Pimpinan Cabang GP-Ansor Kabupaten Sleman Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan Angkatan II  Jelang Konferensi Cabang

Sleman – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP-Ansor) Kabupaten Sleman kembali menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Angkatan II yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari Jumat (25/10/2024) hingga Minggu (27/10/2024) bertempat di Gedung Al Azhar Yogykarta World School, Jalan Padjajaran Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman yang diikuti oleh puluhan kader Ansor yang berasal dari berbagai kapanewon se-Kabupaten Sleman.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh H. Ahmad Ihsanudin selaku Ketua Panitia didampingi Sekretaris Panitia, Taufiq Arif Mulyadi dihadapan Tim Instruktur dan 26 orang kader Ansor yang lolos dalam seleksi sebagai peserta. Dalam sambutannya dikatakan bahwa pelatihan yang diselenggarakan menjelang konferensi cabang PC GP-Ansor Kabupaten Sleman bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para kader dalam bidang kepemimpinan serta membekali mereka dengan keterampilan yang lebih mendalam.

Lebih lanjut, H. Ihsanudin menyampaikan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan Angkatan II merupakan salah satu langkah penting dalam mencetak kader Ansor yang tidak hanya memiliki semangat juang yang tinggi, tetapi juga kompeten dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah masyarakat saat ini.

“Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Sleman berkomitmen mencetak pemimpin-pemimpin muda yang mampu membawa perubahan positif bagi bangsa dan agama,” ujarnya.

Dalam pelatihan kepemimpinan lanjutan, para peserta mendapatkan materi yang beragam, mulai dari manajemen organisasi, pengambilan keputusan strategis, hingga pengembangan karakter pemimpin yang tangguh. Materi disampaikan oleh para pemateri berpengalaman dari kalangan akademisi, praktisi, hingga tokoh agama yang telah memiliki jam terbang tinggi di bidang kepemimpinan. Salah satu pemateri yaitu Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Muiz yang memberikan motivasi dan pembekalan tentang pentingnya pendekatan kolaborasi, networking, serta kekuatan komunal dalam kepemimpinan.

“Saat ini adalah momentum bagi kalian semua yang terpilih untuk terus berproses dan berkembang demi masa depan GP Ansor Kabupaten Sleman yang lebih baik,” tegasnya.

Pelatihan juga dilengkapi dengan sesi diskusi kelompok dan simulasi yang dirancang untuk mengasah kemampuan peserta dalam berpikir kritis dan mengambil keputusan yang tepat di situasi yang penuh tekanan. Karenanya, sesi ini menjadi favorit para kader Ansor karena mampu membangkitkan semangat dan kreativitas mereka dalam mengatasi berbagai situasi yang menantang.

Selain materi kepemimpinan, materi pelatihan juga diisi dengan sesi spiritual yang mendalam, seperti Mujahadah, Sholat Tahajud, kajian tafsir Al-Qur’an dan refleksi diri. Sesi ini ditujukan untuk memperkuat keimanan dan memperkaya wawasan agama para peserta pelatihan sebagai dasar yang kokoh dalam memimpin sekaligus merenungkan kembali peran kader sebagai pemuda yang harus menjadi teladan dalam bermasyarakat dan beragama.

Di penghujung kegiatan, Ketua GP Ansor Kabupaten Sleman, Dr. H. Ariyanto Nugroho menutup Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan angkatan II seraya menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kesuksesan seluruh rangkaian acara serta dirinya berharap agar para peserta bisa menerapkan ilmu yang telah didapatkan untuk memperkuat organisasi dan membangun masyarakat yang harmonis.

“Semoga PKL Angkatan II GP Ansor Pimpinan Cabang Kabupaten Sleman ini mampu melahirkan kader-kader pemuda yang tangguh, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan kepemimpinan yang mumpuni,” pinta H. Ariyanto. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Seleksi PLAPD Cabor Catur di Sleman, Mempersiapkan Atlet Unggulan Menuju POPDA 2025

Sleman – Seleksi Pusat Latihan Atlet Pelajar Daerah (PLAPD) untuk cabang olahraga (cabor) catur berlangsung pada 26-27 Oktober 2024 di Aula Bappeda Kabupaten Sleman. Acara ini diikuti oleh atlet catur pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama se-Kabupaten Sleman.

Seleksi kali ini menggunakan sistem Swiss dengan 4 babak untuk kategori putra dan sistem setengah kompetisi dengan 3 babak untuk kategori putri, sesuai peraturan catur standar dengan waktu pikir 30 menit dan increment 30 detik.

Menurut keterangan Ahmad Ridlo selaku Pimpinan Turnamen bahwa seleksi PLAPD yang diadakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman ini bertujuan untuk pembinaan dan persiapan menghadapi pekan olahraga pelajar daerah (POPDA 2025).

“Atlet catur siswa-siswi pelajar yang berasal dari tingkat sekolah dasar dan tingkat sekolah menengah pertama Se-Kabupaten Sleman. Adapun kurun waktu PLAPD  hingga akhir Desember ini,” ungkapnya, Minggu (27/10/2024)

Dispora Sleman menjalin kerjasama dengan Percasi Kabupaten Sleman dalam setiap kegiatan pembinaan dan kompetisi. Dukungan dari pengurus Percasi Kabupaten Sleman yang diketuai oleh Sutapa sangat berperan dalam kelancaran PLAPD ini. Terlebih cabang olah raga catur ini sangat membanggakan Kabupaten Sleman karena saat  PON yang diselenggrakan di Aceh beberapa waktu lalu, pelajar asal Sleman atas nama Shafira Devi Herfesa dapat menyumbang perolehan medali emas hingga membawa nama harum DIY.

“Ini adalah bukti keberhasilan PLAPD  Kabupaten Sleman yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Handoko, Kepala Bidang Pembinaan Olahraga Dispora Sleman saat meninjau PLAPD.

Menurutnya, cabang olahraga catur ini harus terus ditingkatkan pembinaannya karena Sleman mempunyai Sumber Daya Manusia yang sangat memadai karena memiliki pelajar yang sangat potensial.

“Apalagi ditopang dengan kinerja kepengurusan Percasi Kabupaten Sleman yang sangat progresif,” tukasnya.

“Kabupaten Sleman saat ini memiliki atlet-atlet handal cabor catur yang sudah memiliki capaian kejuaraan baik  tingkat DIY, nasional, bahkan Internasional,” pungkas Handoko.

Pada seleksi ini, terdapat beberapa atlet seeded yang secara otomatis terdaftar sebagai atlet PLAPD dan menjadi bagian dari tim POPDA, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Atlet-atlet tersebut adalah Atlet seeded  Putri yang terdiri dari Shafira Devi Herfesa ,Shifania Aulia Cahyono, Salsabila Berlian Herfesa, Chavi Elisha Egbert Dawn. Sementar Atlet seeded  Putra adalah Zendhy Afriyansyah.

Adapun Hasil Peringkat 1 hingga 3 Seleksi PLAPD yaitu untuk Kategori Putri adalah Kinara Anindya Atha, Vira Yuliana, Shaholaw PrinzhaHerfesa dari keseluruhan ada empat atlet. Kategori Putra terdiri dari Adimas Satya Nugroho, Bagus Putra Prasetya, Dika Arya Pratama dari keseluruhan ada 9 atlet. (Nuradi-KIM Ngemplak)




Pengelolaan Sampah Masjid Al-Fatah Nglahar Sebagai Sarana Ibadah

Sleman – Permasalahan sampah merupakan masalah sosial yang cukup pelik berbagai upaya dilakukan untuk menangani masalah sampah tersebut. Salah satunya sodakoh sampah yang dibentuk oleh Takmir Masjid Al-Fatah Nglahar, Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Menurut Muhammad Wazid, Ketua Takmir Masjid Al-Fatah bahwa Satuan Tugas Laskar Sedekah Sampah Masjid Al Fatah sudah dikukuhkan pada bulan September 2024. Laskar satuan tugas sedekah sampah bertugas mengumpulkan, memilah dan mendata hasil penjualan sampah yang sudah terkumpul. Hasil penjualan sampah digunakan untuk Ibadah sosial seperti bantuan pendidikan anak kurang mampu, membantu jamaah yang sakit, membantu ekonomi keluarga jamaah dan lain sebagainya.

“Tim pengelola sampah setiap hari Ahad mengambil dari warga jamaah kemudian dipilah dirumah pemilah sampah, dan alhamdulillah para remaja masjid semangat untuk mengelolanya,” tutur Wazid saat ditemui Minggu (27/10/2024).

Sedangkan Bowo, Ketua Laskar sedekah sampah Masjid Al Fatah Nglahar menuturkan bahwa kegiatan yang dilakukan merupakan sarana edukasi kepada jamaah, dan sebagai upaya tumbuhnya lingkungan yang sehat dan bersih.

“Dengan lingkungan yang bersih sehingga terwujud warga yang sehat, maka akan berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga yang sejahtera,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bowo juga memohon doa dan dukungan kepada semua warga agar kegiatan yang positif tersebut bisa berjalan lancar dan menjadikan berkah bagi jamaah masjid Al Fatah. (Giek/KIM Moyudan)




Laras Madyo Ngepos Meriahkan Rangkaian Merti Dusun

Sleman – Rangkaian merti dusun Padukuhan Ngepos masih berlangsung. Pada Sabtu, 26 Oktober 2024 pukul digelar pementasan Laras Madyo Ngudi Utomo di Depan Stasiun Lama Padukuhan Ngepos, Lumbungrejo Tempel

Laras Madya Ngudi Utomo merupakan salah satu kesenian yang ada di Kalurahan Lumbungrejo. Seni musik yang merupakan pengembangan dari bentuk Santiswaran pada masa Pakubuwono X di Kasunanan Surakarta ini merupakan perpaduan kebudayaan Jawa Islam yang menggunakan Serat Wulangreh karya Pakubuwono IV sebagai tembang syairnya.

Sumardi, Ketua Laras Madyo mengatakan bahwa Laras Madyo mempunyai beberapa ciri khas .

“Ciri-ciri kesenian Laras Madya yakni menggunakan alat musik berupa kendang, terbang dhana, terbang gong, dan saron dua bilahan . Selain itu irama musik Laras Madya merupakan repetisi-repetisi tema pokok. Nyanyian disampaikan dalam bentuk bahasa Jawa dan berisi petuah ataupun petunjuk tentang Kebajikan,” jelas Sumardi.

“Kostum yang dikenakan oleh para pemain adalah pakaian sehari-hari atau sesuai adat kebiasaan diwilayah tersebut, kalau di Padukuhan kami, kami mengenakan Surjan lengkap disaat kami pentas begitu pula yang Wanita selalu menyesuaikan memeakai kebaya,” tambah Sumardi

Dukuh Ngepos Imam Muchlasin juga mengatakan Laras Madyo Ngudi Utomo ini ditampilkan dalam rangka merti dusun sekaligus penguatan karakter dan pelestarian budaya jawa dikalangan masyarakat Padukuhan Ngepos.

“Ini kami tampilkan sebagai rangkaian merti dusun, harapannya anak-anak muda kita bisa mewarisi dan suatu saat bisa menggantikan kami yang sudah tua ini untuk regenerasi. Tidak hanya anak-anak muda, bahkan bapak-bapak dan ibu-ibu kami dorong untuk mau belajar dan ikut Laras Madyo. Mengingat dalam Laras Madyo banyak petuah-petuah yang bisa disampaikan sebagai nasihat hidup,” tutupnya. (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo, Tempel)




Bakesbangpol Sleman Mengintegrasikan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Masyarakat Kalurahan Banyuraden

Kalurahan Banyuraden berkomitmen untuk membangun lingkungan yang kuat dalam nilai-nilai Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa dan panduan dalam kehidupan bermasyarakat. Upaya ini diwujudkan melalui program sosialisasi kalurahan berkarakter Pancasila yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Jumat (25/10/2024) guna mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di wilayah Kalurahan Banyuraden yang diharapkan dapat membentuk karakter masyarakat yang toleran, gotong royong dan berkeadilan.

Dalam pelaksanaannya, sosialisasi ini mencakup berbagai kegiatan edukatif, diskusi, dan pelatihan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, pemuda, hingga orang tua yang semuanya diharapkan untuk ikut berperan aktif. Kegiatan ini diawali dengan pengenalan terhadap nilai-nilai Pancasila yang menjadi pondasi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara terutama pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah perbedaan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman dihadiri Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sleman, Indra Darmawan yang menuturkan bahwa perjalanan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat telah mengalami proses sejarah bangsa dan negara yang penting sebagaimana tertuang dalam naskah Pembukaan UUD 1945 alenia ke empat yaitu cita-cita sebagai bangsa yang merdeka berdaulat, bersatu, adil dan makmur.

Menurut Indra Darmawan, nilai pertama yang disosialisasikan yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, dimana setiap warga didorong untuk saling menghormati kepercayaan dan agamanya masing-masing. Dalam kegiatan ini warga diajak memahami pentingnya kehidupan yang harmonis tanpa memandang perbedaan agama. Misalnya, melalui kerja bakti bersama atau perayaan peringatan hari besar yang mengikutsertakan warga dari berbagai latar belakang agama.

Gotong royong sebagai wujud dari nilai Persatuan Indonesia juga menjadi prioritas utama dalam kegiatan sosialisasi ini. Warga dapat diajak berpartisipasi dalam kegiatan seperti kebersihan lingkungan, perbaikan infrastruktur desa, dan kegiatan sosial lainnya. Melalui aksi nyata tersebut diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa kerjasama dan persatuan akan membawa kebaikan bagi seluruh warga di wilayah Kalurahan Banyuraden.

Lebih lanjut, terkait dengan nilai yang keempat yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, sosialisasi ini mendorong warga untuk lebih aktif dalam proses musyawarah dan pengambilan keputusan di tingkat kalurahan. Proses ini dilakukan dengan mengadakan pertemuan rutin di mana warga bebas menyampaikan pendapatnya sehingga diharapkan keputusan yang diambil dapat mewakili kehendak seluruh lapisan masyarakat.

“Dengan adanya sosialisasi kalurahan berkarakter Pancasila ini maka pemahaman penghayatan dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dari masyarakat dapat diperdalam kemudian mengaplikasikan praktik-praktik baik dalam kehidupan bermasyarakat,” tutur Indra.

Sementara itu, Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama berharap agar Kalurahan Banyuraden mampu menjadi contoh kalurahan yang berkarakter Pancasila, dimana setiap warganya menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat rasa kebersamaan, kesetaraan, dan kegotong-royongan antar warga Banyuraden yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia,” harapnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)