Gelar Tasyakuran Pengukuhan, KWT Tunas Melati Bibis Jadi Pelopor Ketahanan Pangan Keluarga

Sleman – Kelompok Wanita Tani merupkan pelopor ketahanan pangan dilingkup keluarga. Ketahanan pangan yang dimaksud adalah tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya. Ketersediaan pangan yang aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau adalah harapan semua orang. Seperti Kelompok Wanita Tani Tunas Melati Padukuhan Bibis yang sudah dikukuhkan secara masal di Kantor BP4 UPTD Wilayah 3 Seyegan bulan Agustus lalu.

Ketua KWT Tunas Melati Bibis, Kriswanti mengatakan pengukuhan KWT sudah dilaksanakan pada bulan Agustus 2024, namun cara tasyakuran atas pengukuhan tersebut baru bisa dilakukan pada hari ini.  

“Sebenarnya kami sudah dikukuhkan pada tanggal 28 Agustus 2024 oleh Bupati Sleman saat itu di Kantor BP4 UPTD Wilayah 3 Seyegan, akan tetapi karena kesibukan anggota-anggotanya baru bisa dilaksanakan tasyakuran hari ini Selasa 29 Oktober 2024 pukul ,” kata Kriswanti dalam acara tsyakuran pengukuhan KWT Tunas Melati Padukuhan Bibis, Selasa (29/10/2024).

Kriswanti menceritakan awal mula terbentuknya KWT Tunas Melati Padukuhan Bibis. Pada tahun 2022, PKK Padukuhan Bibis mengajukan bantuan tabulampot untuk menanam sayur dan cabai untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari. Hal itu kemudian mendorong para Perempuan Padukuhan Bibis untuk membentuk KWT.

“Dulunya PKK Padukuhan Bibis mengajukan bantuan tabulampot ditahun 2022, karena tabulampot ditanami buah maka hasilnya lama, maka sembari menunggu kami menanam sayur yang cepat panen untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari. Dari situ munculah inisiatif ibu-ibu untuk membentuk KWT,” ucap Krisnawanti.

“Kami menanam berbagai tanaman bahan pangan dan toga seperti serai, laos, sayuran, seledri, loncang, terong, kangkung tomat dan sekarang baru mencoba menanam bawang merah di demplot KWT Tunas Melati Bibis dan juga di pekarangan masing-masing anggota kelompok. Pertemuan rutin kami gelar setiap bulannya di tanggal 20 bertempat di demplot KWT dengan agenda kerja bakti, merapikan demplot, memanen dan menanam kembali bibit sayur dan buah yang ditanam,” imbuhnya.

Acara yang dilangsungkan di Demplot KWT Tunas Melati Padukuhan Bibis Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel ini dihadiri Lurah Lumbungrejo, Carik Lumbungrejo, Kamituwa Lumbungrejo, PPL Pertanian Lumbungrejo, PPL Perikanan Lumbungrejo, Babinsa, Bhabinkamtibmas Lumbungrejo, Dukuh Bibis beserta tokoh masyarakat Padukuhan Bibis, Ketua KWT Dusun Panggung, KWT Sedogan, KWT Kopen dan seluruh anggota KWT. Acara ini juga menampilkan paduan suara dan tari dari para anggota KWT Padukuhan Bibis.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Lumbungrejo, Purwanto mengatakan setiap kelompok tani atau wanita tani dan kelompok ternak maupun perikanan yang ada di Kabupaten Sleman bisa dikukuhkan dan mendapat piagam dari dinas, jika sudah mengadakan pertemuan rutin selama enam kali berturut-turut, dan aktif dalam berkegiatan.

“Setelah rutin berkegiatan dan pertemuan beberapa kali, kami juga diundang untuk mendampingi. Akhirnya KWT Tunas Melati mendapatkan piagam pengukuhan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sleman. Saat itu (KWT Tunas Melati) dikukuhkan bersama kelompok lain. Di Lumbungrejo sendiri, ada dua KWT yang dikukuhkan secara bersamaan, yakni KWT Matahari Sedogan dan juga KWT Tunas Melati Bibis ini.” kata Purwanto.

Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al Hkaim dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya untuk KWT Tunas Melati Bibis.  Ia mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan KWT Tunas Melati yang memanfaatkan lahan pekarangan sebagai lahan bercocok tanam.

“Untuk KWT Tunas Melati Bibis kami ucapakan selamat, semoga bisa menjadi salah satu pelopor ketahanan pangan diwilayah Lumbungrejo. Kami juga mengapresiasi kegiatan KWT Tunas Melati yang sudah melakukan pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan, kami juga berharap semua KWT yang ada di Kalurahan Lumbungrejo bisa berkegiatan produktif dalam memanfaatkan lahan pekarangan dan juga menambah perekonomian keluarga,” kata Misbah.

“Kami berharap KWT yang ada di Lumbungrejo bisa mendongkrak ekonomi dan berkontribusi dalam penurunan keluarga miskin di wilayah Lumbungrejo,” tandasnya. (Aiss-KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)




Kelompok Sido Makmur Joper Sedogan Sambut 12 Peserta Upskiling dari Kementerian Pertanian

Sleman – Kelompok pembesaran dan budi daya ayam Jawa super Sido Makmur (Joper) Padukuhan Sedogan, Kalurahan Lumbungrejo, Tempel, menerima kunjungan dari 12 peserta Upskilling Kementerian Pertanian, Senin (28/10/2024).

Peserta Upskilling tersebut merupakan guru-guru yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, meliputi NTT, Kalimantan, Gorontalo, Aceh, Sulawesi Tengah, Lombok Timur (NTB), dan daerah lainnya di Indonesia. Mereka akan melakukan magang selama empat hari mulai tanggal 28 sampai 31 Oktober 2024, di kandang Kelompok Sido Makmur Joper Sedogan.

Rombongan ini disambut Ketua Kelompok Sido Makmur Joper, Hari Widada dengan hangat di Rumah Dukuh Sedogan. Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan pihak ketiga penyuplay doc (bibit), Sri Hastuti, Dukuh Sedogan, Aisyah Putri, dan Ketua Kelompok Sido Makmur Sedogan beserta para anggota kelompok.

Pada kesempatan itu, Dukuh Sedogan, Aisyah Putri mengatakan selama magang kedua belas guru itu akan didampingi oleh Ketua Kelompok Sido Makmur Joper

“Kami ucapkan selamat datang kepada bapak ibu peserta magang budidaya ayam kampung / joper di Padukuhan Sedogan. Selama empat hari bapak ibu akan didampingi oleh Ketua Keompok Joper kami, yakni Pak Hari Widodo,” kata Aisyah.

“Pak Hari ini sudah malang melintang di dunia per-joperan, bahkan beliau sudah dikontrak oleh Dinas Pertanian dan Peternakan untuk menjadi narasumber budidaya joper untuk setiap program pokir (pokok pikiran dewan) budidaya joper. Jadi silahkan dimanfaatkan betul selama empat hari. Tanya sebanyak-banyaknya kepada beliau dan apa yang ditemukan dikandang ada sesuatu yang harus ditanyakan dan didiskusikan kami persilahkan dengan beliau,” sambungnya.  

Ketua Kelompok Sido Makmur Joper, Hari Widada menjelaskan bahwa pihaknya menerima program budi daya ayam jawa super ini pada tahun 2021 lalu. Kemudian pada tahun 2022, pihaknya kembali mendapatkan pembinaan dari pemerintah daerah karena dianggap berhasil dalam mengembangkan budi daya ayam Jawa super.

Hari pun menuturkan, keberhasilan Sido Makmur Sedogan tidak lepas dari kekompakan para anggota yang masih setia menjalani aktivitas budidaya ayam joper.

“Dulu kami menerima program budidaya joper ini ditahun 2021. Lalu dirasa berhasil mendapat pembinaan lagi ditahun 2022. Dari tahun 2022 sampai 2024 dan dari satu kandang, kelompok kami berkembang menjadi 8 kandang terdiri dari satu kandang kelompok dan tujuh kandang pribadi milik anggota kelompok,” jelas Hari.

“Semangat dan kekompakan para anggota menjadi kunci keberhasilan kelompok Sido Makmur untuk mempertahankan pembesaran ayam Jawa super, mulai pengelolaan kandang dan perawatan ayam yang terjadwal secara rutin terkhusus di kandang kelompok, diskusi perawatan dan hasil panen, hingga evaluasi bersama,” imbuhnya.  

Selanjutnya, satu guru dari NTB, Veni Saah mengutarakan bahwa dirinya menerima program ini dari Kementerian Pertanian dengan cara guru peternakan terseleksi dan difasilitasi untuk Upskilling dan Reskilling Berbasis Dunia Kerja.

“Saya menjadi salah satu guru yang beruntung bisa ikut program Upskilling dan Reskiling ini, karena selama 26 hari kami diberi materi dan praktik lapangan bagaimana budidaya ayam kampung yang nantinya kami bisa ajarkan kembali ke peserta didik kami,” jelas Veni.

Sementara, salah satu peserta lainnya yaitu Guru Peternakan SMK 1 Tapin Selatan Kalimantan Selatan, Bayu turut menjelaskan tujuan program magang atau Upskiling tersebut.

“Kegiatan ini merupakan mode pembelajaran mengikuti industri, karena kami adalah guru-guru SMK. Sedangkan SMK hari ini semua pembelajarannya mengikuti perusahaan dan dunia industry. Jika pelajaran hanya menggunakan modul saja maka akan monoton, karena modul tidak tentu ada pembaruan materi. Sedangkan dunia industri bisa berubah-ubah manajemennya, bisa setahun sekali bahkan bisa berkali-kali. Jadi jika kami diberi bekal lapangan seperti ini tentunya kami bisa mengajarkan kembali ilmu yang kami dapat untuk diberikan kepada siswa-siswi kami,” katanya.

Bayu juga mengatakan sudah lama dirinya penasaran dengan budi daya ayam joper, karena di Kalimantan Selatan masih minim peternak joper.

“Sudah lama saya penasaran, di Kalimantan Selatan itu masih minim sekali pembudidaya ayam Jawa super, ayam Jawa super belum bisa masuk dan susah sekali diterima dan dikembangkan disini. Saya tidak tahu itu kenapa,” tambah Bayu.

Lebih lanjut, selama empat hari ke depan peserta magang akan mempelajari bagimana memberi makan, vaksinasi ayam, manajemen kandang, membuat campuran pakan untuk ayam, bedah ayam, dan materi Upskiling lainnya.  (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)




Sleman Raih Juara 1 Kabupaten Layak Wiramuda

Sleman –  Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-96 pada Senin (28/10) pagi, di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman. Bertindak sebagai inspektur upacara,  Pjs Bupati Sleman, Kusno Wibowo.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada tahun ini semakin spesial, dengan dinobatkannya Kabupaten Sleman sebagai Juara 1 Kabupaten/Kota Layak Wiramuda oleh Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda, Deputi Pengembangan Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Penghargaan tersebut merupakan apresiasi bagi wirausaha muda pemula berprestasi dan lembaga layak wirausaha muda.

Balai Bahasa Provinsi DIY Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi juga memberikan penghargaan kepada Pemkab Sleman yang telah bekerja sama dalam program Pengutamaan Bahasa Negara: Penggunaan Bahasa Indonesia pada Ruang Publik dan Surat di Kabupaten Sleman pada tahun 2022-2024.

Pada upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 sekaligus diserahkan Penghargaan Pemilihan Pemuda Pelopor, Organisasi Kepemudaan Berprestasi, dan Duta Pemuda Program Pertukaran Pemuda antar Provinsi. Penghargaan diserahkan oleh Pjs Bupati Sleman.

Kusno Wibowo menyampaikan ucapan syukur atas capaian Kabupaten Sleman. Kemudian ia menekankan pentingnya peran generasi muda untuk mewujudkan kejayaan Indonesia secara kolektif, sesuai dengan tema yang diusung pada Hari Sumpah Pemuda tahun 2024 yakni “Maju Bersama Indonesia Raya”.

“Saat ini kita terus mendorong bangkitnya anak-anak muda Sleman untuk tampil menata dan mewujudkan harapan Indonesia masa depan,” ujar Kusno.

Kusno berharap agar pemuda Sleman mampu mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan berkeadilan sosial.

“Generasi muda dengan potensi yang dimilikinya harus responsif dan terlibat aktif dalam menentukan arah Sleman ke depan,” harap Kusno.

Kusno juga menyoroti tantangan utama yang dihadapi generasi muda saat ini adalah bagaimana penguasaan terhadap teknologi informasi dan komunikasi serta literasi digital yang tetap harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai moral bangsa.




Jaring Aspirasi Masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sleman Buka Pengaduan Bertajuk “Sapa Aruh”

Sleman – Sebagai upaya dalam menampung keluhan, harapan, dan masukan dari masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan jaring aspirasi bertajuk “Sapa Aruh” bertempat di Lapangan Pemda Sleman, pada Minggu (27/10).

Kegiatan Sapa Aruh ini dihadiri secara langsung oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sleman Kusno Wibowo beserta seluruh Kepala OPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Sleman.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Sapa Aruh dirancang terbuka secara umum, artinya mempersilahkan masyarakat datang dan bertemu langsung dengan Pjs Bupati Sleman dan Seluruh Kepala OPD untuk menyampaikan berbagai permasalahan, mulai dari permasalahan sehari-hari hingga ide-ide inovatif yang dapat mendorong pembangunan daerah.

“Sapa Aruh ini menjembatani Pemerintah Kabupaten Sleman dengan masyarakat untuk berkomunikasi secara langsung,” jelas Pjs Bupati Sleman Kusno Wibowo.

Untuk memudahkan akses komunikasi tersebut, Sapa Aruh ini diselenggarakan di hari Minggu pagi bertepatan dengan kebijakan Car Free Day (CFD) di Lapangan Pemda Sleman yang menjadi pusat aktivitas masyarakat Sleman.

“Sapa Aruh ini memiliki konsep nyehatke, ngrungoke, nguwongke (menyehatkan, mendengarkan, memanusiakan) karena dijadikan satu dengan CFD, yang mana masyarakat Sleman melakukan kegiatan olahraga, jalan sehat, bisa juga kulineran, dan ditambah Sapa Aruh,” ungkap Kusno.

Pada kesempatan ini, antusias masyarakat sleman untuk menyampaikan aspirasi cukup tinggi. Hal tersebut dilihat dari sejumlah masyarakat yang datang dan melakukan komunikasi langsung dengan Pjs Bupati Sleman yang didampingi beberapa Kepala OPD.

Berbagai aspirasi disampaikan oleh masyarakat. Diantaranya, salah satu warga Ngangkrik, Triharjo, Sleman menyampaikan aspirasinya terkait pengelolaan sampah organik dan ketahanan pangan di wilayahnya.

Aspirasi lain juga disampaikan salah satu warga Jongke Kidul terkait fasilitas umum yang berada di Lapangan Pemda.

Selain aspirasi, tak sedikit masyarakat yang datang untuk menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan oleh jajaran Pemkab Sleman.

Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat sleman ini seluruhnya ditampung oleh Pemkab Sleman sebagai bahan evaluasi dan menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan ke depannya.

“Harapannya, apa yang menjadi aspirasi masyarakat kalau tidak bisa kita eksekusi langsung pada hari ini atau dalam waktu dekat, akan menjadi PR untuk pemerintahan yang baru di Kabupaten Sleman. Dan tentunya interaksi kami Pemkab Sleman bersama dengan warga sleman harus semakin intens,” pungkas Kusno.




Giat Cepat TRC Destana Sardonoharjo Atasi Pohon tumbang

Sleman – Tim Reaksi Cepat (TRC) Destana Sardonoharjo mengerahkan seluruh anggota setelah menerima laporan adanya pohon tumbang di Padukuhan Candi Karang, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Senin (28/10/2024) malam. TRC Destana bergerak sigap untuk memastikan situasi aman, mencegah potensi bahaya lebih lanjut, serta memulai proses evakuasi dan pembersihan segera. Mereka juga berkoordinasi dengan pihak terkait dan warga sekitar untuk mempercepat penanganan di lokasi, mengingat kondisi malam yang membutuhkan kewaspadaan ekstra.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Destana Kalurahan Sardonoharjo telah melakukan aksi tanggap untuk memastikan keselamatan warga sekitar dan membersihkan area terdampak agar jalan atau akses yang terhambat bisa segera normal kembali. Selain itu, tim TRC bekerja sama dengan warga setempat untuk mempercepat proses evakuasi dan pembersihan sisa-sisa pohon tumbang.

Ketua Destana Sardonoharjo, Wahyudi, menyampaikan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) sudah terbiasa bergerak cepat dalam menangani berbagai bencana, terutama yang langsung berdampak pada fasilitas umum.

“Malam ini, TRC Destana Sardonoharjo langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan pohon tumbang yang menimpa rumah warga dan menghalangi jalan di Padukuhan Candi Karang,” ungkapnya.

“Dengan pengalaman dan kesiapan yang dimiliki, tim segera mengevakuasi area terdampak, memastikan keselamatan warga, dan membuka akses jalan agar bisa segera dilalui kembali. Kerja sama dengan warga sekitar juga dilakukan agar proses penanganan berjalan lancar dan cepat, terutama mengingat tantangan evakuasi di malam hari,” lanjut Wahyudi.

Dukuh Candi Karang, Harun Aroni, yang turut terlibat langsung dalam penanganan pohon tumbang, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim yang telah membantu warga pada malam ini. Ia mengapresiasi kerja cepat dan tanggap dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Sardonoharjo, Destana, serta warga yang ikut serta dalam proses evakuasi dan pembersihan area terdampak.

“Bantuan ini sangat berarti, terutama dalam memastikan keamanan dan kenyamanan warga di tengah kondisi yang darurat,” pungkasnya. (Eka Sastra/KIM DSN SARDONOHARJO)