Jumlah KPPS Melebihi Kebutuhan, PPS Trihanggo Lakukan Seleksi Wawancara

Sleman – Sehubungan dengan kelebihan jumlah kebutuhan personil Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), maka Panitia Pemungutan Suara (PPS) Trihanggo melakukan seleksi wawancara bagi para pendaftar yang berlangsung di Kantor Sekretariat PPS Trihanggo, Kapanewon Gamping, Senin (30/9/2024).

Seleksi wawancara dilakukan oleh Adnan Iman Nurtjahjo selaku Ketua PPS Trihanggo demi memastikan bahwa seluruh anggota KPPS yang nantinya akan bertugas memiliki kapasitas, integritas, dan dedikasi yang tinggi.

“Melalui wawancara ini, PPS ingin mengenal lebih jauh motivasi, pengetahuan, serta kesiapan pendaftar dalam menjalankan tugas jika terpilih sebagai anggota KPPS di Tempat Pemungutan Suara,” ungkap Adnan.

Menurutnya dalam proses wawancara PPS Trihanggo dapat menguji pengetahuan calon anggota KPPS mengenai tahapan pemilihan, peraturan dan prosedur yang berlaku. Hal ini perlu dilakukan agar anggota KPPS yang terpilih mampu memahami peran dan tanggung jawabnya, sehingga dapat menghindari kesalahan selama pemungutan dan penghitungan suara.

“Proses ini bukanlah ujian, melainkan kesempatan untuk melihat sejauh mana kesiapan pendaftar calon KPPS dalam berkontribusi untuk suksesnya pemilihan yang demokratis,” tegas Adnan.

Adapun beberapa materi wawancara yang Ia gunakan saat menyeleksi calon anggota KPPS antara lain terkait pemahaman tentang tugas dan fungsi KPPS, kesiapan fisik dan mental, kemampuan bekerja dalam tim, integritas dan netralitas, pengalaman dalam proses pemilu, kemampuan administrasi dan pengisian formulir, pengetahuan tentang prosedur pemungutan dan penghitungan suara, kemampuan komunikasi, kedekatan dengan lingkungan TPS, sikap terhadap tantangan di hari pemungutan suara, serta komitmen dan kedisiplinan.

Selain pengetahuan mengenai peran dan tanggung jawabnya sebagai penyelenggara pemilihan di tingkat TPS yang meliputi persiapan logistik pemilihan, melayani pemilih, dan mengawal proses penghitungan suara, diperlukan kesiapan fisik dan mental calon KPPS mengingat tugasnya memerlukan stamina dan konsentrasi tinggi dalam waktu yang lama.

Lebih lanjut, Adnan menguji sikap calon KPPS terhadap netralitas dan integritas, terutama dalam menghadapi tekanan atau konflik kepentingan selama proses pemilihan termasuk menilai kemampuan calon dalam berkolaborasi dengan rekannya mengingat tugas KPPS harus dilakukan secara kolektif bersama anggota lainnya.

“Saya berharap para calon KPPS yang terpilih memiliki integritas tinggi serta mampu menjaga netralitas selama pelaksanaan Pemilihan karena sebagai KPPS harus mampu bekerja tanpa memihak dan menjunjung tinggi prinsip keadilan agar hasil pemilihan bupati dan wakil bupati sleman 2024  dapat diterima oleh seluruh pihak dengan penuh kepercayaan,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pjs Bupati Sleman Ajak Akademisi Lakukan Uji Kelayakan Infrastruktur Jembatan di Sleman

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan (DPUPKP) bersama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan tinjauan jembatan rusak yakni di Jembatan Padasan penghubung Cangkringan – Pakem dan Jembatan di Kalurahan Bimomartani Ngemplak pada Senin, (30/9). Peninjauan dipimpin secara langsung oleh Pjs Bupati Sleman, Kusno Wibowo.

Jembatan yang ditinjau mayoritas tampak berlubang di sejumlah titiknya dan beberapa kayu sebagai penyangganya dinilai mulai lapuk, sehingga hal tersebut dirasa mengganggu kenyamanan dan keamanan para pengguna jalan.

Pjs Bupati Sleman menyampaikan dua hal yakni jembatan yang ditinjau diperlukan pemeliharaan lebih lanjut karena jembatan ini dibutuhkan untuk aksesibilitas masyarakat di dua wilayah tersebut. Kemudian selanjutnya diperlukan peninjauan rutin terkait kondisi jembatan-jembatan penghubung yang vital di beberapa wilayah di Sleman.

“Kedepan Pemkab Sleman melalui DPUPKP akan bekerjasama dengan akademisi UGM melalui program pengabdian masyarakat untuk meninjau dan melakukan assesment jembatan-jembatan di Sleman. Nantinya hasil assesment yang dilakukan akademisi UGM diserahkan kepada DPUPKP mana yang perlu ditindaklanjuti dan selanjutnya menjadi masukan untuk kebijakan Pemkab Sleman,” ujar Kusno

Kusno menyampaikan kolaborasi dan sinergi antara Pemkab dan Akademisi adalah wujud kolaborasi luar biasa. Kolaborasi ini diharapkan dapat berlanjut serta akan menjadi bagian inovasi untuk kemajuan infrastruktur di Kabupaten Sleman agar aman untuk digunakan sebagai penghubung wilayah.




Sambut Peparnas XVII, Pemkab Sleman Alokasikan Dana Rp 1 M untuk Pembinaan Atlet

Sleman – Sambut Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII, Pemerintah Kabupaten Sleman melepas atlet dan pelatih asal Sleman, pada Senin (30/9) di Pendopo Parasamya Sleman. Prosesi pelepasan atlet dilakukan secara simbolis oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sleman, Kusno Wibowo dengan menyerahkan jaket dan uang saku senilai Rp kepada perwakilan atlet dan pelatih. Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap seluruh kontingen asal Sleman yang akan bertanding di Solo, Jawa Tengah pada 6-13 Oktober 2024.

Ketua National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Sleman, Ratna Dewi Setianingsih menyampaikan pada tahun ini Sleman mengirim 47 atlet dan 12 pelatih. Nantinya atlet Sleman akan mengikuti 12 cabang olahraga di antaranya atletik, angkat berat, bocia, bulu tangkis, catur, panahan, goalball, taekwondo, judo, tenis meja, tenis kursi roda, dan tenpin bowling.

“Sebelum berangkat, nanti kontingen asal Sleman akan melakukan persiapan mengikuti kegiatan pembekalan dan motivasi dari NPC DIY pada tanggal 1 mendatang,” jelas Ratna.

Ratna melanjutkan, pihaknya sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman yang telah mengalokasikan dana senilai Rp 1 Miliar untuk kegiatan NPC Sleman dan Pembinaan Atlet 2024.

“Kami sampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten Sleman kepada para atlet. Dan untuk teman-teman atlet, seperti harapan kita bersama, mari jaga nama baik Sleman dan DIY dengan berperilaku baik dan juga menjaga kesopanan,” jelas Ratna.

Pjs Bupati Sleman, Kusno Wibowo menyampaikan dukungannya terhadap seluruh kontingen asal Kabupaten Sleman dalam ajang Peparnas XVII. Ia berharap, agar atlet dapat bertanding secara sportif untuk mencapai prestasi terbaik. 

“Mari untuk seluruh altet NPC Kabupaten Sleman untuk menunjukan kemampuan terbaik, berjuang dan menang dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas,” kata Kusno.

Kusno menilai, Peparnas menjadi kesempatan baik untuk menjaring bibit atlet berprestasi. Selain itu, momen ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pembinaan olahraga prestasi atlet penyandang disabilitas. Kusno mengimbau kontingen asal Sleman agar bertanding secara tangguh baik secara fisik maupun mental.

“Tentunya kita berharap agar kontingen NPC dari Kabupaten Sleman dapat meraih prestasi yang terbaik. Dan jadikan Peparnas Ke-17 Solo Tahun 2024 ini sebagai ajang pembuktian diri dan meraih prestasi yang terbaik,” jelas Kusno.




Pjs Bupati Sleman Dorong Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Untuk Mengoptimalkan Budidaya Ikan

Sleman – Sebagai upaya memasyarakatkan budidaya ikan tawar di wilayah Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman melakukan panen raya budidaya ikan tawar jenis nila, bertempat di Soronandan, Sendangrejo, Kapanewon Minggir, Senin (30/9).

Panen budidaya ikan ini dilakukan secara langsung oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sleman Kusno Wibowo bersama kelompok pembudidaya ikan Mina Makmur Jaya.

Pjs Bupati Sleman Kusno Wibowo dalam sambutannya menyampaikan bahwa panen budidaya ikan ini merupakan salah satu aksi dalam mengenalkan budidaya ikan yang telah dilakukan kelompok pembudidaya ikan Mina Makmur Jaya dengan menerapkan budidaya nila dengan kincir air atau popular disebut Sibudidikucir.

“Penerapan teknologi Sibudidikucir ini mampu meningkatkan laju produksi ikan konsumsi dan memenuhi kebutuhan pasar. Hasil panen ikan nila dengan menggunakan Sibudidikucir di Pokdakan Mina Makmur Jaya telah menghasilkan ikan sebesar 1,60 ton,” ungkapnya.

Atas keberhasilan budidaya ikan dengan teknologi Sibudidikucir ini, Ia mendorong OPD terkait untuk terus melakukan pendampingan sehingga seluruh petani ikan di Sleman dapat memanfaatkan teknologi tepat guna untuk mengoptimalkan kualitas dan kuantitas hasil budidaya perikanan.

Sementara itu, Kepala DP3 Sleman Suparmono menambahkan bahwa penerapan teknologi Sibudidikucir ini telah dilakukan melalui percontohan budidaya ikan menyebar di wilayah Kabupaten Sleman dengan memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sektor kelautan dan perikanan.

Salah satu kelompok budidaya ikan penerima DAK tahun 2024 adalah kelompok budidaya ikan Mina Makmur Jaya yang juga menjadi lokasi panen raya budidaya ikan air tawar jenis nila.

“Bantuan sarana budidaya ikan air tawar komoditas nila melalui DAK perikanan tahun 2024 sangat dirasakan oleh masyarakat khususnya yang melakukan budidaya ikan,” katanya.

Adapun bantuan yang diberikan melalui DAK tersebut yaitu berupa bibit nila merah 103 kilogram, pakan 70 zak, papan nama, motor roda tiga, pompa air dan peralatan budidaya.




MWCNU Gamping Gelar Lailatul Ijtima Guna Tingkatkan Ketaqwaan Warga Nahdliyin 

Untuk meningkatkan ketakwaan warga Nahdliyin terhadap Allah SWT, maka Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping menyelenggarakan kegiatan Lailatul Ijtima yang dilaksanakan di Pondok Pesantren An-Nasyath Mlangi, Kalurahan Nogotirto,Kapanewon Gamping, Minggu (29/9/2024).

Kegiatan yang dibarengi dengan penyerahan Surat Keputusan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Sleman kepada Unit Pengelola Zakat Infaq Shodaqoh (UPZIS) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping, serta diikuti ratusan warga Nahdliyin tersebut dihadiri oleh KH. Muslih Muchtar selaku Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman yang didampingi Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kapanewon Gamping, KH. Ahmad Mabarun beserta Ketua Tanfidziyah, Silahudin Djamil selaku penanggung jawab pelaksanaan Lailatul Ijtima.

Sebagai pusat pendidikan dan pembinaan umat, Lailatul Ijtima memperkokoh posisi pesantren dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman di masyarakat, serta mengukuhkan peran pesantren sebagai lembaga yang peduli terhadap masalah umat.

Hal tersebut diungkapkan pengasuh Pondok Pesantren An-Nasyath Mlangi, Gus Unsul Jalis saat menyampaikan sambutannya dihadapan peserta Lailatul Ijtima dalam rangka memeriahkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah, meningkatkan rasa cinta dan penghormatan kepada beliau sebagai utusan Allah SWT yang membawa ajaran Islam.

“Peringatan Maulid Nabi ini memberikan kesempatan kita untuk mempelajari lebih dalam tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW, termasuk nilai-nilai kepemimpinan, kesederhanaan, kasih sayang, serta perjuangan dalam menegakkan kebenaran dan keadilan,” tuturnya.

Sementara itu, KH. Sunan Nawawi dari Magelang selaku Majlis al Mawlid an-Nabawi yang memberikan nasihat keagamaan dalam pengajian umum Lailatul Ijtima mengungkapkan bahwa salah satu tanda cinta yang kuat terhadap Nabi Muhammad SAW adalah kebiasaan umat Islam mengucapkan sholawat sebagai bentuk pujian dan penghormatan kepada Nabi serta harapan agar kita senantiasa dekat dengan beliau.

“Termasuk dakwah ini menjadi salah satu bukti nyata cinta kepada Nabi Muhammad SAW karena berusaha menyampaikan pesan-pesan Islam yang dibawa oleh beliau untuk mendekatkan manusia kepada Allah SWT,” imbuhnya.

Selain itu, cinta kepada Nabi juga dibuktikan dengan upaya umat Islam mempelajari Sirah Nabawiyah yaitu sejarah hidup Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan kembali kisah-kisah perjuangan dan kehidupan beliau agar generasi selanjutnya dapat memahami teladan Rasulullah.

Sebagai penutup mauidhoh hasanahnya, KH. Sunan Nawawi mengajak seluruh peserta pengajian yang hadir untuk mencintai Nabi Muhammad SAW dengan berusaha meneladani akhlak mulia beliau, seperti jujur, amanah, rendah hati, penyayang, dan sabar sekaligus meniru akhlak Rasulullah dalam interaksi sosial maupun kehidupan spiritualnya demi menunjukkan cintanya kepada beliau dan menjaga warisan ajarannya.(Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)