Upacara Peringatan Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sinduharjo Diwarnai dengan Bersatunya Tiga Pasang Pusaka yang Mengisahkan Terbentuknya Kalurahan Sinduharjo

Ngaglik – Disatukanya Tiga (3) Pasang Pusaka dari Kalurahan Lama Prujakan, Dayu dan Gentan mengisahkan besatunya Kalurahan Prujakan, Kalurahan Dayu dan Kalurahan Gentan menjadi Kalurahan Sinduharjo pada 26 Oktober 1946 lalu. Peristiwa penyatuan tiga wilayah Kalurahan lama itu digambarkan melalui penyerahan tiga pasang pusaka dari bregodo prajurit Prujakan, Dayu dan Gentan kepada Lurah Sinduharjo Kapanewon Ngaglik, Sudarja selaku Inspektur Upacara Peringatan Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sinduharjo, di Lapangan Gadingan, Minggu (27/10/2024).
Tiga pasang pusaka yang diserahkan itu meliputi Pusaka dari Kalurahan lama Prujakan berupa Tombak Majigjo, yang bermakna mencapai cita-cita luhur. Songsong Tunggul Maruto yang bermakna Menjauhkan mara bahaya yang berasal dari Angin. Sedang dari Kalurahan Lama Dayu berupa Tombak Pandowo yang memiliki makna menegakkan kebenaran dan keadilan serta Songsong Tunggul Herbeno yang memiliki makna menjauhkan mara bahaya yang berasal dari Air. Sementara sepasang pusaka lainya berasal dari Kalurahan lama Gentan berupa Tombak Sumpono yang bermakna Kewibawaan dan Ketenteraman serta Songsong Tunggul Agni yang melambangkan harapan dijauhkan dari mara bahaya yang diakibatkan oleh Api.
Upacara Peringatan Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sinduharjo itu dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan/ Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman Edy Winaryo, Panewu Ngaglik Agung Indarto dan Tim Monev Pendamping Desa Budaya Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Provinsi DIY, Joko Saptono dan undangan lainya. Sedang peserta upacara berkisar 2500 masyarakat berasal dari 17 Padukuhan, dari anak-anak hingga orang tua, baik pria maupun wanita.
Ribuan masyarakat sebelum mengikuti upacara, mereka melakukan kirab budaya menempuh jarak kurang lebih satu setengah kilo meter dari Taman Budaya Loh Jinawi Gentan hingga lapangan Gadingan. Masing-masing padukuhan menampilkan kreasi dan potensinya beserta Gunungan Hasil Bumi yang menggambarkan keanekaragaman potensi budaya Kalurahan Sinduharjo, sedang jumlah peserta masing-masing padukuhan bervareasi, ada yang 75 orang, 200, 300 orang bahkan ada yang jumlahnya mencapai 600 orang dari satu padukuhan.
Lurah Sinduharjo Sudarja bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam sambutanya mengatakan, Peringatan Hari Jadi Ke-78 Kalurahan Sinduharjo memilih Tema Merajut Bersa Memperkokoh Warisan Budaya, Maju Sinduharjo Menuju Sinduharjo Maju dan Sejahtera.
Sudarjo memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan darma baktinya membangun Sinduharjo.
“Termasuk peran serta yang optimal dalam seluruh rangkaian peringatan hari jadi ke 78, masyarakat telah dengan swadaya mengisi panggung hiburan, membuka lapak UMKM dan mengikuti kirab budaya,” ujarnya.
Selanjutnya Sudarja mengajak agar kerukunan, kebersamaan, manunggaling pemerintah kalurahan dengan masyarakat terus dijaga, dilestarikan sebagai modal melaksanakan pembangunan menuju Sinduharjo yang maju, aman dan sejahtera.
Sementara itu Pengurus Kalurahan Mandiri Budaya Sinduharjo, Astadi menuturkan bahwa kegiatan rangkaian peringatan hari jadi Kalurahan Sinduharjo sudah dimulai pada Hari Rabu tanggal (23/10/2024) dan berakhir Senin (28/10/2024). Selama beberapa hari itu Pemerintah Kalurahan menggelar berbagai kegiatan baik berupa pentas kesenian, lapak UMKM maupun lomba. Lebih rinci disebutkan kegiatan hari jadi berupa pentas kesenian Jathilan, Karawitan Ibu-Ibu, Karawitan anak-anak. Ketoprak anak-anak. Musik dan Campursari, Lawak, Festival Hadroh, Lomba Tumpeng, Tari Badui hingga doa lintas agama serta tirakatan yang rangkaian kenduri, Macapat dan Tahlilan. (Tri Joko S – KIM Kalasan)



