UMBY Ajarkan Warga Sendangtirto untuk Membuat Beras Analog

Sleman – Kekurangan Energi Protein menjadi salah satu pemicu gizi buruk di Indonesia menyebabkan angka stunting tinggi. Pemerintah menargetkan angka prevalensi stunting pada tahun 2024 dibawah 14 persen. Salah satu upaya pemerintah dengan meningkatkan nilai gizi melalui sirkular ekonomi.

Ketersediaan pangan bergizi menjadi solusi. Beras sebagai  makanan pokok Indonesia Sebenarnya banyak makanan pengganti padi dari umbi. Tapi keberadaan umbi kurang diminati .

Maka dari itu dibuatlah olahan  dari bahan umbi umbian berbentuk butiran  menyerupai beras dengan teknologi ekstruksi namanya beras analog.

“Namun beras analog yang ada saat ini mempunyai kekurangan dengan kandungan protein rendah 1 gram/100 gr dari bahan singkong. sedangkan beras 8,40 gr/100 gr untuk gandum 9,0 gr/100 gr,” papar Dr, Chatarina Lilis Suryani pada  pelatihan pembuatan beras analog di Pendopo Kembar Embung Sendangtirto, Berbah, Minggu (6/10/2024).

Kegiatan yang mengusung tema besar Ketersediaan Pangan Bergizi Melalui Pengembangan Ekonomi Sirkular Berbasis Pengelolaan Sampah Rumah Tangga in  diikuti 30 orang warga Sendangtirto.

Chatarina Lilis yang merupakan dekan Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta menyampaikan bahwa keberadaan beras analog masih belum diminati masyarakat. Padahal beras analog  banyak kelebihan dibanding dengan beras biasa. 

“Kelebihan beras analog kandungan gizi lebih  lengkap, indek glikemik rendah cocok bagi penderita diabetes, kadar lemak rendah, kandungan serat tinggi, bisa diproduksi masal dengan kearifan lokal, bisa dimodifikasi gizi sesuai kebutuhan dan reduksi impor beras,” ucap Lilis.

Guna menutup kekurangan akan rendahnya nilai protein beras analog berbahan ketela (tepung growol) Dr. Ir. Bayu Kanetro, MP melakukan inovasi dengan  penambahan tepung maggot yang mempunyai nilai protein tinggi dalam pembuatan beras analog.

“Maggot sendiri merupakan hewan pemakan  sampah organik sisa dapur sehingga sirkular ekonominya terbentuk. Dari sampah menjadi makanan dengan protein yang tinggi,” tambah Lilis.

Ichlasia Ainul Fitri, Ketua Pelaksana Program yang juga peraih pendanaan kemenristek Dikti mempraktek pembuatan beras analog berbahan singkong dalam bentuk tepung growol.

Langkah pertama mencampur semua bahan termasuk tepung maggot menjadi adonan tidak terlalu Kalis kemudian di cetak seukuran beras. Selanjutnya beras dikukus selama 5 menit kemudian  dikeringkan dengan open pada suhu 120 derajat selama dua jam.

“Setelah kering dan dingin beras analog siap dimasak. Bisa juga  dikemas dalam wadah untuk  disimpan atau dipasarkan,” jelas Fitri.

Amanda Syifa Aulia  anggota tim jurusan Teknologi Hasil Pertanian semester 5 menjelaskan cara mudah  memasak beras analog . Beras instan ditakar sesuai kebutuhan dibilas sekali saja baru dimasukan dalam rice cooker. Tambahkan air satu banding satu tinggal pasang tombol memasak pada rice cooker.

“Bisa diaduk untuk meratakan pemanasan tinggal menunggu nasi analog berprotein tinggi masak ” ucap Amanda.

“Juga bisa dimasak dengan panci ataupun dikukus,” tambahnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Lumbungrejo Keluar Sebagai Juara Liga Voli Panewu Cup Tahun 2024

Sleman- Bertempat di lapangan bola voli Samba Padukuhan Blumbang, Merdikorejo, Tempel digelar laga final voli Panewu Cup 2024 pada Senin, (07/10/2024) pukul sampai dengan WIB. Acara yang sudah  berlangsung sejak 19 September 2024 ini mempertandingkan laga voli antar kalurahan se-Kapanewon Tempel, di mana laga final mempertemukan Kalurahan Merdikorejo dan Lumbungrejo

Acara ini dihadiri Panewu Tempel, Panewu Anom dan seluruh perangkat Kapanewon, Lurah Merdikorejo, Lurah Lumbungrejo, Lurah Pondokrejo, Tim Bola Voli Merdikorejo, Tim Bola Voli Lumbungrejo dan supporter yang memeriahkan laga final panewu cup 2024

Panitia Panewu Cup Tri Yuli Prihandono, mengatakan panewu cup ini bertujuan menggali potensi anak-anak muda lokal kapanewon tempel agar terjaring atlet-atlet voli professional lokal yang nantinya bisa mengharumkan nama kapanewon Tempel

“Laga voli Panewu Cup ini kami adakan dengan peraturan semua harus pemain lokal kalurahan yang ada di kapanewon Tempel dibuktikan dengan KTP, maka dalam setiap pertandingan official Tim wajib menunjukan KTP para pemain yang akan bertanding,” Jelas Tri Yuli

Dalam kegiatan final voli ini berlangsung sengit karena kekuatan kedua tim yakni tim bola voli Kalurahan Merdikorejo dan Lumbungrejo sama-sama kuat. Suasana juga nampak meriah dengan teriakan penonton yang memenuhi lapangan pertandingan untuk mendukung tim kebanggannya. Secara bergantian poin saling berebut hingga akhirnya 3:2 untuk kemenangan tim bola voli Lumbungrejo.

Panewu Tempel Agung Dwi Maryata setelah memberikan penghargaan kepada para juara menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh panitia yang sudah menyelenggarakan laga voli antar kalurahan ini, ucapan terimakasih juga kepada masyarakat se-Kapanewin Tempel yang setia mendukung tim kebanggaannya.

“Terimakasih panitia yang sudah menyelenggarakan acara ini hingga tuntas, terimakasih pula kepada seluruh kalurahan yang sudah berpartisipasi dengan mengirimkan tim ternaiknya, tidak lupa para supporter yakni masyarakat Kapanewon Tempel atas antusiasnya. Melihat antusias masyarakat yang begitu luar bisa semoga laga seperti ini bisa diadakan tahun mendatang atau bisa menjadi agenda tahunan,” sambut Agung

Lurah Lumbungrejo Al-Hakim menyampaikan rasa bangganya terhadap anak-anak muda Kalurahan Lumbungrejo yang menjadi tim inti bola voli Kalurahan Lumbungrejo, yang sudah setidaknya melakukan empat kali pertandingan sebelum akhirnya berhasil menjadi Juara 1 Panewu Cup 2024

“Saya atas nama pribadi dan juga Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Bola Voli Kalurahan Lumbungrejo atas usaha dan kerja kerasnya sehingga meraih kejuaraan pada laga final kali ini,” ucap Misbah

“Selain itu terimakasih sebesar-besarnya kepada para supporter yang luar biasa dan selalu setia mendukung Tim Lumbungrejo dalam setiap pertandingannya, loyalitas kesetiaan dan effort yang ditunjukan para supporter / masyarakat Lumbungrejo tentunya menjadi suntikan semangat untuk Tim Voli Lumbungrejo dan kami sebagai pernagkat tentunya,“ tambah Misbah.

Laga Final Panewu Cup menghasilkan 4 kejuaraan yakni, Juara 1 Kalurahan Lumbungrejo, Juara 2 Kalurahan Merdikorejo, Juara 3 Kalurahan Pondokrejo sedangkan diposisi 4 ada Kalurahan Margorejo dan Banyurejo. (Ais-Kim Ceria Lumbungrejo)




Pengurus UPZIS Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping 2024-2027 Resmi Terima SK

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZIS) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman secara resmi telah memberikan ijin kepada Unit Pengelola Zakat Infaq dan Shadaqah (UPZIS) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping dalam mengumpulkan, mendistribusikan dan mendayagunakan zakat, infaq, shadaqah serta dana sosial keagamaan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan melalui Surat Keputusan Nomor 57/SK/LAZISNU-SLM/IX/2024.

Menindaklanjuti hal tersebut, maka secara simbolis dilakukan kegiatan penyerahan tugas dari pengurus UPZIS Kapanewon Gamping periode 2021-2024, Suhartono kepada pengurus UPZIS Kapanewon Gamping periode 2024-2027, Dadang Winarko yang disaksikan oleh Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping, KH. Ahmad Mabarun bersama seluruh jajaran kepengurusan yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Miftah Mlangi, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (6/10/2024).

Dalam melaksanakan tugasnya, Unit Pengelola Zakat Infaq dan Shadaqah Kapanewon Gamping berkewajiban melakukan pembukuan dan pengadministrasian perolehan zakat, infaq, dan shadaqah serta dana sosial yang lainnya, memberikan bukti setoran dana sosial kepada setiap muzakki, pemberi infaq, shadaqah dan dana sosial keagamaan lainnya, termasuk menyampaikan laporan pelaksanaan pengelolaannya kepada Pengurus LAZISNU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman setiap bulannya.

Suhartono selaku Ketua UPZIS Kapanewon Gamping berharap dengan adanya surat keputusan tersebut akan meningkatkan kepercayaan masyarakat yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah karena unit yang bersangkutan sudah diakui secara formal oleh lembaga terkait, seperti Badan Amil Zakat Nasional, serta dapat menjalankan tugasnya secara lebih terstruktur dan diakui oleh otoritas yang berwenang.

“Dengan adanya SK ini, pengurus memiliki legalitas dalam mengemban amanah dari masyarakat. InsyaAllah, kami akan menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, transparan dan profesionalis,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ia bersama jajaran pengurus berkomitmen untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah yang diterima dengan sebaik-baiknya sesuai syariat serta memastikan dana tersebut tersalurkan kepada masyarakat yang berhak secara tepat sasaran.

“Semoga keberadaan UPZIS dapat dijadikan jembatan kebaikan bagi seluruh umat, memperkuat ukhuwah, dan membantu lebih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan,” imbuh Suhartono dihadapan tamu undangan yang hadir.

Adapun susunan lengkap kepengurusan Unit Pengelola Zakat Infaq Shodaqoh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping Periode 2024-2027 yaitu Suhartono (Ketua), Dadang Winarko (Sekretaris), Siti Nurjanah (Bendahara), Riyanto dan Agus Santoso (Bidang Penghimpunan), H. Ibnu Hajar Wibowo dan Sutrisno (Bidang Pentasyarufan), serta  Adang  Apriyanto dan Slamet Saifudin (Bidang Program dan Ambulans). (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Buka Sosialisasi Sejarah Nilai-nilai Kepakualaman dan Dialog Budaya Kadipaten Pakualaman, Pjs Bupati Sleman Harap Dapat Perkaya Wawasan Kepakualaman

Sleman – Kadipaten Pakualaman bersama dengan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sosialisasi Sejarah Nilai-nilai Kepakualaman dan Dialog Budaya kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman pada Senin, (7/10) di Ruang Rapat Sembada Setda Sleman. Dialog Budaya dibuka secara langsung oleh Penjabat Sementara Bupati Sleman, Kusno Wibowo.

Pada kesempatan tersebut juga turut hadir Bendara Pangeran Harya (BPH) Kusumo Bimantoro yang sekaligus menyerahkan buku Ajaran Kepemimpinan Asthabrata Kadipaten Pakualaman kepada Pjs Bupati Sleman

Kusno berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan masyarakat Sleman tentang perjalanan sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan dua pusat budaya dan peradaban Yogyakarta, yaitu Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pura Pakualaman.

“Saat ini kita berada dalam situasi antara tradisi dan pembaruan. Kebudayaan tidak boleh lepas dari akarnya dan berjalan beriringan dengan praktik kemajuan jaman dalam kegiatan sehari-hari masyarakat. Berkenaan dengan hal tersebut, kita harus mulai menanamkan kembali kearifan lokal yang merupakan warisan adiluhung dari leluhur” ujar Kusno.

BPH Kusumo Bimantoro mewakili Kadipaten Pakualaman menyampaikan harapan melalui dialog dan sosialisasi ini dapat menambah khasanah pengetahuan dan wawasan tentang sejarah Kadipaten Pakualaman sekaligus perkembangan seni budaya didalamnya dari narasumber yang kompeten

“Kami berharap dialog budaya ini dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang sejarah berdirinya Kadipaten Pakualaman dan perkembangan seni budayanya secara langsung dari narasumber yang berkompeten” ujar BPH Kusumo Bimantoro.

Dalam Sosialisasi Kepakualaman dan Dialog Budaya ini mengusung dua materi penting, yaitu perkembangan seni budaya di Kadipaten Pakualaman serta sejarah berdirinya Kadipaten Pakualaman. Materi disampaikan langsung oleh tim Pambudidaya Pakualaman, yaitu KPH Kusumoparastho dan KRMT Projokusumo dan dimoderatori oleh KRMT Jayengtaruno.

Kegiatan dialog budaya yang diselenggarakan oleh Kadipaten Pakualaman ini merupakan yang ketiga kalinya diadakan, setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Kota Jogja dan Kabupaten Bantul




Pjs Bupati Sleman Kukuhkan Pengurus Juru Sembelih Halal

Sleman – Penjabat sementara Bupati Sleman, Kusno Wibowo, mengukuhkan pengurus Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Sleman, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Minggu (6/10). Pada kesempatan itu juga diserahkan Kartu Tanda Anggota Kehormatan yang diberikan oleh Ketua Juleha Sleman, Tri Hartanto Saputro kepada Kusno Wibowo.

Dengan pelantikan ini, Kusno berharap pengurus Juleha Sleman dapat semakin bersemangat dan memperkuat komitmen dalam memastikan kehalalan daging. Selain itu, Ia mengimbau agar pengurus Juleha Sleman dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penerapan teknik sembelih yang tepat dan halal.

“Kami harap pengukuhan ini tidak hanya menjadi media silaturahmi saja, namun pegiat Juru Sembelih Halal Sleman juga dapat secara efektif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pemahaman teknik sembelih yang tepat untuk memastikan kualitas produk pangan halal,” jelas Kusno.

Kusno juga menyampaikan ucapan terima kasih atas penyerahan kartu tanda anggota yang diterimanya. Pjs Bupati Sleman itu berharap, kemampuan serta pengetahuan para juru sembelih halal di Sleman dapat terus meningkat.

Sementara itu, Ketua Juleha Sleman, Tri Hartanto Saputro menyampaikan terdapat 22 pengurus yang dikukuhkan pada hari ini. Pengurus dan anggota Juleha ia katakan memiliki tanggung jawab untuk memastikan kehalalan daging. Ia berharap, pengurus yang telah dikukuhkan dapat melaksanakan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab.

“Pengukuhan dan penyerahan kartu tanda anggota secara simbolis bukan sekadar tanda, tapi juga sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi dan tanggung jawab oleh setiap juru sembelih. Kami harap rekan-rekan semakin termotivasi untuk menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas,” paparnya.

Tri melaporkan, sebagai bentuk pengembangan kemampuan pengurus dan masyarakat, Juleha Sleman telah melaksanakan pelatihan penyembelihan di berbagai masjid dan instansi perkantoran yang ada di Sleman. Kegiatan tersebut dilakukan agar memenuhi standar halal yang tinggi dan menambah pengetahuan masyarakat terkait teknis penyembelihan.

“Kami harap pelatihan seperti ini dapat mendatangkan peserta yang lebih luas serta dapat dilaksanakan secara terus menerus,” jelasnya.