18 Padukuhan Mengikuti Lomba Kebersihan Lingkungan Kalurahan Sardoharjo

Sleman – Bertepat di Pendopo Kalurahan Sardonoharjo, Tim Penilai dari Lembaga Permasyarakatan Kalurahan (LPM-Kal) Sardonoharjo, Senin (30/09/2024), berkumpul untuk menuju lokasi lomba di 18 Padukuhan se-Sardonoharjo. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan HUT Ke-76 Kalurahan Sardoharjo tahun 2024.

Lomba kebersihan lingkungan antar Pedukuhan yang dimulai di Kalurahan Candi Lama selanjutnya Kalurahan Prumpung lama , Clumprit lama dan Klabanan Lama, 18 Pedukuhan mengikuti semua lomba,   pastinya akan menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi warga sekitar.

“Kegiatan seperti ini sangat membantu dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan,” ungkap Lurah Sardonohajro, Harjuno Wiwoho.

Kegiatan lomba kebersihan lingkungan ini melibatkan semua unsur di tingkat Pedukuhan, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan, mempererat kerja sama antar warga, dan menciptakan lingkungan yang sehat serta nyaman untuk ditempati.

“Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membangun budaya gotong royong dan memperkuat hubungan sosial antar masyarakat,” tambah Harjuno.

Harjuno mengatakan bahwa kegiatan lomba kebersihan lingkungan ini sangat penting agar masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan mereka.

Ia juga menekankan bahwa dengan menjaga kebersihan, kesehatan warga akan lebih terjamin, dan lingkungan yang bersih juga menciptakan suasana yang lebih nyaman dan asri untuk dihuni.

Kegiatan ini yang diinisiasi oleh Lembaga Permasyarakatan Kalurahan (LPM-Kal) memiliki harapan besar untuk meningkatkan kualitas lingkungan di Sardonoharjo.

“Dengan diadakannya setiap tahun, upaya ini diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan kebersihan serta kesehatan lingkungan secara berkelanjutan,” tutup Harjuno. (Eka Sastra Kurniawan – KIM Sardonoharjo)




PPS Sumberrejo Sosialisasi Tata Cara Pindah Memilih Pada Pilkada Sleman 2024

Sleman – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Sumberrejo, Kapanewon Tempe,l Kabupaten Sleman, menyosialisasikan berbagai tahapan Pilkada Sleman diantaranya adalah tata cara pindah memilih saat Pilkada Sleman tahun 2024 pada Senin (30/9/2024) pagi bertempat di kediaman Dukuh Gendol Wetan Kalurahan Sumberrejo.

Hadir dalam kesempatan ini PPS Sumberrejo yang diketuai Wahyu Haryanto didampingi Anggota Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Dan Partisipasi Masyarakat, Melinda Inka Faradila ,Serta turut pula membersamai Anggota PPK Tempel, Heru Krisdiantara dan Umi Lailatun Nafingah dan dihadiri oleh anggota dan pengurus PKK Kalurahan Sumberrejo.

Menurut Melinda, tujuan diadakannya sosialisasi ini untuk meluaskan informasi kepada masyarakat khususnya kepada pemilih perempua.

“Sosialisasi tersebut bertujuan agar warga yang hendak mengurus pindah memilih mengetahui persyaratan yang harus dipenuhi, dan sosialisasi ini nantinya akan digelar ke sejumlah instansi yang berpotensi ada warga yang dimungkinkan pada hari-H pencoblosan menjalani tugas di luar daerah atau ada tugas mendadak di luar wilayah tempatnya didaftar sebagai pemilih,” ungkap Melinda.

Sementara itu, Heru Krisdiantara mewakili anggota PPK Tempel divisi SDM dan Sosdiklih Parmas mengatakan bahwa pindah memilih akan dilayani di tingkat panitia pemungutan suara (PPS), panitia pemilihan kecamatan (PPK), hingga Kantor KPU Kabupaten Sleman.

“Kami juga akan memfasilitasi warga yang hendak memilih sehingga saat pencoblosan tetap bisa menggunakan hak pilihnya, untuk itu kami mengajak warga di Sumberrejo khusus nya untuk mengecek namanya apakah sudah terdaftar sebagai calon pemilih dan terdaftar di tempat pemungutan suara (TPS) bisa secara daring, melalui laman . Jika memenuhi syarat sebagai pemilih, tetapi jika belum terdaftar di DPT, dapat menyampaikannya ke PPS, PPK, atau KPU Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Heru,mengurus pindah memilih, sesuai sosialisasi yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu tingkat Kalurahan selain juga disampaikan tahapan Pilkada Sleman tahun 2024, calon TPS di Sumberrejo sampai pada cara pengurusan pindah memilih atau yang dinamakan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

“Masyarakat yang sudah terdaftar sebagai pemilih tetap, namun karena suatu hal akan melakukan pindah memilih di TPS lain maka perlu mengurus DPTb ini dilakukan kepada masyarakat yang hendak melakukan proses pindah memilih dapat langsung datang dengan membawa dokumen pendukung (KTP dan KK). Sedangkan kategori untuk dapat melakukan DPTb antara lain :Bertugas di tempat lain,Menjalani rawat inap/mendampingi pasien rawat inap,Menjalani rawat inap (sakit),Tertimpa bencana,Menjadi tahanan rutan atau lapas/menjadi terpidana,Penyandang disabilitas yang dirawat di panti sosial atau panti rehabilitasi,Menjalani rehabilitasi narkoba,Bekerja di luar domisil,Menjalani tugas belajar/menempuh pendidikan dan yang Pindah domisili,” jelas Heru.

Ditambahkan oleh Heru bahwa batas waktu layanan pindah memilih dimulai dari 17 September yang lalu sampai tujuh hari sebelum hari pencoblosan yaitu 20 November 2024. (sbd_kimtempel)




400 Warga Warga Plumbon Kidul dan Tengah Ikuti Tasyakuran Pembangunan Masjid Baitul Qowwam Khairul Sufian

Sleman – Sebanyak 400 jama’ah warga Padukuhan Plumbon Kidul dan Tengah Kalurahan Moroejo  Kapanewon Tempel bersama jama’ah kajian Ihya Ullumudin menghadiri acara Tasyakuran Pembangunan Masjid Baitul Qowwam Khairul Sufian, Komplek Panti Asuhan Pondok Pesantren Baitul Qowwam, Minggu (29/9/2024).

Acara ini ditandai dengan pemotongan pita oleh para perwakilan donatur, pengurus Baitul Qowwam dan didahului dengan doa oleh H. Slamet Raharjo sebagai tanda masjid resmi digunakan.

Dalam sambutannya sesaat sebelum pembacaan doa, H Slamet Raharjo menyampaikan tentang keutamaan memakmurkan masjid.

“Dalam surat At-Taubah ayat 18, Allah telah mengungkapkan kriteria seseorang yang berhak memakmurkan masjid. Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk,” jelasnya.

“Banyak juga  hadis yang menjelaskan tentang keutamaan memakmurkan masjid, antara lain sabda Rasulullah SAW Barang siapa membangun masjid bagi Allah untuk mengharapkan keridaan-Nya, niscaya Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah dalam surga.” (Riwayat al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmizi dari Usman bin Affan),” ungkap H Slamet yang juga menekankan untuk senantiasa memakmurkan masjid dengan jama’ah rutin di rumah Allah ini.

Sementara itu, Agus Triyanta selaku Ketua Panti Asuhan Baitul Qowwam dalam kesempatan ini menyampaikan rasa syukur atas selesai masjid ini.

“Tidak mengira Allah memberikan jalan yang dimudahkan untuk selesainya pembangunan masjid Baitul Qowwam Khairul Sufian ini, Jika kita benar-benar mensyukuri dan menyampaikan amanah dan memperjuangkan agama Allah niscaya akan diberikan kemudahan sehingga pada kesempatan kali ini dapat dilakukan sholat jama’ah yang pertama,” ungkapnya.

Ditambahkan juga oleh Agus, bahwa tanah yang digunakan untuk pembangunan masjid ini sebagian besar merupakan wakaf dari keluarga Prastowo Plumbon seluas 330 M dan sebagian tanah panti.

Selain itu juga juga mendapat mediasi dari yayasan Rodhiyah Mardhiyah melalui Edi Supriyanto donasi dari Arab dan juga dukungan dari keluarga komunitas muslim Singapura Prato Januri dan dari para donatur sekitar melalui Tri Atmoko.

“Sehingga dalam jangka waktu 2 bulan 10 hari  ( dari 4 Juli peletakan batu pertama dan diresmikan 29 September 2024) bisa diselesaikan bangunan masjid ini dan akan diteruskan dengan pembangunan teras masjid,” ungkapnya.

Hadir pula dalam kesempatan berbahagia ini perwakilan dari yayasan Rodhiyah Mardiyah Drs Edy Supriyanto, H. Triatmoko dari perwakilan komunitas Muslim Singapura di Indonesia, Lurah Mororejo H. Jaka Ristanto, Dukuh dan RT di wilayah Plumbon Tengah dan Kidul, segenap keluarga dan pengurus, komunitas Jum’at Berkah Pasar Prambanan, para relawan Baitul Qowwam dan masyarakat seputaran Mororejo Tempel. (sbd_kimtempel)




Hadapi Musim Pancaroba, Anggota Rekat Dapatkan Peningkatan Kapasitas

Sleman – Relawan Kebencanaan Kapanewon Tempel yang tergabung dalam REKAT (Relawan Kemanusiaan Tempel) mendapatkan penyuluhan dalam tajuk “Jambore Peningkatan Kapasitas REKAT” pada Sabtu (28/9/2024) malam di Taman Embung Mororejo Kapanewon Tempel,

Hadir dalam kesempatan ini,  Penewu Tempel Agung Dwi Maryoto, didampingi Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel, Supardi, Kapolsek Tempel AKP Gunawan Setiabudi, Danramil Tempel Kapten Inf Sudjana, Lurah Mororejo Jaka Ristanta, Babinsa dan Babinkamtibmas Mororejo, serta Ketua Jambore Peningkatan Kapasitas ini.

Penewu Tempel, Agung Dwi Maryoto memberikan apresiasi atas terselenggaranya Jambore Peningkatan Kapasitas REKAT ini.

“Dengan adanya peningkatan kapasitas terhadap teman-teman relawan kemanusiaan Tempel ini diharapkan kedepannya dapat selalu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Tempel untuk itu apresiasi kami sampaikan atas kegiatan ini,” ungkap Agung.

Sementara itu, Daryanto, Ketua Jambore Peningkatan Kapasitas ini menjelaskan tentang tujuan diadakannya kegiatan ini.

“Diharapkan melalui kegiatan seperti ini dapat terjalin komunikasi antar unsur relawan kebencanaan termasuk dengan unsur Forkompimkap sehingga pendektesian dini dan langkah-langkah mitigasi dan penanganan bencana alam dapat dilakukan dengan baik. Langkah mitigasi dilakukan salah satunya dengan kegiatan penebangan pohon yang diindikasikan membahayakan keselamatan warga,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Daryanto, di Kelompok REKAT saat ini terdapat personil sekitar 70 orang, sedangkan di tiap Kalurahan sudah ada Kaltana, intinya agar dapat berkoordinasi dengan semua unsur relawan kebencanaan dalam melakukan mitigasi bencana alam.

Jambore Peningkatan Kapasitas REKAT ini menghadirkan narasumber Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS), Yoga Nugroho Utomo dan Ismardiyanto, Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman.

Ismardiyanto dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa BPBD Sleman memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mulai mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi saat memasuki musim pancaroba tahun 2024 saat ini, karena sudah memasuki musim penghujan sehingga ada potensi bencana klimatologi yaitu bencana alam yang terjadi karena diakibatkan perubahan iklim yang ekstrim.

“Bencana yang mungkin datang saat musim penghujan ini, kemungkinan akan ada bencana klimatologi yaitu karena perubahan musim yang ekstrim semisal angin kencang, hujan lebat dan lain sebagainya untuk itu perlu adanya kewaspadaan. Karena itu, keberadaan unsur relawan kebencanaan semacam REKAT ini sangat dibutuhkan, karena penanggulangan bencana adalah tanggungjawab bersama, oleh karena itu kepada para relawan diharapkan untuk lebih peka terhadap dinamika iklim di wilayahnya,” ungkap Ismardiyanto.

Ditambahkan olehnya bahwa personil BPBD Sleman yang terbatas, maka peran relawan dan masyarakat sangat dibutuhkan.

“Selama ini BPBD Sleman telah bekerja sama dengan seluruh unsur relawan dan komunitas yang ada di tingkat Kapanewon, termasuk REKAT yang di Kapanewon Tempel,” tutupnya.(sbd_kimtempel)




Pasbuja Kawi Merapi Luncurkan Buku Mitos-Mitos Penjaga Mata Air

Sleman – Setelah meluncurkan Buku Topinimi 3, Paguyuban Sastra Budaya Jawa ( Pasbuja) Kawi Merapi meluncurkan Buku Mitos-mitos Penjaga Mata Air. Buku tersebut diliris pada hari Minggu (29/9/2024) di Rumah makan Kembang Desa Senuka, Sidoagung, Godean, Sleman.

Buku Mitos-mitos Penjaga Mata Air tersebut ditulis oleh 10 penulis anggota Pasbuja Kawi Merapi dengan editor R. Toto Sugiharto.

Menurut Wiwien Widyawati Rahayu, Litbang Pasbuja Kawi Merapi dan juga sebagai Dosen FIB UGM bahwa buku tersebut merupakan awal untuk berpijak dalam kancah nasional. Lebih lanjut Wiwien menuturkan bahwa buku tersebut bisa terwujud atas kerjasama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah  X Yogyakarta.

“Terimakasih kepada para penulis yang dengan penuh semangat melaksanakan tugasnya, sehingga dalam waktu sepekan bisa tuntas melaksanakan tugasnya,” tuturnya.

Selanjutnya Sutopo Sugiharto, Ketua Pasbuja Kawi Merapi memberikan apresiasi kepada para penulis yang telah bekerja keras, cerdas dan tuntas. Sutopo juga menyampaikan Terima kasihnya kepada pemerintah yang telah mendukung program tersebut.

“Dengan kerja kita yang sesuai target ini, semoga menjadi parameter bagi pemerintah, sehingga nantinya tidak bosan untuk mendukung dan membantu program Pasbuja Kawi Merapi,” ungkapnya.

Menurut R. Toto Sugiharto bahwa buku tersebut memuat tentang sepuluh sumber air. Empat sendang, empat embung, satu pancuran dan satu umbul. Masing-masing memiliki karakteristik yang memiliki keunikan dalam kisahnya.

“Dengan dikemas dalam bahasa yang menarik, sehingga membuat pembaca bisa berimajinasi dengan keindahan alam yang tersimpan di bumi Sleman ini,” ungkap Toto.

Menurut sastrawan Budi Sarjono Buku yang memuat Mitos-mitos penjaga air di Sleman tersebut merupakan yang pertama di Indonesia.

“Semoga para penulis tidak bosan selalu berkontribusi untuk Pasbuja,” harap Budi. (Giek/ KIM Moyudan)