan pada tahun 2025 mendatang Kalurahan Sumberrejo akan mewakili Kapanewon Tempel dalam lomba Kalurahan Inovatif. Untuk itu, pengelolaan sampah di Padukuhan Sumberrejo harus ditingkatkan.

Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Tempel, Singgih Budiyana, menyampaikan kesempatan penyuluhan seperti ini digunakan untuk menyerap ilmu dari para narasumber. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang bersedia berbagi ilmu kepada masyarakat.

“Nantinya, diharapkan bisa menularkan ilmunya kepada masyarakat luas,” kata Singgih.

“Menurut rencana di bulan November mendatang, Kapanewon Tempel akan memberikan stimulan kepada 5 padukuhan berupa kompartemen atau bak pilah sampah yang merupakan hibah dari PDAM Kabupaten Sleman,” sambungnya.

Diakhir sambutannya, Singgih juga menyampaikan kegiatan pengelolaan sampah di seluruh padukuhan merupakan bentuk sinergi dengan kegiatan pengelolaan sampah yang ada di Kabupaten. Artinya masyarakat diharapkan ikut berkontribusi dalam mereduksi timbulan sampah dengan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. Sedangkan pemerintah daerah melalui DLH mengelola residu yang dibawa ke TPST.

Praktisi Sampah JPSM Kabupaten Sleman, Sutarto Agus Raharjo selaku narasumber pada kesempatan tersebut membuka penyuluhan dengan metode partisipatif dalam pengelolaan sampah. Peran kelembagaan yang harus ada, peran natural leader atau tokoh masyarakat yang dominan menjadi keharusan dalam pengelolaan sampah di wilayah.

Sebagai wilayah yang pernah mempunyai lembaga bank sampah, Sangularan mempunyai keuntungan dalam membangkitkan kembali semangat kelola sampah karena sudah mempunyai embrio kepengurusan.

Sutarto juga menyampaikan tentang metode bersih kembali bersih dalam pengelolaan bank sampah, sehingga rumah pilah sampah yang belum dipunyai oleh Sangularan tidak menjadi kendala dalam pengelolaan bank sampah. Sutarto menyemangati tokoh masyarakat Sangularan dengan menyampaikan Surat Edaran (SE) Bupati Sleman yang terbaru nomor 305 tahun 2024 tentang Pengurangan dan Penanganan Sampah di Kabupaten Sleman.

“Dengan konsep 5 M yaitu Mengurangi, Memakai kembali, Mendaur ulang, Memilah dan Menabung Sampah, kita telah melaksanakan SE Bupati tersebut,” ujar Sutarto.

Sutarto lalu memberikan pengertian tentang pemilahan sampah kepada peserta yang hadir.  Ia pun memberikan contoh sampah anorganik, nama, dan jenis-jenisnya. Sutarto menjelaskan untuk pengelolaan sampah organik, dapat dikelola dengan teknologi pengomposan baik menggunakan lubang atau rolak, biopori, biopot, komposter skala rumah tangga ataupun dengan Losida (Lodong Sisa Dapur). Melalui teknologi yang sederhana tersebut, diharapkan masyarakat dapat langsung mempraktekkan di rumah masing-masing.

Lebih lanjut, Sutarto mengajak kepada pengurus bank sampah untuk tidak ragu mengadakan studi tiru, dan membuat inovasi dalam pengelolaan sampah. Kegiatan lalu ditutup dengan forum tanya jawab dengan peserta, sekaligus pembentukan pengurus bank sampah. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




KPU Kabupaten Sleman Gelar Konsolidasi Bersama Badan Adhoc Pemilu 2024

Sleman – Guna memberikan pendalaman tentang penyelenggaraan dan sebagai upaya menyukseskan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2024, KPU Kabupaten Sleman menggelar konsolidasi bersama Badan Adhoc di Hotel Merapi Merbabu Yogyakarta, Rabu (9/10/2024).

Acara tersebut dihadiri oleh Devisi Sosialisasi, SDM, dan Parmas KPU DIY, Sekretaris KPU DIY, Kapolresta Sleman, Dandim 0732 Sleman, Kepala Kesbangpol Sleman, Kepala Dinas PMK Sleman, Kepala Badan Pemerintahan Sekda Sleman, Komisioner KPU Kabupaten Sleman, Ketua PPK dan anggota, Ketua PPS beserta anggota dan sekretaris PPK maupun sekretaris PPS se-Kabupaten Sleman.

Ketua KPU Kabupaten Sleman, Ahmad Baehaqi dalam sambutannya secara daring menyampaikan tiga hal yang harus dipedomani oleh penyelenggara pemilu, di antaranya integritas, netralitas dan profesionalitas. Baehaqi menjelaskan integritas merupakan kualitas diri dalam berperilaku dalam kegiatan penyelenggaraan pemilihan. Sementara netralitas berarti, sebagai penyelenggara tidak boleh berpihak kepada salah satu calon.

“Selanjutnya profesionalitas adalah menjalankan kewajiban dan tugas sesuai tupoksi dan berpegang pada regulasi,” kata Baehaqi.

Senada dengan hal itu, Devisi Sosialisasi, SDM dan Parmas KPU DIY, Sri Surani dalam sambutannya menuturkan integritas, netralitas dan profesionalitas harus ada bagi penyelenggara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2024. Rani menegaskan integritas merupakan sesuatu yang terucap, tindakan dan apa yang dihati harus sama.

Ia pun mengingatkan kepada penyelenggara pemilihan untuk tetap memegang teguh integritas, dan secara intensif melakukan sosialisasi ke seluruh segmen.

“Pilkada memiliki sumbu yang lebih pendek. Kami mohon kepada jajaran penyelenggara untuk lebih hati-hati, agar tidak terjadi permasalahan hukum di kemudian hari,” tegas Rani.

Lebih lanjut, Sektetaris KPU DIY, Tri Tujiyana menjelaskan konsolidasi ditinjau dari segi ekonomi adalah penggabungan dua perusahaan. Sedangkan dari segi bahasa konsolidasi berasal dari kata konsolidatio yang artinya penguatan.

“Mari kita bangun konsolidasi bersama agar kita benar-benar kuat dan tidak terkalahkan,” ucap Tuji.

Ia juga berpesan kepada penyelenggara untuk selalu melakukan konsolidasi dengan jajaran penyelenggara dan sekretariat dan juga kepada pemangku wilayah masing-masing.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian arahan oleh masing-masing Devisi Komisioner KPU Kabupaten Sleman. Di mana, pada intinya PPK, PPS dan Sekretariat diharapkan untuk selalu berkoordinasi dalam segala tahapan. Selain itu penyelenggara harus tetap menjaga integritas, netralitas dan profesionalitas. Sebab, dengan melaksanakan tiga hal tersebut, akan menjauhkan dari permasalahan hukum dan pidana.  (Giek/ KIM Moyudan)




Mendorong Program Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana di Sleman

TP PKK DIY melakukan monitoring dan evaluasi program Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana di Kabupaten Sleman, Kamis (10/10/2024).

Sri Herawati, salah seorang anggota Tim Monev Pilot Project Keluarga Sehat Tanggap Tangguh Bencana TP PKK DIY, menyampaikan bahwa program ini dari TP PKK Pusat untuk membentuk keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana di lingkungan keluarga. Monitoring dan evaluasi difokuskan pada bidang kesehatan, kelestarian lingkungan, dan perencanaan sehat.

Di seluruh DIY total ada 45 lokasi program ini dengan rincian 6 lokasi pilot project binaan TP PKK Pusat dan 39 lokasi pilot project binaan DIY. Adapun di Kabupaten Sleman, 9 kalurahan yang menjadi Lokasi project ini adalah Sinduadi (Peduli Stunting), Margorejo, Sidoagung (Menuju PHBS), Sindumartani, Tridadi, Banyuraden (Peduli KIA), Margoluwih, Sumberarum, Caturtunggal (Siaga Kebakaran), Wukirsari (Bencana Alam), Tamanmartani (Peduli Lingkungan), Sumbersari (Keluarga Berkualitas), Sukoharjo (Keuangan Sehat), dan Sidomoyo (Keluarga Sehat PUS).

“Permasalahan yang dihadapi adalah pembuatan laporan belum seluruhnya seperti yang diharapkan, data dukung dan data utama sumber data yang diambil bervariasi, belum semua membentuk tim gagah bencana, dan kekhawatiran gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana tidak ada kegiatan nyata,” papar Sri Herawati saat memaparkan programnya di Ruang Sembada, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.

Selain itu ada juga kendala berupa perkembangan dari semester ke semester berikutnya tidak dinarasikan, banyak yang belum membentuk posko gagah bencana, belum semua mempunyai inovasi dan kreatifitas yang memadai, belum semua OPD memberikan kontribusi sesuai masing masing pilot project, dan dana pelaksanaan gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana belum sesuai yang diharapkan.

Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Noor Hidayati yang menerima tim monev, menyatakan monev ini strategis bagi pihaknya untuk memperoleh feedback sejauh mana program Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana di Sleman dapat menggerakkan dan mengedukasi masyarakat untuk membentuk keluarga yang tanggap dan tangguh. “Kebanggaan bagi kami mendapatkan kesempatan untuk dievaluasi dan dimonitoring TP PKK DIY, untuk perbaikan program kami ke depan,” ungkap Noor Hidayati.




Pemerintah Kalurahan Sumbersari Bubarkan Panlok Porkal

Sumbersari – Pelaksanaan Porkal Sumbersari yang digelar pada tanggal 8 sampai 28 September 2024 lalu, resmi dibubarkan. Acara pembubaran dilangsungkan di rumah Dukuh Sombangan, Selasa (8/10/2024).

Acara itu dihadiri oleh Lurah Sumbersari, panitia Porkal Tingkat Kalurahan, Ketua RT, RW, anggota muda-mudi Mekar Arum Sombangan, dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, Ketua Porkal Tingkat Kalurahan, Junaidi menyampaikan terima kasihnya kepada Panlok Porkal yang sudah sukses melaksanakan Porkal. Ia juga menuturkan bahwa penyelenggaraan Porkal bisa dijadikan pembelajaran dalam kegiatan olahraga terutama dalam cabang bola voli.

“Semoga Porkal ini bisa mengolahragakan masyarakat, dan memasyarakatkan olahraga,” kata Junaidi.

Selanjutnya, Lurah Sumbersari, Sukadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas kesuksesan pelaksanaan porkal cabang bola voli di Sombangan. Pemerintah Kalurahan Sumbersari juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh warga Sombangan atas dukungan yang diberikan dalam penyelenggaraan Porkal Sumbersari tahun 2024. Ia menuturkan pengelolaan keuangan hasil penjualan tiket, digunakan untuk kegiatan Muda-Mudi Mekar Arum.

“Mangga silahkan untuk bisa digunakan dengan sebaik-baiknya uang hasil penjualan tiket, Pemerintah Kalurahan Sumbersari tidak minta persenan,” pungkas Sukadi.

Selanjutnya di akhir acara, Dukuh Sombangan, Agus Sartono membubarkan Panlok Porkal Sumbersari.

“Dengan mengucap Alhamdulillah, Panitia Lokal Porkal Sumbersari dinyatakan dibubarkan,” tutur Agus. (Giek/ Kim Moyudan)




Sebanyak 108 Mahasiswa UJB Yogyakarta Jalankan Program KKN di Kalurahan Lumbungrejo

Sleman- Sebanyak 108 mahasiswa UJB (Universitas Janabadra) Yogyakarta yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN), diterima secara resmi oleh Lurah Lumbungrejo bersama seluruh dukuh se-Kalurahan Lumbungrejo, Selasa (08/10/2024).

Mahasiswa UJB tersebut didampingi oleh tiga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Prasetya Adi, Fatonah Eka Susanti, dan Herlina.

Pada kesempatan itu, Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al-Hakim memberikan sambutan ucapan selamat datang dan memperkenalkan para pengampu wilayah di Kalurahan Lumbungrejo.

“Bapak Ibu dosen yang kami hormati dan adik-adik mahasiswa yang kami banggakan, selamat datang di Kalurahan Lumbungrejo. Mohon maaf apabila kami dalam menyambut kedatangan Bapak/Ibu kurang berkenan. Di sini saya akan memperkenalkan Bapak/Ibu dukuh pemangku wilayah yang nantinya wilayah-wilayah tersebut merupakan tempat pengabdian tempat belajar selama 50 hari ke depan, yang pertama ada Pak Dukuh Bibis, Lodoyong, Ngepos Kromodangsan, Molodono, Tempel, Sedogan dan kebetulan Dukuh Krasaakan dalam kesempatan ini ijin tidak bisa hadir. Nanti adik-adik bisa langsung ke lokasi Padukuhan Krasakkan,” kata Misbah.

Misbah juga mendorong mahasiswa KKN UJB berperan aktif dan dapat membantu padukuhan-padukuhan yang ada di Lumbungrejo untuk dikembangkan sesuai potensinya masing-masing.

“Saya harap, adik-adik mahasiswa dapat beradaptasi dengan cepat dan segera melakukan kordinasi dengan dukuh setempat agar bisa mengetahui dan dapat menyusun program kerja sesuai dengan potensi dan kebutuhan padukuhan yang ditempati. Selain itu mohon kepada bapak ibu dukuh untuk juga menyiapkan atau mencarikan tempat agar adik-adik mahasiswa ini nyaman dalam menjalankan tugasnya. Walaupun tidak menginap akan tetapi sekiranya butuh tempat untuk istirahat dan membicarakan program-program yang akan dilaksanakan,” katanya.

“Saya berharap kerja sama baik ini semoga terus terjalin ditahun-tahun yang akan datang, dan semoga adik-adik mahasiswa bisa menjalankan tugasnya dengan lancar dan kelak bisa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,“ sambung Misbah

Selanjutnya, Dosen Pembimbing Lapangan Universitas Janabadra, Prasetya Adi menyampaikan ucamapan terima kasihnya kepada Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo yang telah menerima KKN UJB 2024 dengan baik. Ia pun berpesan agar para mahasiswa bisa menempatkan diri dan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.

“Bapak Lurah yang kami hormati dan seluruh perangkat, saya mewakili Rektor UJB beserta jajarannya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena kami telah diterima dengan baik dan hangat. Selanjutnya saya berpesan kepada teman-teman mahasiswa, pandai-pandailah beradaptasi jangan membuat masalah, bagi yang memiliki kendaraan dengan knalpot blombongan mungkin sementara waktu karena masuk pemukiman warga harap untuk di ganti yang normal dulu. Bersosialisasilah dengan baik dan tunjukan sikap yang baik kepada masyarakat Lumbungrejo,” ucap Prasetya.

Pada kesempatan itu, Prasetya menuturkan bahwa Universitas Janabadra menerapkan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Di mana, kurikulum itu mendekatkan mahasiwa dan kampus dengan dunia industri. Untuk itu, program yang digencarkan Universitas Janabadra sangat berkaitan dengan UMKM.

“Kepada teman-teman mahasiswa yang aktif mempunyai media sosial dan follower yang cukup banyak, mungkin bisa membantu mempromosikan mengiklankan potensi yang ada di Kalurahan Lumbungrejo. Terlebih bagi mahasiswa yang juga menjadi konten kreator kan sangat berguna sekali bagi kalurahan dan masyarakat,” katanya.

Prasetya menambahkan, mulai hari ini pihaknya menerjunkan 108 mahasiswa yang terbagi dalam 11 kelompok di bawah bimbingan tiga Dosen Pembimbing Lapangan. Sementara pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata itu dilangsungkan selama 50 hari, terhitung sejak tanggal 22 November 2024.

“Maka dari itu kami titip anak-anak kami kepada Bapak Ibu Dukuh, mohon dibimbing dan diarahkan agar nantinya mendapatkan ilmu dan bisa saling mutualisme dengan masyarakat yang ada di wilayahnya masing-maisng,” tandasnya.

Acara penerimaan mahasiwa KKN UJB berlangsung singkat dan dilanjutkan kordinasi di masing-masing padukuhan. Kordinasi itu dilakukan untuk menyocokkan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan mahasiswa KKN Universitas Janabadra Yogyakarta. (Ais/Kim Ceria Lumbungrejo Tempel)