Program Lansia Ceria LKS Pelita Kasih Gamping Jaga Kesehatan Fisik dan Mental Para Lansia

Sleman – Untuk meningkatkan kepercayaan diri para lanjut usia (Lansia) agar merasa dihargai dan memiliki peran penting dalam masyarakat sekaligus membantu menjaga martabat dan kemandirian meski telah berusia lanjut, Lembaga Kesejahteraan Sosial Pelita Kasih Kapanewon Gamping menyelenggarakan kegiatan bertajuk ‘Lansia Ceria’ yang dilaksanakan di Rumah Hadi Sutono, Dusun Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Selasa (1/10/2024).

Kegiatan dihadiri oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kalurahan Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri, Dukuh Sukunan, Subiyatna, serta jajaran pengurus layanan terintegrasi Kalurahan Banyuraden yang menyimak paparan materi program yang dirancang khusus untuk para lansia dari Dalidjo Angkring selaku narasumber

Dalam presentasinya, Dalidjo menuturkan bahwa menjadi tua merupakan suatu kepastian bagi setiap orang. Semakin bertambahnya usia maka orang akan mengalami penurunan baik secara kemampuan fisik maupun mental, termasuk menurunnya kesehatan. Sehingga akan menyebabkan para lansia secara perlahan menarik diri dari hubungan dengan masyarakat sekitar dan menurunnya interaksi sosial.

Melalui acara Lansia Ceria Lembaga Kesejahteraan Sosial Pelita Kasih berupaya untuk menjaga kesehatan fisik dan mental para lansia, meningkatkan kebahagiaan, mempererat hubungan sosial, serta memberikan edukasi mengenai gaya hidup sehat dan pelayanan kesehatan yang mudah diakses.

“Peningkatan ikatan sosial sangat perlu dilakukan karena kebanyakan lansia merasa dirinya kesepian atau terisolasi setelah pensiun atau kehilangan pasangan hidup. Dengan melibatkan diri dalam komunitas lansia maka dapat mencegah perasaan terasing dan meningkatkan dukungan sosial,” tutur Dalidjo.

Aktivitas sosial yang melibatkan komunikasi, permainan, senam, paduan suara, menyalurkan hobi, atau kegiatan keagamaan termasuk hiburan dapat meningkatkan semangat dan mengurangi risiko depresi sehingga lansia yang aktif secara sosial cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan memiliki rasa kebahagiaan yang lebih tinggi.

Selain itu, melalui sesi informasi atau penyuluhan menjadikan para lansia mendapatkan pengetahuan tentang cara menjaga pola makan yang baik, mengatur aktivitas fisik, serta memahami gejala-gejala penyakit yang sering terjadi di usia lanjut agar dapat mendorong lebih proaktif dalam menjaga kesehatannya.

Di penghujung acara, Sudarisman selaku Lurah Banyuraden mengharapkan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, dan pihak swasta untuk mendukung keberlangsungan program Lansia Ceria, baik dari segi sumberdaya maupun fasilitas demi membantu para Lansia menjadi lebih mandiri dalam menjaga kesehatannya lewat edukasi dan bimbingan yang diberikan.

“Semoga program ini tidak hanya berjalan satu kali saja, tetapi dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh para lansia khususnya di Banyuraden,” cetusnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Jasa Marga Jogja Bawen Salurkan Bantuan Program Stunting di Seyegan

Sleman – PT Jasa Marga Jogya Bawen (PT. JJB) memberikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan di wilayah Seyegan. Program tersebut diserahkan di Aula Lantai II Kapanewon Seyegan, Senin (30/9/2024).

Adapun program yang diberikan adalah bantuan program stunting. Seperti diketahui bahwa tiga dari lima kalurahan yang ada di wilayah Kapanewon Seyegan terdampak pembangunan jalan Tol Jogya -Bawen. Kondisi inilah yang mendasari intervensi terhadap wilayah yang terdampak program strategis nasional tersebut.

Acara dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Panewu Seyegan, Lurah, Kamituwo, ketua PKK, kader kesehatan dan dukuh dari lima kalurahan. Pada kesempatan itu, perwakilan dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Zulfikar menyampaikan bahwa latar belakang pemberian program tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada masyarakat adalah upaya PT Jasa Marga membantu wilayah terdampak dengan program yang dapat mengintervensi masalah yang ada di wilayah tersebut.

“Stunting dipilih karena memang masih menjadi prioritas yang harus diselesaikan di Seyegan, yang menjadi terbanyak kedua kasus stuntingnya di Kabupaten Sleman,” kata Zulfikar.

Program bantuan stunting ini merupakan upaya pengentasan gizi buruk balita dengan pemberian PMT balita dan ibu hamil, termasuk pemantauan gizi untuk melihat perkembangan anak. Adapun fasilitas penunjang yang diberikan berupa alat masak untuk mengolah makanan dan pengetahuan tentang gizi, yang diupayakan masuk dalam program kerja sama dengan Puskesmas Seyegan.

Hal itu disampaikan oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Syamsu yang menyebut alat makan, APD bagi tukang masak dan alat makan balita pada waktu pemberian PMT. Sedangkan Panewu Seyegan, Samino memberikan sedikit ulasan berkaitan dengan angka stunting yang turun 0,2 % di wilayah Seyegan. Untuk penanganan kasus Stunting ini diperlukan koordinasi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan termasuk pihak swasta dan PT Jasa Marga ikut andil dalam penyelesaian kasus stunting.

Lebih lanjut, perwakilan dari Prodi Gizi Program Sarjana Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta, Delima Citra Dewi Gunawan selaku narasumber menyampaikan, stunting merupakan salah satu permasalahan gizi utama pada balita Indonesia yang belum teratasi. Pada tahun 2022, kasus stunting mencapai 21,6 persen. Sedangkan pada tahun 2023 mencapai 21,5 persen. Stunting selalu diawali dengan perlambatan perkembangan berat badan (wight faltering) yang dapat terjadi sejak di dalam rahim (in utero) dan berlanjut sampai lahir.

Delima menuturkan, program intervensi penanganan stunting ini sesuai dengan permasalahan di Kapanewon Seyegan. Ia pun menyampaikan tren prevalensi stunting dari tahun 2009 sampai 2023, serta factor determinannya.

“Dari data yang tersedia, dua kalurahan menjadi lokus stunting pada atahun 2020, yaitu Kalurahan Margomulyo dengan balita kurang dari 24 bulan sebesar 7,35 persen. Balita lebih dari 24 bulan sebesar 7,34 persen. Sedangkan untuk Kalurahan Margokaton balita kurang dari 24 bulan sebesar 3,06 persen, dan balita lebih dari 24 bulan sebesar 8,74 persen,” jelas Delima.  

Selanjutnya, intervensi terhadap penanganan kasus stunting pada masing-masing kalurahan dapat dikelompokkan menjadi beberapa program, di antaranya edukasi bumil KEK dan anemia, PMT Bumil KEK, pelatihan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) bagi pengasuh bayi, jaminan kesehatan dan bansos keluarga risiko stunting, pendampingan keluarga risiko stunting, Kawasan bebas rokok, deteksi dini gangguan mental, canten, bumil dan ibu balita, hingga parenting positif bagi ayah, ibu, dan pengasuh balita.

Untuk itu, Delima mengajak semua pihak terlibat dalam penanganan kasus stunting, sehingga ditahun 2024 ini stunting di Kabupaten Sleman dapat menurun. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Sekolah Air Hujan Banyu Bening Terima Kunjungan PSPD UGM, Bahas Teknik Pemanenan Air Hujan

Sleman – Sekolah Air Hujan Banyu Bening menerima kunjungan dari Pusat Studi Perdagangan Dunia (PSPD) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, di Pendapa Banyu Bening, Dusun Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Selasa (1/10/2024).

Rombongan tidak hanya dari PSPD UGM. Tetapi juga dari Kepala Sekolah Dasar, Kepala Sekolah Menengah Pertama, hingga Kepala Sekolah Menengah Atas dari beberapa daerah, yaitu Bali, Madura, Jakarta, dan Sragen. Di mana, keempat daerah tersebut tengah mengikuti program Indonesia Green Principal Award Batch 5 guna melakukan transformasi menuju sekolah sirkular.

Rombongan diterima langsung oleh founder Sekolah Air Hujan Banyu Bening, Sri Wahyuninigsih, didampingi volunteer Komunitas Banyu Bening, AJ. Purwanto. Pada kesempatan itu, Sri Wahyuningsih yang akrab disapa Yu Ning menuturkan pihaknya sangat mendukung kegiatan Indonesia Green Principal Award Batch 5 tahun 2024, yang diinisiasi oleh Pusat Studi Perdagangan Dunia UGM.

Dukungan itu diberikan lantaran kegiatan Indonesia Green Principal Award tersebut dapat menciptakan sekolah-sekolah sirkular yang berfokus pada pengurangan limbah, penggunaan energi terbarukan, serta pengelolaan sumber daya secara efisien.

“Penghargaan kepada sekolah yang berhasil menerapkan konsep sekolah sirkular, diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak sekolah dan mengikuti konsep tersebut,” ungkap Yu Ning.

Selanjutnya, Yu Ning memaparkan teknik pemanenan air hujan yang baik dan benar sebagai tabungan air bersih untuk mengurangi ketergantungan pada sumber air tanah atau air permukaan yang semakin terbatas. Hal ini sangat bermanfaat terutama di daerah yang sering mengalami kekurangan air atau menghadapi krisis air bersih saat musim kemarau.  

Menurutnya, hujan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi yaitu siklus perputaran air yang terjadi secara terus menerus dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi. Air Hujan sebagai sumber kehidupan di bumi kaya akan manfaat, di antaranya dapat digunakan sebagai air minum, air mandi, air cuci, sumber nutrisi bagi tumbuhan dan hewan. Sebab, air hujan mengandung zat besi yang berperan sebagai nutrisi untuk pertumbuhan tanaman dan hewan, pencegah kekeringan, pembangkit listrik, serta menjaga keseimbangan ekosistem.

Lebih lanjut, Junita Widiati selaku peneliti di Pusat Studi Perdagangan Dunia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang telah lama menggeluti studi ekonomi sirkular mengungkapkan, tujuan utama program sekolah sirkular yaitu mempromosikan zero waste di sekolah melalui penerapan prinsip daur ulang dan penggunaan kembali barang-barang yang ada.

“Di lingkungan pendidikan, program ini mendorong penggunaan alat-alat yang ramah lingkungan, seperti kertas daur ulang, energi terbarukan, dan pengelolaan sampah yang efektif untuk menanamkan budaya keberlanjutan di kalangan siswa dan guru sejak dini,” tutur Nita.

Selama tiga hari, para kepala sekolah tersebut berkumpul untuk belajar dan berdiskusi tentang penerapan ekonomi sirkular dalam pendidikan menuju masa depan lebih hijau dan berkelanjutan dengan mengurangi limbah, mendaur ulang limbah dalam sekolah sekular yang ramah lingkungan.

Nita menambahkan, sekolah sirkular yang diimpikan dari program Indonesia Green Principal Award Batch 5 menitikberatkan pada pengelolaan lingkungan sekolah secara holistik. Mulai dari tata kelola sampah yang berkelanjutan, pemanfaatan air hujan, penggunaan panel surya, hingga pengolahan limbah organik menjadi kompos. Hal ini dilakukan agar sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga contoh nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Semoga program ini mampu merubah cara pandang para guru dari berbagai sekolah maupun pondok pesantren di Indonesia, dan kita semua memahami bahwa air hujan dapat menyelesaikan banyak permasalahan yang dihadapi negeri ini. Jika dikelola dengan bijak dan baik bahkan menjadikan tubuh ini tetap sehat, bugar dengan minum air hujan,” tutupnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




KIM Godean Resmi Dikukuhkan

Sleman – Pengurus Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kapanewon Seyegan resmi dikukuhkan pada Senin (30/9/2024) di Pendopo Kapanewon Godean, Sleman, DIY. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Panewu Godean, Rohmiyanto dan dihadiri oleh Ketua Forum KIM Sleman, Adnan Nurtjahyo serta Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Cicilia Lusiani.

Panewu Godean, Rohmiyanto pada kesempatan tersebut mengucapkan selamat bertugas kepada pengurus KIM yang baru dilantik.

Dirinya juga berharap KIM Godean nantinya dapat mempublikasikan apa saja potensi yang ada di Kapanewon Godean.

“Seperti produk khas dari Godean yaitu keripik belut, kerajinan tanah liat, batik, dan UMKM lainnya,” ujar Rohmiyanto.

Sementara itu, Kabid IKP Diskominfo Sleman, Cicilia Lusiani. Ia menggarisbawahi mengenai peran KIM sebagai mitra strategis pemerintah dalam persebaran informasi.

“KIM berperan sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi digital, memastikan aspirasi masyarakat agar terdengar oleh pemerintah, dan memastikan informasi mengenai kebijakan serta program pemerintah dapat tersampaikan dengan baik,” ungkap wanita yang biasa disapa Lusi ini.

Menurut Lusi, KIM harus bisa menyampaikan informasi yang benar, akurat dan bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Tujuannya supaya masyarakat tahu bahwa info ini benar, dan tahu mana info yg hoax, sehingga warga tidak mudah percaya dan kritis terhadap informasi yang diterimanya.

“Terlebih dalam masa pilkada Sleman, saya berharap keberadaan KIM dapat berperan sebagai penetralisir informasi yang tidak akurat, mengarahkan dan mengoreksi bila ada kesimpangsiuran informasi, meredam hate speech atau ujaran kebencian, menangkal isu-isu yang mengarah pada disintegrasi. KIM harus mampu menjadi benteng yang menjaga integritas demokrasi,” tegasnya.

Lusi berharap, kepengurusan KIM Godean yang baru dilantik ini benar-benar membawa angin baru, semangat baru, inovasi baru, menggali dan mempromosikan potensi Godean, dan membawa  seluruh SDM KIM godean semakin maju.

“Sehingga dapat  membawa manfaat dan keberkahan bukan saja bagi organisasi tetapi juga masyarakat di Kapanewon Godean,” tutupnya. (Jumeni/KIM Godean)




ASN Pemkab Slemab Gelar Deklarasi Netral Jelang Pilkada 2024

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar deklarasi Aparatur Sipil Negara (ASN) netral menjelang pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024.

Deklarasi ASN Netral dalam Pilkada 2024 ditandai dengan pembacaan ikrar netralitas yang dipimpin langsung oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sleman Kusno Wibowo bertempat di Lapangan Pemda Sleman bertepatan dengan pelaksanaan upacara Hari Kesaktian Pancasila pada Selasa (1/10).

Ditemui usai deklarasi, Pjs Bupati Sleman Kusno Wibowo menjelaskan bahwa deklarasi netralitas merupakan kewajiban ASN untuk menjaga netralitas sebagai bentuk kepatuhan kepada peraturan dan mempertahankan kredibilitas serta kepercayaan publik.

“Kami tekankan dalam Pilkada 2024 seluruh ASN adalah netral tidak kemudian berafiliasi dengan calon – calon tertentu,” ujar Kusno.

Adapun ikrar netralitas ASN yang dibacakan dalam kesempatan tersebut yaitu menghindari konflik kepentingan dan tidak memihak pasangan calon tertentu, Menggunakan media sosial secara bijak dan tidak menyebarkan ujaran kebencian dan menolak politik uang dan segala jenis pemberian dalam bentuk apapun.

Selain melakukan deklarasi ASN netral, untuk menjaga netralitas ASN, Ia juga menyebut Pemkab Sleman terus melakukan berbagai upaya seperti melakukan pembinaan kepada ASN.

Kemudian Kusno juga mengatakan meskipun ASN memiliki hak pilih dalam pemilu, hal tersebut bisa diberikan di bilik suara saat pemilihan. Artinya, seorang ASN dapat memberikan hak suaranya pada saat pemilu namun, tidak diperbolehkan terlibat dalam politik praktis dan tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh maupun kepentingan lain di luar kepentingan bangsa dan negara.

“Saya yakin semua (ASN) punya pilihan masing – masing karena juga punya hak untuk memberikan suara. Namun kan kita tidak boleh kemudian berafiliasi dengan calon tertentu pada masa – masa kampanye sampai nanti pada waktunya (pencoblosan),” jelasnya.

Sedangkan jika ditemukan pelanggaran terkait ketidaknetralan ASN dalam tahapan Pilkada yang sedang berlangsung, Kusno menyebut pihaknya akan melanjutkan proses pemberian sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.