Muhammadiyah Sleman Ingatkan Bahaya Miras Pada Penyaluran Subsidi Alat Perlengkapan Sekolah

Sleman – Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sleman menyalurkan subsidi alat perlengkapan sekolah pada 15 siswa kurang mampu di lingkungan Ranting Sleman pada Sabtu, 26 Oktober 2024. Penyaluran subsidi perlengkapan alat sekolah ini merupakan program setiap tahun dari Lazismu PCM Sleman yang disalurkan melaui PRM – PRM yang ada di cabang Sleman.

Ketua PRM Sleman H. Muh Hasim mengharapkan kepada penerima subsidi perlengkapan alat sekolah juga orang tuanya bisa aktif di kegiatan Muhammadiyah Ranting Sleman termasuk salah satunya Kajian Sabtu Sore di Gedung Muhammadiyah Ranting Sleman.

Acara ini diawali dengan Kajian Sabtu Sore (KSS) yang merupakan kegiatan kajian rutin yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sleman bersama Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sleman setiap sabtu sore di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ranting Sleman yang dihadiri warga maupun simpatisan Muhammadiyah di Ranting Sleman.

Ustaz Wildan Wakhid, yang bertindak sebagai penceramah pada kesempatan tersebut menyampaikan tentang bahaya minuman keras (Khamr)

“Khamr induk dari segala macam kejahatan, orang yang shaleh kalau dia sudah minum khamr/minum minuman keras maka dia bisa melakukan hal hal buruk yang sebelumnya tidak pernah dilakukannya. Khamr pintu masuk untuk melakukan keburukan – keburukan lainnya. Kita prihatin karena sekarang ini khamr dijual secara legal, karena dilindungi oleh undang – undang. Toko – toko yang menjual miras berkembang di berbagai tempat dengan berbagai nama toko, semakin mudah membeli miras. Sekarang belum begitu kerasa efek dari maraknya toko – toko miras, tetapi kalau didiamkan saja toko – toko miras semakin berkembang maka 5 atau 10 tahun yang akan datang kita baru merasakan akibatnya, generasi muda kita semakin rusak, termasuk masyarakat, bangsa kita,” jelasnya.  (Arief Hartanto/KIM Turi)




KKN R-8 Janabadra Gelar Sosialisasi Tontonan yang Baik untuk Anak di Padukuhan Sedogan

Sleman- Dewasa kini informasi teknologi berkembang begitu pesat. Perlu kejelian para orang tua dalam menyaring tontonan yang pas untuk anak-anaknya. Film adalah salah satu media yang dinilai efektif untuk mendidik anak. Orangtua yang menggunakan film untuk edukasi memang memberi tantangan tersendiri, tapi bila dilakukan dengan cara yang tepat, menonton film dapat menawarkan banyak manfaat.

Seperti yang dilakukan kelompok mahasiswa KKN R8 Universitas Janabadra Yogyakarta , yakni dengan memberikan sosialisasi dan edukasi Tontonan Yang Baik Untuk Anak kepada para anak-anak usia SD di Gedung Paud Padukuhan Sedogan pada hari Sabtu, 26 Oktober 2024 pukul WIB.

Acara yang diikuti 30 anak usia Sekolah Dasar dan Anak Usia Dini ini dihadir Dukuh Sedogan, Mahasiswa KKN R8 UJB dan juga para pendidik PAUD

Sindi, salah satu mahasiswa KKN mengatakan, pergaulan anak-anak hari ini sudah sangat luas dan tidak terkontrol, sehingga media sosial dan tontonan yang mereka akses pun juga demikian. Maka harus ada kontrol dan edukasi agar mereka mempunyai tontonan yang sesuai umur mereka.

“Anak-anak sekarang ini tidak terkontrol sudah sangat bebas dalam mengakses youtube ataupun media sosial lainnya, apa yang ditonton orang tua itu pula tontonan anak tersebut, orangtua juga tidak banyak yang tau ada youtube kids yang bisa diakses khusus untuk anak-anak, sehingga kami rasa sangat perlu adanya edukasi dini kepada anak-anak usia SD dan adik-adiknya,” kata Sindi

Sherly sebagai inisiator dan narasumber kegiatan ini mengatakan sebelum acara dimulai HP yang dibawa anak-anak dikumpulkan agar mereka fokus dalam penyerapan informasi yang akan disampaikan.

“Dalam kegiatan ini terlebih dahulu kami meminta HP yang dibawa anak-anak dikumpulkan dan diminta oleh petugas agar pada saat sosialisasi berjalan tidak ada peserta yang bermain hp atau asik sendiri, kami memberikan pengertian dan pemahaman kepada anak-anak untuk menonton tontonan yang baik sesuai dengan umur mereka, pemahaman tersebut kami perkuat dengan pemutaran film, dimana setelah kami putar kami beri mereka kuis untuk melatih daya serap dan daya ingat mereka saat merekam film yang kami putar,” jelas Sherly

Sherly juga menjelaskan pentingnya tontonan yang baik untuk anak-anak SD beserta menfaatnya kepada para peserta sosialisasi

“Adik-adik kenapa kita harus pilih tontonan yang baik ? tanya Sherly pada para peserta. Karena apa yang kita tonton bisa memengaruhi pikiran dan perasaaan, tontonan yang baik juga bisa membuatmu belajar banyak hal baru . Nah tontonan yang bagus itu adalah tontonan yang mengajarkan hal baru, bercerita tentang kebaikan, cocok dengan umur kita, membuat kita berfikir kreatif, dan tentusaja didalamnya tidak ada kekerasan. Manfaat tontonan yang baik yakni kitab isa lebih pintar adik-adik, selain itu kita jadi lebih kreatif, belajar untuk bersikap baik, bisa menemukan hobi baru,” jelas Sherly kepada anak-anak yang mengikuti sosialisai.

Ika sebagai narasumber kedua juga memaparkan tips untuk memilih tontonan dan contoh Tontonan yang Bagus

“Tips untuk adik-adik memilih tontonan yang bagus adalah kita harus nonton bersama orang tua, jangan kelamaan menonton film atau sebuah tontonan, pilih acara dichanel favorite. Contoh-contoh tontonan yang bagus untuk kalian seperti : Kartun Edukatif meliputi: Dora The Explorer yang bisa dijadikan bahan belajar Bahasa inggris dan berpetualang bersama teman, Upin-Ipin yang mengajarkan nilai-nilai sehari-hari dan Budaya Lokal. Ada juga Cerita Rakyat Populer seperti Kartun Malin Kundang, Si Kancil, Bawang Merah Bawang Putih. Tontonan yang mengajarkan kebaikan seperti Barbie Dreamhouse Adventures dan juga Paw Patrol,” Jelas Ika

“Kesimpulan materi hari ini adalah tontonan yang bagus bikin kita tambah pintar, kreatif dan senang adik-adik, selain itu pilihlah acara yang seru tapi tetap mendidik. Minta bantuan orangtua untuk memilihkan acara yang baik,” tutup Ika

Para peserta antusias dan sangat gembira mengikuti acara ini, mereka mendapatkan bingkisan snack beraneka ragam, dan beberapa doorprize bagi yang bisa menjawab kuis yang diberikan oleh para mahasiswa KKN R8 UJB

Salah satu peserta Bernama Devia mengaku senang mengikuti kegiatan yang diadakan KKN R8 ini. “Defia senang karena tontonan yang ditampilkan kakak KKN bagus, yang disampaikan kakak-kakak KKN juga mudah diingat, banyak snack jajan dan aku dapat doorprize, terimakasih kakak-kakak KKN,” ucap defia. (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)




Melihat Perayaan Budaya Candiloka di Candi Banyunibo Prambanan

Sleman – Balai Pelestarian Budaya Wilayah X DIY menyelenggarakan perayaan budaya  bertajuk Candiloka di  komplek Candi Banyunibo  Cepit, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY, Jumat  dan Sabtu (25-26 Oktober 2024).

Kepala  Balai Pelestarian Kebudayaan ( BPK) Wilayah X Yogyakarta Maggar Sari Ayuti menyampaikan bahwa perayaan budaya sudah dua kali dilaksanakan. Untuk yang pertama berlangsung di komplek Candi Plaosan untuk yang kedua kali ini berlangsung di komplek Candi  Banyunibo.

“Dalam perayaan budaya ini kita mengangkat brand Candiloka. Karena di BPK wilayah sepuluh banyak peninggalan Candi, yang semunya  bagus. Kami ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa ada peninggalan kebudayaan berupa Candi yang ada di BPK wilayah sepuluh,” ucap Manggar.

Dengan adanya acara seperti ini, Manggar berharap masyarakat semangat berkebudayaan.

“Kita memiliki tempat yang bisa untuk menuangkan ekspresi kebudayaan untuk  masyarakat. Kita fasilitasi dengan  tempat seperti ini. Perayaan budaya Candiloka berlansung dua hari Jumat Sabtu dan gratis tidak di pungut biaya apapun,” ujar Manggar.

“Mari kita bersama masyarakat untuk memajukan kebudayaan,” tambahnya .

Disebutkan juga oleh Manggar perayaan budaya yang memadukan budaya benda dan tak benda dikemas megah menghadirkan panggung utama dengan latar belakang Candi Banyunibo. Ada pojok mainan tradisional anak anak, gejok lesung, dan jemparingan. Pasar Candiloka menampilkan produk Desa Pemajuan binaan BPK wilayah X, dipasar Candiloka bisa mendapatkan makanan dan minuman tradisional serta  barang seni tradisional.

Selain itu, disiapkan mobil bioskop keliling (bioling) yang akan memutar film budaya.

Sedangkan panggung utama merupakan panggung pertunjukan yang menghadirkan bukan hanya seni musik tradisonal tapi juga seni musik modern.

“Selain musik juga ditampilkan tari seni tradisi dari sanggar budaya binaan BPK wilayah X,” pungkas Manggar.  (Kusnadi/KIM Berbah)




Desa Wisata Tanjung Gunakan Energi Ramah Lingkungan

Desa wisata Tanjung, Donoharjo, Ngaglik, Sleman mendapat kunjungan  85 mahasiswa penerima beasiswa program dari Pertamina Foundation pada Kamis (24/10/2024).

Mahasiswa yang berasal dari 11 perguruan tinggi se-Indonesia melakukan visit tour di dusun Tanjung Banteran Donoharjo Ngaglik yang ditunjuk oleh Sobat Bumi Jogja, Universitas Gadjah Mada dan Pertamina Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan program Desa Energi Berdikari (DEB) yang mengadopsi energi terbarukan, berkelanjutan dan terjangkau .

Saptono Budi Samodra, Ketua Pengelola Desa wisata Tanjung mengatakan DEB merupakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina untuk pedesaan yang bertujuan mendukung ketahanan energi dengan energi baru terbarukan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

“Program program DEB dilakukan pada pemanfaatan energi bersih sesuai dengan potensi desa setempat sehingga berdampak pada ketahanan dan kemandirian energy,” ujar Saptono.

“Seperti halnya di Padukuhan Tanjung Banteran Donoharjo yang mendapatkan panel Surya , selain itu di padukuhan ini mempunyai potensi kandang kelompok dengan puluhan sapi milik warga , dimana kotoran ternak dimanfaatkan untuk biogas,” tambah pria yang juga berprofesi sebagai dosen di Fakultas Teknik Geologi UGM.

Pada kesempatan tersebut mahasiswa diajak untuk melihat secara langsung kegiatan jelajah PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) Fixed Dome biogas, dua bentuk sumber energi baru terbarukan.

“Wujud dari upaya tersebut adalah pemasangan listrik tenaga surya (PLTS ) dan Fixed Dome  biogas  yang dilakukan pada bulan Desember 2023 hingga Januari 2024.” ungkap Saptono Budi Samudra.

Pemasangan instalasi listrik tenaga surya PLTS dilakukan di joglo Tanjung, bangunan yang telah berdiri sejak 200 tahun  lalu dan menjadi cagar budaya sekaligus ikon desa wisata Tanjung yang kini dijadikan jantung atau pusat kegiatan masyarakat.

“Pemasangan solar panel sebagai sumber energi atau pembangkit listrik tenaga surya ini kemudian dimanfaatkan untuk menyalakan lampu dan pompa air sumur di omah joglo. Lebih hemat dan ramah lingkungan,” lanjut Saptono.

Selain PLTS, dibangun juga Fixed Dome biogas yang dipilih karena banyaknya jumlah ternak sapi  milik warga yang berpotensi dilakukan pengolahan kembali kotoran ternak yang dihasilkan agar lebih bermanfaat.

“Dari Fixed Dome biogas  dihasilkan gas yang dialirkan ke rumah warga dan bisa dimanfaatkan untuk  keperluan memasak setiap hari. Lebih hemat karena tidak perlu membeli gas Elpiji. Selain itu dari sisa kotoran sapi hasil proses biogas dihasilkan kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan lahan pertanian dan sebagian dijual jika kebutuhan untuk lahan sendiri sudah mencukupi,” terangnya.

Dari kunjungan tersebut  mahasiswa mengaku puas dengan penyambutan di desa wisata Tanjung, selain disambut dengan meriah oleh tarian dan  kesenian rakyat, gamelan, gejog lesung,   juga disuguhi sajian kuliner tradisional   termasuk  menu angkringan dan mini workshop membatik. Acara dilanjutkan dengan penanaman pohon di bantaran kali Ngedam  oleh jajaran  direksi Pertamina Foundation, DEB UGM dan ketua pengelola desa wisata Tanjung. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Survey Mawas Diri (SMD) untuk Kesaradan Masyarakat Akan Kesehatan

Sleman – Untuk mengenali keadaan dan masalah yang dihadapi masyarakat serta mengetahui potensi yang dimiliki masyarakat, UPT Puskesmas Tempel Satu menyelenggarakan kegiatan Survey Mawas Diri (SMD) di Aula Kalurahan Merdikorejo Kapanewon Tempel, Sabtu (26/10/2024). Kegiatan diikuti oleh  Kader Kesehatan dari dua Kalurahan yaitu dari Merdikorejo dan Margorejo.

Dalam paparannya, Drg. Yulin Christina Wulandari dari Puskesmas Tempel I menyampaikan tentang apa yang dimaksud dengan survey mawas diri ini.

“Definisi Survei Mawas Diri atau disingkat SMD merupakan suatu upaya bersama yang dilakukan untuk bersama-sama mengidentifikasi permasalahan kesehatan di masyarakat yang dilakukan oleh kader kesehatan dan tokoh masyarakat setempat dibawah bimbingan petugas kesehatan dari Puskesmas. Pentingnya diadakan kegiatan ini adalah untuk mengatasi setiap masalah yang berhubungan dengan kesehatan warga masyarakat, sehingga pemerintah Kalurahan bisa mengambil tindakan yang tepat untuk menangani masalah tersebut.” demikian ungkap Yulin.

Yulin menuturkan, tujuan Survey Mawas Diri ini adalah untuk pengumpulan data, masalah kesehatan, lingkungan dan perilakunya untuk selanjutnya dilakukan pengkajian dan analisis masalah kesehatan, lingkungan dan perilaku yang paling menonjol di masyarakat.

“Kemudian dilakukan iventarisasi sumber daya masyarakat yang dapat mendukung upaya mengatasi masalah kesehatan dan harus memperoleh dukungan dari pemerintah kalurahan dan pemuka masyarakat dalam pelaksanaan penggerakan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

“Selanjutnya dari  hasil SMD Puskesmas tersebut kemudian akan menjadi dasar untuk menyusun pemecahan masalah yang dihadapi,” imbuh Yulin.

Yulin mengatakan, manfaat  lebih lanjut dari SMD ini adalah agar masyarakat sadar akan adanya masalah, bisa mengetahui besarnya masalah, dapat menggali sumber daya yang ada/ dimiliki Kalurahan untuk menjadi dasar dalam menyusun pemecahan masalah.

Diantara beberapa langkah SMD tersebut ditahap awal adalah persiapan SMD dengan cara menyusun daftar pertanyaan,menyusun lembar observasi,menentukan kriteria responden termasuk cakupan wilayah dan jumlah KK, selanjutnya adalah pelaksanaan SMD dengan melakukan interview atau wawancara terhadap responden dan melakukan pengamatan terhadap rumah dan lingkungan.

“Dan yang terakhir adalah tindak lanjut SMD dimana pengolahan data sudah dilaksanakan dan disepakati sehingga masalah kesehatan yang ada dicarikan atau dibuatkan jalan keluar bersama, melalui musyawarah masyarakat bersama dengan pemerintah setempat untuk dibuat skala prioritas dan dicari solusi pemecahan masalah tersebut,” pungkas Yulin

Plh Kamituwa Margorejo, menyampaikan bahwa Survey Mawas Diri ini akan dilanjutkan ke Musyawarah Kalurahan.”Masih melanjutkan program Indonesia Sehat dengan melibatkan keluarga. Karena kalurahan yang sehat diawali dengan lingkungan  rumah bersih dan sehat,” demikian jelas Ariyanto Wibowo. (sbd_kimtempel)