Pemekal Margorejo Bersama Dinsos Sleman Beri Pelatihan Tata Boga bagi Keluarga Tidak Mampu

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Sleman memberi pelatihan tata boga bagi keluarga tidak mampu di Kalurahan Margorejo Kapanewon Tempel. Pelatihan dilaksanakan di ruang serbaguna Kalurahan Margorejo, dari tanggal 30 September sampai dengan 03 Oktober 2024.
Lurah Margorejo, Abdul Aziz Muh Ridwan didampingi Kamituwa Margorejo, Anwar Insani, saat menutup pelatihan mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial Kabupaten Sleman yang telah memberikan program kegiatan pelatihan tata boga kepada keluarga tidak mampu di Kalurahan Margorejo. Materi pelatihan yang diberikan berupa ilmu pengolahan makanan agar diaplikasikan sehingga membantu ekonomi keluarga.
“Diharapkan setelah para peserta mengikuti pelatihan sampai selesai dapat dimanfaatkan dengan baik dan semoga ada keberlanjutan dari pelatihan ditahun depan agar bisa mengembangkan kemampuannya,” ucap Ridwan, Kamis (3/10/2024).
Ridwan menambahkan, pelatihan ini merupakan kegiatan PUPM 2023 usulan 2024, untuk peningkatan keterampilan keluarga tidak mampu, agar dapat menciptakan usaha sendiri maupun kelompok. Hal itu tentunya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Semangat untuk mengikuti pelatihan selama 4 hari, paling tidak dapat memproduksi sendiri. Untuk harapan ke depan bisa menjadi usaha mikro dan bisa masuk forum UMKM Kapanewon Tempel, sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga para peserta,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Mustadi menyampaikan bahwa pelatihan kali ini diikuti sebanyak 20 orang dari keluarga tidak mampu di wilayah Kalurahan Margorejo. Pelatihan dilakukan selama empat hari, dengan praktik di posko bersama (dapur umum) Margorejo dan dibimbing dari Dinas Sosial Sleman.
“Usaha nantinya bisa mandiri atau kelompok, diutamakan kualitasnya. Untuk bisa memaksimalkan pelatihan,diharapkan peserta aktif langsung bertanya kepada instruktur tentang materi pelatihan apa yang belum dipahami agar langsung dipraktikkan. Sebab, di samping terori juga menitikberatkan pada praktik,” tutur Mustadi.
“Jadi program ini semoga akan membawa manfaat bagi peserta, dengan tersedianya angkatan kerja yang terampil serta menciptakan wirausaha baru bidang kuliner, mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, khususnya di kabupaten Sleman. Pasca pandemi memang sangat dibutuhkan untuk pelatihan sebagai investasi jangka panjang bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti pelatihan keterampilan memasak,” tegasnya.
Mustadi menambahkan usai pelatihan kepada para pese agar dapat menggunakan dengan bersungguh-sungguh ilmu yang diikuti selama pelatihan karena sangat berguna “Setelah pelatihan agar lebih terampil lagi dan dapat memanfaatkan ilmu yang didapat secara maksimal di kehidupan sehari-hari agar bisa lebih mandiri. Selain bekerja juga bisa menciptakan lapangan usaha sendiri dengan dimulai dengan usaha kecil keluarga,” katanya. (Sih Budi Daryanto / Kim Tempel)



